All About KEVIN

All About KEVIN
Sistem Kejar Tayang



Bakda sholat isya, keluarga besar Alamsyah dan keluarga besar Antonio tengah berkumpul di halaman samping yang kini sudah di pasang tenda. Meja makan telah di tata berbentuk oval dengan kursi-kursi yang mengelilingi nya, kini telah di penuhi oleh anggota dua keluarga besar tersebut.


Kevin dan Salma juga sudah berada di sana, mereka berdua duduk di tengah diantara daddy Rehan dan mommy Billa, serta papi Vincent dan mami Nina.


Saat mereka tengah menunggu makanan dihidangkan sambil asyik mengobrol, tiba-tiba ada serombongan tamu yang datang.


Salma yang dari jauh bisa mengenali keluarga nya, langsung beranjak dari tempat duduk nya dan menghambur memeluk sang nenek. "Nenek,," sapa nya, seraya memeluk sang nenek yang sudah sangat lama tak dijumpainya.


Ya, pak Sulaiman dan keluarga kecil nya memang hanya pulang dua tahun sekali ke kampung halaman nya. Begitu pun untuk ke kampung halaman bu Widya, juga dua tahun sekali dengan bergilir. Karena memang kondisi perekonomian keluarga nya yang tak memungkinkan untuk pulang ke kampung halaman setiap tahun.


"Nenek sehat?" Tanya Salma pada sang nenek, sesaat setelah melerai pelukan nya.


"Camma,, nenek sehat," balas nenek Salma dengan tatapan teduh nya, "apakah cucu nenek juga sehat?" Tanya sang nenek.


"Alhamdulillah nek, Salma sehat," balas Salma dengan senyum yang terus mengembang di bibir nya.


Sang nenek mengangguk-angguk dan kemudian mengusap puncak kepala Salma, "Camma, apa dia suami mu?" Tanya sang nenek yang melihat kearah Kevin, yang berdiri di belakang Salma.


Salma mengangguk, "iya nek,," balas Salma, seraya mundur dan menggandeng sang suami untuk diperkenalkan pada nenek nya.


Kevin menjabat tangan sang nenek, dan mencium punggung tangan wanita tua itu. "Nek,,, saya Kevin, suami nya Salma," ucap Kevin dengan sopan, mengenalkan diri nya pada nenek dari istri nya itu.


Nenek Salma langsung membawa Kevin dalam pelukan nya, "semoga kalian bahagia selalu ya nak," do'a tulus sang nenek untuk cucu nya.


"Tolong jaga cucu nenek, sayangi dia, bimbing dia," pesan nenek pada Kevin, sesaat setelah melerai pelukan nya.


Kevin mengangguk, "pasti nek." Balas Kevin dengan sungguh-sungguh.


Salma kemudian menyalami ayah dan ibu nya, juga purina dan tanta serta kedua sepupu nya dari pihak ayah yang berasal dari Makassar. Dan menyalami keluarga pakdhe dari pihak ibu nya yang berasal dari Solo Jawa Tengah, yang juga sudah datang.


Ayah Salma adalah tiga bersaudara, ibu nya adalah seorang janda yang ditinggal mati oleh sang ayah tatkala pak Sulaiman dan dua saudara nya masih sangat kecil. Pak Sulaiman adalah putra kedua, sedang kan adik nya, yaitu orang tua Azka yang kini di asuh oleh orang tua Salma tersebut telah meninggal dunia.


Sedang kan bu Widya hanya dua bersaudara, beliau hanya memiliki seorang kakak laki-laki. Kakek dan nenek Salma dari pihak ibu, dua-dua nya telah tiada. Sehingga dari pihak keluarga bu Widya, hanya kakak dan keluarga kecil nya lah yang datang.


Mommy Billa dan daddy Rehan yang ikut menyusul Kevin dan Salma pun menyalami keluarga besar Salma tersebut, dan meminta keluarga besan nya untuk ikut bergabung makan malam bersama.


Keluarga besar Salma pun hanya bisa nurut, dan setelah menyalami semua keluarga Kevin,,, mereka pun kemudian duduk dan bergabung dengan keluarga besar Alamsyah dan Antonio di kursi yang masih tersedia.


