
Kevin dan sang istri telah tiba di Paris tepat pukul dua siang waktu setempat, mereka berdua di jemput oleh papi kandung Kevin di bandara Charles de Gaulle.
Papi Vincent sengaja pulang lebih awal tadi, karena ingin menjemput sendiri sang putra ke bandara.
Setelah menempuh perjalanan sekitar setengah jam, sampai lah mereka di kediaman oma Carla di pusat kota Paris.
Kedatangan Kevin dan Salma disambut dengan suka cita oleh oma Carla, mami Nina beserta kedua adik tiri Kevin yaitu Nadin dan Naomi yang seperti anak kembar karena selisih usia mereka yang hanya dua tahun.
Kedua gadis cantik berwajah bule seperti Kevin itu langsung bergelayut manja pada Salma, yang satu di kanan dan yang satu nya di lengan kiri istri cantik Kevin itu.
"Kak Salma, ayo kita masuk. Omi akan antar sampai ke kamar kakak dan abang," ajak si bungsu Naomi, menyeret pelan lengan kakak ipar nya untuk masuk kedalam mansion milik oma Carla yang nanti nya akan diwariskan pada keturunan papi Vincent.
Salma pun nurut, sebab diri nya memang merasa lelah.. karena baru saja melakukan perjalanan panjang dari Jakarta menuju Paris selama lebih dari enam belas jam. "Oma, papi, mami,,, Salma istirahat dulu ya," pamit Salma pada semua nya.
"Ya nak, istirahat lah," balas oma Carla dengan tatapan hangat nya.
"Mas, aku masuk kedalam dulu," ijin Salma pada sang suami, dan segera berlalu mengikuti langkah kaki kecil Nadin dan Naomi.
"Ya cinta, nanti aku nyusul.. kami akan ngobrol sebentar," balas Kevin, dengan menatap kepergian sang istri.
Papi Vincent kemudian segera mengajak sang putra untuk masuk kedalam mansion mewah tersebut, "duduk lah son," titah papi Vincent setelah mereka sampai di ruang keluarga yang sangat luas.
"Abang mau minum apa?" Tawar mami Nina, pada putra sulung nya itu.
"Apa aja mami," balas Kevin, setelah duduk nyaman di samping oma Carla.
Sedangkan oma Carla yang duduk di samping Kevin, terus saja memeluk cucu abang nya itu,, dan menatap nya dengan penuh kasih, seakan tak ingin terpisah jauh dari Kevin.
Oma Carla memang sangat menyayangi Kevin, bahkan dulu saat Kevin masih berada dalam kandungan mommy Keyla.. oma Carla sempat meminta mommy kandung nya Kevin untuk tinggal bersama nya di Paris, dan oma Carla akan membantu merawat anak yang masih berada dalam kandungan mommy Keyla saat itu.
Tapi mommy Keyla menolak, bungsu keluarga Alamsyah itu merasa lebih nyaman tinggal bersama abang nya. Dan hingga akhir hayat mommy Keyla, daddy Rehan lah yang menjaga nya dua puluh empat jam penuh.
Dan ketika Kevin lahir, kembali oma Carla ingin mengambil Kevin dan merawat nya. Karena oma Carla merasa kasihan pada daddy Rehan yang kala itu masih single, dan khawatir daddy Rehan tak bisa merawat bayi yang baru saja ditinggalkan oleh ibu nya itu.. tapi daddy Rehan pun menolak nya, dengan alasan daddy Rehan sangat menyayangi Kevin dan karena amanah dari sang adik yang menginginkan agar bayi nya di rawat oleh daddy Rehan.
Oma Carla hanya bisa men support keputusan keponakan nya, dan terus memantau nya dari jauh.. memastikan, Kevin tumbuh dengan baik dan tidak kekurangan kasih sayang. Dan sebulan sekali, oma Carla pasti akan mengunjungi daddy Rehan dan putra kecil nya hingga membuat hubungan oma Carla dengan Kevin begitu dekat layak nya cucu kandung.
Suara langkah kaki mami Nina yang datang dengan membawa beberapa cangkir di atas baki, membuyarkan lamunan oma Carla.
"Abang, ini mami buatin coklat hangat." Mami Nina menyodorkan secangkir coklat hangat kepada Kevin.
Kevin menerima cangkir tersebut dan segera meminum nya, "enak mi, cocok diminum di cuaca yang dingin kayak gini," ucap Kevin, seraya meletakkan cangkir di atas meja.
Mereka berempat pun kemudian ngobrol banyak hal, padahal mereka sudah sering bertemu.. bahkan tiap bulan pasti bertemu, tapi setiap ketemu selalu saja ada hal menarik yang di bahas.
