All About KEVIN

All About KEVIN
Melakukan Hubungan Terlarang?



Hari berganti, lusa adalah weekend di akhir bulan. Dan pertemuan rutin keluarga Alamsyah, bulan ini bertempat di Singapura.


Di rumah utama, mommy Billa dibantu oleh dua pengasuh putri nya,,, tengah mempersiapkan segala sesuatu perlengkapan yang akan di bawa ke sana. Sedangkan Kevin, membantu sang istri dan mertua nya yang juga tengah berkemas karena mereka semua juga akan ikut ke Singapura.


Ya, daddy Rehan mengajak keluarga besan nya untuk ikut hadir di acara pertemuan rutin keluarga Alamsyah.. karena daddy nya Kevin itu bermaksud akan membahas peresmian pernikahan putra nya itu dengan Salma, putri nya pak Sulaiman.


Dan rencana nya, mereka akan bertolak ke negara dimana keluarga Fatima tinggal itu nanti sore.. selepas adik-adik Kevin pulang sekolah.


Usai berkemas, Kevin mengajak sang istri untuk ke base camp sebentar.. karena ada pekerjaan yang hendak mereka cek, bersama teman-teman dekat kedua nya.


Kevin mengendarai mobil sport milik nya, dengan Salma yang duduk dengan nyaman di samping kursi pengemudi. Sesekali Kevin melirik istri nya yang tengah terdiam, seperti sedang memikirkan sesuatu. "Baby, ada apa?" Tanya Kevin, seraya meletakkan tangan kiri nya di paha sang istri. Kevin sekilas menoleh kearah sang istri, tapi sedetik kemudian Kevin kembali fokus dengan laju kendaraan nya.


"Kevin,, apa tidak sebaik nya jika kita memberitahukan hubungan kita ini pada teman-teman dekat kita? Toh, minggu depan kita sudah pengumuman bukan? Aku khawatir.. jika mereka tahu dari orang lain, mereka akan membenci kita?" Lirih Salma nampak khawatir, menoleh kearah sang suami.


Kevin terdiam, sejenak remaja tampan itu menimbang-nimbang. "Boleh,, nanti kita coba bicara pelan-pelan pada mereka, semoga mereka bisa mengerti," balas Kevin, sambil menggenggam tangan sang istri.


Tak berapa lama, mobil sport milik Kevin telah berbelok menuju ruko yang mereka jadikan sebagai tempat usaha kafe di lantai bawah, dan base camp tempat mereka berkumpul untuk belajar dan juga untuk bekerja yang bertempat di lantai dua.


Setelah mobil terparkir sempurna, Kevin dan Salma segera turun dan masuk kedalam kafe yang terlihat sedang ramai pengunjung itu dengan jalan beriringan tanpa bergandengan tangan seperti biasa nya.


Ya, begitulah Kevin dan Salma.. jika berada di tempat umum mereka akan menjaga jarak, karena orang lain tahunya mereka hanya pasangan kekasih. Dan Kevin ingin menjaga image Salma, agar tidak dipandang sebagai gadis rendahan yang dengan mudah dapat di sentuh oleh laki-laki yang bukan mahrom nya.


Saat ini, waktu menunjukkan pukul sepuluh pagi. Saat yang tepat untuk orang-orang yang lelah bekerja, untuk beristirahat sebentar buat ngopi dan me refresh pikiran agar tetap fit dalam bekerja. Hingga tak heran jika di jam-jam ini, kafe akan selalu ramai oleh pengunjung.


Kevin dan Salma langsung nyelonong masuk dan menuju meja barista, "pagi bang Dika,," sapa Kevin pada barista di kafe nya.


"Pagi Kevin, pagi Salma cantik.." goda Dika, seraya melirik Kevin dan tersenyum nyengir.


Kevin mengerucutkan bibir nya, "kopi ya bang, seperti biasa," ucap Kevin, seraya berlalu mengajak Salma untuk naik ke lantai dua.


"Oke, ntar gue antar ke atas," seru Dika sedikit berteriak, karena Kevin dan Salma sudah menaiki anak tangga.


"Assalamu'alaikum,," ucap salam Kevin dan Salma bersamaan, pada teman-teman dekat nya dan juga tiga orang karyawan nya.


"Wa'alaikumsalam,," balas semua yang berada di sana. Nampak Rahman, Bayu dan Devi tengah sibuk dengan layar laptop nya. Begitupun dengan Edo dan kedua teman nya selaku tim IT yang dipekerjakan Kevin untuk mengurus masalah tehnis yang berkaitan dengan IT, mereka bertiga juga terlihat sedang sibuk dengan layar komputer di meja masing-masing.


Kevin dan Salma segera membuka laptop nya masing-masing dan bergabung bersama ketiga teman dekat mereka. Kedua nya mulai berselancar di dunia usaha, yang mengandalkan jaringan internet itu.


Jemari lentik Salma dengan lincah menari-nari di atas keyboard laptop nya, dan membuka email yang masuk kedalam akun bisnis dan membalas nya satu persatu.. membantu Devi dan Rahman, yang memang bertugas untuk membalas setiap email yang masuk dari pelanggan.


