All About KEVIN

All About KEVIN
TMI : Beneran End...



Malam hari nya, semua nya berkumpul di villa utama untuk makan malam bersama. Nampak Tasya dan kedua orang tua nya, yang sore tadi menyusul.. mereka datang bersama orang tua tante Jihan, yang dulu merupakan rekan kerja sekantor om Rahmat dan juga mommy Billa.


Bapak dan Ibu nya Salma, juga belum lama tiba.. karena tadi masih harus menunggu opa Arman dan nenek Syarifah terlebih dahulu, sehingga menolak ketika di ajak bareng sama Kevin dan Salma.


Keluarga nya Dion, juga sudah bergabung. Mereka datang bersama keluarga om Rudi, yang langsung terbang dari Singapura.


Begitu pun dengan keluarga dari mertua Zaki, mereka juga sudah datang,, tepat menjelang maghrib tadi.


Sedangkan keluarga Devi dan Bayu, orang tua mereka baru akan datang besok bersama tamu undangan lain.


Makan malam kali ini, adalah makan malam yang sangat meriah. Berbeda dengan pertemuan sebelumnya-sebelum nya, dimana hanya ada keluarga Alamsyah dan Antonio,,, tapi kali ini, mereka beserta dengan keluarga dari menantu masing-masing.


Zaki dan sang istri, Fira dan Dion, Kevin dan Salma, serta Malika dan Rahman tentu nya.. karena esok hari adalah hari istimewa yang telah mereka berdua nantikan sejak lama.


Dan kemeriahan serta kebahagiaan malam ini semakin bertambah, tatkala Fira menunjukkan alat test pack dengan dua garis merah kepada ayah dan bunda nya.. serta kepada kedua mertua nya, di hadapan seluruh anggota keluarga yang malam ini sedang berkumpul.


"Bunda, ayah,, lihat lah, kalian sebentar lagi akan punya cucu," lirih Fira.


Bunda Fatima langsung memeluk putri nya itu dengan menangis bahagia. Ayah Yusuf tak mau ketinggalan, dan langsung ikut memeluk dua wanita yang dicintai nya itu dengan penuh kasih.


"Selamat ya sayang, semoga kehamilan kak Fira di mudahkan.. sehat-sehat semua nya, enggak rewel," ucap bunda Fatima sambil mengelus-elus perut rata putri nya, setelah mereka bertiga melerai pelukan.


"Selamat kak Fira, bang Dion,, ayah turut berbahagia," ucap ayah Yusuf.


"Makasih ayah, makasih bunda," balas Fira, dengan senyum nya yang mengembang. Dan Dion yang berada di belakang sang istri hanya tersenyum dan mengangguk.


Orang tua Dion, juga melakukan hal yang sama... memeluk Fira dan memberikan ucapan selamat atas kebahagiaan yang Fira dan Dion dapat kan.


Bahkan mama nya Dion, memeluk sang menantu sampai menangis sesenggukan,, wanita cantik itu tak menyangka, sang putra bisa sampai di titik ini.


Beliau teringat akan masa kecil Dion yang sakit parah, bahkan tim dokter pun sudah menyerah... hingga kemudian Allah menunjukkan kuasa Nya dengan memberikan kesembuhan pada Dion, melalui perantara berobat ke luar negeri.


Dan melihat sang putra sebentar lagi akan menjadi ayah, mama nya Dion terus mengucap syukur dalam hati atas karunia yang telah Allah berikan kepada keluarga nya itu.


"Makasih ya nak Fira, sudah bersedia menjadi pendamping putra mama. Makasih atas hadiah terindah ini," ucap mama nya Dion, sambil mengelus perut Fira.


Dan satu persatu, seluruh anggota keluarga yang hadir di sana.. memberikan ucapan selamat kepada Fira dan Dion, dan turut berbahagia atas kebahagiaan yang dirasakan pasangan tersebut.


Hanya Malika yang terlihat cemberut, "kak Fira curang, masak Icha di salip di tikungan.. enggak pakai lampu sein lagi?!" Protes Malika, yang mengundang gelak tawa semua orang.


"Bukan kak Fira yang curang kak Icha,, tapi bang Rahman yang kurang kerja keras nya," ucap om Ilham, dengan terkekeh.


"Betul itu, ayo Alvaro... ngebut!!" Timpal om Devan, seraya mengepalkan tangan nya untuk memberi semangat.


"Tuh, Alvaro... dengerin, ngebut! Ngebut nya enggak perlu di speedboat, di kasur juga bisa langsung jadi?!" Sindir Bayu, yang tadi sore di buat iri karena ditinggal kan sendirian.


"Bilang aja Bay, lu iri kan.. karena tadi sore enggak bisa ikutan kayak kami?" Sahut Kevin, yang membela Rahman.


"Emang, kalian tadi sore pada kemana?" Tanya om Alex yang penasaran, dengan obrolan geng nya Kevin tersebut.


"Ke tengah laut om, naik speedboat dan bikin adegan blue live di dalam speedboat," balas Bayu, dengan wajah di tekuk.


"Wah, asyik tuh.. apalagi kalau malam-malam cerah seperti ini. Ayo Dev, Lex, bang.. habis ini, kita cuss..." ajak daddy Rehan pada sahabat-sahabat nya.


"Mom, bersiap,,," bisik daddy Rehan pada mommy Billa, yang duduk di samping nya.


"Hayuk, siapa takut?!" Balas om Devan.


"Oke,,," om Alex dan opa Alvian pun kompak.


"Gue juga ikut," ucap ayah Yusuf yang tak mau ketinggalan.


"Gue juga bang," pinta papi Vincent.


