
Setelah selesai makan malam, anak-anak kembali ke lantai dua untuk melanjutkan bermain game. Para orang tua, memilih masuk kedalam dan berkumpul di ruang keluarga, termasuk kedua orang tua Salma dan kedua orang tua Rahman.
Zaki, Kevin dan Rahman beserta pasangan masing-masing, menemani calon pengantin wanita di balkon lantai dua. Entah apa yang mereka nasehat kan kepada Fira, karena obrolan mereka kali ini nampak sangat serius.
Papi Vincent dan mami Nina, ikut kumpul bersama geng tampan. Begitu pula dengan om Ilham dan sang istri, juga tuan rumah yaitu ayah Yusuf dan bunda Fatima. Sedangkan om Rahmat dan tante Saskia, nampak sedang asyik duduk berdua entah apa yang mereka obrolkan.
Obrolan geng tampan sendiri terdengar begitu asyik, dan seperti biasa yang penuh dengan canda dan tawa.
"Lex, lu masih inget kan sama Anabelle? Gue kemarin ketemu sama dia," ucap daddy Rehan, yang ingin membalas keisengan om Alex pada diri nya tadi.
"Oh ya? Dimana Rey? Dia masih seksi enggak?" Tanya om Devan, yang mulai kepo.
"Sejak kapan Anabelle seksi?! Mata Alex tuh yang siwer, boneka jadi-jadian gitu kok di bilang seksi dan cantik," olok daddy Rehan.
"Emangnya, Alex punya cewek yang nama nya Anabelle?" Opa Alvian mengernyit kan dahi, mengingat-ingat seraya menatap om Alex.
Om Alex masih diam, pura-pura tak mendengar percakapan sahabat-sahabat nya.
"Oh, Anastasya Bellinda??" Bunda Fatima mengingat sebuah nama yang pernah dekat dengan om Alex.
"Ya, itu dia," balas daddy Rehan membenarkan.
"Nama bagus-bagus gitu, di panggil nya Anabelle?" Protes opa Alvian.
"Panggilan kesayangan nya Alex tuh bang,," balas daddy Rehan asal.
"Anabelle itu tuh, yang di cium Alex waktu ulang tahun nya bang," jelas om Devan tanpa di filter, padahal di sana ada juga tante Nisa. "Oh iya, lu enggak bakal ngerti bang,, saat itu kan, lu lagi ada di LA," lanjut om Devan cepat.
Om Alex langsung melotot, "Gue terpaksa melakukan nya, karena dia mau teriak kalau dia hamil anak gue dan gue enggak mau bertanggung jawab,,, kalau saat itu gue enggak cium dia!" Sanggah om Alex, mengklarifikasi.
Tante Nisa langsung melotot, dan menatap suami nya dengan tatapan tajam serta menyelidik.
"Enggak dik, sumpah.. aku enggak pernah ngapa-ngapain dia. Aku mencium nya juga tidak dengan hati dik, karena terpaksa dan hanya sekilas. Dan,,,," sejenak om Alex menghentikan ucapan nya.
"Rey, bantu gue dong? Yang sebenarnya di incer Anabelle kan lu Rey, bukan gue?!" Om Alex memohon pada daddy Rehan, agar dibantu untuk menjelaskan pada sang istri.
"Oh, jadi target Anabelle yang sebenarnya itu si Rehan?" Om Devan sengaja mengalihkan perhatian, karena tepat di saat yang sama.. mommy Billa dan tante Lusi yang baru saja dari dapur, datang membawa kan kopi untuk mereka semua.
"Bener Dev, tiap hari si Anabelle selalu datang ke kantor untuk membawakan makan siang. Bukan hanya makan siang untuk perut sebenar nya, tapi juga hidangan siang untuk mata... tangan, dan yang lain nya." Balas om Alex dengan lancar jaya, mengingat semua tentang Anabelle.
Oma Susan hanya tersenyum, karena dia salah satu saksi bagaimana Anabelle begitu agresif mendekati daddy Rehan yang kemudian dimanfaatkan oleh om Alex untuk menghindari mantan nya yang lain.. dengan pura-pura jadian sama Anabelle.
Sedangkan opa Alvian mengernyit, "hidangan siang untuk mata, dan yang lain nya? Maksudnya?" Tanya opa Alvian polos.
"Halah,,, pura-pura polos lu Vian! Yah, pastilah si Anabelle itu pamer tubuh, dan siap jika ada yang ingin menjadikan nya sebagai menu dessert dan appetizer untuk lunch?!" Balas ayah Yusuf seraya tergelak.
Opa Alvian ikut terkekeh, seraya mengangguk-angguk.
"Terus, di sikat enggak tuh, sama si Rehan?" Tanya om Devan penasaran.
"Ya, iyalah,,, ada hidangan di depan mata, masak di anggurin," balas om Alex cepat, begitu mendapatkan kesempatan untuk menyerang balik daddy Rehan.
Daddy Rehan langsung melotot, "bohong dia!" Kesal nya, "Mbak Susan tuh saksi nya," lanjut daddy Rehan, membela diri.
"Mbak Susan kan tempat kerja nya di luar ruangan Rehan, mana tahu dia apa yang dilakukan bos di dalam sana," om Alex masih mencoba menyudutkan daddy Rehan.
