All About KEVIN

All About KEVIN
Will You Marry Me, Salma?



Malam yang di tunggu-tunggu oleh Kevin pun telah tiba, semua anggota keluarga Alamsyah telah bersiap termasuk bibi Carla, Vincent dan sang istri. Sedangkan anak-anak, memang sengaja tidak di ajak agar acara berjalan dengan khidmat tanpa gangguan suara berisik mereka.


Dari keluarga Antonio, yang ikut hanya ibu Lin dan tentu nya pak Ilyas selaku kakek dan nenek dari Kevin. Alex yang selalu setia mendampingi Rehan, Ilham, Alvian dan tak ketinggalan Devan selaku sahabat sejati Rehan.


Kevin malam ini lebih memilih mengenakan batik, begitu pun dengan sang daddy. Remaja tujuh belas tahun tersebut memilih tampil sederhana namun tetap elegan, pasal nya keluarga Salma adalah keluarga yang sederhana.


Setelah semua bingkisan yang akan di serahkan kepada pihak keluarga Salma serta hadiah untuk calon tunangan Kevin tersebut sudah di masuk kan kedalam bagasi mobil, maka rombongan yang berjumlah enam belas orang dengan menggunakan empat mobil sedan mewah mulai melaju meninggalkan kediaman keluarga Alamsyah.


Iring-iringan mobil tersebut berjalan dengan kecepatan sedang, membelah jalanan ibukota untuk menuju ke rumah keluarga pak Sulaiman.


Karena bukan weekend dan jalanan tidak terlalu padat, tidak sampai satu jam rombongan tersebut telah sampai di komplek tempat keluarga Salma tinggal.


Saat mendekati kediaman Salma, iring-iringan tersebut sudah di sambut oleh hansip dan juga ketua RT setempat dan di carikan tempat parkir yang aman.


Setelah kendaraan mereka terparkir dengan sempurna, mereka semua segera turun dan dengan dibimbing oleh pak Ferdi selaku ketua RT,, sekaligus perwakilan keluarga Salma untuk menyambut kedatangan keluarga Kevin, mereka berjalan menuju rumah sederhana milik keluarga pak Sulaiman.


Sesampai nya di halaman rumah Salma, ternyata sudah banyak tamu dari tetangga sekitar yang hadir.. yang sengaja di undang oleh pihak keluarga pak Sulaiman, agar ikut menyaksikan acara pertunangan antara Salma dan Kevin malam ini.


Sedangkan keluarga besar Salma, baik dari pihak ayah atau pun dari pihak ibu nya tak ada satu pun yang hadir.. pasal nya mereka semua tinggal di luar daerah, dan acara pertunangan antara Salma dan Kevin terbilang mendadak.


Pak Sulaiman adalah perantauan yang berasal dari Makasar, sehingga di Jakarta beliau tidak memiliki saudara. Sedangkan bu Widya sendiri berasal dari Solo Jawa Tengah. Jadi, darah yang mengalir di tubuh Salma adalah campuran Bugis dan Jawa.


Keluarga Kevin di sambut langsung oleh pak Sulaiman dan di persilahkan untuk masuk ke dalam rumah yang tidak terlalu besar itu. Kesemua nya duduk dengan lesehan di ruang keluarga, bersama para tetangga.


Semua bingkisan untuk keluarga Salma pun telah di serahkan, dan di tata berjajar rapi di atas meja di salah satu sudut ruangan.


Melihat bahwa calon tunangan Salma adalah dari kalangan atas, bisik-bisik mulai terdengar dari para undangan yang malam ini ikut hadir. "Gila ya,, ternyata besan nya pak Leman pengusaha terkenal dan tajir melintir yang wajah nya sering wara-wiri di Televisi." Ucap salah seorang tamu yang masih nampak muda, mungkin bapak dengan satu anak.


"Jangan-jangan,,, semalam pemuda itu sengaja di jebak oleh Salma, secara hidup nya kan selama ini ya begini-begini aja. Dengan menjebak pemuda tersebut, keluarga pak Leman otomatis akan ikut kecipratan hidup enak kan?" Tuduh tetangga pak Sulaiman yang lain, yang terlihat berusia setengah baya.


"Ternyata licik juga ya pak Leman, kelihatan nya aja rajin ibadah tapi ternyata hati nya busuk!" Timpal yang lain, yang di panggil pak haji oleh tetangga nya.


"Untung saja ya, putra ku nurut dengan nasehat istri ku agar mengurungkan niat nya mendekati Salma.. kelihatan nya saja dia santun, tapi ternyata tak lebih baik dari para ciblek di luar sana!" Timpal yang lain dengan ketus.


