All About KEVIN

All About KEVIN
Afreeza VinSa (Happy End)



Keesokan hari hari nya, usai baby A dimandikan dan kemudian di susui oleh bunda nya.. bayi mungil yang cantik itu menjadi rebutan semua orang, mulai dari kedua eyang nya,,, eyang tampan begitu daddy Rehan ingin dipanggil dan eyang cantik panggilan untuk sang istri tercinta.


Kakek dan nenek nya juga tak mau ketinggalan, yaitu kakek Sulaiman dan nenek Widya... hingga kedua nenek buyut nya yaitu nenek Lin dan oma Sekar.


Belum lagi pasangan geng tampan, yang mendaulat diri mereka sebagai opa dan oma nya.. termasuk opa Alvian dan oma Susan yang tak mau di panggil opa dan oma buyut.


Opa tampan Yusuf dan oma cantik Fatima, juga ikut memperebutkan baby A.. termasuk kedua tante nya yang cantik yaitu tante Fira dan tante Malika, serta om Zaki dan om Malik yang juga ingin menggendong nya.


"Om Malik, beneran bisa gendong enggak?" Kevin nampak sangat khawatir, saat baby A di bopong oleh Malik.


"Tenang bang, Malik kan dah jago.. dulu aja Maida dan Maira sering aku gendong kan?" Malik meyakinkan abang nya, dan benar saja.. remaja tampan itu terlihat sangat luwes menggendong keponakan nya itu.


Teman-teman dekat Kevin dan Salma pun tak mau ketinggalan, dan Devi merajuk meminta kesempatan untuk menggendong baby A pada Malik.


"Dik Malik, sini gantian.." Devi mengulurkan tangan nya.


"Enggak ah kak, kak Devi kan bisa bikin sendiri," balas Malik asal, hingga membuat Devi cemberut.. sedangkan yang lain tertawa mendengar ucapan Malik.


Daddy Rehan geleng-geleng kepala, "dengar darimana bang Malik bisa bicara seperti itu ya mom?" Lirih daddy Rehan.


"Dari siapa lagi dad? Kalau bukan dari daddy dan teman-teman daddy yang absurd itu," balas mommy Billa sambil melirik geng tampan yang saat ini mereka tengah duduk di ruang tamu.


Maira dan Maida yang sedari tadi mengamati baby A dari tempat nya duduk lesehan di lantai ruang tamu sambil bermain halma, merasa cemburu melihat baby A menjadi rebutan semua orang.


"Pokok nya Maida enggak mau kalau mommy punya adik," ucap Maida tiba-tiba dengan mengerucutkan bibir nya, hingga membuat mommy Billa dan semua yang ada di ruang tamu terkejut.


"Memang nya kenapa sayang?" Tanya daddy Rehan dengan lembut.


"Maida dan Maira jadinya di lupakan, mereka semua berebut pengin gendong baby A,,," protes Maida, yang tumben-tumbenan kali ini banyak bicara.


Malik yang masih menggendong baby A dan mendengar adik nya protes mendekat, yang diikuti oleh Mirza yang sedari tadi berada di samping abang nya sambil menciumi baby A. Mirza sebenar nya juga ingin menggendong keponakan nya itu, tapi dia belum berani.


"Dik, mau mangku baby A enggak?" Malik tersenyum hangat pada si kembar, dibalik sikap nya yang cool dan terkesan cuek.. Malik adalah pribadi yang lembut dan penyayang.


Maida menggeleng, "aunty belum berani ya.. nanti aja kalau kamu sudah besar, kita main bareng," balas Maida dengan mencoba mengajak bicara baby A dengan menyebut diri nya aunty.


"Oh ya dik, tadi kata nya mau kasih nama buat baby nya bang Kevin dan kak Salma. Mau dikasih nama siapa sama aunty Maira?" Tanya Malik pada Maira yang masih asyik main halma.


Mendengar nama nya disebut, Maira langsung meletakkan mainan nya dan menengok kearah Kevin dan Salma, "boleh bang?" Tanya Maira meminta ijin pada abang sulung nya.


Kevin dan Salma saling tatap, dan kemudian mengangguk bersama.


"Nama nya Affrreezza VinSa," ucap Maira dengan huruf R yang terdengar jelas.


"Siapa dik?" Tanya Kevin yang masih kurang jelas mendengar, pasal nya meskipun Maira mengucapkan huruf R dengan jelas tapi semua huruf konsonan yang ada di kata tersebut di double.


"Afreeza VinSa bang," ulang Malik membetulkan.


"Artinya apa aunty?" Tanya Salma menatap Maira.


"Affrreezza arrrti nya mennerrangi kak Salma, baby A kan lahhirr nya pas malam bulan purrnamma yang menerrangngi bumi..." balas Maira, kalau VinSa itu gabungan nama abang dan nama kakak," lanjut Maira dengan tersenyum bangga.


