All About KEVIN

All About KEVIN
TMI : Welcome To The New World



Pagi ini, ruang perawatan Rahman terlihat sangat ramai. Keluarga besar nya dengan dibantu oleh pak Rendra, tengah mempersiapkan segala sesuatu untuk acara ijab qabul antara Rahman dan Malika nanti.


Ijab qabul yang akan dilaksanakan pada pukul sepuluh, sesuai kesepakatan awal.. yang akhir nya tetap dilaksanakan meski dengan segala keterbatasan, karena kondisi Rahman yang mengalami kecelakaan di tempat kerja kemarin.


Rahman yang tadi nya berniat untuk menunda pernikahan, akhir nya luluh mendengar rengekan sang pujaan hati.. yang ingin selalu mendampingi dan merawat diri nya, melewati masa-masa pemulihan pasca operasi.


Kesibukan juga terlihat di kediaman keluarga daddy Rehan, semua nya nampak berjalan dengan normal.. meski untuk acara ijab qabul, akhir nya di laksanakan di rumah sakit.


Daddy Rehan juga tetap menerima tamu undangan, dan mendaulat opa Alvian dan om Alex untuk mewakili nya sebagai tuan rumah. Sedangkan daddy Rehan sendiri, tentu nya akan mendampingi sang putri saat ijab qabul nanti.


Di ruang tamu, di salah satu sudut yang tadi nya akan dijadikan sebagai tempat untuk ijab qabul.. di pasang monitor layar lebar, yang nanti nya akan menayangkan secara langsung prosesi ijab qabul antara Rahman dan Malika.


Waktu telah menunjukkan pukul delapan lebih tiga puluh menit, dan semua keluarga yang hendak ikut ke rumah sakit telah bersiap. Di antara nya, kakek Ilyas dan nenek Lin, opa Sultan dan oma Sekar, keluarga ayah Yusuf termasuk Dion, Kevin dan keluarga kecil nya, Bayu dan keluarga kecil nya, serta Malik yang tak mau ketinggalan.. ingin menyaksikan secara langsung saudara kembar nya itu menikah.


Sementara yang lain tetap tinggal, untuk menyambut dan menjamu para tamu undangan.


Malika yang baru turun dari lantai atas, dengan di dampingi mommy Billa dan Malik disambut dengan tatapan penuh kekaguman oleh saudara-saudara nya.


"Kak Icha,, cantik sekali," seru tante Saskia, yang sudah hadir sejak pagi tadi bersama om Rahmat dan Tasya.


Malika tersenyum manis, dan menganggukkan kepala dengan hormat pada sahabat mommy nya itu. "Makasih tante," balas Malika sopan.


"Sas, maaf ya.. aku tinggal dulu," pamit mommy Billa, seraya menepuk lengan sahabat nya.


"Iya Bill, enggak apa-apa. Aku ngerti kok,, moga menantu mu cepet sehat ya, maaf aku juga belum sempat menjenguk Rahman," balas tante Saskia.


Mommy Billa mengangguk, dan kemudian segera berlalu dengan masih menggandeng tangan Malika. Sementara Malik melepaskan gandengan tangan nya dengan Malika, dan melipir untuk mendekati Tasya.


"Tampan,,," bisik Tasya tersenyum, seraya menatap Malik yang sudah berada di dekat nya. Malik yang pagi ini mengenakan stelan jas non formal, memang terlihat menawan.


Malik tersenyum simpul, "belum maksimal tampan nya, karena belum bisa gandeng kamu ke pelaminan," balas Malik, dengan berbisik pula.. yang membuat pipi Tasya merona merah.


"Buruan di gandeng,, nanti kalau di ambil orang, nyesel loh bang..." timpal tante Jihan persis di belakang Malik seraya tersenyum menggoda, yang ternyata mendengar bisik-bisik kedua nya.


"Belum cukup umur tan,,, masih bau kencur dia," balas Malik apa ada nya seraya melirik sang kekasih, hingga membuat Tasya cemberut.


"Tasya udah dewasa kali bang.. udah kelas dua SMU?!" Protes Tasya yang tak terima di anggap masih bau kencur.


"Bang Malik,, ayo,," panggil nenek Lin seraya melambaikan tangan kearah Malik, agar mengikuti nya. Dan menghentikan perdebatan kecil antara Malik dan Tasya.


"Sya, aku ke rumah sakit dulu ya.. kamu jangan pulang dulu, nanti malam aku antar," pamit Malik, dan segera berlalu, menyusul keluarga nya yang sudah terlebih dahulu keluar menuju halaman.


Iring-iringan mobil yang membawa rombongan calon mempelai wanita itu pun bergerak meninggalkan halaman kediaman daddy Rehan yang sangat luas itu, membelah jalanan ibukota menuju ke rumah sakit dimana Rahman di rawat.


Setelah menempuh perjalanan selama satu jam lebih, karena jalanan ibukota yang padat merayap.. sampailah rombongan tersebut ke rumah sakit.


Agar tidak terlalu mencolok dan mengganggu pasien lain, mereka masuk ke dalam dengan berkelompok-kelompok dan antri. Dan yang pertama masuk adalah calon mempelai wanita bersama daddy Rehan dan mommy Billa, yang diikuti kakek Ilyas dan nenek Lin serta Malik.


