All About KEVIN

All About KEVIN
Boleh, Aku Meminta Hak Ku?



"Nanti pulang sekolah, langsung ke rumah sakit lagi bro?" Tanya Rahman pada Kevin, saat kedua nya memasuki ruang ujian.


"Ya, begitulah,," balas Kevin tak bersemangat.


"Apa kondisi Salma belum membaik?" Tanya Rahman memastikan.


"Sudah, nanti sore dia udah boleh pulang kok," balas Kevin menatap teman baik nya.


"Syukurlah,," ucap Rahman lega, "tapi kok, wajah lu suntuk gitu?" Tanya Rahman menyelidik.


Kevin tergagap, tidak mungkin dia mengatakan pada Rahman kalau dia tidak tenang meninggalkan Salma dan pergi ke sekolah. Karena teman-teman dekat nya tidak ada yang tahu, bahwa selama dua malam ini Kevin tidur di rumah sakit menemani sang istri.


"Bro, guru pengawas sudah datang," ucap Kevin, yang menyelamatkan nya dari tatapan menuntut Rahman.


Ya, dua hari berturut-turut, Kevin berangkat ke sekolah dari rumah sakit Harapan tempat sang istri di rawat. Dan selama dua hari itu pula, suami dari Salma itu menjalani ujian dengan hati yang tidak tenang. Pasal nya dia harus meninggalkan sang istri tanpa pengawasan nya, meskipun setiap pagi bu Widya menggantikan nya untuk menjaga Salma di rumah sakit.


Mommy Billa pun setiap pagi, selepas putra putri nya dan sang suami berangkat.. mommy dari Kevin itu akan langsung pergi ke rumah sakit, untuk ikut menemani bu Widya menjaga istri nya Kevin.


Dan tepat di hari ketiga ini, Salma sudah di perbolehkan untuk pulang. Atas persetujuan daddy Rehan dan ayah mertua nya, akhir nya Kevin di perbolehkan ikut menginap di rumah toko milik keluarga Salma.


"Kak Salma, nih mommy sudah beliin krim penghilang bekas luka.. mudah-mudahan cocok di kulit kamu," ucap mommy Billa seraya menyerahkan krim tersebut kepada menantu nya, sesaat setelah Salma dan Kevin selesai berkemas untuk pulang ke ruko.


"Makasih ya mom,,, mommy sangat baik dan perhatian pada Salma," balas Salma tersenyum dan kemudian memeluk mommy nya Kevin itu dengan erat.


"Kak Salma bicara apa sih, ya wajarlah kalau seorang ibu itu selalu memperhatikan dan menyayangi anak nya. Kak Salma kan sudah jadi putri nya mommy sekarang.." ucap mommy Billa, sambil mengusap punggung sang menantu dengan lembut.


"Makasih mom," lirih Salma, seraya melerai pelukan nya.


Kevin tersenyum bahagia menyaksikan interaksi mommy dan istri nya itu, sedangkan bu Widya merasa sangat terharu.. hingga tanpa beliau sadari, netra nya mulai berembun. Buru-buru bu Widya mengerjapkan mata nya berkali-kali, agar air mata itu tak sampai menetes.


"Oh ya bu Widya, maaf ya.. kami tidak bisa ikut mengantarkan kak Salma pulang, karena hari sudah sore dan kami harus segera pulang ke rumah. Kasihan, adik-adik nya abang sudah menunggu," ucap mommy Billa pada besan nya.


"Iya jeng,, tidak apa-apa. Terimakasih banyak lho jeng, tiap hari jeng Billa sudah menyempatkan waktu nya untuk menemani saya di sini." Balas bu Widya sambil memeluk besan nya, yang usia nya lebih muda dua tahun dari nya itu.


"Kalau sudah siap semua, ayo bang kita keluar bareng," ajak mommy Billa, setelah melepaskan pelukan besan nya.


"Abang gandeng kak Salma saja, biar tas nya kami yang bawakan," lanjut mommy Billa, seraya mengambil tas pakaian dari tangan putra nya. Dan kemudian, mommy Billa bergegas keluar ruangan tersebut bersama bu Widya.


Kevin tersenyum, "makasih mom,,," seru nya pada sang mommy yang sudah berlalu, dan Kevin segera menggandeng tangan sang istri keluar dari ruang perawatan menyusul langkah sang mommy dan ibu mertua nya.


"Mom, sudah beres?" Tanya daddy Rehan, saat melihat istri nya keluar dari ruang perawatan Salma, sambil menenteng tas pakaian.


