
Tengah asyik keempat sahabat itu ngobrol, ponsel daddy tampan itu berdering. Rehan melirik layar ponsel nya yang berada di atas meja, dan tertera nama 'bang Yusuf' di sana.
"Bang Yusuf telpon," ucap nya, seraya mengambil ponsel nya dan menerima panggilan tersebut.
"Assalamu'alaikum bang," ucap salam Rehan mendahului menyapa abang ipar nya.
"Wa'alaikumsalam Rey,," balas suami dari Fatima itu dari seberang sana. "Rey, apa kamu mengenal Mr. Robinson?" Tanya Yusuf kemudian.
Rehan mengernyit, "ada apa bang Yusuf menanyakan hal itu?" Bukan nya menjawab pertanyaan dari suami kakak nya, Rehan malah balik bertanya pada abang ipar nya itu.
"Kemarin dia menemui ku untuk menjalin kerjasama bisnis, dan Mr. Robinson mengatakan kalau dia memiliki saingan bisnis di Bali.. dia menyebut kan, nama sebuah perusahaan yang tidak asing lagi bagiku," balas Yusuf, menceritakan niat Mr Robinson yang mengajak nya untuk menjalin kerjasama.
"Perusahaan apa bang?" Tanya Rehan pura-pura belum mengetahui.
"Perusahaan K&V Company,,," Yusuf menghentikan sejenak ucapan nya, "apa kalian bermusuhan?" Yusuf kembali bertanya pada sang adik ipar.
"Bang, kerjasama dalam bentuk apa yang dia minta?" Rehan mengabaikan pertanyaan abang nya, karena dia penasaran dengan tujuan Mr. Robinson menjalin hubungan kerjasama dengan perusahaan suami dari kakak nya itu.
"Mr. Robinson menawarkan keuntungan besar kepada ku, jika aku bersedia menginvestasikan sejumlah uang untuk membangun perusahaan baru di Bali. Dan tujuan nya membangun perusahaan itu adalah, untuk menjatuhkan perusahaan rival nya yang berada di Bali tersebut."
"Karena dia tidak bisa menyentuh perusahaan besar rival nya yang di Jakarta, maka nya dia mengincar yang di Bali. Lagi pula menurut dia, perusahaan Mr. Robinson yang di Jakarta telah diancam oleh rival nya dan saat ini sedang kolaps karena ulah dari rival nya itu."
"Dan dia juga mengatakan, kalau putri nya itu sering di bully di sekolah dan menjadi korban ketidak adilan karena berdarah blasteran. Dan pelaku nya adalah ahli waris pemilik dari perusahaan yang ingin dia jatuhkan, yaitu K&V Company," balas Yusuf panjang lebar.
Ya, perusahaan itu dahulu nya didirikan oleh papa Sultan dan diberikan kepada Keyla putri bungsu nya, yang kemudian di kelola oleh Keyla dan Vincent suami nya. Dan nama tersebut, diambil dari nama Keyla dan Vincent sebagai pemilik sah perusahaan tersebut. Dan saat ini, sudah menjadi milik Kevin tapi masih di kelola oleh orang kepercayaan Rehan.
Rehan menghela nafas panjang, "apa abang, menyetujui kerjasama tersebut?" Tanya Rehan menyelidik.
"Aku tak segegabah itu Rey,, maka nya aku telpon kamu, untuk memastikan ada apa sebenar nya antara kamu dan Mr. Robinson? Karena seperti nya Mr Robinson tidak tahu, kalau aku adalah bagian dari Alamsyah...." Balas Yusuf ingin tahu, apa yang sebenar nya terjadi.
"Bang, sebenar nya ini masalah anak-anak kami. Tapi Mr. Robinson turut campur dan membela putri nya." Balas Rehan.
"Maksud kamu? Apa putri Mr. Robinson menyukai keponakan ku yang tampan itu, dan dia patah hati karena ternyata Kevin lebih memilih si cantik Salma?" Tanya Yusuf menebak.
"Ya, begitulah bang.. dan asal abang tahu, saat ini menantu ku itu sedang di rawat di rumah sakit? Salma tadi pagi sengaja di celakai oleh Monica, putri nya Mr. Robinson." Balas Rehan menceritakan apa yang dialami oleh menantu nya.