Untuk beberapa saat, suasana di base camp tersebut hening.. hingga suara langkah kaki Dika yang datang membawa dua cangkir kopi pesanan Kevin dan Salma, mengalihkan perhatian mereka dari layar laptop masing-masing.


Dika meletakkan kopi di meja Kevin, "nih kopi nya, sama punya bidadari lu," ucap Dika dan hendak segera berlalu.


"Bang Dik,, kita sekalian dong.." pinta Devi, sambil melakukan peregangan ringan.


"Ok, kayak biasa semua ya?" Tanya Dika pada Devi, "Abang-abang kutu buku, mau dibuatkan kopi sekalian enggak?" Lanjut Dika, bertanya pada Edo dan kedua teman Edo.


Mereka bertiga serempak mengangguk, "tapi punya gue tambahin susu Dik," ucap Edo, sambil menoleh kearah Dika.


"Siap,," balas Dika, seraya mengacungkan ibu jari nya ke udara dan melanjutkan langkah nya untuk segera membuatkan mereka kopi.


Kevin segera menutup laptop nya dan menghampiri sang istri seraya membawa dua cangkir kopi, "baby, ngopi dulu yuk," ajak nya lirih, seraya hendak menuju tempat duduk lesehan yang biasa mereka gunakan untuk belajar kelompok.


Bayu menoleh kearah Kevin, dan mengernyit.


Tapi Kevin mengabaikan nya, dan melanjutkan langkahnya menuju ke tempat Salma yang sudah duduk manis di sana. Remaja tampan itu menyodorkan kopi kesukaan sang istri tepat dihadapan Salma, "minum dulu baby," ucap nya lembut.


Salma segera mengambil cangkir kopi milik nya, dari tangan sang suami, "makasih suami tampan ku," balas Salma lirih, seraya mengerling nakal.


"Jangan menggodaku baby,, atau, aku akan menerkam mu di sini," ucap Kevin sambil mendekatkan wajah nya.


"Jangan mesum di sini!" Seru Bayu, dari arah belakang Kevin.


"Kalau udah enggak nahan, kawinin aja..." timpal Rahman sambil duduk di samping Salma.


Bayu pun ikut duduk di samping Rahman, yang di susul oleh Devi. Mereka berlima duduk melingkar, seperti ketika sedang berdiskusi.


"Salma udah siap kayak nya deh Vin," Devi ikut menimpali, seraya melirik satu-satu nya teman wanita yang dekat dengan nya.


"Udah kok, udah gue nikahin dan kawinin," balas Kevin serius tapi santai.


"Bercanda aja lu,, gue enggak yakin, lu berani bilang sama pak Leman," Rahman meremehkan.


"Iya, palingan ini mereka pacaran juga backstreet,,," Bayu menimpali.


"Emang nya lu?!" Bantah Kevin.


"Apa yang dikatakan Kevin tadi, benar ada nya friend.. kami emang sudah nikah," ucap Salma menegaskan.


"Yang benar Ma?? Jangan bercanda ah, enggak lucu banget sih becandaan kalian..." Devi masih tak percaya, menatap Salma menuntut kejujuran.


Rahman dan Bayu pun menatap Salma dan Kevin bergantian, sedangkan Kevin dan Salma saling pandang.. dan kemudian mengangguk mantap.


"Benar Dev, Man, Bay.. kami benar-benar udah nikah, kalian enggak percaya? Mau bukti? Gue akan cium istri gue sekarang juga..." Kevin langsung mencium bibir istri nya sekilas, di hadapan teman-teman dekat nya.


Salma melotot kearah sang suami, dan sedetik kemudian menundukkan wajah nya karena malu.


Rahman dan Bayu melongo untuk beberapa saat, sedangkan Devi membuang muka nya karena malu. Dan mereka kini percaya, bahwa apa yang disampaikan kedua teman nya itu benar ada nya. Karena Kevin tidak mungkin akan mencium seorang gadis yang belum resmi menjadi istri nya, dan Salma pasti juga akan langsung menampar pria yang berani mencium nya.


"Bisa kalian jelaskan pada kami, bagaimana kalian tiba-tiba bisa menikah? Maaf, apa kalian sempat melakukan hubungan terlarang? Dan kemudian ketahuan, hingga kalian terpaksa dinikahkan?!" Kejar Rahman, pada Kevin.


Kevin dan Salma serentak menggeleng, "bukan seperti itu kejadian nya," balas Kevin, dan putra sulung daddy Rehan itu kemudian menceritakan semua nya dari awal.


Mereka mengangguk-angguk dan dapat mengerti apa yang terjadi pada Kevin dan Salma. "Kalau begitu, kami ucapkan selamat ya,, Salma, Kevin," ucap Bayu mewakili kedua teman nya, "gue tiba-tiba, jadi pengin nikah muda juga," lanjut nya, sambil melirik Devi.


Devi hanya tersenyum tersipu, sedangkan Rahman mencibir.. "lagak lu Bay.. ketemu sama om Gunawan saja lu enggak berani kan?!" Ejek Rahman.


Bayu tersenyum kecut, pacar Devi itu memang belum memiliki keberanian untuk bertemu dengan orang tua dari pacar nya.


"Salma,,, berarti, lu udah enggak perawan lagi dong???" Tanya Bayu, yang tidak membutuhkan jawaban.


to be continue,,,