All About KEVIN

All About KEVIN
Yah,,, Penggemar Kecewa Deh



Hari berganti minggu, minggu berganti bulan.. tanpa terasa, sudah satu semester mereka mengikuti perkuliahan di kampus yang sama. Dan hari ini, adalah hari terakhir kegiatan di kampus sebelum libur semester di mulai esok hari.


Nampak Kevin dan teman-teman nya tengah berada di kantin, menikmati makan siang bersama sebelum pulang ke gedung perkantoran yang letak nya tak terlalu jauh dari kampus.


"Bro lu jadi liburan ke Singapura?" Tanya Rahman, seraya menatap Dion yang lahap menikmati soto betawi. Dion memang sudah lama merencanakan untuk berkunjung ke tempat om nya di Singapura liburan semester ini, sekalian mengunjungi sang kekasih pujaan hati.


"Jadi, besok pagi gue berangkat," balas Dion, seraya menyeka keringat di kening nya.


"Kalau lu Man, berangkat ke Bali kapan?" Tanya Kevin, pada Rahman. Rahman harus ke Bali karena mendapat kabar, bahwa mama nya saat ini sedang dirawat di rumah sakit. Pada hal tadi nya, sang mama yang akan ke Jakarta untuk mengunjungi anak-anak nya.


"Nanti malam," balas Rahman, "tadi nya mau siang ini, tapi kakak gue enggak bisa kalau siang," lanjut Rahman seraya mengaduk-aduk mie ayam di mangkok nya, yang baru saja disajikan karyawan kantin.


"Sorry ya bro, kami belum bisa ikut jenguk nyokap lu. Sampaikan salam kami pada tante Ranti.. moga beliau cepat sehat kembali," ucap Kevin penuh penyesalan.


Rahman mengangguk, "it's okay abang.. gue ngerti kok. Nanti salam nya gue sampaikan, dan makasih untuk do'a nya," balas Rahman dengan mengulas senyuman manis.


"Abang,, abang,, tunangan sama Icha aja belum, udah sok-sokan panggil abang," olok Bayu, yang sedari tadi diam menyimak obrolan teman-teman nya seraya makan nasi rames.


"Biarin,, bagian dari do'a dan usaha," balas Rahman, sambil berharap dalam hati.. do'a nya terkabul.


"Kalian jadi berangkat ke Paris lebih awal?" Tanya Dion, menatap Kevin dan Salma bergantian.


Kevin mengangguk, "minggu depan, lu ikut nyusul ke sana kan? Bareng kak Fira dan yang lain?" Tanya Kevin memastikan rencana Dion, sambil menyuapkan nasi soto milik nya ke mulut sang istri.


Ya, seminggu lagi tepat di weekend akhir bulan, keluarga Alamsyah akan berkumpul di Paris. Setelah bulan kemarin, mereka berkumpul di Singapura. Dan bulan berikut nya, giliran di Jakarta.. yang bertepatan dengan acara tujuh bulan kehamilan Salma.


Dan papi Vincent meminta Kevin untuk datang ke Paris lebih awal dan menghabiskan libur semester di sana, karena papi kandung Kevin itu ingin punya banyak waktu bersama Kevin dan untuk lebih bisa dekat dengan putra yang pernah ditelantarkan nya itu.


"Kalau ayah Yusuf dan bunda Fatima mengijinkan, gue pasti ikut ke sana," balas Dion seraya tersenyum.


"Kalau nyokap lu dah sehat, lu juga nyusul kan bro?" Tanya Dion, kepada Rahman.


Rahman mengedikkan kedua bahu nya, tak langsung menjawab.. karena dia sedang menyeruput kuah mie ayam di mangkok nya.


"Enggak ada jaim-jaim nya sih lu,,, calon sultan masak makan mie ayam kuah nya di sruput gitu?!" Protes Bayu.


"Bodo amat,, yang penting nikmat," balas Rahman cuek, sesaat setelah meminum es teh manis nya.


Salma dan Devi yang sedang menikmati nasi pecel hanya tersenyum, menyaksikan tingkah teman-teman baik nya itu.


"Jadi gimana Man? Kalian bertiga nyusul aja ya... ntar gue bilang sama daddy, agar kalian bisa berangkat bareng keluarga gue," pinta Kevin, menatap Rahman, Bayu dan Devi bergantian.


"Gue sih setuju banget," balas Bayu antusias, "kapan lagi bisa piknik ke Paris gratis,," lanjut nya tanpa merasa malu.