"Benar kah? Saat ini, kamu di mana Rey? Apa kalian, berada di rumah sakit? Apa aku bisa bicara, dengan keponakan kecil ku itu?" Cecar Yusuf, "alihkan ke panggilan video Rey, aku ingin melihat bagaimana keadaan istri nya Kevin," titah Yusuf nampak tidak sabar, dari suara nya... suami Fatima itu, nampak sangat khawatir.
Daddy nya Kevin itu tersenyum, "bang Yusuf minta video call," ucap nya pada sang istri.
"Cepat di terima bang," balas mommy nya Kevin itu, penasaran dengan apa yang dibicarakan oleh suami dan abang iparnya barusan.
Ketiga sahabat Rehan pun nampak ikut penasaran.
Rehan segera menggeser layar ponsel nya untuk menerima permintaan panggilan video dari abang iparnya itu. "Rey, kamu di rumah sakit kan?" Yusuf mengulang pertanyaan nya.
"Belum ada yang sempat kasih kabar kali bang, kita aja juga baru tahu keadaan Salma," balas Alex.
Rehan mengalihkan kameranya kearah dirinya, "kondisi Salma sudah membaik bang, aku enggak ingin papa dan mama jadi kepikiran kalau kasih kabar pada kalian," Rehan menimpali jawaban Alex.
"Ya, sudah lah.. kalau Salma sudah membaik," balas Yusuf sedikit tenang.
"Bill.. kalian saat ini, masih di rumah sakit kan?" Tanya Yusuf kepada istri dari adik ipar nya itu, saat dilihat nya ada Nabila di samping Rehan.
"Iya bang, kami masih di rumah sakit," balas Nabila seraya tersenyum kepada abang iparnya.
"Bill, aku ingin lihat keadaan Salma.. boleh kan?" Pinta Yusuf penuh harap.
Nabila menoleh kearah sang suami, dan Rehan mengangguk. "Bawa masuk aja ponsel nya yang," bisik Rehan.
Nabila mengangguk, "bentar ya bang, Kevin dan Salma ada di dalam," mommy nya Kevin itu segera melangkah masuk ke dalam ruangan sang menantu.
"Gila si Robin Hood itu, segala cara dia pakai untuk menghancurkan orang yang dianggap rival, tanpa mencari tahu kebenaran nya!" Seru Devan dengan wajah kesal nya.
"Kok bawa-bawa Robin Hood?!" Alex mengernyit..
"Ya, maksud gue.. si Robinson itu!" Balas Devan masih terlihat kesal, "gulung aja Rey, dan kembalikan dia pada Paman Sam," lanjut nya asal.
"Siapa lagi Paman Sam?" Alvian menyentil kening Devan.
"Aw,,, sakit tahu bang,," balas Devan seraya meringis, dan mengusap kening nya. "Maksud gue, kembalikan ke negara nya bang...," ucap Devan meralat ucapan nya.
"Lu mengatakan Paman Sam, ada benar nya Dev.. tapi yang salah, pada konteks kalimat lu..." ucap Alvian, melirik sahabat nya itu.
"Yaelah bang, masalah kecil aja lu gede-gedein," Devan cemberut.
"Nah lu, kayak anak gadis.. dikit-dikit cemberut. Jangan-jangan, si kembar Laila dan Laili kalah manja sama lu," Balas Alvian, seraya terkekeh.
"Asal mereka enggak kalah genit aja sama dia bang," timpal Alex ikut tertawa.
Rehan menggeleng-gelengkan kepala, "kalian ini, masih aja berdebat hal yang unfaedah,," ucap nya sambil bersidekap.
Nampak Nabila keluar dari ruang perawatan menantu nya, dan masih berbicara dengan Yusuf. "Bang Yusuf, sama bang Rehan lagi ya,," ucap Nabila mengakhiri obrolan nya, dan memberikan ponsel nya pada sang suami.
"Rey, gila ya... yang di lakukan putri nya Mr. Robinson itu kriminal Rey, kamu harus ambil tindakan tegas!" Seru Yusuf, nampak emosi. "Aku tidak terima istri Kevin diperlakukan seperti itu, aku pastikan akan menghabisi perusahaan Mr. Robinson yang ada di sini hingga ke akar-akar nya." Lanjut Yusuf dengan suara lantang.
to be continue,,,