
Kevin menjauhkan sedikit wajah nya, nafas kedua nya memburu dan pandangan mata kedua nya diliputi gairah. Kevin menatap dalam netra sang istri, dan kedua nya seolah bercengkrama dalam diam.
Remaja itu memejamkan mata nya, dan mengucap do'a untuk memulai berhubungan badan dengan sang istri. Usai mengucap do'a, Kevin mencium puncak kepala istri nya dengan penuh kasih.
Kevin kemudian kembali mencumbui istri nya, hingga sesuatu milik Kevin yang berada di bawah sana mulai menggeliat, dan tubuh Salma pun mulai sedikit bereaksi.. sebagai kode alam, bahwa Salma juga sudah siap menerima apapun yang akan diberikan oleh suami nya.
Kevin kembali menatap sang istri untuk memastikan, dan sedetik kemudian Salma mengangguk,, yang di balas senyuman hangat oleh Kevin.
Kedua nya langsung bekerja sama untuk saling memberikan kepuasan dan kenikmatan, seragam sekolah yang tadi mereka berdua pakai.. kini telah berserak di lantai. Dingin nya pendingin ruangan di kamar Kevin, bahkan tak mampu mendinginkan suasana panas yang mereka berdua ciptakan.
Darah remaja mereka terbakar, mereka bergumul dan bergulat dengan tenaga ekstra yang mereka miliki. Hingga kedua nya, nampak beberapa kali menegang dan menjerit tertahan merasakan kenikmatan dari sebuah hubungan halal yang diridhoi oleh Sang Pencipta Alam.
Setelah hampir dua jam bergulat, Kevin menjatuhkan tubuh nya di samping tubuh ramping Salma. Suami dari Salma itu, menarik selimut dan menutupi tubuh polos kedua nya hingga sebatas dada.
Kevin mencium lembut kening Salma, "terimakasih baby, I love you so much," lirih Kevin berbisik.
"Hmm,," Salma hanya membalas nya dengan gumaman, dengan mata yang telah terpejam.
Kevin tersenyum puas memandangi wajah seksi Salma yang masih sedikit berkeringat, "kamu, luar biasa baby.. aku suka dengan gayamu," gumam Kevin, masih dengan mengagumi wajah cantik sang istri.
"Jangan mengatakan seperti itu, aku malu," ucap Salma dengan membuka mata nya, dan kemudian memiringkan tubuh nya menatap sang suami. "Apa aku tadi nakal?" Tanya Salma polos, seraya memainkan jemari nya di dada sang suami.
"Kamu nakal sekali baby, aku bahkan sama sekali tak mengira,," ucap Kevin seraya terkekeh senang, "kamu liar, dan aku sangat senang," lanjut Kevin, dan kembali menghujani wajah Salma dengan ciuman basah.
"Hentikan Kevin, aku lelah," elak Salma.
Kevin pun menghentikan aksi nya, "tidur lah baby," ucap Kevin, sambil membelai rambut hitam nan panjang milik Salma.
Kedua nya pun terlelap dengan saling berpelukan.
*****
Salma membuka mata nya, dan tersenyum tatkala mendapati dirinya tidur dalam dekapan remaja tampan pujaan gadis-gadis di sekolah nya. Dia merasa sangat beruntung, dicintai dan sayangi oleh seorang idola seperti suami nya itu.
Dia amati wajah tampan sang suami, kulit putih bersih, hidung mancung, bibir tipis yang menggemaskan, yang dapat membuat nya merasa tergila-gila dan selalu ingin di perlakukan lebih.
Dengan pelan, Salma menyentuh alis Kevin yang lebat dan hitam. Jari lentik Salma kemudian menyusuri hidung mancung sang suami, dan terus turun ke bibir tipis dan berwarna pink segar itu.
"Hei, istri cantikku kenapa senyum-senyum, apa kamu mau lagi baby?" Goda Kevin, seraya membuka sedikit mata nya dan menggigit pelan jari Salma yang telah nakal membangunkan nya.
"Kevin,, sejak kapan kamu bangun?" Tanya Salma terkejut, dan reflek menarik jari nya.
"Sejak kamu membangunkan nya baby,," bisik Kevin di wajah Salma seraya meniupkan nafas nya menyapu wajah cantik itu, dan Kevin mengarahkan tangan Salma untuk memegang milik nya yang sudah benar-benar terbangun.
"Kevin,, ini sudah hampir jam setengah lima, kita harus pulang," tolak Salma, menjauhkan tangan nya dari milik Kevin.
"Satu permainan saja baby,, enggak akan lama.. aku janji," bujuk Kevin dengan wajah memelas.
Salma pun luluh, remaja cantik yang sudah tidak perawan lagi itu pun mengangguk dan tersenyum malu.
"Aku suka gayamu yang malu-malu tapi saat bermain berubah jadi liar baby,," bisik Kevin dengan kembali mencumbui istri cantik nya.
"Sekarang, biarkan aku yang memimpin," bisik Kevin dengan langsung menindih tubuh istri nya yang masih polos.
"Tunggu,," seru Salma sedikit panik.
"Ada apa baby?" Tanya Kevin mengernyit.
"Apa pengaman nya masih ada?" Salma balik bertanya.
