All About KEVIN

All About KEVIN
TMI : Hallo Brother...



Dua keluarga besar kembali berkumpul di rumah utama, yaitu keluarga Alamsyah dan keluarga Antonio... karena besok adalah hari yang paling bersejarah dalam kehidupan putri tertua keluarga daddy Rehan dan mommy Billa, yaitu Malika Dalisha Alamsyah.


Dan siang ini, di kamar Malika di lantai dua.. calon pengantin wanita itu tengah menjalani serangkaian treatment pra wedding dengan mengundang terapis professional dari sebuah klinik kecantikan terkenal di ibukota langganan keluarga besar mereka.


Perawatan tersebut mulai dari rambut sampai ujung kuku, yang meliputi hair spa, massage full body plus lulur full body. Spa Vagi*na, ratus vagi*na, bleaching, totok wajah dan ear candle. Dan terakhir pedicure dan menicure.


Dan rangkaian treatment tersebut yang dilakukan dari beberapa jam yang lalu, membuat tubuh Malika terasa lebih rileks dan terlihat lebih segar. Pikiran Malika pun menjadi lebih tenang, dan tidak setegang kemarin.


Canda tawa adik-adik nya dan anak-anak geng tampan lain, sama sekali tak mengganggu ketenangan dan kenyamanan yang tercipta di kamar calon pengantin tersebut.


Kamar Malika juga telah di sulap sedemikian rupa oleh tangan-tangan professional, sehingga menjelma bak kamar putri raja seperti dalam impian putri daddy Rehan tersebut... perfect princess.


Sementara itu, para mama di lantai bawah mempersiapkan banyak hal. Meski pun akad nikah besok diadakan secara sederhana, dan hanya mengundang saudara dan kolega terdekat.. tapi tetap saja, keluarga besar daddy Rehan tidak main-main dalam menyiapkan segala nya.


Mulai dari hidangan, aneka kue yang akan di suguhkan, hingga hampers untuk keluarga besan dan tamu undangan. Semua nya di persiapkan secara matang, meski dalam waktu yang sangat mepet.


Dan seperti biasa, keluarga yang hampir kesemua nya pandai memasak itu.. memilih untuk membuat sendiri aneka kue untuk acara besok. Mulai dar kue kering yang siang ini sudah mulai di buat, hingga menyiapkan semua bahan untuk membuat kue-kue basah yang akan di buat adonan nya nanti malam.


Tante Lusi dan oma Susan yang pandai membuat cake, sedari dua jam yang lalu sudah berhasil mencetak beberapa loyang cake aneka toping, brownis aneka rasa dan juga rainbow cake kesukaan anak-anak.


"Mbak, bapak-bapak yang di luar pengin ngemil kata nya.. teman ngopi," ucap tante Jihan, yang baru masuk ke dapur bersama putri nya.


"Ambilin brownies sama lapis legit ini aja dik," tante Lusi menyodorkan kue yang sudah di potong--potong kecil itu kepada tante Jihan.


"Wah, bisa langsung diabet mereka nanti.. ini manis semua kak," protes tante Jihan.


"Enggak apa-apa, sekali-kali ini. Kopi nya, kasih pahitan aja dik," timpal oma Susan.


"God idea," balas tante Jihan, seraya bergegas membuat kan kopi untuk para hot papa di luar.


"Bunda,, adik mau lenbow hek," rengek Jelita yang mengekor kemanapun bunda nya melangkah.


"Adik tadi kan udah makan coklat, cukup ya makan manis nya. Adik ngemil buah aja ya, habis ini bunda ambilin buah naga sama apel di kulkas," balas tante Jihan dengan sabar.


"Gak mau,,, adik gak mau huah. Adik gak mau haga, mau nya lenbow hek??" Rajuk nya dengan wajah imut nya yang mulai terlihat sendi.


Jihan menghembus kasar nafas nya, "nanti minta nya sama ayah ya?" Bujuk tante Jihan, dengan mengeluarkan jurus andalan.. agar putri nya tak lagi merengek pada nya, tapi tentu saja sang suami yang nanti nya akan pusing menuruti keinginan putri bungsu nya itu.


Di ruangan lain, tante Nisa dan bunda Fatima sangat antusias menyiapkan hampers untuk seluruh tamu yang akan hadir esok hari. "Kak Fa, ini kan kemarin aku pesan nya kayak gini yang sesuai dengan obrolan kita di telpon... kira-kira kurang apa ya kak?" Tante Nisa membuka satu hampers eksklusif, yang baru diantarkan oleh pihak toko penyedia aneka hampers yang sangat lengkap.