"Ilham juga mau dong?" Om Ilham pun, ingin ikut unjuk gigi.


"Ayah,,, Jelita waktu nya bobok," ucap tante Jihan mengingat kan, sambil menunjuk putri nya yang sedang berjalan dengan terkantuk-kantuk di tuntun oleh nenek Lin menuju sang ayah.


"Yah, gagal deh,,, pengin ngerasain terombang-ambing di lautan asmara sama bunda," gerutu om Ilham, yang justru di tertawa kan oleh abang-abang nya.


"Derita lu, itu Ham,,," ledek om Devan, sambil tergelak. Dan semua nya pun, ikut menertawakan penderitaan om Ilham.


"Assem,, orang lagi sedih malah di ketawain, benar-benar keluarga absurd," gumam om Ilham yang hanya bisa menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal, sambil memangku Jelita yang sudah mulai mengantuk.


"Yang mau ikut, bisa langsung bersiap ya. Ada selusin speedboat yang tersedia," tawar om Devan, yang memang tahu persis dengan apa saja yang ada di pulau keluarga AA tersebut. Karena om Devan lah yang memiliki ide dan bertanggung jawab penuh, terhadap pembangunan dan ketersediaan segala fasilitas di pulau keluarga ini.


Dan akhirnya,,, om Rahmat dan tante Saskia, kak Angga dan kak Didi, om Rudi dan istri, serta kakak ipar nya Zaki beserta istri, yang ikut bergabung bersama geng tampan dan pasangan nya.


Sepuluh speedboat menyusuri lautan, dengan di temani bintang-bintang yang bertaburan di atas cakrawala malam. Mengikuti gerakan alam dari air laut di bawah nya, dan dari gerakan alam yang timbul karena percikan api asmara penumpang di atas nya.


*****


Hari bahagia itu pun tiba, Malika yang baru saja selesai di rias di dalam villa milik nya... terlihat sangat cantik, dengan mengenakan gaun rancangan mami Nina.


Begitupun dengan Rahman, yang terlihat semakin gagah dan tampan dengan balutan tuxedo yang warna nya senada dengan gaun indah menjuntai yang dikenakan sang istri.


Seluruh keluarga besar mereka yang sejak kemarin telah berkumpul, juga sudah bersiap di taman belakang villa utama yang dijadikan sebagai tempat pesta.


Dan mommy Billa beserta mama nya Rahman, kini mengiringi langkah Malika dan Rahman untuk menuju ke tempat acara resepsi pernikahan di taman terbuka dengan view menghadap pantai, di belakang villa utama.


Penyanyi papan atas tanah air, Afgan, menyambut kehadiran kedua mempelai dengan sebuah lagu manis 'knoc me out' yang menceritakan kisah cinta mereka berdua, penantian panjang yang berakhir indah.


I wanna love you girl


Telah kutemukan sebuah cinta yang ku nanti kan


Ternyata engkau yang selalu ku tunggu


Hiasi hatiku


Baby you knock me out


Betapa indah sanubari mu


(Sungguh luar biasa)


Untuk diriku


Kau mengubah hidupku


Kembalikan rinduku


Baby you knock me out


Could this be that real love I've been missing


Before I've met you


You're out of this world, my kind of girl


You knock me out baby


You knock me out, you knock me out


Kau membasuhku dengan cintamu


Hilangkan segala luka yang dulu


Inilah janjiku takkan ku lepaskan mu


Baby you knock me out,,,,


Rahman dan Malika berjalan dengan bergandengan mesra menuju pelaminan indah, setelah Afgan menyelesaikan lagu nya yang pertama... satu persatu tamu undangan, mulai menyalami kedua mempelai.


Malika terus mengembangkan senyum bahagia nya, begitupun dengan Rahman yang tak henti menatap sang istri. "Hubby,, kenapa liatin Icha terus?" Bisik Malika.


"Abang enggak nyangka, di pulau kecil seperti ini.. ternyata ada bidadari nyasar," balas Rahman.


Malika mengernyit kan kening nya.


"Kamulah bidadari itu dik, kamu adalah bidadari yang turun dari langit dan nyasar ke hati abang," ucap Rahman, seraya mencuri ciuman di pipi sang istri.


Wajah Malika merona merah, "enggak nyasar hubby,, emang dari atas sana, tujuan nya udah ke hati nya hubby," balas Malika, sambil memukul pelan dada bidang sang suami.


Rahman pun merengkuh tubuh sang istri dan memeluk nya erat, hingga beberapa saat lama nya.


"Bang Rahman,, kak Icha masih banyak tamu di sini!" Dan suara teriakan om Ilham, berhasil mengurai pelukan kedua insan yang sedang berbahagia tersebut.. yang di sambut tawa dan tepuk tangan meriah oleh sanak saudara dan seluruh tamu undangan yang hadir, yang seakan ikut merasakan kebahagiaan mereka berdua.


🌷🌷🌷🌷🌷 Beneran End 🌷🌷🌷🌷🌷


Beneran end???


Iya, benar bestie... 🤗


Kan si Icha belum hamil???


Ya, kalo bang Rahman nya rajin olahraga... pasti juga bakalan hamil si Icha nya kan? 😄😄


So,,, biarkan mereka berusaha sendiri 🤭🙏🙏


Makasih banyak, atas semua dukungan nya selama ini,,, love you all 🤗😘


Sehat-sehat semua ya bestie...


Yang belum mampir ke novel ku yang lain, mampir yah...


#KETULUSAN CINTA NABILA


#AKHIR SEBUAH PENANTIAN


#MENJAGAMU DENGAN DO'A


Kisah bang Zaki, InsyaAllah nunggu cerita gus Umar dan Aida ending ya... 😊😊