All About KEVIN

All About KEVIN
Suami yang Paling Romantis Sedunia



Malam hari di mansion milik Kevin, tepat nya di kamar utama yang saat ini di tempati oleh Kevin dan istri nya. Mereka baru saja selesai membersihkan diri, setelah tadi makan malam di luar bersama yang di traktir oleh om Adam.


"Mas, tadi bayi nya kak Didi lucu banget ya? Menggemaskan,,,, pipi nya itu lho, pengin aku gigit rasa nya," ucap Salma dengan mata berbinar, membayangkan baby El yang imut dan menggemaskan.


"Udah, jangan ingat-ingat bayi orang lain terus, mendingan kita fokus bikin bayi sendiri yuk..." ajak Kevin tersenyum penuh arti, seraya menuntun sang istri menuju pembaringan.


"Enggak mau sekarang,, aku masih ingin cerita," rajuk Salma, berjalan dengan enggan mengikuti langkah sang suami.


"Cerita nya sambil rebahan ya,," bujuk Kevin, sambil menjatuhkan tubuh sang istri dengan pelan di atas kasur yang empuk.


"Tapi janji, tangan nya mas jangan macam-macam ya?" Pinta Salma, sambil cemberut.


"Iya, ayo tiduran," titah Kevin, setelah remaja tampan itu mengganti lampu utama dengan lampu tidur.


Salma pun nurut dan segera merebahkan diri.


"Masih mau cerita apa,, hmm?" Tanya Kevin, dengan memiringkan tubuh nya menghadap sang istri. "Bayi nya bang Angga lagi?" Tebak Kevin.


Salma tersenyum,, "bayi itu lucu sih, jadi pengin gendong dia terus.. coba kalau rumah kita berdekatan, pasti aku akan sering main ke sana dan bermain dengan dia setiap hari." Ucap Salma, dengan tersenyum lebar. "Eh, tapi kan rumah kak Didi enggak jauh-jauh banget, boleh kali ya mas kalau aku sering main ke tempat kak Didi?" Pinta Salma, menatap sang suami dengan penuh harap.


Kevin mengernyit, "kalau kamu sering main sama bayi nya bang Angga, mas mu ini nasib nya gimana baby? Enggak, kamu enggak boleh sering-sering main ke sana," Kevin cemberut kesal.


"Iih,,, mas Kevin cemburu ya, sama bayi nya kak Didi?" Goda Salma. "Atau,, mas Kevin cemburu sama bang Angga?" Salma tertawa senang, karena berhasil membuat suami nya menjadi bete.


"Ngomong apaan sih kamu?! Ya enggak mungkin lah aku cemburu sama bang Angga?! Emang nya kamu mau sama om om?!" Kevin masih terlihat cemberut, dan merubah posisi tubuh nya menjadi terlentang.


"Hahaha,, iya, benar. Bang Angga memang om om.." Salma semakin tertawa senang.


Kevin menoleh, menatap istri nya penuh selidik.


Salma menghentikan tawa nya, dan mengatur nafas,, "iya, tadi kak Didi cerita.. kalau dulu mereka itu di jodohkan, tapi bang Angga nya kayak yang enggak suka gitu dan sikap nya sangat ketus sama kak Didi. Kak Didi sampai manggil bang Angga om, karena saking jengkel nya." Salma menghentikan sejenak cerita nya.


"Terus,,?" Kevin mulai penasaran.


"Selain ketus, bang Angga juga sangat dingin sikap nya sama kak Didi.. sampai-sampai kak Didi kasih julukan manusia es pada kak Angga," Salma tersenyum lebar.


Kevin mengernyit, dan merubah posisi nya kembali menghadap sang istri. "Tapi, tadi sikap bang Angga sama istri nya baik kok?"


"Iya,, bang Angga berubah baik karena sikap kak Didi," ucap Salma, ikut memiringkan tubuh menghadap suami nya.


"Maksud kamu?" Tanya Kevin penasaran.


"Kak Didi selalu memperlakukan bang Angga dengan sangat manis, dan kak Didi tidak segan untuk memulai menggoda suami nya. Kak Didi bilang, tak masalah jika kita nakal pada suami sendiri dengan menggoda suami setiap saat setiap waktu," balas Salma, menirukan perkataan orang yang baru saja dikenal nya tadi.


"Setuju,, statement terakhir istri bang Angga tadi, mas setuju." Sahut Kevin dengan tersenyum seringai, "ayo, praktekkan pelajaran yang kamu dapat tadi. Sekarang, coba kamu goda mas," titah nya penuh penekanan.


