
"bi biar Vina saya yang obatin bibi tolong jaga Al sebentar ya"ucap aditya
"baiklah tuan"jawab bi suti kemudian membawa Al
"sayang ada apa kenapa bisa kaya gini?"tanya aditya khawatir tangannya sedang memperban pelipis vina
"aku juga gak tau mas tadi ketika aku sedang berada dikamar ada yang melempar batu dan mengenai kepala ku"jawab vina
"Pasti ini adalah perbuatan Alex,sebentar sayang aku harus menghubungi seseorang"ucap aditya kemudian menjauh dari vina untuk menghubungi seseorang.
"Halo kak?semua baik baik saja bukan?"tanya orang itu yang tak lain adalah Rafly
Rafly sudah tau jika aditya menghubungi nya maka ada sesuatu terjadi dan dia membutuhkan bantuannya
"kau kirim beberapa orang terbaik menjaga rumah"
"tapi ada apa kak?"
"kau ingat Alex kan?dia sudah kembali dan hari ini dia sudah melukai Vina"
"apa??? tapi bukankah dia sedang dipenjara?"
"mungkin dia bebas dengan jaminan"
"baiklah kak akan aku kirim secepatnya"
setelah itu mereka mengakhiri telpon mereka.
"mas maaf karena sudah membuatmu khawatir"ucap vina menunduk
"tidak apa apa sayang yaudah mending kamu istirahat okey??"ucap aditya langsung menggendong Vina menuju kamar tamu
aditya merebahkan Vina kemudian keluar kamar untuk mengambil Al
"sayang untuk beberapa hari kita akan tidur disini dulu ya besok aku akan menyuruh mang Ucup untuk memanggil tukang kaca"ucap aditya
"iya mas"jawab aditya
Vina dan Al tidur sambil berpelukan menghadap aditya, Aditya memandangi wajah vina dengan sangat lekat
"maaf sayang selalu membuatmu dalam bahaya"ucap aditya menyingkirkan anak rambut yang menutupi wajah Vina
Aditya ikut memejamkan matanya dan akhirnya mereka tertidur sambil berpelukan dengan Al di antara Meraka.
"sayang coba kau hubungi telepon rumah, sudah 3X aku menghubungi Aditya maupun Vina tapi tidak ada yang menjawab"ucap aldo pada dila
Dila menekan normal telepon rumah dan tak lama ada yang mengangkatnya
"Halo??"
"halo siapa ya?"
"ini aku bi dila,bi semua di rumah baik baik saja kan?
"anu non tadi ada yang berusaha untuk mencelakai non Vina"
"apa??lalu bagiamana keadaan Vina sekarang?"
"non Vina baik baik saja sekarang dia dan tuan aditya sedang tidur"
"baiklah bi terimaksih"
Dila mematikan sambungan telepon dan meminta pada aldo untuk pulang
"Sayang aku mau pulang"ucap dila merapihkan barang milik nya yang ada dimeja
"tapi apa yang terjadi?"tanya aldo
"ada yang berusaha mencelakai vina"jawab dila
"Apa???"aldo begitu terkejut dan tahu siapa pelaku nya
Aldo dan dila segera melajukan mobilnya menuju Mansion
"assalamualaikum"salam Dila dan aldo
"waalaikumsalam"jawab para pelayan
"dimana vina?"tanya dila
"belum bangun non"jawab bi Ijah
"sayang lebih baik kamu ganti baju dan istirahat dulu ayo"ajak Aldo
Vina dan aditya begitu terlelap dalam kehangatan pelukan masing masing,Al bangun dan menangis membuat kedua orangtuanya ikut membuka Matanya
ha....ha....hiks....
"Eh anak mamah bangun sini sayang kita nyusu"ucap Vina kemudian menyusui Al
"iya mas sebentar aku siapin baju buat kamu"ucap vina sudah melepas Al dan ingin bangun namun dihentikan oleh aditya
"Gausah sayang nanti biar aku ambil sendiri"cegah aditya dan vina mengangguk menuruti perkataan suaminya.
Kini semuanya sedang berada di ruang tamu Aditya,Vina,Aldo,Dila,naina dan Rudi
"pria itu kenapa sekarang bisa kembali???mamah gak akan biarin dia menyakiti menantu dan cucu mamah"geram naina
"tenanglah dulu mah"ucap rudi
"Nak tadi kamu bilang,kamu dilempar batu? sekarang dimana batunya?"tanya rudi
"ada dikamar Pah"jawab vina
Aditya dan aldo langsung menuju kamar aditya dimana Vina terkena batu, setelah mendapatkan apa yang mereka cari mereka kembali ke ruang tamu
"pasti ada sesuatu disitu coba kalian lihat"ucap Rudi
Aditya membuka gulungan kertas yang di dalamnya terdapat sebuah tulisan
"ada tulisannya pah"ucap aditya
Aditya membaca dan mengepalkan tangannya setalah tau apa isi surat itu.