Sambil menunggu makanan terhidang seluruh nya, daddy Rehan mengenalkan keluarga besar nya pada keluarga besar besan nya. Begitupun sebalik nya, pak Sulaiman juga memperkenalkan anggota keluarga nya dan keluarga bu Widya yang hanya sedikit itu.


Kehangatan sambutan keluarga besar Kevin, membuat keluarga besar Salma merasa nyaman berada di tengah-tengah orang kaya yang status sosial nya berbeda jauh itu.


Dan sahabat-sahabat sekaligus saudara daddy Rehan yang senang bercanda, membuat keluarga Salma merasa cepat akrab dengan keluarga besar Kevin.. meski pun baru malam ini kedua keluarga besar remaja yang telah menikah itu bertemu.


Kini masing-masing anggota keluarga telah mendapatkan makanan sesuai dengan yang mereka ingin kan, termasuk anak-anak kecil dan juga keluarga Salma.


"Assalamu'alaikum,," ucap salam dari rombongan yang baru datang, menyita perhatian mereka semua yang langsung menoleh kearah sumber suara.


Malika yang telah mendapatkan kabar dari pangeran tampan pujaan hati nya bahwa Rahman dan teman-teman nya akan tiba malam ini pun langsung berdiri, dan dengan antusias menyambut rombongan teman baik abang nya itu.


Fira yang juga telah mengetahui bahwa Dion akan datang malam ini pun tersenyum sumringah.


Bayu, Devi, Rahman dan Dion kemudian menyalami semua nya. Dan tanpa basa basi, langsung ikut bergabung di meja makan.


Malika dan Fira yang duduk bersebelahan dan memang sudah mempersiapkan bangku kosong di sebelah nya, langsung meminta Rahman dan Dion untuk duduk di samping nya.


"Wah, kalian tahu aja ya.. datang pas di jam makan malam," celetuk Ilham setelah mereka semua duduk, hingga membuat teman-teman dekat Kevin itu tersenyum kecut.


"Feeling mereka kuat om, kalau soal makanan," timpal om Devan, ikut menjahili teman-teman nya Kevin dan Salma tersebut.


"Icha yang minta om," bela Malika pada kekasih dan teman-teman Rahman.


"Om Ilham dan om Devan hanya bercanda kali dik," Kevin menengahi.


Teman-teman Kevin yang baru datang tersebut langsung dilayani oleh para asisten rumah tangga, yang sedari tadi sibuk melayani keluarga besar tersebut.


Setelah semua mendapatkan makanan, mereka berdo'a bersama dan mulai menikmati santap makan malam dengan hening. Hanya terdengar suara sendok garpu dan piring yang beradu, hingga menimbulkan suara denting yang memecah keheningan.


Hingga semua mata kini tertuju pada Kevin.


Kevin yang sama sekali tidak tahu rencana daddy nya dibuat terkejut, "kabar penting? Kabar penting apa dad?" Bisik Kevin yang memang duduk bersebelahan dengan sang daddy.


Daddy Rehan tersenyum, "kabar penting yang membuat kita semua berbahagia, karena akan menyambut kehadiran Kevin Junior," balas daddy Rehan, juga dengan berbisik.


Kevin tersenyum lebar, "makasih dad, makasih untuk semua nya," ucap Kevin tulus, menatap sang daddy dengan netra berkaca-kaca.


"Hey,, don't cry son. You will soon become a father, it is not worth crying." Daddy Rehan menyemangati putra nya.


"Kabar penting apa bang?" Tanya bunda Fatima, nampak tidak sabar.


"Abang bikin perusahaan baru lagi?" Om Alex pun ikut penasaran.


"Abang mau bicala apa sih dad? Kok malah bisyik-bisyik sama daddy, Mela kan ikut penasalan sepelti yang lain?" Maira yang duduk di samping sang mommy, yang sedari tadi ternyata ikut mendengarkan daddy nya bicara ikutan kepo. Dia memang sangat peka dengan lingkungan sekitar, dan rasa ingin tahu nya begitu tinggi.