"Bulan madu,, bulan madu,, nikah aja belum, udah ngebet pengin kawin aja!" Seru Rahman, "nikah dulu sana,," lanjut Rahman seraya tersenyum seringai, sebab Rahman tahu bahwa pernikahan Bayu dan Devi masih harus nunggu satu semester lagi.


"Yah kan investasi dulu bro,," balas Bayu, dengan bercanda.


"Babay,,, enggak lucu ah, becanda nya. Ntar kalau ada orang lain yang denger dan mereka menganggap nya serius, mau ditaruh dimana muka gue?!" Protes Devi.


"Betul tuh Bay, kalau ngomong kudu dijaga. Karena omongan itu bisa jadi do'a, maka nya gue tadi ngomong yang baik-baik,,, manggil Kevin dengan sebutan abang, semoga aja jadi kenyataan kan?" Timpal Rahman.


"Tahu tuh si Bayu, di depak dari hati Devi.. baru tahu rasa lu?!" Ucap Dion yang juga ikut menghakimi Bayu.


"Ampun honey,, enggak lagi-lagi deh, gue ngomong sembarangan," sesal Bayu, seraya meraih tangan Devi dan menggenggam nya erat.


"Ehm..." Kevin berdeham, seraya melirik tangan Bayu.


Bayu yang mengerti maksud Kevin, segera melepaskan tangan tunangan nya. "Yaelah,, masak pegang tangan dikit aja.. enggak boleh sih," gerutu Bayu, dan kemudian kembali menikmati makanan penutup yang sudah di pesan Salma.


Setelah semua makanan yang terhidang di meja tandas tak tersisa, meraka pun beranjak dari kantin tersebut dan segera pulang ke satu tempat yang sama, yaitu gedung perkantoran milik Kevin.


Rahman dan Dion pulang dengan kendaraan masing-masing, sedangkan Kevin bersama istri nya.. begitupun dengan Bayu yang selalu bersama dengan sang tunangan.


Tak berapa lama, iring-iringan kendaraan mereka telah tiba di gedung milik Kevin tersebut. Mereka segera memarkir mobil nya di tempat khusus.


Dan seperti biasa, Keenam sahabat itu kemudian memasuki area gedung melalui sisi kafe sambil bercanda tawa,,, hingga mengundang perhatian orang-orang yang sedang berada di kafe tersebut, dan bisik-bisik pun mulai terdengar.


"Oh my God, tampan-tampan banget mereka,,, gue mau dong satu," ucap salah seorang gadis yang sedang hang out bersama teman-teman satu geng nya di kafe, seperti nya mereka adalah pengunjung baru di kafe tersebut.


"Gue juga mau satu, itu yang jalan paling depan.. yang wajah nya blasteran. Wow... benar-benar maha karya yang sempurna.." ucap salah satu gadis yang lain, mengagumi ketampanan Kevin. "Tapi kok, dia kayak mesra gitu ya sama cewek yang di sebelah nya?" Lanjut nya dengan sedikit kesal, karena melihat kemesraan cowok incaran nya dengan gadis yang berjalan di samping nya.


Tepat di saat yang sama, Sesil datang membawakan kopi dan kue pesanan mereka. "Silahkan mbak, kopi nya," ucap Sesil dengan sopan, seraya meletakkan pesanan pengunjung kafe dengan rapi di atas meja.


"Eh mbak, tunggu bentar.." panggil salah seorang dari mereka pada Sesil, tatkala Sesil hendak berlalu meninggalkan meja mereka.


"Ya, ada pesanan tambahan mbak?" Tanya Sesil sambil berbalik, menatap gadis yang memanggil nya.


"Tidak, bukan itu," balas gadis tersebut, "gue mau nanya, mereka itu siapa ya?" Tanya gadis tersebut seraya menunjuk pada Kevin dan teman-teman nya, yang akan memasuki lift.


Sesil tersenyum, "oh, yang paling depan itu big bos dan istri nya." Balas Sesil, "dan cowok-cowok tampan yang bersama nya itu adalah teman baik bos, but they are no longer available," balas Sesil sengaja mengatakan status mereka, yang sudah memiliki pasangan masing-masing dengan penuh penekanan.


"Yah,, penggemar kecewa deh," celetuk salah seorang gadis yang sedari tadi diam saja seraya tertawa, menertawakan teman nya yang paling bersemangat melihat cowok-cowok tampan yang lewat di depan mereka.


to be continue,,,