Mulai dari kuliah Kevin, bisnis e-commers yang saat ini dijalani nya.. hingga perusahaan Kevin yang di Bali dan perusahaan Salma yang saat ini masih di kelola oleh orang-orang kepercayaan keluarga nya.
Hingga tanpa terasa, telah satu jam lebih mereka mengobrol. "Nak, Naik lah ke kamar mu.. kasihan, istri mu sudah terlalu lama menunggu," ucap oma Carla lembut seraya mengusap punggung kokoh Kevin.
Kevin mengangguk, "baik oma," balas Kevin seraya beranjak.
"Pi, mi,,, Kevin ke kamar dulu," pamit Kevin pada papi Vincent dan mami sambung nya. Dan pemuda tampan berwajah blasteran, keturunan Inggris dan Indo itu pun bergegas menaiki anak tangga untuk menuju kamar nya yang berada di lantai dua.
Kevin segera membuka pintu kamar nya, dia tersenyum tatkala melihat sang istri masih tertidur pulas dengan posisi mendekap guling dan tubuh nya tertutup selimut yang lembut dan tebal sebatas leher. Ya, bulan-bulan ini di Paris memang sedang musim dingin yang suhu terendah nya bisa mencapai 2° celsius.
Kevin segera menghampiri ranjang dan duduk di tepi kasur seraya menatap dalam wajah lelah sang istri yang masih terpejam, "tidur lah cinta dan aku tak akan mengganggumu, karena aku tahu kamu pasti lelah,,, meski sebenar nya, aku ingin menghangatkan tubuh mu." Lirih Kevin seraya mengusap lembut pipi sang istri, dan menyingkirkan anak rambut yang menutupi kening Salma.
Kevin kemudian menuju bathroom, membersihkan diri sebentar dan berganti pakaian. Setelah selesai berganti, Kevin langsung masuk kedalam selimut tebal menyusul sang istri untuk mengistirahatkan tubuh nya yang juga terasa lelah.
Gerakan kecil Kevin ternyata mampu membangunkan sang istri dari tidur lelap nya, Salma membuka mata dan mendapati sang suami telah berada di samping nya. "Mas, kamu sudah mandi ya? Harum sekali,, aku suka aroma mu mas," ucap Salma yang langsung mengendus-endus leher suami nya.
"Cinta,, hentikan, bukan nya kamu masih ngantuk? Tidur lah kembali, aku akan memeluk mu," titah Kevin, yang sedang tak ingin bercinta dengan sang istri karena tubuh nya terasa lelah.
Tapi Salma tak menghiraukan nya, entahlah... Salma seakan ingin terus menciumi wangi nya tubuh sang suami. "Aku sudah enggak ngantuk mas, aku sudah tidur cukup lama. Aku hanya ingin mencium badan mu mas, kamu wangi.. aku suka aroma nya," balas Salma tanpa merasa bersalah, padahal ulah nya telah berhasil membuat sang suami tersiksa.
"Aku lelah cinta, aku ngantuk,,, please, jangan seperti ini," pinta Kevin, berusaha menjauh dari istri nya. Namun upaya Kevin tak berhasil, karena Salma terus mendekap tubuh nya.
Kevin mendesah pelan, karena ulah sang istri.. sesuatu di bawah sana mulai menggeliat bangun, "cinta, aku lelah.. tapi aku ingin," lirih Kevin seraya menahan hasrat nya yang mulai bergejolak.
Salma seolah tak mendengar rintihan suami nya dan masih terus mengendus aroma wangi tubuh sang suami, menciumi leher sang suami hingga membuat Kevin semakin tersiksa di buat nya.
Kevin menjauhkan wajah Salma dari leher nya, dan memohon, "cinta,, please drive me,," Kevin menatap sang istri dengan tatapan berkabut.
Salma tersenyum samar, dan kemudian segara merebahkan diri nya kembali. "Aku masih ngantuk mas, aku mau tidur lagi," balas Salma tanpa merasa berdosa, istri cantik Kevin itu tersenyum penuh kemenangan dengan posisi nya yang memunggungi Kevin.
Kevin menyugar rambut nya dengan kasar, pemuda itu merasa sangat frustasi. "Cinta, kamu mengerjai aku ya?" Kevin segera menyerang istri nya, dan mencumbui tengkuk istri nya dengan tanpa ampun. Hilang sudah rasa kantuk dan lelah di raga pemuda tampan itu, dan berganti dengan gairah menggebu yang timbul karena ulah nakal sang istri.
"Cinta, kamu akan menerima hukuman dari pusaka ku... karena kamu sudah berani membangunkan nya," bisik Kevin di telinga sang istri seraya tersenyum seringai, dan meniup pelan telinga Salma hingga membuat istri nakal nya itu menggelinjang kegelian.
to be continue,,,