"Sudah dad, ayo kita turun," Mommy Billa terus berlalu, dan mensejajarkan langkah nya dengan langkah kaki bu Widya keluar dari ruang rawai inap president suit room tempat sang menantu di rawat selama tiga hari.


Daddy Rehan dan pak Sulaiman yang menunggu di ruang tamu ruang rawat inap tersebut sedari tadi segera mengekor di belakang istri mereka berdua tanpa berkata apa-apa.


*****


Sesampainya di ruko, Kevin dan Salma yang terpisah mobil dengan pak Sulaiman dan bu Widya.. segera turun, "pak Imron, bapak ikut menginap di sini saja ya?" Pinta Kevin, ketika pak Imron membukakan pintu untuk nya.


"Iya tuan muda, saya ikut saja apa kata tuan muda," balas pak Imron dengan sopan.


"Ibu akan siapkan kamar nya Azka untuk pak Imron," timpal bu Widya yang juga sudah turun dari mobil yang satu nya, dan mendengar pembicaraan Kevin dan sopir pribadi nya.


"Tidak perlu repot-repot bu, saya tidur di bawah saja.. di kamar musholla, di sana kan juga ada tempat tidur nya," tolak pak Imron dengan halus.


"Ya monggo, terserah pak Imron saja bagaimana enak nya," balas bu Widya akhir nya mengalah.


"Nanti malam, saya temani pak Imron ngopi di bawah," ucap pak Sulaiman, seraya mengajak sopir pribadi menantu nya itu masuk ke dalam ruko. Yang diikuti oleh bu Widya, dan juga anak serta menantu nya.


Kevin langsung mengajak sang istri untuk naik ke lantai dua, "pak, bu, kami naik ke kamar dulu ya," pamit Kevin pada ayah dan ibu mertua nya.


"Iya nak Kevin, kalian beristirahatlah," balas bu Widya dengan lembut.


Sesampai nya di kamar, Kevin langsung mengunci pintu kamar nya. Dan menuntun sang istri menuju tempat tidur empuk, yang sudah beberapa hari ini mereka tinggalkan.


"Kevin, sudah jam segini.. sebentar lagi maghrib, kamu mau ngapain?" Tanya Salma, yang melihat gelagat aneh dari sang suami.


"Aku rindu kamu baby, kita masih punya waktu satu jam lebih sebelum adzan maghrib berkumandang,,, apa boleh aku meminta hak ku?" Balas Kevin dengan tatapan penuh harap.


"Tapi Kevin, lihatlah.. kulit leherku terlihat buruk, aku malu," tolak Salma halus, seraya menunjukkan leher nya dengan membuka hijab yang dia kenakan.


Suami dari Salma itu meraba kulit leher sang istri yang terpampang nyata di depan nya dan kemudian menciumi leher jenjang Salma, beberapa saat kemudian Kevin menjauhkan wajah nya, "baby,, aku mencintaimu bukan karena kulit putih mu yang mulus. Aku mencintaimu bukan karena kecantikan wajah mu yang cantik dan putih bersih. Aku mencintaimu dari hati ku," ucap Kevin menatap dalam netra Salma.


Hati Salma bergetar mendengar pengakuan indah dari mulut suami nya, dan reflek istri dari Kevin itu langsung memeluk sang suami. "Terimakasih suami ku, makasih sudah mencintaiku dengan tulus. Makasih karena sudah menerimaku apa ada nya diriku." Balas Salma, dengan penuh rasa haru.


Salma kemudian melerai pelukan nya, dan sedetik kemudian istri Kevin itu telah menghujani suami nya dengan ciuman di seluruh wajah tampan Kevin.


Setelah puas, menciumi wajah sang suami, Salma menjauhkan wajah nya, "itu sebagai ungkapan terimakasih, karena sudah menjaga ku selama tiga hari ini di rumah sakit."


"Cuma seperti itu?" Protes Kevin.


Salma mengernyit, "lantas, mau kamu gimana?"


"Aku mau dilayani baby.." rengek Kevin, mulai manja pada istri nya.


Sebagai seorang istri, Salma pun patuh mengikuti keinginan sang suami. Istri dari Kevin itu langsung naik ke pangkuan sang suami dan mulai memanjakan suami nya dengan sentuhan nya yang memabukkan,, sentuhan yang lembut namun liar dan bagai candu bagi Kevin.


to be continue,,,