All About KEVIN

All About KEVIN
Mas Kawin 500 Juta



"Pak RT bisa kah anda menjadi saksi untuk mempelai wanita nya?" Tanya Rehan pada pak Ferdi.


Pak Ferdi, RT di komplek Salma itu mengangguk, "siap pak Rehan," balas nya dengan mantap.


"Baik lah, jika ini sudah menjadi keputusan final kalian berdua,, kami selaku orang tua, hanya bisa mendukung dan mendo'akan yang terbaik untuk kalian." Ucap pak Sulaiman pada Salma dan Kevin, "bukankah begitu pak Rehan, bu Nabila?" Pak Sulaiman menatap kedua calon besan nya bergantian.


Rehan dan Nabila sama-sama mengangguk, keluarga besar Kevin yang ikut pun hanya bisa menyetujui keputusan remaja tapi telah dewasa tersebut. 'Bocil yang dewasa dini', begitu Ilham sering menyebut keponakan nya itu.


Kedua saksi segera menempatkan diri, duduk dekat dengan pak Sulaiman selaku wali dari mempelai wanita dan sekaligus yang akan menikahkan putri nya dengan Kevin.


Setelah semua nya kembali tenang, pak Sulaiman pun mulai memberikan nasehat singkat nya tentang perkawinan dan bagaimana hidup berumah tangga dalam Islam.


"Hidup berumah tangga adalah hidup dalam ikatan pernikahan yang sah, yang bukan hanya dilandasi rasa cinta dan kasih sayang,,, namun juga dilandasi oleh nilai-nilai atau syariat islam."


"Jika dalam hidup berumah tangga bersama pasangan halal di jalankan sesuai dengan ajaran agama dan syariat Islam, maka akan membawa kemudahan dan keberkahan dalam mewujudkan suatu keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah."


"Kehidupan berumah tangga juga merupakan sarana dakwah, karena setiap pasangan memerlukan kesadaran bahwa mereka memiliki kewajiban untuk saling memberi nasihat, mengajak kepada kebaikan, dan mencegah dari berbagai setiap kemungkaran."


"Bukan hanya suami yang bisa memberikan nasehat kepada istri dengan penuh kelembutan dan kebijaksanaan, namun istri pun wajib mengingatkan jika suami berbuat kesalahan."


"Bagaimana nak Kevin? Apa kamu sanggup menjadi imam untuk Salma, yang akan membawa nya menuju ke syurga Nya kelak?" Tanya pak Sulaiman, menatap calon menantu nya.


"Insyaallah,, Kevin siap pak," balas Kevin tegas.


"Baik, jika demikian saya akan langsung membacakan ijab nya," ucap pak Sulaiman.


Semua yang hadir nampak Mendengarkan dengan khusyuk, dan semua mata tertuju ke tengah ruangan.. dimana prosesi ijab qobul sedang berlangsung.


Dengan menjabat erat tangan Kevin, Pak Sulaiman mengucapkan ijab dengan suara bergetar menahan tangis,,, ada banyak rasa yang berkecamuk di hati nya, yang tak bisa di ungkapkan dengan kata-kata.


Hari ini, pak Sulaiman telah melepas kan putri sulung nya untuk dinikahkan dengan seorang laki-laki yang masih remaja,,, yang bahkan usia nya, sama dengan putri nya. Pak Sulaiman hanya bisa mendo'akan dalam hati, dan berharap Kevin bisa menjadi imam yang baik untuk putri kesayangan nya itu.


Setelah pak Sulaiman mengucapkan ijab, giliran Kevin yang mengucapkan qabul. Dengan suara tegas dan jelas, remaja tujuh belas tahun itu menerima limpahan tanggung jawab atas diri Salma dari ayah nya ke atas pundak nya.


Ya, Kevin merasa telah benar-benar siap menjalani kehidupan baru nya sebagai imam keluarga bersama sang pujaan hati.


Usai Kevin mengucapkan qabul, kedua saksi langsung mengesahkan nya yang di barengi oleh semua yang hadir. "Sah..."


Vincent nampak menitikkan air mata, entah apa yang dirasakan oleh pria bule ayah kandung dari Kevin itu. Yang jelas ada rasa bahagia, karena dengan Kevin menunjuk diri nya sebagai saksi dalam pernikahan ini... secara tidak langsung, Kevin telah menerima nya sebagai ayah kandung.


Para tamu undangan yang terdiri dari tetangga dekat pak Sulaiman, sama sekali tidak heran mendengar mas kawin yang diberi kan mempelai pria kepada Salma.. pasal nya, mereka semua telah mengetahui siapakah yang menjadi besan dari pak Sulaiman.


Sedangkan anggota keluarga Kevin justru nampak sangata terkejut, tatkala Kevin menyebut kan mas kawin nya untuk Salma tadi. Tidak main-main, dan nilai nya sungguh fantastis.


