All About KEVIN

All About KEVIN
Dengan Uang Yang Banyak



Setelah ayah dan ibu nya Salma datang ke rumah sakit dan berbincang sebentar dengan daddy dan mommy nya Kevin, Kevin kemudian mengajak ayah mertua nya untuk berangkat ke sekolahan seperti yang diminta oleh bapak kepala sekolah tadi via telpon


"Pak, sudah jam setengah dua, sebaik nya kita segera berangkat ke sekolah," ucap Kevin, pada ayah nya Salma.


"Iya nak Kevin, ayo kita berangkat," balas pak Sulaiman.


"Saya, mau pamit dulu sama Salma pak," Kevin segera melangkah, menuju ruangan khusus untuk sang istri. Suami tampan dari Salma itu menyempatkan diri untuk pamit kepada istri nya, karena Salma sudah terbangun dari tidur lelap nya akibat pengaruh obat yang diberikan oleh dokter.


Kevin duduk di kursi yang berada di samping ranjang pasien, "baby, bagaimana rasa nya sekarang? Apa masih terasa gatal dan panas seperti tadi?" Tanya Kevin penuh perhatian, sambil mengamati wajah sang istri yang mulai membaik. Bintik-bintik merah di wajah Salma mulai memudar, dan pembengkakan di leher nya pun mulai kempes.


"Sudah mendingan Kevin, rasa gatal nya sudah hilang tapi rasa panas dan sedikit nyeri nya masih." Balas Salma dengan tatapan penuh tanya.


"Ada apa baby? Apakah, ada sesuatu yang kamu inginkan?" Tanya Kevin, sambil mengernyitkan dahinya.


"Kevin, aku pasti terlihat jelek ya? Kamu malu kan, jalan dengan ku kalau wajah ku seperti ini?" Salma menjawab pertanyaan sang suami dengan pertanyaan seraya mengerucutkan bibir nya, Salma menatap dalam netra biru milik suami tampan nya dan seakan hendak menyelami seberapa dalam cinta dan sayang Kevin untuk diri nya.


"Apa kamu meragukan cinta ku, baby?" Kevin balik bertanya dengan tersenyum manis, "aku mencintaimu apapun keadaan mu baby, dan aku menyayangimu dengan segenap jiwaku... dengan seluruh hidup ku... mana mungkin aku malu jalan dengan mu, hanya karena bintik-bintik merah kecil di wajah cantik mu?" Suara Kevin terdengar begitu lembut dan menenangkan Salma.


Salma tersenyum hangat, sehangat hati nya saat ini. Mendengar gombalan dari suami tercinta nya, "ih,, gombal kamu," lirih Salma, dengan bibir yang terus mengulas senyum bahagia.


"Aku tinggal dulu ya, aku dan bapak harus segera ke sekolah," pamit Kevin pada Salma, "begitu urusan di sekolah selesai, aku akan segera kembali di sisi mu baby," lanjut Kevin seraya mengecup lembut kening sang istri, dan kemudian mencium bibir istri nya sekilas.


Kevin pun beranjak dari tempat duduk nya dan hendak berlalu, "cepatlah sembuh baby, aku merindukan mu,,, merindukan terbang bersama mu," Kevin mengedipkan sebelah mata nya menggoda sang istri, sebelum suami tampan Salma itu akhirnya benar-benar meninggalkan ruangan khusus sang istri menuju ruang tamu yang tersekat dinding kaca yang tertutup korden.


Salma tersenyum bahagia, perasaan nya saat ini sulit untuk dia lukiskan.


Kevin pun pamit sama daddy dan mommy nya, "dad, mom, Kevin berangkat dulu," ucap nya, seraya mencium punggung tangan kedua orang tuanya tersebut dengan takdzim.


"Hati-hati nak, dan hadapi semua nya nanti dengan kepala dingin," mommy Billa menasehati sang putra, sambil menepuk lembut punggung kokoh sang putra.


"Bu, Kevin berangkat dulu ya.. tolong jagain Salma," pamit Kevin pada ibu mertua nya, dan mencium punggung tangan wanita yang telah melahirkan seorang bidadari cantik yang kini menjadi istri nya itu.


"Pasti nak, kami pasti akan menjaga Salma untuk mu," balas bu Widya dengan senyum ramah, khas milik nya.


Daddy dan mommy dari Kevin itu mengangguk dan tersenyum hangat, melepas kan kepergian pak Sulaiman bersama putra pertama mereka.


