All About KEVIN

All About KEVIN
Malika Cemburu,,



Malika nampak tengah bersiap-siap, bakda sholat ashar berjamaah tadi.. dia langsung di rias oleh oma Susan yang memang pandai merias wajah. Malika mengenakan gaun panjang menjuntai bak putri dalam dongeng, mengenakan hijab simpel dengan hiasan mahkota di atas kepala nya. Remaja berusia tiga belas tahun itu terlihat sangat cantik, dan juga elegan.


"Dik Icha,, kamu cantik banget," seru Devi, yang menemani di kamar milik Malika. Devi sedari tadi nampak antusias melihat oma Susan memainkan alat-alat make up sederhana dan melukis di wajah cantik Malika, diam-diam dia merekam nya dan ingin mempraktekkan nya sendiri nanti.. agar dia bisa senantiasa tampil cantik dan anggun seperti oma Susan dan juga mommy Billa di hadapan orang terkasih.


Malika tersenyum lebar, dan mematut diri nya di depan cermin rias yang lebar. Dia berputar-putar sebentar untuk meyakinkan diri bahwa penampilan nya telah sempurna.


"Perfect dik,,," puji Salma tersenyum tulus, menatap adik ipar nya dari pantulan cermin.


"Kalian berdua oma rias sekalian ya,," tawar oma Susan pada Salma dan Devi.


"Iya oma,, ini kak Salma di make over biar beda dan abang pangling," Malika mendorong pelan tubuh kakak ipar nya dan mendudukkan nya di kursi yang ada di hadapan oma Susan.


Salma pun hanya bisa nurut, mengikuti keinginan Malika dan juga oma Susan.


Sedangkan di kamar lain, Rahman juga tengah berganti pakaian. Tak tanggung-tanggung, siang tadi setelah sesi latihan selesai.. Rahman di ajak Kevin ke butik milik Fatima untuk memilih tuxedo yang pas di badan nya. Dan benar saja, kini saat Rahman telah selesai berganti dan menatap diri nya dari pantulan cermin.. teman dekat Kevin itu tersenyum lebar, "sempurna,," gumam nya dalam hati.


Tepat di saat yang sama, Bayu dan Dion masuk ke dalam kamar tamu tersebut dan kedua nya langsung terpukau melihat penampilan Rahman. "Wah, gila lu bro.. lu benar-benar terlihat keren, pantas saja nona muda Alamsyah sampai klepek-klepek sama lu!" Seru Bayu, sambil berjalan mendekati Rahman.


"Lu kayak pangeran yang sudah siap untuk mengucapkan ijab qabul deh bro, cuma kayak nya masih ada yang kurang,,," Dion sejenak menghentikan bicara nya, dan kemudian berlari keluar kamar.


Sementara Rahman tersenyum mendengar perkataan teman nya tadi, "andai Malika seusia kita, gue pasti akan memohon restu pada daddy Rey untuk menikahi nya saat ini juga bro.. tapi sayang, dia masih terlalu belia untuk menikah," gumam Rahman dalam hati, Rahman tersenyum membayangkan diri nya bersanding dengan Malika.


Setelah beberapa saat, Dion kembali dengan setangkai mawar merah yang masih segar di tangan nya dengan membuka pintu kasar.. hingga membuat Rahman tersadar dari lamunan nya.


Rahman dan Bayu mengernyit..


"Mau nembak siapa lu, bawa-bawa mawar segala? Di rumah ini tersisa kembar bontot yang lucu dan menggemaskan Dion.. apa lu mau nembak salah satu dari mereka?" Ledek Bayu, seraya terkekeh.


"Ck,, lu Bay, ya enggak mungkin lah!' Elak Dion, berdecak kesal. "Bunga mawar ini untuk Rahman,,," lanjut nya, seraya menyerahkan setangkai mawar merah tersebut kepada Rahman.


Rahman tidak langsung menerima nya, "lu masih lurus kan bro? Dan lu enggak naksir gue karena gue tampan kan? Lu juga enggak lagi merayu gue, dengan memberikan sekuntum mawar merah kan?" Cecar Rahman dengan memicingkan mata nya.


"Sialan lu Man,, bunga ini lu bawa nanti pas pentas, untuk nembak Malika!" Seru Dion, dengan menaikkan intonasi suara nya. Dan meletakkan mawar merah tersebut di atas nakas, Dion kemudian menjatuhkan tubuh nya di atas pembaringan.


"Hahaha,," Bayu dan Dion tergelak bersama, "lu benar Man, tadi nya gue juga mikir begitu?" Ucap Bayu masih dengan tawa nya yang menggema.


Sedangkan Dion menyugar kasar rambut nya, dan menggerutu. Entah apa yang dikatakan Dion, karena suara nya tenggelam oleh tawa Bayu dan Rahman yang masih belum berhenti.


Tok,, tok,, tok,,


Hingga suara ketukan pintu, menghentikan tawa kedua nya. Bayu bergegas membukakan pintu, "dik Malik,, ada apa?" Tanya Bayu, saat melihat Malik berada di balik pintu.


"Bang Rahman nya udah siap belum bang?" Tanya Malik, seraya melihat ke dalam kamar.


"Udah, acara nya udah mau mulai ya?" Tanya Bayu, membuka pintu lebar dan mengajak Malik untuk masuk.