Bukan hanya sebuah cincin permata, yang tadi siang di belinya bersama sang mommy yang harga nya telah menguras tabungan yang telah di bongkar nya pagi tadi.. namun disertai uang sebesar 500 juta rupiah dalam bentuk tabungan, bahkan Rehan dan Nabila di buat melongo dengan kejutan dari putra nya itu.


"Dad,, darimana lagi putra kita mendapat kan uang sebanyak itu? Apa daddy yang memberikan nya?" Selidik Nabila, menatap sang suami penuh tanya.


"Tidak mom, bahkan daddy juga kaget saat mendengar nya tadi," balas Rehan yang juga terlihat kebingungan.


"Dad,, mom,," lirih Kevin yang membuat daddy dan mommy nya kembali terkejut.


"Eh,, iya nak.." balas Rehan terbata, menyambut tangan sang putra.


Kevin mencium punggung tangan sang daddy, dan kemudian memeluk erat daddy nya. "Dad, meskipun kini Kevin sudah tahu bahwa daddy bukan lah ayah kandung Kevin, tapi percayalah dad.. bagi Kevin, daddy adalah segala nya. I love you so much dad.." bisik Kevin seraya melerai pelukan nya.


"I love you more my son," balas Rehan menatap netra biru sang putra dengan mata berkaca-kaca.


"Hai,, daddy adalah tuan muda Alamsyah, tidak pantas daddy mengeluarkan air mata," ucap Kevin dengan bercanda.


"Ini air mata bahagia nak, dan hanya kalian.. istri dan anak-anak daddy yang bisa membuat air mata daddy tumpah," balas Rehan sambil menepuk lembut punggung Kevin yang hendak menyalami sang mommy.


"Nabila menyambut uluran tangan putra nya, dan setelah Kevin mencium punggung tangan sang mommy dengan takdzim,, Nabila langsung memeluk putra nya itu, " anak kecil mommy yang selalu menggemaskan, kini sudah besar rupa nya." Bisik Nabila dengan berurai air mata.


Nabila melepaskan pelukan nya, "abang sudah menjadi seorang suami sekarang, mommy yakin abang akan bisa menjadi imam yang baik untuk istri abang.. menjadi ayah yang baik untuk anak-anak abang nanti nya," do'a dan harapan Nabila untuk kehidupan sang putra.


"Makasih mom,, mommy yang terbaik. Dan Kevin berharap, tetaplah jadi kan Kevin sebagai putra kecil mommy.. Kevin sayang sama mommy," balas Kevin dengan bulir bening yang berjatuhan dari sudut mata nya.


Kembali Nabila memeluk sang putra, hingga beberapa saat lamanya.


Setelah sang mommy melepaskan pelukan nya, Kevin dan Salma melanjutkan menyalami orang tua Salma, dan di lanjut kan dengan keluarga nya yang lain.. termasuk menyalami Vincent, ayah kandung nya.


Kevin mencium punggung tangan Vincent tanpa mengucap sepatah kata pun, remaja itu masih merasa bingung bagaimana harus bersikap pada papi nya?


"Son, boleh papi peluk kamu?" Pinta Vincent dengan penuh harap.


Kevin hanya mengangguk,,


Pria bule itu langsung memeluk putra kandung nya dengan erat, "maafin papi son,, maaf,, papi tahu, ini tak mudah bagi kamu, tapi percayalah bahwa papi benar-benar menyesali kebodohan papi." Lirih Vincent dengan terbata, sambil mengusap lembut punggung sang putra.


Kevin melerai pelukan, "semua sudah berlalu pi, mari kita buka lembaran baru bersama-sama.." balas Kevin dengan bijak, seraya melirik sang istri yang mengulas senyum manis untuk nya.


"Kamu harus menepati janji mu setelah ini, Salma," bisik Kevin di telinga sang istri, seraya tersenyum penuh arti.


Kevin dan Salma telah kembali duduk di tempat nya semula, dan kini semua yang hadir tengah menikmati hidangan makan malam yang telah disediakan oleh pihak tuan rumah.


Beberapa saat berlalu, setelah menikmati hidangan tersebut,, pak RT beserta para tetangga, kemudian berpamitan pada pak Sulaiman selaku tuan rumah.


Setelah semua tamu undangan pulang ke rumah masing-masing, Rehan berbicara pada sang putra. "Nak, daddy mau menanyakan sesuatu." Ucap Rehan membuka obrolan.


"Iya dad, apa itu?" Tanya Kevin seraya tersenyum, remaja yang kini telah menjadi kekasih halal Salma itu sudah dapat menduga.. apa yang akan di tanya kan sang daddy.


"Dari mana kamu mendapat kan uang sebagai mas kawin sebanyak itu?" Tanya Rehan penuh selidik.


Mendengar pertanyaan besan nya, pak Sulaiman terkejut, "jadi mas kawin 500 juta itu, bukan pemberian dari orang tua nya? Lantas, dari mana nak Kevin mendapat kan nya? Ya Allah,, semoga saja bukan dari jalan yang tidak baik," gumam pak Sulaiman dalam hati, ayah dari Salma itu kini nampak gelisah.


to be continue,,,