All About KEVIN

All About KEVIN
Ikut Tersengat



Setibanya di hunian keluarga Antonio, Kevin dan Salma di sambut oleh sang mommy yang sudah sampai di sana. Dan adik-adik Kevin, yang juga sudah pulang dari sekolah.


Mommy Billa menuntun sang menantu untuk menuju ruang keluarga yang sangat luas di rumah utama hunian keluarga Antonio, "duduk dulu kak Salma," titah sang mommy pada putri menantu nya, yang cantik itu.


"Iya mom," balas Salma patuh, seraya tersenyum manis.


Kevin yang mengekor di belakang bersama Malika pun ikut duduk, sedangkan Malik langsung menuju ruang makan untuk mengambil sesuatu.


Mommy Billa pun menuju meja makan, dan melihat sang putra yang senantiasa terlihat cool itu tengah menuang minuman dingin kedalam beberapa gelas dan di letakkan di atas baki.


"Bang Malik lagi ngapain?" Tanya sang mommy.


"Ini mom, mengambil kan minuman buat kak Salma dan abang,," balas Malik menoleh kearah sang mommy.


Mommy Billa tersenyum, "manis sekali kamu bang,, makasih ya,," puji sang mommy pada putra nya.


Mommy Billa dan daddy Rehan memang mengajarkan pada putra putri nya, agar tidak selalu menyuruh-nyuruh asisten rumah tangga untuk hal-hal sepele yang bisa dikerjakan sendiri. Tujuan nya adalah, agar putra putri nya itu mandiri dan tidak selalu tergantung pada orang lain.


"Biasa aja kali mom,," balas Malik tersipu, "mommy mau yang dingin juga, atau teh hangat?" Tanya Malik pada sang mommy, yang tengah menyiapkan camilan.


"Dingin juga enggak apa-apa bang," balas Mommy Billa, sambil mendekat kearah sang putra. "Bawain ini sekalian, bisa enggak bang?" Tanya sang mommy, sambil menata toples ke atas baki minuman yang disiapkan putra nya.


"Kalau cuma dua, masih bisa mom," balas Malik sambil menata kembali gelas dan toples, dan kemudian berjalan menuju ruang keluarga dengan membawa baki di tangan nya.


"Ya udah, yang dua biar mommy saja yang bawa," ucap sang mommy, sambil berjalan mengekor sang putra.


"Wah, rajin sekali saudara kembar ku ini,," ledek Malika menatap Malik yang sedang berjalan kearah mereka.


Malik hanya sekilas melirik saudara kembar nya yang cantik tapi cerewet itu dan kemudian meletakkan baki yang dibawa nya di atas meja, "minum nya bang,, kak,," ucap Malik menatap abang dan istri abang nya itu bergantian.


"Iya dik, makasih ya,," balas Kevin seraya tersenyum.


"Enggak perlu repot-repot dik Malik, kakak nanti bisa ambil sendiri kok," ucap Salma yang merasa terharu, melihat sikap Malik yang tidak malu membawakan minuman untuk nya.


"Enggak apa-apa kak Salma, sesekali aja kok.. nanti juga pasti adik-adik kalian ini yang akan selalu membuat repot kak Salma, ya kan bang?" Balas mommy Billa mewakili putra kedua nya, sambil meletakkan toples di atas meja.


"Di minum kak Salma, abang,, kalian pasti haus," ucap mommy Billa, sambil duduk di samping sang menantu.


Kevin mengambil kan minum untuk istri nya, dan kemudian mengambil untuk diri nya sendiri.


"Duh,, sweet nya,,, abang manis sekali sih sama kak Salma," goda Malika sambil tersenyum jahil, "Malika juga mau dong... punya suami kayak bang Kevin nanti nya," lanjut nya.


"Uhuk,, uhuk,," Salma tersedak karena kaget mendengar perkataan adik dari suami nya itu.


Kevin reflek menepuk lembut punggung istri nya, "pelan-pelan aja minum nya baby," bisik Kevin.


Sedang kan Malik melotot kearah saudara kembar nya, "iseng banget sih, kasihan kak Salma tahu,," protes Malik pada Malika.


"Ehm.. ehm.." Salma berdeham, agar tenggorokan nya kembali lega, "aku kaget Kevin, kok Malika tahu kalau kita sudah menikah?" Bisik Salma menuntut penjelasan.


"Iya kak Salma, mereka berdua sudah tahu.." balas mommy Billa yang bisa mendengar bisik-bisik sang menantu, "tak mengapa, Malik dan Malika sudah besar dan mereka harus mulai belajar untuk berpikir dan bersikap dewasa," lanjut sang mommy seraya melirik putra dan putri kembar nya.


Salma mengangguk, dan tersenyum kepada Malik dan Malika.


"Abang, ajak istri mu istirahat dulu sana.. di paviliun nenek, sekalian kalian temui kakek dan nenek." Titah mommy Billa pada putra sulung nya.


"Iya mom,," balas Kevin seraya beranjak dan menarik pelan lengan sang istri.


"Baju ganti untuk kalian, sudah mommy letakkan di kamar depan. Nanti abang tanya saja sama nenek," lanjut sang mommy.


Kevin mengangguk, dan tersenyum lebar.


"Iya kak, kalian istirahat lah dahulu. Mommy masih mau nunggu daddy dulu, mungkin bentar lagi nyampai," balas mommy Billa seraya mengusap lengan sang menantu.


"Abang,, buatin Malika keponakan yang tampan ya, yang kayak daddy," goda Malika, berbisik di telinga abang nya dan mengehentikan langkah Kevin.