"Wah,, pandai kamu dik, siapa yang ngajarin?" Tanya Zaki.


"Bang Malik," balas Maira.


"Terus, itu aunty Maira kenapa tiba-tiba bisa lancar bicara R nya?" Tanya om Ilham yang sedari tadi duduk di meja makan sambil memangku baby Jelita, karena sang istri sedang makan.


"Jadi gimana abang, kakak.. nama nya bagus tidak?" Tanya Maira, menatap Kevin dan Salma bergantian. "Harruss di terrimma ya,, Mairra bellajarr nya sampai capek loh?? Bang Malik juga, sengaja carrii nama nya yang ada hurruff R nya biarr Mairra lancarr ngucap Errr,," lanjut nya memaksa.


Kevin dan Salma tersenyum, "di terrimma apa tidak ya?" Kevin menirukan gaya bicara sang adik, hingga membuat Maira cemberut.


"Ish,, abang enggak asyik, adik nya yang supperr dupperr cantik dan pinntarr lagi bellajarr malah di ledekin," protes nya yang mengundang tawa.


Kevin dan Salma yang masih duduk di atas bed itu pun ikut tertawa.


"Gimana abang?" Tanya Maira dengan tidak sabar.


"Tanya sama kak Salma deh,," balas Kevin seraya tersenyum.


Lagi, Maira menepuk jidat nya,, "ya ampyuunnn... tinggal jawab setuju aja apa susah nya sih?! Pakai di lemmparr lemmparr segala?!" Dan mereka semua semakin dibuat tertawa dengan tingkah gadis kecil yang menggemaskan itu.


"Rey,, dulu lu enggak lagi kehabisan gaya kan?" Tanya opa Alvian di sela-sela tawa nya, dengan berbisik.


"Kehabisan sih kayak nya enggak deh bang, dia kan punya banyak gaya. Cuma mungkin pas lagi coba gaya baru, dia gagal,,, jadi nya ya gitu?!" Balas om Alex, masih dengan tawa nya.


"Gue enggak ikut-ikutan Rey,, pulau pribadi untuk keluarga kita belum kelar soal nya penggarapan nya," timpal om Devan ada mau nya.


"Oh, jadi kalau lu enggak butuh subsidi,, lu juga akan ikut ngeledek gue?!" Daddy Rehan nampak sangat kesal pada sahabat-sahabat nya itu, untung saja ini adalah hari bahagia nya.. jadi daddy tampan itu tak benar- benar serius marah nya pada mereka bertiga.


"Gimana kakak ipparr? Di terrimma kan nama darri Mairra?" Maira akhir nya bertanya pada kakak ipar nya itu.


Salma menjawab sambil terkekeh kecil, "oke aunty Mairra yang cantik dan pinntarr.. makasih ya pemmberriann nama nya, di terrimma deh."


Dan Maira serta Maida langsung berdiri dan bersorak.


Kevin langsung mencium kening istri nya dengan penuh perasaan. "Makasih cinta, sudah membuat si kembar bahagia.. dan makasih untuk hadiah terindah nya, baby Afreeza VinSa," lirih Kevin.


"Afreeza memiliki makna menerangi, dan harapan nya.. semoga kelak dia menjadi seseorang yang hidupnya berguna bagi sesama." Ucap daddy Rehan sesaat setelah semua nya kembali tenang, dan di aminkan oleh semua nya.


🌷🌷🌷🌷🌷 Happy End 🌷🌷🌷🌷🌷


Terimakasih untuk semua yang sudah kasih ide nama, kalau enggak di pakai.. marah nya jangan sama bang Kevin yah, tapi sama Maira 😉


Terimakasih juga untuk semua pembaca setia, I love you all 😘😘


Yang belum mampir di kisah nya mommy Billa dan daddy Rehan, mampir yah.. di KETULUSAN CINTA NABILA 🤗🤗


Yang nungguin romantika nya bang Rahman dan incess Malika, serta bang Dion dan neng Fira... sabar yah, diusahakan secepat nya 😊🙏


Untuk yang penasaran kisah nya bang Zaki dan putri nya pak kyai,, juga harrapp berrsabbarr... 😅🤭


Kayak nya nih, kayak nya lho.. baby A bakalan menjalin hubungan spesial sama baby El, lah kan mereka masih baby??


Yah, berharap kan sah2 aja yak 😂😂


So, yang belum tahu kisah ortu nya baby El, mampir yah... AKHIR SEBUAH PENANTIAN 😊😊


Dan,, yang suka cerita yang mengharru birru...


Yuk mlippirr dimmarri, MENJAGAMU DENGAN DO'A 🙏🙏


Insyaallah tidak sad ending 😊😊