"kurang ajar akan aku habisi ******** itu sekarang!!!"emosi aditya ingin Pergi namun dengan cepat vina menarik tangannya
"mas jangan mas dia itu pria gila dia bisa saja menghabisi mu mas aku tidak mau kamu kenapa kenapa"ucap vina menangis
Kenapa kehidupan yang sudah bahagia harus ada pengganggu, pengganggu yang sama yang hampir menghilangkan nyawa nya dan juga Al pikir vina.
"tapi sayang jika terus dibiarkan maka dia akan terus seperti ini"ucap aditya
"Sayang memang apa isi suratnya?"tanya dila
"AKU SUDAH MEMBUAT KEPUTUSAN BAHWA JIKA AKU TIDAK BISA MEMILIKI VINA MAKA SIAPA PUN TIDAK BOLEH MEMILIKINYA TERMASUK KAU ADITYA!!JADI AKU SENDIRI YANG AKAN MELENYAPKAN VINA DENGAN TANGANKU AGAR KITA SAMA SAMA MENDERITA TIDAK BISA BERSAMA DENGAN WANITA YANG KITA CINTAI!!! BERSIAPLAH!!"
"apa??? seharunya hari itu kita tidak perlu berkenalan dengan nya jika saja kita tidak berkenalan dengannya mungkin semua tidak akan seperti ini dari dulu"Dila mengucapkan kata kata itu dengan menyesal karena dia yang mengajak pergi ke toilet hingga bertemu dengan Alex (eps nonton bareng)
"Dila sudahlah, semuanya kalian tidak perlu khawatir aku tidak apa apa itu hanya ancaman disini ada kalian yang akan menjagaku aku,tidak akan ada yang bisa menyentuh ku"Vina mengucapakan kata kata itu dengan suara gemetar
Sebenarnya Vina takut dengan ancaman Alex mengingat terakhir kali Alex mencoba untuk melenyapkan anaknya dengan berani kenapa kali ini dia akan main main???Vina terus berperang melawan ketakutan dalam dirinya berusaha untuk tetap tenang,dia tidak mau membuat seluruh keluarga nya khawatir.
"Tapi sayang kamu sendiri yang bilang dia itu pria gila,dia bisa melakukan apa saja"aditya bertekuk lutut dihadapan Vina sambil memegang tangan Vina erat.
"mas aku punya kamu, punya keluarga dan diluar juga sudah banyak penjagaan dia tidak akan bisa menyakiti ku"jelas vina menangkup kedua pipi aditya dengan mesra
"nak selama beberapa hari ini kamu jangan keluar rumah dulu ya kamu tetap bersama mamah dirumah"ucap naina yang sedang menggendong Al
"iya mah"jawab Vina tersenyum
"Vina???"panggil seseorang yang baru datang
Imel langsung berlari ke arah Vina, dengan nada khawatir dia terus menanyakan keadaan Vina.
"Vina apa kamu baik baik saja?apa ini saki??apa Rendy harus memeriksa mu?"Imel terus mengeluarkan pertanyaan.
"hei bagaimana akan aku jawab jika pertanyaan mu bertubi tubi begitu"pekik vina.
Imel tidak menjawab dia justru memeluk vina dan menangis
"maafkan aku ini semua salahku jika saja dulu aku tidak memberikan nomor ponselmu padanya dia tidak akan tau keberadaan mu"Imel terdengar menyesal sama seperti dila
Dila menghampiri kedua sahabatnya itu dan ikut bertekuk lutut dihadapan Vina
"kenapa sekarang kalian seperti seorang anak yang sedang meminta maaf pada ibunya"ucap vina sedikit bercanda
"kamu memang ibu kami,sejak dulu kamu selalu memberikan yang terbaik untuk kami bahkan jodoh pun kamu yang memilihkan"jawab dila
"kau jangan bercanda terus aku ini khawatir padamu"ucap imel marah marah
"takut ah kalo mak lampir udah marah"ucap Vina mendapat tatapan tajam imel
"hehehe sini kalian bidadari bidadari ku"ucap Vina memeluk kedua sahabatnya.
BERSAMBUNG.....
HAI PARA PEMBACA SETIA MY BOSS MY SWEET HUSBAND TERIMAKSIH ATAS DUKUNGAN KALIAN SELAMA INI πππ BANTU KOMEN KRITIK DAN VOTE YA BIAR AKU MAKIN SEMANGAT BUAT UP ππ JANGAN LUPA FOLLOW INSTAGRAM AKU @Alfianaaa05_
oh iya mampir ke karyaku yang lain
"MENIKAH DEMI AYAH"
"MY CRUEL HUSBAND"
TERIMAKASIH, happy reading πβ€οΈ