
Mendengar kepanikan Kevin di dalam ruang perawatan tersebut, mommy Billa hendak menerobos masuk,,, namun seorang perawat dengan sigap melarang nya, "maaf bu, ibu jangan khawatir.. kami akan lakukan yang terbaik untuk pasien," ucap perawat tersebut memberikan pengertian.
Dokter kemudian segera memeriksa kondisi Salma, dengan serius bu dokter mengecek tekanan darah, detak jantung dan juga denyut nadi Salma.. dan sedetik kemudian, beliau tersenyum. "Mbak Salma hanya kelelahan mas, mas Kevin tenang ya." Jelas bu dokter, yang membuat Kevin merasa sangat lega.
Kembali Kevin menciumi istri nya, dengan mengucap rasa syukur dalam hati. "Aku tahu, kamu wanita yang kuat cinta. Aku juga tahu, kamu sangat menantikan kelahiran putri kita.. dan kamu enggak akan mungkin tega meninggalkan nya begitu saja. Kamu juga enggak akan meninggalkan aku kan cinta?" Bisik Kevin di telinga istri nya, meski saat ini Salma tak dapat merespon nya.. tapi Kevin yakin, istri nya itu dapat mendengar bisikan nya.
Usai Salma di periksa, dua orang suster segera membersihkan tubuh bagian bawah Salma dan mengganti kain yang tadi dipakai istri Kevin itu dengan kain yang bersih.
Tepat di saat Salma selesai dibersihkan, seorang perawat memberikan bayi mungil tersebut kepada Kevin.
Dengan perasaan yang tak dapat dilukiskan dengan kata-kata, Kevin menerima bayi perempuan yang berparas cantik itu. Dan kemudian ayah baru itu segera mengadzani putri nya di telinga kanan, dan kemudian iqomah di telinga kiri.. seraya berdo'a dalam hati, kira nya sang putri kelak menjadi anak yang sholihah yang senantiasa mengingat asma Allah.
Kevin kemudian mencium ubun-ubun putri nya, dan membisikkan sesuatu di telinga sang putri. "Nak, ayo kita bangun kan bunda.. kamu pasti haus kan, kamu pasti pengin ***** bunda kan?"
"Abang, kak Salma kenapa?" Tanya mommy Billa yang baru di perbolehkan masuk ke ruangan tersebut bersama bu Widya, hanya mereka berdua yang diijinkan masuk setelah semua perawat meninggalkan ruangan tersebut dan menyisakan bu dokter saja. Sedangkan yang lain belum diijinkan masuk, karena masih ada satu tindakan yang akan dilakukan.
"Salma pingsan mom, dia pasti kecapekan," lirih Kevin.
Bu Widya nampak langsung mendekati putri nya, mencium kening Salma dan membisikkan sesuatu. Netra bu Widya nampak berkaca-kaca.
Mommy Billa menepuk lembut punggung besan nya itu, "kak Salma pasti akan baik-baik saja," ucap mommy Billa mencoba menenangkan ibu kandung nya Salma itu, padahal hati mommy Billa sendiri ikut merasakan kesedihan yang sama seperti yang dirasakan bu Widya.. juga oleh Kevin.
Mommy Billa kemudian berjalan ke sisi yang lain, mendekati kepala menantu nya dan mencium puncak kepala Salma dengan penuh kasih. "Ayo kak Salma bangun, putri kak Salma sangat cantik loh.. dia mirip sekali sama bunda nya, dan netra nya sangat indah seperti netra ayah nya." Bisik mommy Billa.
"Maaf ibu, saya akan mencoba melakukan inisiasi menyusu dini, semoga dengan IMD baby A bisa segera membangunkan bunda nya," ucap bu dokter.
Bu Widya dan mommy Billa sedikit menjauh, dan Kevin memberikan bayi nya pada dokter wanita tersebut. Setelah melepaskan kain yang membungkus tubuh mungil baby A, bu dokter kemudian melepaskan kancing baju Salma yang bagian atas dengan bantuan Kevin.
Dokter kemudian meletakkan tubuh mungil baby A di atas tubuh polos Salma dan menutup tubuh kedua nya dengan kain yang lembut, awal nya baby A masih diam.. tapi kemudian baby mungil nan cantik itu mulai bergerak-gerak untuk mencari sumber kehidupan nya, naluri yang kuat menuntun baby tersebut untuk mencari ****** susu ibunya.
Kevin yang mengamati pergerakan kecil putri nya, tak kuasa membendung air mata haru. Pemuda tampan yang sedari tadi berdiri di sisi kepala sang istri, berbisik di telinga istri nya. "Bangun Cinta, lihat lah putri kita. Dia datang untuk membangunkan mu Cinta, putri kita haus sayang.. bangun lah, kamu boleh tidur lagi nanti tapi setelah menyusui putri kita."
Mommy Billa dan bu Widya pun menitikkan air mata. Hanya dokter obgyn itu yang terlihat tegar, meski diri nya pun ikut merasa haru.
Baby A sedikit lagi berhasil mencapai pu*ting bunda nya, ketika perlahan Salma menggerak-gerakkan kelopak mata. Dia seperti merasakan kehangatan tubuh mungil di dada nya, "mas,," lirih nya memanggil sang suami.
"Alhamdulillah,, kamu sudah sadar cinta... lihat lah putri kita cinta, dia.. dia sedang menyusu kamu," Kevin merasa sangat bahagia, suami siaga itu kemudian menuntun tangan Salma untuk memeluk tubuh polos putri nya.
