
Kevin yang dapat menangkap kode alam dari daddy nya untuk sang mommy itu pun mengerti, sulung dari enam bersaudara itu segera mengajak kedua adik kembar nya untuk meninggalkan ruang kerja sang daddy.
"Dad, mom,, kami permisi," pamit Kevin mewakili kedua adik nya.
Sang mommy tersenyum dan mengangguk, "iya nak, tolong pastikan Mirza untuk tidur tepat waktu ya bang," pesan mommy Billa, pada putra sulung nya.
"Iya mom," balas Kevin mengangguk patuh.
Sementara daddy Rehan tersenyum lebar, dan segera mendekati sang istri begitu ketiga anak nya telah keluar dari ruang kerja nya. "Mom,, daddy kangen sama mommy," lirih nya sambil memeluk sang istri dari belakang.
"Ish,, daddy lebay deh, tiap hari kan ketemu?!" Protes mommy Billa, berusaha untuk menghindar.
"Tapi daddy tetep saja kangen sama mommy.." Daddy tampan itu masih berusaha untuk membujuk, dan menuntun sang istri menuju sofa.
"Dad,, mommy mau lihat si bungsu, mereka berdua sudah tidur atau belum?" Mommy Billa mencari alasan, agar terhindar dari terkaman suami bucin nya.
"Nanti saja mom, setelah ini.." balas suami posesif nya itu tak mau mengalah, dan membaringkan istri nya di sofa yang empuk.
"Dad, mau ngapain?" Mommy Billa menatap tajam netra kebiruan milik sang suami, tatkala tubuh kekar itu telah mengungkung nya.
"Kita buat adik untuk Maira dan Maida,," balas daddy enam anak itu seraya tersenyum seringai.
"Enggak mau dad,," lirih Nabila memohon.
"Kenapa mom?" Daddy Rehan nampak kecewa.
"Enggak mau di sini, terakhir kita main di sini pinggang mommy rasa nya mau patah dad," protes mommy Billa sambil mendorong tubuh kekar suami tampan nya.
Daddy Rehan tersenyum,, "jadi maksud mommy, kita main aman di kamar kita?" Dan tanpa menunggu jawaban istri nya, Rehan langsung membopong tubuh istri nya yang terawat dan terlihat seksi itu keluar dari ruang kerja nya menuju kamar utama milik mereka berdua.
"Daddy,, jangan seperti ini.. nanti kalau anak-anak ada yang lihat bagaimana?" Protes dari istri nya, tak di hiraukan dan daddy Rehan tetap melanjutkan langkah nya menuju kamar.
*****
Di lantai dua rumah utama kediaman Alamsyah, Malik dan Malika langsung menuju kamar masing-masing. Sedangkan Kevin menuju kamar Mirza untuk memastikan anak itu agar tidur tepat waktu seperti perintah sang mommy.
Setelah mengetuk pintu, Kevin pun masuk,, "dik, belum tidur?" Tanya Kevin, sambil berjalan mendekat ke arah Mirza yang masih asyik bermain game.
"Bentar lagi bang, tanggung nih,," balas Mirza sekilas melirik abang nya, dan kembali melanjutkan aksi nya.
"Tapi besok kamu sekolah dik, kok main game?" Tanya Kevin mengernyit.
"Tadi diijinkan sama mommy bang, sampai jam sembilan. Masih ada sisa waktu sepuluh menit lagi, sayang kan kalau dilewatkan," balas Mirza tetap dengan fokus nya.
Kevin hanya bisa geleng-geleng kepala, "ya udah, kalau udah selesai, langsung tidur ya.. abang percaya sama kamu anak pintar," ucap Kevin mengacak lembut puncak kepala Mirza, "abang ke kamar dulu ya dik," lanjut Kevin sambil berjalan keluar dari kamar Mirza.
Sepeninggal Kevin, Mirza menghentikan permainan nya, "Mirza pasti akan jadi anak pintar, seperti yang sering abang ucap kan pada Mirza," gumam Mirza sambil menatap ke pintu, dimana Kevin baru saja keluar dari kamar nya. Bagi Mirza, Kevin bukan hanya abang sulung yang selalu menyayangi dan mengayomi adik-adik nya.. tapi Kevin adalah sosok yang diidolakan oleh adik-adik nya, termasuk Mirza.
Mirza segera menutup layar laptop milik nya, dan bergegas ke kamar mandi untuk bersih-bersih. Mirza harus segera pergi tidur, karena dia tidak mau mengecewakan sang mommy dan juga abang nya yang sudah memberi nya kepercayaan.
Dengan perlahan Kevin membuka pintu adik kembar nya, dan dia tersenyum ketika mendapati kedua nya sudah tidur dengan pulas seraya memeluk boneka kesayangan masing-masing.
