All About KEVIN

All About KEVIN
Sweet First Kiss



Kevin tersenyum dan membetulkan duduk nya lebih mepet pada istri yang baru saja dinikahi nya itu, "sejak setahun yang lalu, Kevin menggeluti bisnis e-commers dad. Kevin dibantu Bayu, Salma dan juga teman yang lain," balas Kevin dengan tenang.


"Nak, kenapa kamu harus repot-repot merintis bisnis? Kamu sudah memiliki perusahaan di Bali, yang saat ini masih dalam pengawasan daddy mu.. dan rencana nya, perusahaan itu akan di serahkan saat kamu sudah menyelesaikan kuliah. Memang nya, waktu belajar kamu tidak terganggu dengan menjalankan bisnis itu nak?" Cecar opa Sultan, nampak khawatir.


"Kerja nya santai kok opa, semua sudah diatur oleh sistem. Paling pas awal bikin saja Kevin harus fokus dan total dalam menggarap nya, tapi setelah jalan tinggal berinovasi saja biar up to date." Balas Kevin, seraya menatap opa nya.


Opa Sultan mengangguk mengerti.


"Memang nya kamu tidak membutuhkan tempat khusus, untuk mengerjakan nya? Semacam, kantor misal nya?" Tanya Rehan penasaran, daddy tampan itu sebenar nya paham betul bisnis e-commers itu seperti apa? Tapi Rehan hanya ingin mendengar, tentang pengalaman sang putra dalam merintis bisnis tersebut.


"Sebenar nya di kerjakan di sembarang tempat bisa juga dad, seperti waktu awal Kevin merintis. Daddy ingat tidak, liburan kenaikan kelas tahun kemarin? Kevin kan nolak saat di ajak berlibur ke Paris? Itu karena Kevin baru memulai bisnis itu dad.. dan Kevin bersama Bayu, Salma dan yang lain nya, mengerjakan nya di rumah kita dad," lanjut Kevin menatap daddy nya, mengingat kan.


Rehan mengangguk-angguk,, "ya daddy ingat."


"Tapi setelah mendapatkan keuntungan, Kevin mulai berpikir menyewa sebuah tempat sebagai base camp bagi kami untuk memantau perkembangan bisnis. Enggak di sangka dad, keuntungan nya ternyata sangat besar dan akhir nya Kevin membeli ruko dua lantai di depan sekolah yang sekarang kami jadikan sebagai kantor, sekaligus cafe di lantai dasar," balas Kevin panjang lebar.


"Abang punya usaha cafe juga? Apa kamu enggak capek bang?" Tanya Nabila nampak terkejut.


"Bukan Kevin yang jalanin mom,, tapi Salma, menantu mommy yang mengatur manajemen nya. Sedangkan yang bekerja adalah teman-teman kami yang kurang mampu, dan kami enggak banyak ngambil keuntungan dari cafe tersebut. Yang penting, mereka punya pekerjaan dan bisa melanjutkan sekolah." Balas Kevin, seraya melirik mesra kearah Salma.


"Masyaallah,, mulia sekali hati kalian nak," puji ibu Lin dan mama Sekar yang sedari tadi hanya menjadi pendengar setia, seraya menitikkan air mata haru.


"Tapi pak Imron bilang, di ruko itu kalian ngopi sambil main PS sekedar untuk membuang rasa jenuh?" Tanya Rehan menyelidik.


Kevin terkekeh, "itu benar dad, di sela-sela kerja kami memang bermain PS atau game online untuk me refresh pikiran kami dad. Dan Kevin sengaja bilang sama pak Imron seperti itu, karena Kevin tahu daddy selalu mengawasi kami kan? Bahkan daddy tahu semua tentang teman-teman Kevin dan juga keluarga nya... sedangkan Kevin belum pengin daddy tahu tentang bisnis yang Kevin jalani," balas Kevin panjang lebar.


"Ya, kamu benar nak.. daddy melakukan itu, karena daddy sayang sama kalian." Ucap Rehan, menatap putra nya dengan penuh kasih.


Kevin mengangguk-angguk.


"Nak, daddy sangat mengapresiasi hasil kerja cerdas mu. Tapi daddy mohon, saat ini kamu fokuslah dulu dengan studi mu." Titah Rehan dengan serius.


"Baik dad,, Kevin juga sudah memikirkan nya, dan sudah merekrut beberapa tenaga ahli lulusan terbaik dari universitas. Fresh graduate tapi berkompeten," jawab Kevin.