Mommy Billa dan tante Lusi yang sedikit merasa jengah, karena obrolan para suami membahas wanita cantik dan seksi di masa lalu pun berbisik-bisik. Dan kedua nya kemudian beranjak pergi, meninggalkan tempat tersebut tanpa sepatah katapun.
"Mommy sayang, mau kemana?" Daddy Rehan mencoba memegang pergelangan tangan mommy Billa.
"Ke sana bentar dad, silahkan di lanjut ngobrol nya," bisik mommy Billa, dengan mendekat kan wajah nya pada sang suami seraya mengerling.
Obrolan pun masih terus berlanjut, sedangkan mommy Billa dan tante Lusi nampak berjalan ke arah dapur untuk mengalihkan perhatian daddy Rehan yang memang masih menatap kepergian mommy Billa,,, hingga punggung istri nya itu menghilang di balik pintu dapur.
Tanpa disadari oleh daddy Rehan dan sahabat-sahabat nya, mommy Billa dan tante Lusi melipir ke arah om Rahmat dan tante Saskia yang sedang asyik ngobrol.
"Bang Rahmat, Kia,, boleh gabung enggak?" Sapa mommy Billa dan tante Lusi, dan tanpa menunggu jawaban.. langsung mendudukkan diri bersama orang tua Tasya tersebut.
"Boleh banget dong Bill, Lus.. gue seneng malah," balas tante Saskia dengan senang hati.
"Tadi nya mau ikut gabung ke sana, tapi tadi ada telpon dari calon customer yang butuh ngobrol banyak hal mengenai jaminan yang akan mereka dapat jika memakai jasa ekspedisi kami," timpal om Rahmat.
"Wah, kami ganggu dong," ucap mommy Billa, merasa tak enak hati.
"Enggak sama sekali Bill, udah deal kok.. dan ini, kami lagi ngobrol santai aja, ya kan mam?" Om Rahmat meyakinkan dengan menatap sang istri.
Tante Saskia mengangguk.
"Bill, bang Rehan enggak apa-apa nih lu di sini?" Tanya tante Saskia, seraya menunjuk ke arah meja geng tampan yang masih saja terdengar ramai.
Mommy Billa menatap tante Lusi, dan kemudian mereka berdua membisikkan sesuatu pada tante Saskia.
Tante Saskia terkekeh kecil, "jadi, kalian berdua mau manfaatin suami gue nih? Oke deh, gue siap bantu," bisik tante Saskia yang menyetujui keinginan mommy Billa dan tante Lusi.
Tante Saskia pun beranjak, "pap, mama ke sana dulu ya. Kalian, silahkan bernostalgia," tante Saskia tersenyum kepada suami nya yang nampak bertanya-tanya, dan kemudian segera berlalu.
Sejenak, hening menyapa meja mereka. Om Rahmat yang bertanya-tanya dalam hati, ada konspirasi apakah diantara istri nya dan dua wanita cantik di hadapan nya kini.. masih juga belum bisa menebak.
Tante Lusi membuka suara, memecah keheningan, "bang, usaha nya makin lancar ya?"
"Alhamdulillah Lus, semua karena dukungan mama nya Tasya," balas om Rahmat, dan obrolan selanjutnya pun mengalir dengan sangat enjoy. Sesekali terdengar tawa mommy Billa dan tante Saskia yang renyah dan terdengar merdu di telinga om Rahmat.
Tapi tidak dengan pendengaran daddy Rehan, yang langsung menoleh ke arah sumber suara tatkala mendengar tawa sang istri. Dan tatapan daddy Rehan langsung melotot tajam, tatkala mendapati mommy Billa sedang duduk bersama om Rahmat di sebuah meja yang berada paling ujung dengan pencahayaan yang temaram.
Daddy Rehan seperti nya tak melihat keberadaan tante Lusi, dan cahaya yang terang.. di penglihatan daddy Rehan nampak temaram, karena rasa cemburu yang menyeruak mendapati sang istri asyik bercanda dengan seseorang yang pernah mencoba mendekati mommy Billa di masa lalu.
Daddy Rehan langsung beranjak dan hendak mendekati sang istri, namun suara seseorang menahan langkah nya.
"Mereka sedang bernostalgia, apa salah nya? Toh diantara mereka tak pernah ada story manis, enggak ada yang perlu di khawatirkan bukan?" Ucap tante Saskia, yang membuat semua perhatian tertuju pada nya.
"Kalian juga sedang bernostalgia kan? Dengan membicarakan wanita-wanita cantik dan seksi di masa lalu?" Imbuh tante Saskia, yang membuat mereka semua terdiam dan saling pandang.
Sedangkan di ujung sana, tawa renyah mommy Billa, tante Lusi dan om Rahmat memecah keheningan malam yang semakin larut.. seolah memecah kan pula gendang telinga daddy Rehan, yang terpaksa kembali duduk di tempat nya semula.
🌷🌷🌷🌷🌷 tbc,,,
yang kangen dengan geng tampan, bab ini spesial shock terapi untuk mereka ya... 😄😄
Bab terakhir pula untuk geng tampan, karena kalau tak ada halangan.. akhir bulan, novel ini benar-benar berakhir 😊🙏