
Kemeriahan di rumah utama keluarga Alamsyah sudah mulai terlihat sejak pagi-pagi sekali, dikarenakan hari ini adalah hari ulang tahun kembar Malik dan Malika. Dan kebetulan hari ini bertepatan dengan weekend, sehingga semua keluarga besar Antonio dapat ikut bergabung.. bahkan mereka sudah datang sejak kemarin sore, dan menginap di kediaman keluarga Alamsyah.
Suara riuh anak-anak yang saling berebut mainan, tak perduli yang besar dan yang kecil,, hingga ada yang menjerit, dan bahkan menangis membuat para orang tua hanya bisa menarik nafas panjang dan geleng-geleng kepala.
Mirza selalu saja yang menjadi provokator dari keributan tersebut, dia menjahili kembar bungsu Maida dan Maira,, bahkan Nezia pun menjadi korban nya.
"Anak-anak,, ayo bereskan dulu mainan nya, baru kemudian kita sarapan." Titah tante Jihan, seraya memberikan contoh dengan memasukkan mainan yang berserak ke dalam boks khusus.
Salma yang baru saja turun bersama sang suami, langsung membantu tante nya merapikan ruang keluarga yang kondisi nya sudah seperti kapal pecah.
"Sudah tante Jihan, kak Salma.. tidak perlu sampai rapi, palingan nanti selepas sarapan di acak-acak lagi sama anak-anak." Ucap mommy Billa, menghentikan adik ipar dan menantu nya.
"Tanggung mom, ini dikit lagi," Salma masih meneruskan aktifitas nya.
"Sudah kak Salma, biarkan saja.. yang nama nya rumah tinggal itu ya seperti ini? Tidak bakalan bisa rapi terus,, baru dirapikan sebentar, sudah langsung berantakan lagi. Apalagi kalau ada balita aktif di dalam rumah tersebut.. beda cerita kalau rumah contoh, pasti akan selalu terlihat rapi dan super bersih," ucap mommy Billa seraya terkekeh pelan.
"Wah, betul banget itu apology nya mbak Billa. Rumah ku juga gitu dan Alhamdulillah ayah nya Iqbal enggak pernah protes meski rumah berantakan, karena definisi rumah nyaman itu yang penting anak dan istri bahagia kata nya,, dan suami pun pasti ikut bahagia," timpal tante Jihan tertawa senang, karena merasa mendapat kan teman satu server.
Kevin yang masih berdiri di anak tangga terakhir, tersenyum mendengar percakapan mommy dan tante nya. "Om Ilham benar, yang penting anak dan istri bahagia.."
"Kita sarapan dulu saja, yuk.." lanjut mommy Billa, menuntun kedua nya hendak menuju ruang makan, karena anak-anak sudah mendahului menuju meja makan.
Kevin menghampiri ketiga wanita cantik itu, "daddy dan yang lain dimana mom?" Tanya Kevin, menghentikan langkah ketiga wanita cantik itu.
"Assalamu'alaikum,," tepat di saat yang sama, nampak tante Lusi dan anak-anak nya masuk ke dalam ruang keluarga seraya mengucap salam, yang diikuti oleh om Devan, daddy Rehan dan yang lain nya.
"Wa'alaikumsalam,," balas mommy Billa dan yang lain bersamaan.
"Alhamdulillah,, akhir nya yang di tunggu-tunggu datang juga," ucap mommy Billa, menghampiri tante Lusi dan memeluk sahabat baik nya itu.
Setelah tante Lusi dan putra putri nya saling melepas rindu dengan mommy Billa, tante Jihan dan yang lain.. mereka pun segera menuju meja makan.
Di sana, anak-anak sudah berkumpul bersama kakek Ilyas, nenek Lin dan juga oma Susan dan nenek bibi. Di hadapan mereka semua sudah ada piring yang berisi makanan kesukaan masing-masing.
Mommy Billa segera mempersilahkan daddy Rehan dan yang lain nya, untuk duduk di kursi yang masih tersedia.
Dengan sigap para istri mengambilkan sarapan untuk suami masing-masing, dan nenek Lin pun tak tinggal diam.. beliau membantu tante Lusi yang sudah dianggap sebagai putri pertama nya itu, mengambilkan makanan untuk Damian dan kembar Laila dan Laili.
"Lila sama Lili kenapa enggak maem nasi goleng kayak bang Milza? Kalian kan pacalan?" Tanya Maira, ketika melihat nenek nya mengambilkan nasi putih dan lauk ayam kremes kesukaan putri kembar om Devan dan tante Lusi tersebut.
"Lebih enak nasi goleng bikinan mommy tahu, dalipada ayam klemes buatan bibi," puji Maira pada masakan mommy nya.
"Laila sama Laili kalau ada ayam kremes, mereka lebih memilih ayam kremes Maira..." balas nenek Lin dengan lembut.
"Siapa yang pacalan Mela?! Mereka itu sahabat bang Mir - Za. Ingat ya,, bang Mir - Za! Jangan salah!" Protes Mirza dengan cemberut.
