All About KEVIN

All About KEVIN
Rencana Nathan dan Monik



Semua wali murid satu persatu meninggalkan area sekolah, ada yang pulang bersama putra putri nya dan ada pula orang tua yang pulang sendiri,, karena anak-anak mereka masih ingin menghabiskan waktu bersama teman-teman SMA nya, sebelum mereka berpisah dan melanjutkan untuk mengejar mimpi mereka masing-masing.


Sedangkan daddy Rehan, pak Sulaiman, om Adam, om Gunawan serta pak Zainal, ayah nya Bayu.. nampak masih asyik ngobrol, ditemani oleh putra putri mereka. Para orang tua kelima sekawan itu nampak sudah saling akrab, padahal baru beberapa kali bertemu,,, yaitu setiap pengambilan report di akhir tahun, dan itu artinya ini adalah pertemuan yang ketiga.


Meski di beberapa perjamuan bisnis, daddy Rehan sempat bertemu dengan om Adam dan om Gunawan.. namun beliau bertiga belum pernah ngobrol secara langsung, karena perusahaan mereka tidak saling terkait, dan tidak ada jalinan bisnis.


Hingga semua wali murid telah pulang semua nya, barulah mereka masing-masing pamit dan memisahkan diri. Pak Sulaiman pulang bersama daddy Rehan, seperti sewaktu berangkat tadi.


Sebelum daddy Rehan masuk kedalam mobil, Kevin dan Salma, Rahman beserta om Adam menghampiri daddy Rehan. "Dad,," panggil Kevin.


"Ya," daddy Rehan mengurungkan niat nya untuk masuk kedalam mobil, dan menoleh kearah sumber suara. Melihat ada Rahman dan ayah nya beserta Kevin dan Salma, daddy Rehan pun tersenyum kepada om Adam.


"Ada apa nak?" Lanjut nya bertanya, seraya menatap putra nya penuh harap.


"Om Adam pengin bicara langsung sama daddy, perihal perusahaan yang di Bali," ucap Kevin, dan kemudian menoleh kearah ayah nya Rahman.


Om Adam nampak mengangguk dan tersenyum pada daddy Rehan.


"Maaf tuan Adam, kapan anda punya waktu dan bisa berkunjung ke kantor saya?" Pinta daddy Rehan dengan formal, menatap hangat om Adam.


"Saya punya banyak waktu tuan Rehan, jadi saya ikut saja kapan tuan Rehan ada waktu luang," balas om Adam tersenyum ramah.


"Bagaimana jika nanti kita makan siang bersama tuan Adam, agar lebih enak pembahasan nya?"


Om Adam mengangguk, menyetujui ajakan daddy Rehan.


"Untuk tempat nya, nanti saya info kan melalui putra saya." Ucap daddy Rehan.


"Rahman, nanti bisa kan temani papa kamu?" Daddy Rehan menepuk pundak Rahman.


"Iya daddy Rey, nanti Rahman akan temani papa," balas Rahman mengangguk hormat.


"Baiklah tuan Adam, sampai bertemu kembali nanti," daddy Rehan langsung masuk kedalam mobil, dan tak berapa lama mobil yang membawa daddy Rehan dan pak Sulaiman meninggalkan area parkir sekolah tersebut.


"Makasih om, nanti kami akan kasih kabar om Adam dimana tempat nya," ucap Kevin, dengan penuh hormat pada ayah dari teman baik nya itu.


"Sama-sama nak Kevin, harus nya om yang berterima kasih.. karena nak Kevin dan tuan Rehan mempercayakan hal besar ini pada om," balas ayah dari Rahman itu, dengan tersenyum tulus.


"Baik nak Kevin, saya tunggu kabar nya.. om pamit dulu," om Adam menepuk pundak Kevin dan Rahman bergantian, kemudian berlalu menuju mobil nya yang terparkir tak jauh dari tempat Kevin, Salma dan Rahman berdiri.


Kevin, Salma dan Rahman kemudian menuju base camp, dimana Bayu dan Devi sudah menunggu.


Sesampai nya di ruko, mereka bertiga langsung naik ke lantai dua.