"Iya, sepuluh menit lagi. Teman-teman kami, masih ada yang belum datang," balas Malik yang sudah berdiri di depan Rahman bersama Bayu, sedangkan pandangan nya tertuju kearah Rahman. "Ternyata si Icha boleh juga selera nya, bang Rahman memang sangat tampan.." puji Malik dalam hati, sudut bibir nya terangkat ke atas mengulas senyum tipis.


"Mawar nya di bawa bro.." Dion mengingatkan pada Rahman, dan suara Dion yang cukup jelas membuat Malik menghentikan langkah nya dan kemudian menoleh.


"Rahman mau nembak kembaran lu dik Malik, enggak apa-apa kan?" Bayu menatap Malik dengan menyelidik.


Malik tersenyum lebar, dan mengacungkan ibu jari nya kearah Rahman, "semangat bang Rahman," ucap Malik, mengabaikan pertanyaan Bayu dan kemudian meneruskan langkah nya keluar dari kamar.


Rahman hanya tersenyum,, dan mereka bertiga kemudian keluar dari kamar mengikuti langkah Malik menuju halaman belakang.


Di sana terlihat Malika tengah menyambut kedatangan teman-teman nya, dengan di dampingi Devi, Salma dan Kevin.


Kevin terlihat seolah menjadi bintang nya, mengenakan celana jeans panjang dan kaos ketat yang membalut tubuh nya yang nampak berotot. Di padukan dengan blazer santai, lengkap dengan sepatu casual membuat penampilan suami Salma itu bak aktor top dari luar negeri.


Teman-teman cewek Malika, banyak yang ingin berkenalan dengan abang Malika tersebut.. dan hal itu membuat Salma merasa jengah.


"Dev, kita duduk di sana saja yuk,," ajak Salma, pada Devi. Tapi baru saja Salma hendak berjalan, Kevin menangkap tangan Salma dan membawa Salma ke dalam pelukan nya.


Sontak, hal itu membuat cewek-cewek teman Malika menjerit histeris,,, dan mereka kecewa karena ternyata cowok incaran nya telah memiliki seseorang yang spesial, yang sangat cantik.


Ya, saat ini Salma tampil sangat cantik karena hasil karya tangan dingin oma Susan yang telah berhasil me-make over diri nya. Mengenakan dress panjang, dengan motif bunga-bunga kecil di padukan dengan pasmina polos,, membuat istri Kevin itu terlihat segar, dan aura kecantikan nya semakin memancar.


Salma mencoba melepaskan diri dari pelukan sang suami, dan kini netra kedua nya saling bertaut. Kevin semakin mendekatkan wajah nya,, tapi buru-buru Salma mendorong pelan dada sang suami, "mas, banyak tamu.. jaga sikap mas Kevin," bisik Salma.


"Kamu sangat cantik baby,, aku semakin jatuh cinta sama kamu," balas Kevin berbisik, dan menatap mesra istri nya. Kevin meletakkan tangan Salma di dada nya, "kamu bisa merasa kan getaran nya kan baby,, berdekatan dengan mu membuat adranalin ku terpacu, hingga jantung ku berdetak lebih cepat. Dan berlama-lama memandang mu, membuat aku ingin segera ke kamar kita dan memakan mu di sana," Kevin mengedipkan sebelah mata nya, menggoda sang istri.


"Bang,," sapaan Malik, menghentikan aksi konyol Kevin yang tengah merayu istri nya.


Malik bergabung bersama abang dan saudara kembar nya, dan menyalami teman-teman sekelas nya. Ya, mereka berdua masing-masing mengundang teman satu kelas mereka.


ABG cewek teman-teman Malik dan Malika histeris melihat Malik yang hari ini tampil beda, anak yang sedang tumbuh remaja itu mengenakan pakaian yang sama seperti abang nya. Hanya berbeda warna saja, jika Kevin mengenakan warna navy yang sesuai dengan warna dress sang istri,,, Malik lebih memilih warna krem, yang membuat penampilan nya terlihat segar.


Rahman yang berjalan di belakang nya bersama Bayu dan Dion pun tak luput dari sasaran teman-teman cewek Malik dan Malika, yang berebut ingin menyalami nya.


"Abang tampan, boleh dong kenalan?" Celoteh mereka, seraya mendekati Rahman dan nempel pada gebetan Malika tersebut.


Rahman hanya senyum-senyum dan berusaha menghindar, dia nampak risih dengan sikap cewek-cewek belia tersebut.


Sedangkan Malika yang berdiri tak jauh dari Rahman, sesaat terpesona melihat penampilan teman baik abang nya itu,,, tapi kemudian Malika menatap Rahman dengan cemberut. Malika cemburu melihat sang pujaan hati dikerubuti teman-teman nya, "udah, jangan di tekuk gitu wajah nya.. ntar cantik nya jadi berkurang loh,,," bujuk Kevin, yang melihat kecemburuan di wajah adik nya.


"Percaya sama abang, Rahman juga suka sama kamu dik.. tapi dia belum ada keberanian untuk mengungkapkan nya," lanjut Kevin, mencoba menenangkan sang adik.


Dari arah panggung, suara om Ilham yang mengumumkan bahwa acara akan segera di mulai.. berhasil mengurai ketegangan Malika yang dilanda api cemburu.


to be continue,,,