
Kevin mendekati sang istri dan mengusap air mata Salma dengan kedua ibu jari nya. "Kenapa menangis?" Bisik Kevin dengan lembut, "apapun hasil nya, aku akan menerima nya dengan ikhlas baby.. kamu enggak perlu bersedih seperti ini," bujuk Kevin yang mengira, bahwa Salma menangis karena kecewa dengan hasil nya yang negatif.
Salma menggeleng, "aku menangis, karena aku bahagia.." balas Salma seraya menunjuk kan test pack dengan dua garis merah di tangan, yang tadi dia sembunyikan di belakang tubuh nya.
Kevin terbelalak, dan segera mengambil test pack tersebut dari tangan sang istri. Suami tampan Salma itu memperhatikan lekat-lekat benda mungil yang kini sudah beralih ke tangan nya, Kevin mengulas senyum lebar seraya mengucapkan rasa syukur nya kepada Sang Pemilik Kehidupan.
"Alhamdulillaahirobbil'aalamiin,,, mom, dad, lihatlah.." seru Kevin seraya menunjuk kan benda tersebut kepada mommy dan daddy nya, "dqddy dan mommy akan segera menimang cucu," lanjut nya dengan netra yang berbinar bahagia.
Mommy Billa dan daddy Rehan saling pandang, dan sedetik kemudian daddy enam anak itu memeluk istri nya dan mengucap kan rasa syukur yang tak terhingga atas anugerah yang luar biasa yang telah Allah berikan dalam hidup nya. "Terimakasih ya Allah,, terimakasih atas segala nikmat yang Engkau berikan kepada ku, istri yang cantik dan sholehah, serta keturunan yang baik yang selalu bisa membuat hati kami bahagia," bisik daddy Rehan dalam hati.
"Mom, makasih untuk semua nya. Untuk ketulusan cinta mu pada kami," lirih daddy Rehan di telinga sang istri.
Sedang kan Kevin, setelah menyampaikan kabar bahagia itu pada daddy dan mommy... juga langsung memeluk sang istri, "baby, aku bahagia sekali,,, karena sebentar lagi, kita akan menjadi orang tua." Bisik Kevin di telinga sang istri, sambil mendekap Salma dengan erat.
Mommy Billa pun mendekati putra dan menantu nya, kemudian memeluk kedua nya dengan erat. "Mommy ikut bahagia dengan kebahagiaan keluar kecil kalian,," lirih mommy Billa.
Daddy Rehan pun ikut mendekat, dan memeluk ketiga nya bersamaan. Untuk sesaat dua pasangan berbeda generasi itu, larut dalam kebahagiaan yang baru saja mereka ketahui. Hingga suara Mirza yang mengumandangkan adzan dari musholla kecil di belakang villa, melerai pelukan mereka.
"Sudah adzan maghrib, ayo kita ke musholla,," ajak daddy Rehan, seraya menggandeng tangan sang istri untuk keluar dari kamar putra sulung nya.
"Dad, kita ambil wudhu dulu,," terdengar suara mommy sebelum akhir nya menghilang di balik pintu, setelah daddy Rehan menutup pintu kamar Kevin.
Setelah kepergian daddy dan mommy nya, Kevin kemudian menciumi perut sang istri bahkan yang masih terlihat sangat rata itu. Kevin terus melakukan nya, seolah-olah dia sedang menciumi buah hati nya dengan gemas.. hingga Salma kegelian karena ulah nya, "mas, hentikan.. geli mas," protes Salma dengan manja, seraya mencoba menjauhkan kepala sang suami dari perut nya.
Kevin pun mengalah, dan menghentikan aksi nya. Suami Salma itu kemudian mengusap-usap perut sang istri. "Junior kita tumbuh disini, baby,,, aku janji, aku akan menjaga kalian dengan sangat baik." Ucap Kevin dengan mendongak menatap istri nya, "tumbuhlah dengan sehat dan sempurna di dalam rahim ibu nak, kami akan sabar menanti kehadiran mu," bisik Kevin dengan lembut dan kemudian mencium perut Salma sesaat dengan penuh cinta dan kasih.
Ya, meski usia Kevin dan Salma masih sangat muda namun mereka telah mempersiapkan diri untuk menjadi orang tua. Mereka melakukan hubungan suami istri bukan hanya karena kebutuhan semata, tapi juga karena mereka menginginkan untuk dapat memiliki generasi penerus yang akan menghiasi hari-hari mereka nanti.