Kevin nampak mengingat-ingat, "seperti nya masih ada tiga, kenapa baby,, apa kamu mau kita menghabiskan nya?" Kevin mengedipkan mata nya, menggoda sang istri.
"Tidak,, tidak,, sekali saja," tolak Salma.
"Kevin,, tunggu," kembali Salma menghentikan aksi suami nya.
Kevin mengerutkan kening nya.
"Apa kamu yakin, pengaman nya tidak ada yang bocor?" Tanya Salma polos, istri Kevin itu nampak khawatir.
"Kenapa baby? Apa kamu enggak mau hamil anak ku?" Tanya Kevin menyelidik.
"Bukan seperti itu Kevin, aku mau... tapi kita kan masih sekolah? Seandainya bisa memilih, seperti nya akan lebih menyenangkan jika kita main tanpa pengaman." Balas Salma, dengan wajah merona merah.
Kevin tersenyum, "apa kamu mau, kita mencoba tanpa pengaman?" Tantang Kevin.
"Jangan,, jangan,," tolak Salma dengan cepat.
"Kalau begitu bersabarlah baby, bulan depan kita sudah ujian. Dan setelah lulus, aku akan mencetak junior sebanyak-banyak nya.. bahkan lebih banyak dari daddy," ucap Kevin dengan senyum seringai.
"Apa aku sudah bisa memulainya lagi baby?" Pinta Kevin, yang sudah tidak dapat menahan hasrat nya.
Kevin menjelajahi wajah istri nya, dan kemudian turun ke leher jenjang Salma. Suara merdu Salma pun keluar, tanpa dapat dia tahan.. dan itu membuat Kevin semakin bersemangat mencumbui istri cantik nya.
"Kevin, jangan buat kiss mark di leher ku," elak Salma, dengan suara nya yang terdengar seksi. "Aku malu, jika ibu melihat nya," lanjut Salma memberi alasan.
"Lantas dimana lagi baby,, dada mu bahkan sudah penuh dengan tanda yang aku buat," balas Kevin sejenak menghentikan aksi nya, dan menatap Salma dengan tatapan penuh damba.
Salma pun tersenyum, "kamu nakal Kevin, bukan hanya dadaku.. punggung ku pun seperti nya sudah rata, dengan tanda yang kamu buat," ucap Salma seraya meremas milik suami nya yang semakin menegang.
"Aw..." Kevin mengeluarkan suara maskulin nya, yang membuat Salma semakin menggila dan menuntut lebih.
"Pakai segera pengaman mu Kevin, aku sudah tidak tahan," bisik Salma, di telinga sang suami seraya mendesah.
Dengan buru-buru, Kevin menuruti keinginan sang istri.. dan kedua remaja itu, kembali menggapai kenikmatan bersama dalam hubungan halal yang di balut kehangatan kasih sayang dan cinta yang suci.
Usai mengalami pelepasan, Kevin segera membopong tubuh polos istri nya dan membawa Salma ke kamar mandi. Kedua nya mandi besar, dibawah guyuran air shower yang hangat.
Tak berapa lama, kedua nya telah keluar dengan membalut tubuh masing-masing memakai handuk. Salma berjalan dengan sedikit tertatih, "apakah sakit sekali baby?" Tanya Kevin penuh perhatian.
"Sedikit nyeri, dan kurang nyaman," balas Salma dengan meringis, "tapi kamu enggak perlu khawatir, aku masih bisa berjalan dengan benar," lanjut Salma.
"Kamu yakin?" Kevin masih merasa khawatir.
Salma mengangguk, "it's okay suami ku," balas Salma seraya tersenyum, mencoba membuat Kevin tenang.
Mereka pun segera berganti pakaian, Kevin memakai pakaian yang senantiasa dia siap kan di dalam tas sekolah milik nya. Sedangkan Salma, memakai pakaian baru yang di belikan mertua nya.
Mereka berdua, kemudian menunaikan sholat ashar yang sedikit terlambat itu dengan berjama'ah.
Waktu telah menunjukkan pukul lima lebih, tatkala kedua nya hendak keluar dari apartemen. Tepat di saat Kevin dan Salma keluar dari apartemen, Ilham nampak baru saja keluar dari lift dan berjalan menuju kearah mereka.
"Hai, bocil.. ngapain kalian disini?" Tanya Ilham menyelidik, mengamati keponakan nya itu dari atas sampai bawah. "Wih,, rambut abang basah nih, habis nyemplung ke empang neng Salma ya?" Goda Ilham seraya mengedipkan mata nya.
"Yah si om, mau tahu aja urusan anak muda," balas Kevin seraya terkekeh, "om,, ternyata yang om Ilham katakan kala itu benar, benar-benar bikin nagih,,, pantes saja daddy enggak mau jauh-jauh dari mommy," bisik Kevin di telinga Ilham.
Dan kedua laki-laki beda usia itupun tertawa lepas, entah apa yang di katakan Ilham kala itu untuk meracuni pikiran keponakan nya.
to be continue,,
________
Kejar tayang agar bisa tayang malam,, biar gak di protes lagi sama mak2 nya Kevin ðŸ¤
Hadiah nya dung mak, biar aku nulis nya tambah cemungut (mode malak) 😅😅