All About KEVIN

All About KEVIN
Ide Daddy, Boleh Juga...



I hate monday, seperti nya tak pernah berlaku dalam hidup Kevin. Sebab, putra pertama dari daddy tampan Rehan dan mommy Nabila itu selalu semangat menjalani hari-hari nya pergi ke sekolah, seperti hari senin ini.


Namun hari ini ada yang beda dengan Kevin, remaja yang baru genap berusia tujuh belas tahun itu, nampak lebih bersemangat untuk pergi ke sekolah. Pasal nya, sudah ada seseorang yang kini sangat dia rindukan.. siapa lagi kalau bukan sang istri tercinta, Salma?


Dan pagi inj, seperti hari-hari jika anak-anak masuk sekolah,,, keriuhan terjadi di rumah utama kediaman keluarga Alamsyah.


Heboh nya Malika karena setiap berdandan selalu di recokin kedua adik kembar nya, Maida dan Maira. Serta keusilan Mirza, yang suka sekali mengganggu ketenangan Malik, saudara kembar Malika.


Untung saja, Malik adalah tipe remaja yang cool... jadi jarang sekali dia mau meladeni keusilan Mirza, dan akhir nya Mirza akan mencari korban lain. Seperti menjahili kedua adik kembar nya, hingga dua bocah perempuan itu di buat nya menangis


Dan jika sudah demikian, tak akan ada yang bisa menenangkan Maira.. bocah kecil yang ceriwis itu kalau sudah menangis, susah sekali di bujuk dan hanya sang daddy lah yang bisa membuat Maira diam.


Berbeda dengan Maida, saudara kembar nya. Maida jarang sekali berbicara, tapi tangan nya lah yang lebih banyak bekerja.. bahkan bisa di bilang hiperaktif, hingga tak jarang, dokumen-dokumen milik sang daddy selalu menjadi korban nya.


Saat ini, waktu menunjukkan pukul setengah enam pagi. Bakda sholat shubuh berjama'ah bersama putra putri nya tadi, daddy tampan Rehan berhasil merayu sang istri untuk bermanja-manja sebentar sebelum memulai aktifitas. Sedangkan anak-anak menjalankan rutinitas nya masing-masing, yaitu membuka buku pelajaran nya.


Ya, Nabila membiasakan anak-anak nya untuk belajar bakda sholat shubuh, karena bakda maghrib mereka harus mengaji bersama sang daddy dan mommy nya. Dan bakda isya' adalah saat nya quality time bersama keluarga.


Sedangkan sepulang sekolah Nabila akan langsung menemani mereka mengerjakan PR jika ada, sambil menanyakan kegiatan anak-anak nya di sekolah. Itu sebab nya, Nabila tahu siapa saja teman-teman dari putra dan putri nya. Dan sang daddy, juga akan langsung mencari tahu latar belakang teman dari putra putri nya tersebut.


Dan kini, daddy enam anak yang semakin terlihat tampan dan berwibawa itu tengah mencumbui istri nya... "yang, sekali lagi ya?" Pinta nya sambil mengatur nafas nya kembali, setelah berhasil melakukan pelepasan nya yang pertama.


Nabila hanya bisa pasrah, karena mommy dari dua balita itu tahu.. bagaimana sulit nya mencuri waktu untuk bisa memadu kasih, kedua nya kini masih bergelung di bawah selimut yang tebal untuk melakukan senam pagi gelombang kedua.


Tiba-tiba saja, terdengar suara tangis Maira di luar kamar sambil diiringi ketukan pintu yang terus menerus dan tanpa jeda. Rehan menghentikan sejenak kegiatan nya, dan mendesah kasar... daddy tampan itu nampak sedikit kecewa.


"Udah dad,, tolongin dulu sana, kasihan Maira," Pinta Nabila, pada sang suami agar mengakhiri senam pagi nya.


"Tapi tanggung yang,," protes Rehan.


"Tadi yang pertama kan udah daddy sayang,,, oke deh, nanti mommy akan nyusul daddy ke kantor," rayu Nabila seperti biasa nya.


Ya, semenjak kehadiran si kembar bungsu, Rehan dan Nabila jarang bisa memiliki waktu spesial untuk bisa berlama-lama berduaan. Hanya di kantor Rehan lah kedua nya dapat menyalurkan segala rasa cinta dan kerinduan hingga sepuas nya.


"Baik lah,," Rehan pun mengalah, dan segera keluar dari balik selimut tebal dan memunguti pakaian mereka berdua yang berceceran di lantai akibat ulah nya.


Sementara di luar sana, suara teriakan Maira semakin keras terdengar memanggil manggil nama sang daddy, Rehan pun dengan tergesa mengenakan pakaian nya kembali, sedangkan Nabila langsung menuju kamar mandi dengan menyambar bathrobe untuk menutupi tubuh nya.


Rehan segera membuka pintu, dan di balik pintu Maira masih menangis sesenggukan dengan di temani Maida. "Kenapa menangis sayang?" Tanya Rehan lembut, seraya menggendong kedua putri kembar nya di tangan kanan dan kiri nya dan membawa nya masuk kedalam kamar.