Dika, Barista kafe yang telah menyiapkan lima cangkir kopi atas permintaan Bayu sebelum nya.. sesuai kegemaran Kevin dan teman-teman nya itu, berjalan mengekor di belakang.


Mereka bertiga duduk melingkar seperti biasa, dan Dika langsung meletakkan kopi pesanan Bayu tadi di depan mereka masing-masing.


"Wah, bang Dika kok gak nanya dulu sih sama Rahman... mau kopi apa?" Rahman cemberut, karena dia sedang tidak ingin minum kopi hitam saat ini.


"Emang Rahman mau kopi apa? Enggak apa-apa deh, bang Dika buatkan lagi?"


"Hehehe,, enggak perlu bang, gue cuma bercanda tadi," balas Rahman, terkekeh pelan melihat Dika merasa tak enak hati seperti tadi.


"Lu tuh ya Man, ngerjain orang tua!" Seru Bayu, sambil meninju lengan Rahman.


"Eh Bay, enak aja ngatain gue orang tua," ucap Dika, yang tak terima dikatakan tua.


"Yah kan, usia bang Dika emang beberapa tahun di atas kita kan?" Bayu membela diri.


"Iya,, iya,, gue sudah tua, puas kan lu?!"


"Yaelah bang, sensi amat si.. lagi PMS ya?" Bayu terus menggoda Dika.


"Naga-naga nya si Bayu demen deh ama bang Dika, maka nya godain bang Dika terus... benar kan Bay?" Goda Rahman pada teman baik nya itu.


"Dih, ogah! Masak main pedang pedangan..." Bayu melotot kearah Rahman, yang di sambut tawa oleh Rahman.


Kevin, Salma dan Devi hanya senyum-senyum saja, mendengar candaan receh teman-teman nya itu.


"udah,, udah,, gue ada info penting nih, mau pada ikut dengerin gak? Kalau masih pada becanda, gue, Kevin dan Salma, akan ngobrol di tempat lain!" Ancam Devi, menatap Rahman, Bayu dan Dika dengan tatapan tajam.


Bayu langsung mengkerut, Rahman terdiam dan Dika bergegas turun sambil membawa baki dalam dekapan nya.


"Dev, info penting apa sih?" Salma mengernyitkan dahi, penasaran dengan perkataan Devi yang tegas tadi.


"Jadi gini guys, tadi sewaktu di toilet sekolah.. gue denger Nathan lagi telponan sama Monik, dan mereka kayak merencanakan sesuatu untuk kalian berdua," Devi menatap Kevin dan Salma bergantian.


"Kami?" Kevin menunjuk diri nya sendiri dan sang istri.


Devi mengangguk pasti, "tapi sayang nya, gue enggak bisa dengar pasti apa yang akan mereka lakukan nanti di malam perpisahan," Devi nampak menyesal, karena tidak dapat memberikan banyak informasi.


"Thanks Dev atas informasi nya, kami akan lebih berhati-hati lagi. Gue juga enggak mau kecolongan untuk yang kedua kali nya," ucap Kevin dengan dahi berkerut, seperti sedang memikirkan sesuatu.


"Jadi Monik belum berangkat ke Amerika?" Tanya Salma nampak khawatir.


Devi menggeleng, "seperti nya Monik sengaja menunda, sampai malam perpisahan nanti." Balas Devi menatap Salma, "kayak nya, dia masih penasaran sama lu Vin," Devi menatap Kevin.


Sejenak, hening menyapa ruang base camp tersebut.


"Kita harus kompak dan selalu waspada, di acara malam perpisahan nanti.. kita berlima jangan sampai ada yang terpisah," ucap Rahman memecah keheningan.


"Gue setuju ide Rahman, kita harus selalu bersama." Bayu menimpali.


"Monik menunda keberangkatan nya ke Amerika, dan acara perpisahan kita diadakan di hotel milik keluarga Nathan... Seperti nya gue tahu apa yang di rencana kan Nathan dan Monik," ucap Kevin yang sedari tadi diam, menyimak dan menganalisa.


to be continue,,,