*****


Sementara itu, di sekolahan Kevin dan Salma. Nampak di ujung koridor sekolah, Monica sedang berdiri dengan berkacak pinggang dan dihadapan nya berdiri Jonathan dengan senyum sinis nya.


"Apa-apaan sih lu, Nathan.. kenapa lu hanya menyelamat kan diri lu sendiri?! Kenapa lu enggak enggak sekalian minta sama operator, untuk menghapus jejak gue di rekaman CCTV itu! Gue kena masalah sendiri sekarang,, padahal kita merencanakan ini berdua!" Monica terlihat sangat marah, kedua tangan nya terkepal sempurna.


"Gue juga terlambat menyadari, kalau ada CCTV yang mengintai perbuatan kita." Jonathan membuang kasar nafas nya, "dan ini murni salah lu Mon, murni karena kecerobohan lu! Lu bilang serbuk itu tidak berbahaya, dan Salma paling hanya akan bersin-bersin dan enggak akan bisa fokus mengerjakan soal-soal ujian,,, tapi apa kenyataan nya Mon?! Salma ternyata punya alergi akut, bahkan dia sampai harus di rawat di rumah sakit!" Ketus Jonathan, remaja blasteran itu nampak kecewa dengan tindakan sekutu nya.


Padahal, Jonathan sudah menyiapkan tissue dan minyak angin untuk meredakan gejala alergi Salma seperti yang dikatakan oleh Monica. Dengan memberikan bantuan pada Salma di saat yang genting seperti pagi tadi, Jonathan berharap.. Salma bisa memberikan nya sedikit perhatian.


"Persetan dengan kondisi Salma, Nathan! Gue enggak perduli! Kalau perlu, biar saja dia itu koit sekalian! Gara-gara gadis kampungan dan miskin itu, keinginan gue untuk mendapat kan cinta Kevin, jadi tertunda! Salma pantas menerima hukuman itu, dan gue berharap wajah nya tak akan bisa kembali mulus!" Sumpah serapah Monica menggema, memenuhi area koridor tersebut.


"Gue enggak akan biar kan hal itu terjadi Mon, lu tahu kan gue mencintai Salma?!" Ucap Jonathan penuh penekanan, "sekarang lu hadapi sendiri masalah ini, gue enggak mau ikut terlibat! Nama gue bersih, karena kepala sekolah tidak menemukan bukti yang bisa menjerat gue meskipun lu ribuan kali menyebutkan nama gue dan mengatakan bahwa gue terlibat di dalam nya," lanjut Jonathan dengan tersenyum penuh kemenangan.


"Gue akan jalan kan rencana gue yang selanjut nya sendiri, tanpa melibatkan gadis bodoh kayak lu!" Ketus Jonathan, dan kemudian segera berlalu dari hadapan Monica.


"Nathan!!! Breng*sek lu!!!" Seru Monica frustasi.


Jonathan tidak memperdulikan teriakan dan makian Monica, remaja yang terobsesi pada Salma itu terus melangkah dan semakin menjauh dari Monica yang masih terus berteriak menuju parkiran. Jonathan menghentikan langkah nya, ketika netra nya menangkap mobil Kevin yang baru saja memasuki gerbang sekolah.


Mobil Kevin yang dikendarai pak Imron itu telah berhenti sempurna di area parkir sekolah, Kevin dan pak Sulaiman segera turun dari dalam mobil. Kedua nya kemudian melangkah memasuki halaman sekolah, dan terus berjalan menuju ruang rapat guru.. tempat akan diadakan nya sidang atas kasus yang menimpa Salma pagi tadi.


"Kevin dan ayah nya Salma, mereka datang bareng ke sekolah? Sedekat itukah hubungan diantara mereka berdua? Apa ayah nya Salma juga tahu, kalau Kevin dan Salma pacaran?" Gumam Jonathan yang masih memperhatikan Kevin dan ayah nya Salma, hingga punggung kedua nya tak lagi terlihat oleh Jonathan.


"Sial, nampak nya Kevin sudah berhasil mengambil hati ayah nya Salma. Kalau begitu, gue juga harus bertindak cepat dengan mendekati ibu nya Salma dan mengambil hati nya. Dengan uang,,, ya, gue yakin! Dengan uang yang banyak, gue pasti bisa dengan mudah mendekati ibu nya Salma yang miskin itu! Kita lihat saja Kevin, siapa diantara kita yang di sayang oleh orang tua nya Salma?" Jonathan bermonolog dalam hati, senyum seringai terbit di sudut bibir nya.


to be continue,,,