Rehan kemudian duduk di sofa dan memangku kedua nya di atas paha kanan dan kiri. Daddy tampan itu menciumi pipi kedua putri nya secara bergantian, dengan gemas. Dan bulu-bulu kasar di wajah sang daddy, sukses membuat kedua bocah kecil itu tertawa riang.


"Dad, tadi kak Milza nakal,, pipi Mela di cium telus di cubit, kan syakit dad?!" Adu Maira tentang kenakalan abang nya pada sang daddy, sesaat setelah kedua nya berhenti tertawa.


"Meda juga di cubit, tapi Meda gak nangis..." timpal Maida dengan gaya nya yang lucu, seolah memberitahukan pada sang daddy bahwa diri nya bukan lah anak yang cengeng.


"Bang Milza kalau nyubit Meda pelan dad.. enggak sepelti kalau nyubit Mela!" Protes Maira yang enggak mau di bilang cengeng.


"Siapa yang yang nyubit?" Tanya Nabila yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan rambut nya yang basah.


"Bang Milza mom,,," adu Maira yang langsung turun dari pangkuan sang daddy dan menghampiri mommy nya, yang diikuti oleh Maida.


"Nak, sekarang kalian mandi dulu sana sama bibi. Daddy mau bantuin mommy mengeringkan rambut," titah sang daddy dengan tatapan lembut.


Dan jika sang daddy sudah memerintah dengan tatapan lembut nya, maka putra putri nya akan langsung menuruti titah sang daddy.


"Baik dad.. dada mommy,, dada daddy,,," seru kedua nya sambil berlari kecil meninggalkan kamar orang tua nya.


Rehan dan Nabila saling pandang, dan kemudian tersenyum bersama.


"Yang,,," panggil Rehan lembut.


"Dad,, hampir jam enam, nanti daddy terlambat ngantar Mirza ke sekolah," ucap Nabila yang mengerti kode dari suami nya.


Dengan malas, akhir nya Rehan melangkah juga menuju kamar mandi, "mom, nanti daddy tidak ada jadwal meeting. Mommy harus menemani daddy di kantor seharian, jangan lupa bawa lingerie yang daddy belikan kemarin," titah nya sebelum masuk kedalam kamar mandi, sambil mengedipkan mata nya.


Nabila hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala nya.


Setelah beberapa saat, kini semua anggota keluarga Rehan telah berkumpul di ruang makan. Masing-masing menghadap piring dengan makanan kesukaan nya, dan di ujung meja.. bekal untuk Malik dan Malika, serta untuk Mirza telah siap.


Mereka sarapan dengan khidmat, hanya sesekali sang mommy mengingatkan putra putri nya, adakah yang mungkin ketinggalan?


Kevin nampak sangat lahap menikmati nasi goreng dengan banyak sayuran kesukaan nya, hingga tak butuh waktu lama.. nasi goreng dalam piring nya tandas tak bersisa.


"Abang makan nya buru-buru sekali, apa ada yang menunggu?" Sindir sang daddy seraya tersenyum menggoda.


Nabila menyenggol lengan suami nya, "jangan bahas tentang Salma di hadapan adik-adik nya," bisik Nabila.


Ya, mereka telah sepakat untuk tidak menceritakan tentang pernikahan Kevin dan Salma kepada adik-adik Kevin... dengan alasan, karena Kevin menikah di saat masih bersekolah. Dan Rehan serta Nabila tidak ingin, kabar itu akan mempengaruhi pola pikir adik-adik nya Kevin.


Kevin hanya tersenyum simpul, "daddy kayak enggak pernah muda aja?!" Ledek Kevin membalas sang daddy.


Setelah semua selesai menikmati sarapan pagi nya, Malik dan Malika langsung berpamitan pada orang tua nya.. mereka berdua pergi ke sekolah dengan diantar oleh sopir pribadi nya.


Maida dan Maira pun ikut berpamitan, seolah-olah mereka berdua juga hendak pergi ke sekolah. Padahal, kedua bibi pengasuh nya hanya akan membawa kedua bocah kecil itu untuk jalan-jalan di taman yang berada di sekitar kawasan elite itu.


Kevin juga pamit, kali ini untuk pertama kali nya dia akan mengendarai mobil baru nya sendiri. Mobil sport keluaran terbaru yang kemarin sempat lecet di bagian depan nya akibat menabrak sepeda bu Widya, tapi kini sudah kembali mulus.


"Bang, kamu bisa pulang ke apartemen setiap pulang sekolah jika abang mau. Tapi sebelum maghrib abang sudah harus berada di rumah," bisik Rehan di telinga Kevin, pasal nya masih ada Mirza di sana yang menunggu sang daddy untuk pergi ke sekolah.


"Dad,, mereka kan masih sekolah?" Protes Nabila.


"Enggak apa-apa mom,,, abang kan bisa pakai pengaman," balas Rehan masih dengan berbisik.


"Dad,,," seru Nabila dan Kevin bersamaan. Nabila mencubit perut suami nya, sedangkan Kevin menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal.


"Ide daddy boleh juga," gumam Kevin dalam hati, dan langsung melangkah keluar dengan senyum yang mengembang.


to be continue,,,