"Tuh kan,,, diambil enak nya sendiri?! Kak Didi melakukan nya, karena suami nya dingin? Kalau mas Kevin kan enggak dingin sama aku? Malah kayak yang udah bucin gitu..." Salma tersipu malu, seraya menutup mulut dengan kedua tangan nya.


"Tahu dari mana aku bucin?" Kevin menatap intens manik hitam Salma, dan satu kaki nya sudah mengunci tubuh sang istri.


"Pinter merayu kamu, ayo baby.. lanjut kan rayuan kamu" pinta Kevin dengan tidak sabar.


"Ya enggak bisa di paksa lah mas? Kayak gitu tuh reflek datang sendiri dari hati... lagian selama ini kan, sering nya aku yang memulai? Sekarang, gantian mas Kevin ya,, ya,, mas Kevin kan tampan. Bang Angga lewat deh, pokok nya,,," Salma mengedipkan mata nya, semakin menggoda sang suami.


"Eh, apaan banding-bandingin aku sama om om!" Protes Kevin dengan wajah kesal.


"Siapa yang bandingin mas? Aku kan cuma bilang, kalau suami ku tampan?" Kilah Salma.


"Tapi, ada benar nya sih? Meskipun bang Angga om om.. tapi dia om om yang ganteng, maka nya kak Didi sampai rela merayu dan menggoda suami nya," Salma terkekeh senang, seraya membayangkan Didi yang tengah merayu Angga.


"Apa?! Bilang apa kamu mengenai bang Angga?! Ganteng?!" Wajah Kevin semakin terlihat kesal, dan dia langsung berbalik memunggungi istri nya.


"Iya,, emang bang Angga ganteng kan?" Salma masih kekeuh dengan pendapat nya, dia tidak mengerti bahwa suami nya saat ini sedang mode marah dan cemburu.


Kevin langsung menutup tubuh nya dengan selimut.


Sedang kan Salma masih saja terus bercerita tentang Didi, Angga dan tentang baby El..


Hingga beberapa saat lama nya, Salma baru menyadari bahwa suami nya sama sekali tak memberikan respon. "Mas, mas Kevin sudah tidur ya?" Tanya Salma lirih, tapi tak ada respon.


"Enggak biasa nya mas Kevin langsung tidur? Dia enggak akan bisa tidur kalau belum aku elus, apa dia marah ya? Tapi marah kenapa?" Salma bergumam dalam hati, dahinya nampak berkerut.


"Mas,," panggil Salma lagi, dan tetap tak ada jawaban.


Setelah beberapa saat menunggu, Salma tiba-tiba membuka baju nya dan membuang nya asal. Istri cantik Kevin itu langsung masuk kedalam selimut sang suami, dan mulai menyentuh titik-titik sensitif suami nya. Memberikan kecupan-kecupan basah, dan tangan nya pun liar masuk ke dalam celana Kevin.


Cukup lama Salma menggoda suami nya, hingga akhir nya pertahanan Kevin runtuh. Suami tampan Salma itu langsung berbalik menindih tubuh sang istri, dan menatap dalam netra Salma.


"Mas Kevin marah kenapa?" Tanya Salma ragu-ragu, dia bisa memahami arti tatapan suami nya saat ini.


Dia teringat,,, selama tiga tahun berteman dengan Kevin, suami nya itu tidak pernah menunjukkan kemarahan nya secara langsung di saat diri nya membuat kesalahan. Kevin hanya akan mendiamkan nya untuk beberapa saat, dan setelah situasi nya kondusif.. Kevin akan menegur nya dengan lembut dan menjelaskan kesalahan nya.


Berbeda jika teman yang lain yang bersalah, Kevin akan langsung menegur teman nya itu dengan keras.


"Mas paling enggak suka, kamu memuji laki-laki lain baby,," balas Kevin pelan, tapi penuh penekanan. Terlihat jelas kecemburuan di mata nya.


Salma mengangguk, "maaf, aku tidak bermaksud membuat mas Kevin marah," balas Salma, merasa bersalah.


"Kamu harus ingat baby,, hanya mas, suami yang terbaik di mata kamu, hanya mas yang paling tampan menurut kamu, dan hanya mas suami yang paling romantis di muka bumi ini," ucap Kevin dengan mengintimidasi.


Kembali Salma mengangguk, "iya, mas Kevin adalah suami yang paling romantis sedunia," Salma mengulang perkataan suami nya dengan tersenyum manis, dan berharap kecemburuan suami nya menguap bersamaan dengan senyum nya yang semakin merekah.


Kevin tersenyum puas, "baby,, please goda mas, dan puaskan mas," pinta nya dengan tatapan sayu.


to be continue,,,