"Sabar ya sayang, Maira dengerin saja dengan baik apa yang akan di sampaikan abang nanti," mommy Billa mencoba memberi pengertian kepada putri kembar bungsu nya itu.


Daddy Rehan tersenyum pada putri nya itu, dan mengacungkan ibu jari nya.


Maira mengangguk mengerti, "oke mom, dad, telima kasih," ucap nya dengan ekspresi wajah yang imut.


Kevin kemudian berdiri, agar semua bisa dengan jelas mendengar apa yang akan di katakan nya. "Kevin sampaikan terimakasih kepada seluruh keluarga besar opa Sultan, kakek Ilyas dan nenek Syarifah yang telah bersedia hadir disini untuk ikut merayakan pesta pernikahan Kevin dan Salma besok malam." Ucap Kevin mengawali pembicaraan nya, "terimakasih untuk do'a restu dan support kalian semua," lanjut nya dengan tulus.


"Kevin dan Salma punya berita bahagia untuk kalian semua," Kevin mengajak sang istri untuk ikut berdiri, "Alhamdulillah, sebentar lagi kami berdua akan menjadi orang tua," ucap nya seraya mengelus lembut perut sang istri yang masih sangat rata, senyum bahagia menghiasi wajah tampan nya.


"Abang serius?" Tanya opa Alvian nampak terkejut, "Alhamdulillah,, semoga sehat-sehat semua nya," lanjut nya mendo'akan untuk calon cicit nya itu.


"Bro, itu arti nya.. lu bentar lagi jadi mbah kakung, dan gue.. gue jadi mbah buyut," ucap opa Alvian menatap daddy Rehan, dan kemudian tergelak.


Hingga semua yang mendengar dan memahami apa yang dikatakan opa Alvian ikut tertawa, "iya, kamu benar dik. Kita akan segera menjadi mbah buyut," nenek Lin membenarkan ucapan adik nya.


Sedang kan om Ilham nampak mengernyit dan tak perduli dengan candaan opa Alvian, fokus nya masih tertuju pada Kevin yang kini sudah kembali duduk dan nampak berbincang dengan papi Vincent dan mami Nina.


"Ayah, ada apa?" Tanya tante Jihan, yang bisa di dengar om Alex.. hingga perhatian om Alex pun beralih kearah adik ipar nya itu.


"Tuh bocil hebat juga ya bun, kayak nya dia pakai sistem kejar tayang deh.." gumam om Ilham ambigu.


Tante Jihan dan om Alex mengernyit, "apa sih dik, gak jelas banget," gerutu om Alex, menatap om Ilham.


"Itu bang si bocil, yang dulu gue gendong kemana-mana... udah mau punya bocil dia," bisik om Ilham dengan mimik serius, namun justru ditanggapi dengan tawa oleh om Alex dan tante Jihan serta tante Nisa yang juga ikut mendengar pembicaraan suami dan adik nya tersebut.


"Ajaran sesat daddy nya kayak nya deh bang, belum genap empat bulan udah langsung jadi aja Kevin Junior," lanjut om Ilham dengan mengeraskan suara nya, hingga dapat di dengar oleh daddy Rehan yang langsung melotot kearah om Ilham.


"Ajaran sesat gimana maksud kamu dik?" Tanya daddy Rehan, yang sudah mengetahui arah pembicaraan adik bungsu istri nya itu.


Ilham tersenyum nyengir,,


to be continue,,,


🌷🌷🌷🌷🌷


Masih semangat puasa nya dears...? 😍


Maaf yah, jika up nya belum bisa maksimal.


Jelang lebaran, biasa lah,,, kesibukan bertambah menyambut kedatangan keluarga besar 😊😊


Maaf jika gak bisa langsung balas komen kalian, tapi jika ada waktu luang... pasti aku sempatin untuk baca dan membalas nya 🙏🙏


Makasih yang udah kasih dukungan,,, kopi, kembang, like, vote dan komentar kalian adalah penyemangat bagiku 😇😇


Buat silent reader's,,, terimakasih juga untuk kalian semua, karena dengan diam-diam pun kalian tetap mendukung karya sederhana ini 🥰🥰


Salam hangat untuk kalian semua 🤗😘😘