Kevin kembali menutup pintu kamar adik bungsu nya, dan kemudian berbalik menuju ke kamar nya yang berada di ujung.. kamar yang dulu nya milik Keyla, sang mommy yang telah pergi meninggalkan. diri nya sesaat setelah Kevin lahir ke dunia.
Remaja yang beranjak dewasa itu segera masuk ke dalam kamar nya, dan merebahkan diri nya di sofa bad tempat favorit nya untuk bermain game. Jika biasa nya dia akan bermain game dulu sebelum tidur, kini putra pemilik RPA Group itu berniat menghubungi seseorang sebagai pengantar tidur nya.
Senyum remaja tampan itu merekah,,, seiring jemari nya yang lincah mengetikkan nama My Wife di ponsel nya, dan kemudian melakukan panggilan ke nomor tersebut.
Tak butuh waktu lama, di dering pertama.. panggilan nya di jawab oleh suara merdu di ujung telpon. "Halo, assalamu'alaikum suami ku,," sapa Salma dari seberang sana.
Suara Salma yang mendayu dan terdengar sangat merdu, laksana tetes embun yang menyejukkan bagi Kevin. "Wa'alaikumsalam bidadari ku.. kamu lagi ngapain baby? Aku merindukan mu,," bisik Kevin sambil memejamkan mata, seolah Salma ada di hadapan nya. Padahal baru hitungan jam mereka terpisah, namun rasa rindu itu seakan menuntun suami dari Salma itu untuk selalu bertemu dengan sang kekasih hati.
"Aku lagi rebahan,,, baru aja selesai ngajarin adik, mengerjakan tugas sekolah nya," balas Salma seraya membetulkan bantal nya.
Dan mereka berdua pun menghabiskan malam dengan mengobrol melalui sambungan telpon, hingga kedua nya tertidur dan melanjutkan obrolan mesra mereka dalam mimpi yang indah.
*****
Pagi ini, Kevin minta ijin sama daddy nya agar pak Imron kembali mengantar nya ke sekolah. "Dad, jika pak Imron tidak ada tugas lain dari daddy,, bolehkah jika pak Imron kembali mengantar Kevin ke sekolah?"
Daddy Rehan mengernyit, "mobil abang kenapa?" Tanya sang daddy, sambil berjalan mengekor di belakang Mirza yang berjalan dengan cepat hendak berangkat ke sekolah.
"Mobil nya enggak kenapa-napa dad, Kevin hanya ingin bisa pergi dan pulang ke sekolah bareng Salma," ucap nya lirih, takut Mirza mendengar nya. "Kalau Kevin bawa mobil sendiri dan hanya berdua dengan Salma, Kevin khawatir ada orang-orang yang tidak suka dan memanfaatkan nya untuk memfitnah kami," lanjut nya menjelaskan kekhawatiran nya.
"Dan Kevin semalam juga sudah membicarakan dengan Salma, untuk saat ini kami tidak akan ke apartemen dulu hingga saat nya kami lulus nanti. Karena menurut Kevin, mereka pasti memata-matai gerak gerik kami dad.. dan Kevin tidak mau kalau sampai hubungan kami di ketahui oleh pihak sekolah, dan kami di keluarkan," Kevin mengutarakan semua kegelisahan nya.
Rehan mengangguk-angguk, "baiklah son, lakukan.. jika menurut mu itu yang terbaik," ucap daddy Rehan seraya menepuk lembut punggung sang putra.
"Kamu telpon saja pak Imron, daddy harus segera berangkat.. adik mu akan berteriak kalau kelamaan nunggu daddy," lanjut daddy Rehan seraya mengulurkan tangan nya.
Kevin menyambut dan mencium punggung tangan sang daddy.
"Mom, daddy berangkat dulu," pamit daddy Rehan pada mommy Billa, yang berjalan mengiringi langkah suami dan putra nya.
Mommy Billa mencium punggung tangan sang suami, dan kemudian daddy Rehan mencium kening istri nya seraya berbisik, "aku akan merindukan mu mom,, jangan lupa, bawa kan makan siang ke kantor."
Kevin yang masih bisa mendengar bisikan daddy nya tersenyum, "daddy romantis sekali,, aku juga akan melakukan nya pada istri ku nanti," gumam nya dalam hati.
"Kenapa senyum-senyum bang?" Tanya mommy Billa, yang mendapati putra sulung nya masih terdiam di halaman rumah utama sambil mengulas senyum.
"Em,, itu mom.. tadi dapat.. itu,, pelajaran pertama dari daddy, ya.. pelajaran pertama," balas Kevin dengan gugup.
Sang mommy mengernyit, sedangkan sang daddy yang sudah hendak masuk ke dalam mobil terkekeh mendengar jawaban putra sulung nya. Daddy Rehan tahu pasti maksud dari jawaban putra sulung nya, dan daddy tampan itu berharap putra-putra nya kelak akan memperlakukan istri mereka dengan sangat baik.. seperti yang selalu dia contoh kan.
to be continue,,,