"Bang Milza juga salah nyebut nama adik, masak Mela.. yang benar kan Me - i - La,, abang!" Maira pun protes dan bermaksud menyebut diri nya dengan benar, namun tetap saja salah.
Hingga membuat semua yang mendengar perkataan Maira tersenyum.
Mirza pun memimpin do'a makan,, daddy Rehan selalu meminta Mirza yang memimpin do'a makan, untuk melatih anak itu agar belajar disiplin dan bertanggung jawab sejak masih dini. Dulu sebelum Mirza dapat berbicara dengan jelas, Malik yang selalu memimpin do'a. Dan sebelum Malik, Kevin lah yang selalu memimpin do'a setiap kali keluarga kecil daddy Rehan, mommy Billa dan Kevin makan bersama.
Mereka pun kemudian menikmati sarapan pagi dengan tenang,, seperti biasa, tak ada keributan yang ditimbulkan anak-anak setiap kali mereka berada di meja makan. Mereka memang sudah dilatih untuk bersikap baik di meja makan, untuk menghormati, menghargai dan mensyukuri nikmat makanan yang telah dianugerahkan Allah... sehingga mereka dapat menikmati makanan yang enak, serta dalam kondisi yang sehat dan bahagia.
Tak berapa lama, mereka pun menyelesaikan acara sarapan bersama ala keluarga besar Antonio. Dan anak-anak segera berhambur naik ke lantai dua, untuk kembali bermain.
Sedangkan para orang tua, langsung menuju ruang keluarga untuk ngobrol santai. Jika biasa nya, mereka menghabiskan weekend di kediaman Antonio.. berhubung hari ini adalah hari ulang tahun kembar Malik dan Malika, maka mereka semua nya berkumpul di rumah utama kediaman keluarga Alamsyah.
"Budhe,, ini nanti ultah nya bertema apa?" Tanya tante Jihan pada mommy Billa, yang sudah siap berkreasi untuk ulang tahun keponakan nya sore nanti.
"Ala-ala princess gitu kata nya tan," balas Kevin, yang semalam mendengar permintaan Malika saat berdiskusi dengan sang mommy dan istri nya.
"Mereka berdua akan di pasang kan, jadi prince dan princess?" Tanya Ilham mengernyit.
"Enggak om, dik Malik nya enggak mau pakai tuxedo ala-ala prince kekinian," balas Kevin.
"Aku malas menuruti ide nya Icha yang kekanak-kanakan itu om," ucap Malik, sambil menuruni anak tangga.. yang disusul Malika, mengekor di belakang saudara kembar nya.
"Kekanak-kanakan gimana sih, enggak asyik banget sih punya kembaran kayak kamu" protes Malika seraya mengerucutkan bibir nya, dan langsung duduk di samping sang daddy.
"Dad,, Malik tuh.. enggak pengertian banget sih jadi cowok! Udah aku bela-belain telpon tante Saskia, agar ngijinin Tasya untuk datang.. eh, balesan nya pahit amat!" Malika mengadu pada daddy nya.
"Eh, siapa-siapa? Saskia dan putri nya hadir? Wah,,, bakalan seru pesta nya nanti. Rahmat ikut datang kan?" Alex mulai menyulut api.
"Oh,, Rahmat yang ganteng itu ya?" Devan menambah dengan minyak, seraya tersenyum devil.
Alvian mengangguk-angguk, "pasangan super romantis itu ya.." ucapan Alvian semakin membuat daddy Rehan meradang, tapi daddy enam anak itu tetap mencoba bersikap cool.
"No comment, karena hari ini adalah hari spesial keluarga gue," ucap Rehan lugas.
Ya, hari ini adalah hari spesial untuk putra dan putri kembar nya, sekaligus hari spesial untuk diri nya dan istri nya.. karena kelahiran kembar Malik dan Malika adalah awal daddy Rehan dan mommy Billa, menjadi orang tua yang sesungguh nya.
"Hello,, back to topik, ok?" Ucap Ilham, menghentikan geng tampan dengan ocehan nya yang unfaedah itu.
"Kalau Malik nya enggak mau,, lantas, putri tanpa pangeran gitu?? Tanya Ilham menatap Malik dan Malika bergantian.
"Assalamu'alaikum,," Bayu dan teman-teman dekat Kevin datang, seraya mengucap salam.
"Wa'alaikumsalam,," balas semua orang yang berada di ruang keluarga kediaman Alamsyah tersebut.
Bayu, Devi, Rahman dan Dion segera menyalami kakek Ilyas, nenek Lin, daddy Rehan dan yang lain nya.
Melihat kehadiran Rahman, netra kebiruan Malika berbinar seperti banyak terdapat bintang di dalam sana.
Malik yang mengikuti arah pandangan saudara kembar nya, tersenyum seringai. "Santai saja om, prince nya sudah datang dan saat ini lagi sungkem sama calon ayah mertua." Ucap Malik, tepat di saat Rahman menyalami daddy Rehan. Hingga semua mata tertuju pada Rahman, yang membuat remaja itu menjadi salah tingkah.
to be continue,,,