Kevin mengernyit, "kok kayak daddy sih dik?!" Protes nya menyelidik.


"Daddy kan tampan, baik hati, kaya raya, dan penyayang keluarga," balas Malika mengagumi sang daddy.


"Abang juga tampan dik, baik hati juga, sayang sama keluarga, pasti.. kalau kaya raya, itu kan relatif dik." Balas Kevin narsis, dia tak mau kalah sama daddy nya, "kaya itu tergantung dari diri kita sendiri dik, bagaimana kita menyikapi hidup, dan bagaimana kita mensyukuri nikmat Allah. Kalau menurut abang, abang kaya raya kok.. abang punya kalian, keluarga yang abang sayangi dan menyayangi abang. Ada kak Salma juga, istri tercinta abang." Ucap Kevin panjang lebar, sambil melirik mesra sang istri.


"Dan abang kalian, meski masih baru,,, juga sudah memiliki usaha sendiri loh.. kemarin aja pas nikah, mas kawin nya pakai uang pribadi abang. Dan mommy sama daddy juga baru tahu saat itu," timpal sang mommy, ingin menunjukkan pada putra dan putri kembar nya bahwa abang mereka sudah belajar untuk mandiri.


"Benarkah?!" Ucap Malik dan Malika merasa takjub.


Kevin mengangguk, "bisnis e-commers dik," balas Kevin, "abang pilih itu, agar enggak menyita banyak waktu abang,,, jadi abang masih tetap bisa belajar dengan baik di sekolah," lanjut Kevin menjelaskan, bahwa prioritas nya tetaplah belajar.


Malik mengangguk-angguk, "abang keren, Malik juga mau punya usaha sendiri." Ucap Malik sungguh-sungguh.


"Kamu pasti bisa dik, belajar lah dulu yang rajin," balas Kevin memberikan semangat untuk adik nya.


Mommy Billa tersenyum bahagia, dia sangat senang melihat putra putri nya saling mendukung.


"Sudah, lanjut nanti malam ngobrol nya.. biarkan abang dan kak Salma istirahat dulu," Sang mommy meminta mereka untuk mengakhiri obrolan nya.


Malik dan Malika patuh, "kami ke atas dulu ya mom," ucap Malik mewakili saudara kembar nya, dan kemudian menarik tangan Malika untuk naik ke atas bersama adik-adik mereka,,, Mirza, Maira dan Maida.


Sedang kan Kevin langsung menuju ke paviliun sang nenek yang berada di halaman belakang, berdampingan dengan paviliun sang daddy dan om om nya yang lain, termasuk milik opa muda nya, opa Vian.


Sesampai nya di paviliun, kedua nya di sambut sang nenek dan kakek nya yang hendak menuju rumah utama. "Kalian sudah datang?" Tanya nenek Lin, pada cucu nya itu.


"Iya nek," balas Kevin, dan kemudian menyalami orang tua dari sang mommy serta mencium punggung tangan kakek dan nenek nya dengan takdzim.. yang diikuti oleh Salma.


"Kalian masuk lah dan istirahat di dalam," titah kakek Ilyas pada cucu nya.


Kevin mengangguk,


Nenek Lin kemudian menuntun cucu nya itu masuk kedalam paviliun milik nya, "ini kamar kalian, dan itu baju ganti untuk abang dan untuk kak Salma," ucap nenek Lin, sambil menunjuk paper bag dan koper kecil milik Kevin.


"Maaf ya nek, jadi merepotkan nenek," ucap Salma merasa sungkan.


"Tidak sama sekali kak Salma," balas nenek Lin, seraya tersenyum tulus. "Nenek dan kakek mau ke depan dulu, menyambut om om kalian,, kata nya sih sudah pada di jalan," lanjut nenek Lin, seraya berjalan keluar meninggalkan sepasang suami istri itu.


Malam ini, paviliun milik ibu Lin itu memang sudah dipersiapkan untuk Kevin dan Salma. Karena setiap pertemuan di akhir pekan seperti ini, ayah dan ibu dari Nabila itu lebih senang tidur bersama cucu-cucu nya di lantai dua rumah utama.


Sepeninggal kakek dan nenek nya, Kevin langsung mengunci pintu kamar nya. Suami dari Salma itu kemudian memeluk erat sang istri dari belakang seraya berbisik, "baby,, I miss you so much."


"Kevin, aku mau ganti baju dulu.. sudah gak nyaman rasa nya pakai seragam sekolah dari pagi," Salma berusaha melepaskan diri nya.


"Aku bantuin," ucap Kevin dengan penuh semangat, dan langsung melepaskan pelukan nya.


"Enggak perlu, aku bisa sendiri," tolak Salma, hendak mengambil paper bag yang berisi pakaian ganti untuk nya,,, yang berada di meja rias.


Secepat kilat Kevin merengkuh tubuh istri nya kembali dalam pelukan nya, dan kemudian membungkam mulut sang istri dengan ciuman nya yang memabukkan,,, agar sang istri tidak dapat menghindar dan menolak nya lagi.


Salma yang terkejut, awal nya diam.. tapi seiring berjalan nya waktu, sesapan dan permainan lidah sang suami membuat Salma hanyut dan ikut menikmati permainan Kevin.


Dan kembali,, di terik nya matahari yang masih menyengat di jam tiga sore, dua insan yang telah halal itu pun ikut tersengat oleh panas nya permainan yang mereka berdua ciptakan.