Dan bisik-bisik itu, sukses membuat Kevin meradang.. begitu pun dengan Rehan dan Nabila yang juga dapat mendengar nya. Nabila hanya dapat mengusap punggung sang putra, agar tidak terpancing emosi nya.


Setelah semua nya duduk, dan pak Ferdi memastikan bahwa tak ada lagi yang di tunggu,,, acara pun segera di mulai.


Pak Ferdi selaku tokoh masyarakat setempat, di daulat untuk membawakan acara nya. Dan dengan sedikit basa-basi pak Ferdi membuka acara malam ini dengan khidmat.


Acara demi acara berjalan dengan mulus, dan tanpa hambatan yang berarti. Dan sebelum acara inti, pertunangan antara Salma dan Kevin di laksanakan.. acara berikut nya adalah perkenalan antar dua keluarga.


Pak Sulaiman mengawali dengan memperkenalkan diri nya beserta sang istri, dan tak lupa memohon maaf pada keluarga calon menantu nya.. karena tak satu pun keluarga beliau yang bisa hadir.


Berikut nya adalah giliran Rehan, yang mengenalkan keluarga besar nya. "Saya ayah nya Kevin, Rehan putra Alamsyah dan yang paling cantik di sebelah saya ini istri saya, Nabila. Kami datang membawa rombongan keluarga besar kami, ada opa dan oma nya Kevin, kakek dan nenek nya, beserta saudara-saudara saya." Ucap Rehan memperkenalkan keluarga besar nya.


"Niat kami kemari adalah untuk melamar Salma, untuk putra kami. Mereka berdua, sudah cukup lama saling dekat. Dan sebenar nya, putra saya memang berniat untuk menjalin hubungan yang lebih serius dengan Salma hingga ke jenjang pernikahan,,, tapi nanti setelah mereka lulus kuliah, tapi karena kesalahpahaman kemarin akhirnya niat baik ini kami percepat."


"Dan sebenar nya, bisa saja kami tidak mengikuti aturan yang berlaku di komplek ini.. toh antara Kevin dan Salma memang tidak sedang melakukan perbuatan yang melanggar norma susila, dan tuduhan dari pak RT dan warga kemarin malam tak ada bukti nya. Bahkan bisa saja, kami melaporkan balik dengan tuduhan pencemaran nama baik. Tapi demi menghormati aturan yang berlaku di sini, dan atas permintaan secara sadar putra kami yang ingin menikahi Salma akhirnya kami mengikuti aturan yang berlaku."


Pak RT dan pak hansip yang juga di undang terkejut, dan mereka sedikit gemetaran.


"Jadi, yang bapak-bapak tadi tuduhkan kepada calon menantu saya.. juga kepada calon besan saya, bahwa mereka menjebak putra saya itu tidak lah benar! Pak Sulaiman bahkan lebih kaya dari saya, karena kekayaan dan keluasan hati nya sudah tidak diragukan lagi.. saya pribadi sudah kenal lama dengan beliau," ucap Rehan seraya melirik orang-orang yang melancarkan tuduhan yang tak berdasar itu.


Sontak, mereka yang tadi menuduh Salma yang bukan-bukan menunduk dan nyali nya menciut.


Usai mengatakan unek-unek nya, Rehan mengembalikan acara kepada pak RT.


Pak RT Ferdi kemudian melanjutkan bicaranya, dan mendaulat Kevin untuk menyampaikan sendiri keinginan nya melamar Salma pada acara inti pertunangan malam hari ini di kediaman sederhana keluarga pak Sulaiman.


Dengan suara tegas dan meyakinkan, Kevin mulai berbicara. "Bismillaahirrohmaanirrohiim.. Malam ini, aku ingin mengatakan dengan segenap kerinduanku. Dengan nama Allah, yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang." Kevin menghentikan sejenak ucapan nya, dan menatap sang pujaan hati dengan penuh cinta.


"Aku sudah menunggu saat ini, untuk waktu yang cukup lama. Untuk mengatakan ini, aku butuh banyak waktu untuk memupuk keberanian ku. Mempertimbangkan segala hal, yang mungkin terjadi. Bermunajat pada Allah, untuk menentukan pilihan yang paling tepat. Dan berkali-kali ku tanya pada hatiku sendiri, sudah tepatkah pilihanku? Dan berkali-kali pula jawabanku tetap sama, yaitu kamu." Netra mereka saling bertaut, bercengkrama dalam diam.


Will you marry me, Salma?" Pinta Kevin seraya menyodorkan kotak perhiasan kecil berwarna merah, yang berisi cincin pertunangan yang sangat indah,, yang dia beli dari hasil tabungan selama hampir enam tahun, hingga terkumpul sejumlah uang yang hampir mencapai seratus juta rupiah.


to be continue,,,