Rombongan kedua, menyusul lima menit kemudian.. yaitu opa Sultan dan oma Sekar, serta keluarga ayah Yusuf bersama Dion.


Rombongan keluarga kecil Kevin dan keluarga kecil Bayu, masuk yang paling akhir. Vinsa yang berjalan sendiri dengan di gandeng ayah dan bunda nya, di sepanjang selasar rumah sakit menjadi pusat perhatian orang-orang yang berpapasan dengan mereka.


"Makasih tante," balas Vinsa dengan tersenyum manis, senyum yang sangat mengemaskan.


"Ya ampun, mata nya indah banget." Bisik seseorang, yang baru saja berpapasan dengan Kevin dan keluarga kecil nya. Kevin dan Salma hanya saling melempar senyum.


Putri Kevin itu memang memiliki mata biru yang sangat indah, kulit nya putih bersih, rambut blonde dan curly.


"Kakak nya tampan dan cantik, adik nya yang kecil ini juga cantik banget. Siapa nama nya sayang?" Tanya ibu-ibu sambil mengusap kepala Vinsa, saat mereka berada di dalam lift.


"Vinsa tan,,," balas Vinsa, yang terlihat bingung bagaimana memanggil wanita itu.


Salma tersenyum pada wanita tersebut, "Vinsa putri kami bu," jelas Salma.


"Putri nya? Kalian masih sangat muda lho?" Balas wanita tersebut yang nampak terkejut.


Pintu lift terbuka, dan wanita itu harus keluar.. dan menghentikan keingintahuan nya lebih lanjut, tentang pasangan muda Kevin dan Salma.


Setelah pintu lift kembali tertutup, kotak besi itu pun naik kembali dan berhenti di lantai tertinggi.. dimana ruang rawat Rahman berada.


Kevin, Bayu dan keluarga kecil mereka berdua segera berjalan menuju ruang rawat Rahman. Sesampainya di sana, nampak semua nya sudah bersiap duduk lesehan di atas permadani yang empuk.


Hanya pak penghulu yang belum terlihat, dan menurut info dari orang suruhan daddy Rehan yang bertugas menjemput penghulu tersebut.. sekitar sepuluh menit lagi, mereka akan sampai di rumah sakit.


Kevin dan rombongan nya segera menempatkan diri, bergabung bersama Fira, Dion dan Malik. Setelah sebelum nya, sempat menyapa Rahman yang pagi ini nampak lebih segar dan tetap terlihat tampan meski di kening nya masih terpasang kain kasa dan plester.


Rahman mengenakan stelan jas berwarna putih, yang warna nya senada dengan kebaya yang dikenakan Malika. Dan meski pun tangan kiri nya menggunakan gendongan, tapi Rahman sudah bisa mulai bercanda. Tidak seperti semalam, yang masih terlihat syok karena kecelakaan yang menimpa nya menjelang hari bahagia nya bersama sang pujaan hati.


Pukul sepuluh kurang lima menit, penghulu yang bertugas menikah kan Rahman dan Malika pun tiba. Kehadiran nya di sambut oleh pak Rendra dan juga Kevin, pak penghulu tersebut kemudian segera menempatkan diri dan duduk di samping daddy Rehan selaku wali dari calon mempelai wanita yang sekaligus akan menikah kan putri nya tersebut.


Setelah beramah tamah sebentar, ayah Yusuf terdengar mulai membuka acara pada pagi hari itu. Rangkaian acara demi acara pun berjalan dengan lancar, mulai dari pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur'an, serah terima kedua belah pihak keluarga, hingga khutbah nikah.


Kini tiba pada acara inti, yang telah dinantikan oleh kedua mempelai dengan hati yang berdebar. Daddy Rehan dengan hangat menjabat tangan Rahman, dan menatap Rahman dengan intens.


Rahman yang awal nya merasa grogi, sedetik kemudian langsung dapat menguasai keadaan.


Dengan diawali mengucap basmallah, daddy Rehan dengan suara nya yang penuh wibawa kemudian mengucap kan ijab.. menikah kan putri nya yang tercinta, dengan pemuda yang saat ini berada tepat di hadapan nya. Menyerahkan tanggung jawab sepenuh nya atas diri Malika kepada Rahman, pemuda tampan pilihan sang putri yang sekaligus juga pilihan nya.


Rahman pun dengan suara tegas dan jelas mengucap qabul, atau penerimaan nya atas diri Malika. "Saya terima nikahnya dan kawinnya Malika Dalisha Alamsyah binti Rehan Putra Alamsyah dengan maskawin nya yang tersebut, tunai.”


"Sah..." suara dua orang saksi, diiringi oleh semua yang hadir.


"Alhamdulillaahirobbil'aalamiin,,," ucap syukur Rahman dan Malika bersamaan, seraya saling melempar senyum kebahagiaan.


"Welcome to the new world, brother..." bisik Kevin, yang duduk di belakang Rahman.


🌷🌷🌷🌷🌷 tbc...


Berhubung bang Rahman lagi sakit, MP & making love nya di tunda sampai batas waktu yang embuh kapan.. 😄😄


thx atas semua dukungan nya 🤗😘😘