"Jadi nya pesan yang mana Nis, klue pertama apa yang kedua?" Tanya bunda Fatima, seraya mendekat kearah tante Nisa.


"Yang pertama kak, set sajadah couple dengan hiasan bordir nama pengantin. Sama couple mukena dan sarung batik," balas tante Nisa, seraya memperlihatkan isi hampers tersebut kepada bunda Fatima.


Bunda Fatima mengangguk, "bagus kok, sudah cukup ini. Bahan mukena nya sangat bagus, halus dan tebal. Bahan kayak gini kalau dikenakan pada saat sholat nyaman, karena lembut saat menyentuh kulit dan adem," ucap bunda Fatima, sambil mengusap permukaan mukena yang sedikit di buka.


"Enggak mahal kok kak, ini satu paket sama teman ku dikasih harga satu jeti lebih dikit," balas tante Nisa, seraya tersenyum.


"Wah, boleh juga nih.. untuk Fira nanti pesan sama teman kamu itu, pesan kan ya?" Pinta bunda Fatima, tapi yang beda.


"Siap, nanti coba aku mintakan list yang dia punya," balas tante Nisa, seraya merapikan kembali hampers yang tadi di buka nya.


Sementara mami Nina yang juga hadir bersama keluarga kecil nya dan juga oma Carla, nampak tengah sibuk menyiapkan kebaya terbaik yang di request oleh Malika seminggu yang lalu. Dan karena penggarapan nya belum selesai, mami Nina meneruskan mengerjakan nya di sini dengan di bantu oleh Fira.


Sedangkan para papa, ikut sibuk membantu mendekorasi ruang tamu yang dilakukan oleh Kevin CS. Bukan sibuk beneran sebenar nya, karena para hot daddy itu lebih banyak ngobrol nya dari pada action nya.


Hingga mengundang protes dari om Ilham, "bang, kalau mau ngobrol,, mending minggir deh, jangan di sini!" Usir om Ilham pada kedua abang ipar nya, ayah Yusuf, om Devan, opa Alvian dan juga pada papi Vincent.


"Memang nya, kalau di sini kenapa Ham?" Tanya om Devan mengernyit, sementara yang lain memilih abay dengan peringatan om Ilham.


"Ganggu pemandangan bang, jadi enggak terlihat estetis!" Balas om Ilham dengan asal.


"Justru terlihat makin estetis kali Ham, dengan keberadaan kami di sini. Pria-pria mapan dan tampan," Celetuk om Alex dengan narsis nya.


Daddy Rehan dan yang lain nya terkekeh, sedangkan om Ilham mencibir. "Narsis,," dengus nya kesal, hingga membuat om Alex semakin terkekeh.


"Apalagi kalau yang duduk di pelaminan aku sama mbak mu,, pasti wow... amazing," timpal daddy Rehan, tak kalah narsis. Yang di sambut senyum simpul dan gelengan kepala oleh sahabat-sahabat nya.


"Cih,, amazing," om Ilham berdecih, namun dalam hati dan tak berani mengungkapkan di hadapan daddy Rehan.. karena resiko nya terlalu besar.


Ya, meski pun hanya ijab qabul.. tapi Kevin dan teman-teman nya, mendekorasi tempat untuk ijab qabul layak nya pelaminan. Dengan mengusung tema, dekorasi rustic wedding.


Sementara Kevin dan teman-teman nya, nampak tidak terganggu dengan perdebatan kecil dari para senior nya itu. Mereka berlima, terlihat tekun mengerjakan setiap detail nya,, yang pengerjaan nya sudah mencapai sembilan puluh persen itu.


Dan keseriusan Kevin terganggu dengan suara dering ponsel yang tersimpan di saku, Kevin buru-buru mengambil ponsel nya. Melihat sekilas layar ponsel dengan kening mengernyit, "Rahman?" gumam nya, dan kemudian segera mengangkat panggilan dari Rahman.


"Hallo brother, ada ap..." suara Kevin menggantung di udara, karena penelpon di seberang sana seperti nya langsung berbicara tanpa jeda.


Kevin nampak sangat terkejut, mendengar kabar dari suara orang yang berada di seberang sana. Dan setelah kesadaran nya pulih, Kevin bergumam, "baik pak, kami akan segera ke sana."


Salma yang sedari tadi memperhatikan suami nya, mendekat,, "ada apa?" Tanya Salma khawatir, karena melihat kecemasan di wajah sang suami.


"Rahman,,," suara Kevin seperti tercekat di tenggorokan, "dia kecelakaan di proyek."


🌷🌷🌷🌷🌷 tbc,,,


Karena sultan juga manusia, yang tak luput dari ujian dan musibah,,, 😊🙏🙏