Kevin dan Salma rupa nya sudah membahas tentang keturunan dengan sangat matang, dan mereka juga telah menyiapkan hati dan mental mereka jika memang anugerah itu akan datang secepat nya.
#Flash back On,,,
UAS telah berjalan selama tiga hari, terpaksa Salma harus mengikuti ujian susulan mulai besok karena musibah yang menimpa nya akibat ulah Monica hingga dia harus di rawat di rumah sakit untuk beberapa hari.
Setelah kedua nya sampai di kamar, Kevin langsung mengunci pintu kamar Salma.
"Aku rindu kamu baby, kita masih punya waktu satu jam lebih sebelum adzan maghrib berkumandang,,, apa boleh aku meminta hak ku?" Balas Kevin dengan tatapan penuh damba.
Salma, mengangguk pasrah..
Kevin mendekati sang istri, menidurkan istri nya dan kemudian mencumbu nya. Setelah puas menciumi leher jenjang Salma yang berada di bawah kungkungan nya, remaja tampan itu menatap lekat netra sang istri.
"Baby,, sebentar lagi lita lulus sekolah, apa kamu siap menjalani peran mu sebagai istri ku sekaligus ibu dari anak-anak ku?" Tanya Kevin dengan lembut.
Salma mengernyit, "maksud kamu? Apa kamu ragu pada ku? Apa menurut mu, aku belum bisa menjadi istri yang baik?" Salma balik bertanya dan menatap suami nya dengan heran.
"Bukan begitu baby, kamu adalah istri terbaik," balas Kevin cepat, tak ingin membuat sang istri menjadi salah paham. "Aku hanya menanyakan kesiapan mu untuk menjadi ibu dari anak-anak ku, apa kah kamu siap jika memiliki anak di usia kita yang masih muda? Sebab, jika memang kamu belum siap... aku tidak akan memaksa, dan aku akan bermain aman," lanjut Kevin dengan tatapan lembut nya.
Sejenak Salma terdiam, dan mencerna ucapan sang suami. "Memang nya kamu sudah siap jadi ayah?" Kembali Salma mengabaikan pertanyaan Kevin, dan balik bertanya.
Kevin mengangguk pasti, "aku siap baby, kapan pun Allah memberikan anugerah itu," balas Kevin dengan penuh keyakinan.
Melihat kesungguhan sang suami, Salma pun mengangguk,, "aku juga siap menjadi ibu dari anak-anak mu, suami ku," balas Salma dengan suara nya yang mendayu.
"Benarkah? Kalau begitu, kita akan memulai nya dari sekarang..." Kevin nampak sangat antusias mendengar jawaban sang istri, "aku tidak perlu pakai sarung lagi kan baby,," netra Kevin berbinar bahagia, karena sebentar lagi dia akan merasakan nikmat nya berhubungan sebagai pasangan suami istri yang sesungguh nya. Berhubungan yang bukan hanya demi meraih kenikmatan semata, namun demi memperjuangkan hadir nya Kevin Junior di dalam keluarga kecil nya.
"Mulai besok, kita akan belajar bareng untuk mempersiapkan diri menjadi orang tua yang baik. Aku akan mengumpulkan berbagai artikel tentang parenting, untuk kita pelajari bersama baby. Aku tidak akan melimpahkan tanggung jawab pengasuhan anak sepenuh nya kepada mu, tapi kita akan sama-sama merawat dan membesarkan nya. Kita akan bekerja sama menjaga anak-anak kita, seperti hal nya kita bekerja sama untuk menghadirkan nya ke dunia," ucap Kevin dengan sungguh-sungguh.
Kevin langsung melanjutkan aksi nya, mencumbu kembali sang istri hingga kemudian setelah pergulatan panjang yang diwarnai dengan suara ******* dan lenguhan dari kedua nya.. kini sepasang remaja yang telah terikat dalam satu hubungan yang syah di dalam hukum agama itu pun menyatu dalam kenikmatan yang hakiki, kenikmatan yang tanpa ada lagi penghalang bagi Kevin Junior sejati untuk masuk dan bertahta di rahim Salma. Suara lenguhan panjang kedua nya, mengakhiri perjuangan awal mereka untuk menjadi orang tua.
"Terimakasih baby,, ini sungguh pengalaman yang sangat luar biasa," lirih Kevin seraya mencium kening sang istri, dan kemudian merebahkan diri nya di samping Salma dengan memeluk istri nya erat.
Salma tersenyum bahagia, dalam hangat nya pelukan sang suami.
#Flash back Off..