"Wow,, kamu sudah punya karyawan sarjana?" Seru Devan terkejut, "kamu memang the best son.." lanjut Devan seraya mengacungkan ibu jari nya.


"Ah,, om Dev berlebihan, Kevin hanya terinspirasi dari kalian om. Persahabatan daddy, om Alex, om Devan dan opa Vian yang selalu kompak dan menghasilkan kerja sama yang luar biasa dari empat perusahaan besar,, dengan inovasi inovasi kalian yang brilian. Benar-benar patut menjadi contoh bagi kami, selaku generasi penerus kalian." Balas Kevin merendah.


Alvian dan Alex berdecak kagum, dengan pemikiran Kevin. Begitu pun dengan Ilham... "Bocil benar-benar luar biasa! Dulu aja, seneng banget bikin orang repot,,, tapi sekarang, bikin orang berdecak kagum." Ucap Ilham merasa bangga.


Sedangkan Yusuf dan Fatima yang sedari tadi menyimak, tak henti mengagumi kecerdasan Kevin dan juga kebaikan hati nya.


Pak Sulaiman dan sang istri terus mengucap syukur dalam hati, atas berkah yang diterima keluarga nya yang sederhana.. dengan hadir nya Kevin dalam kehidupan Salma.


"Seperti nya malam sudah semakin larut nak Rehan, sebaik nya kita berpamitan. Karena pak Sulaiman dan istri, pasti juga butuh waktu untuk beristirahat," ucap pak Ilyas mengingat kan.


"Pak Leman, sebelum kami pamit, bagaimana dengan putra putri kita? Kalau menurut saya, sebaik nya mereka tinggal terpisah dulu untuk sementara waktu," ucap Rehan.


"Dad,,," ucapan Kevin menggantung.


"Bapak setuju dengan perkataan daddy kamu nak Kevin, untuk sementara Salma akan tetap tinggal disini bersama kami. Jika kalian sudah lulus nanti, dan pernikahan kalian sudah diresmikan.. barulah kalian bisa tinggal bersama." Timpal pak Sulaiman.


Kevin dan Salma saling pandang,,,


"Sabar bang Kevin,,, malam pertama nya di pending dulu enggak apa-apa. Itu mungkin teguran, karena waktu kecil kamu suka ngrecokin orang yang mau melakukan malam pertama," ucap Ilham seraya terkekeh.


Yang lain pun ikut tertawa, mengenang masa kecil Kevin yang bikin kepala pusing.


"Masak sih om,, Kevin enggak ingat kok," elak Kevin sambil mengernyit.


"Ya sudah, ayo pamitan sama bapak dan ibu mertua kamu," titah Rehan pada putra nya, yang nampak masih enggan untuk beranjak.


"Dad, Kevin ijin mau bicara bentar sama Salma," pamit Kevin, dan langsung mengajak istri nya masuk kedalam kamar sang istri.


Sesampainya di dalam kamar Salma, "Beib,,, aku tagih janji kamu," pinta Kevin menagih janji Salma.


Dengan malu-malu, Salma mendekatkan wajah nya dan sedetik kemudian mencium pipi sang suami.


"Udah,," ucap Salma dengan rona wajah yang memerah.


"Hai, itu ciuman untuk saudara baby.." protes Kevin.


Salma mengernyit, "lantas?" Tanya Salma tak mengerti.


"Aku ajari ya,," balas Kevin menatap sang istri, dengan tatapan penuh arti.


Kevin melingkarkan tangan nya di pinggang sang istri, jarak kedua nya begitu dekat.. bahkan hembusan nafas Salma, terasa hangat menerpa wajah nya.


Jantung kedua nya berdegup kencang, Kevin semakin mendekatkan wajah nya dan dengan lembut Kevin mencium bibir seksi sang istri penuh perasaan.


Salma terbawa dalam suasana romantis yang ditawarkan sang suami, dan naluri menuntun nya untuk melingkarkan tangan nya di leher sang suami.


Kevin semakin memperdalam ciuman nya, ******* dan menyesap tanpa jeda.. hingga nafas kedua nya memburu dan semakin tak beraturan.


Setelah beberapa saat, Kevin melepaskan ciuman nya,, "sweet first kiss," lirih nya seraya mengusap bibir manis Salma dengan ibu jari nya, "aku pasti akan selalu merindukan mu baby," Kevin kemudian membawa sang istri kedalam dekapan hangat nya.


to be continue,,,