Salma yang kesadaran nya baru saja kembali, hanya bisa menurut. Salma tersenyum tatkala tangan nya menyentuh kulit lembut sang bayi, "anak ku," gumam nya dengan senyuman tersungging di bibir.
"Aw,,," jerit kecil Salma tatkala baby A mulai mengisap pu*ting nya.
"Cinta, apa sakit sekali?" Tanya Kevin yang merasa tidak tega, karena kembali menyaksikan istri nya kesakitan.
Salma masih meringis, menahan sensasi panas dan perih di ****** nya.
"Sakit di awal mas Kevin, tapi nikmat nya juga luar biasa dan hanya ibu yang tahu. Benar kan mbak Salma?" Bu dokter tersenyum pada Salma, mencoba mengalihkan perhatian Salma dari rasa sakit di ****** nya.
Salma mengangguk dan kemudian tersenyum.
"Kevin tersenyum, sakit di awal.. nikmat kemudian, begitu kah?" Tanya Kevin dengan kerlingan menggoda.
"Ish mas Kevin, mulai deh,,, Salma belum mau lagi ah, masih sakit," rajuk Salma, yang mengerti kemana arah pembicaraan sang suami.
"Cinta, aku juga enggak mau melihat mu kesakitan lagi. Aku enggak mau punya banyak anak, cukup ini saja cinta.. aku enggak mau kehilangan kamu, aku benar-benar ketakutan tadi," Kevin menatap dalam netra istri nya, dan melabuhkan ciuman hangat di bibir Salma.
"Ehm,,," bu dokter berdeham.
Kevin segera menjauh dari wajah sang istri seraya tersenyum kecut, begitu pun dengan Salma yang tersenyum malu.
Mommy Billa dan bu Widya yang masih berdiri tak jauh dari ranjang pasien, hanya bisa geleng-geleng kepala melihat pasangan ayah dan bunda muda itu.
Proses IMD berjalan hampir tiga puluh menit, dan baby A baru mau melepaskan isapan nya pada ****** sang bunda.
Dokter segera mengangkat tubuh mungil itu, membungkus kembali tubuh nya dengan kain yang lembut dan kemudian menidurkan nya di boks bayi di samping ranjang Salma.
"Biarkan baby nya istirahat dulu ya bu ibu, besok pagi setelah di mandikan baru boleh gendong," ucap bu dokter yang mengerti keinginan dua wanita yang sedari tadi memperhatikan apa yang dilakukan nya pada baby A, mereka berdua seperti ingin segera menimang cucu pertama kedua nya itu.
Mommy Billa dan bu Widya tersenyum, "baik lah dok," balas bu Widya.
"Mbak Salma juga harus banyak istirahat ya, mumpung baby nya bobok.. bunda nya juga sebaik nya tidur," saran bu dokter sebelum berlalu meninggalkan ruangan khusus tersebut, sambil membuka tirai yang menjadi penghalang antara ruang perawatan dan ruang tamu.
"Silahkan jika ingin mengunjungi mbak Salma, tapi harap tenang ya,," ucap nya dengan tersenyum ramah, "mari, saya permisi dulu," lanjut bu dokter berpamitan.
"Silahkan dok, terimakasih," balas daddy Rehan dengan ramah.
"Mommy ambilkan makan dulu untuk kak Salma ya, tadi ada bubur ayam.. tinggal di panasin bentar," mommy Billa segera menuju pantry, dan keluarga yang lain kemudian masuk ke ruang perawatan tersebut.
Mereka pun masuk dengan tertib, memberikan ucapan selamat pada Salma dan memeluk istri Kevin itu dengan penuh haru. Dan mereka hanya bisa memandangi baby mungil yang terlelap di dalam boks bayi itu, dengan perasaan yang membuncah bahagia.
Daddy Rehan yang paling lama memeluk menantu nya itu, hingga Kevin menegur nya. "Dad, dia istri ku," ucap Kevin seraya tersenyum, yang di sambut tawa tertahan oleh keluarga besar nya.
Daddy Rehan menggaruk kepala nya yang tidak gatal, setelah melepaskan pelukan nya. Tapi sedetik kemudian daddy tampan itu berhasil menguasai keadaan, "daddy juga tahu itu son, jangan cemburu pada daddy.. karena bagi daddy, wanita tercantik di dunia ini adalah mommy mu," daddy Rehan mengucapkan nya tepat di saat daddy tampan itu melihat istri nya masuk sambil membawa semangkuk bubur dan segelas minuman hangat.
Mommy Billa tersenyum mendengar nya, meski sudah ribuan kali mendengar kalimat keramat itu.. tetap saja, diri nya merasa tersanjung.
Daddy Rehan segera memeluk mesra pinggang sang istri, setelah mommy Billa menyerahkan mangkuk bubur pada Kevin. "Wanita ini son,, dia yang paling cantik sedunia," kembali daddy Rehan memuji istri nya, yang membuat para mama merasa iri sedangkan para papa mencibir..
"Iya,, percaya gue?! Dulu sama mantan nya, dia juga selalu bilang begitu..." om Alex tersenyum seringai.
Mommy Billa menatap tajam pada daddy Rehan.
"Alex,,,!!! Potong gaji satu tahun!!!"
to be continue,,,