
Karena waktu sudah semakin malam bahkan anak anak mereka sudah tidur dengan bi Suti di kamar vina.
"Sayang sudah malam ayo tidur"ajak aditya.
"Tapi mas filmnya belum habis"ucap vina menujuk film detik detik terakhir.
"Besok kan aku harus bangun pagi"ucap Aditya mencoba membujuk istrinya.
"Ya sudah baiklah ayo"ajak vina.
"Kami duluan ke kamar ya, Jangan tidur terlalu malam ingat besok kita harus pergi pagi"ucap Aditya pada aldo dan rendy.
"iya dit setelah film ini habis kami akan kembali ke kamar"ucap aldo.
"Aku duluan ya Mel,Dil"ucap vina diangguki keduanya.
Vina dan Aditya berjalan menaiki tangga menuju kamar mereka.
Ceklek
Terlihat Al, Revan dan Bagas sedang berbaring di kasur sedangkan bi suti dibawah beralaskan karpet berbulu.
"Astagfirullah bi Suti kenapa tidur dibawah gitu? kan dingin gimana nanti kalo dia sakit"ucap vina kemudian segara membangunkan bi Suti.
"Bi...bi...bi bangun bi"Vina menggoyangkan tubuh bi Suti.
"Ehh iya non maaf ketiduran"bi suti langsung terduduk dan mengucek matanya.
"bibi kenapa tidur dibawah?nanti masuk angin loh"ucap Vina.
"gpp non bibi sudah biasa"jawab bi Suti.
"yaudah bibi istirahat aja ya dikamar bibi,mereka biar sama aku"tutur vina.
"iya non kalo gitu bibi permisi, selamat malam"sapa bi suti pada Vina dan aditya.
"wahhh anak papah udah pules sama adik adiknya"Aditya mendekati Vina dan 3 anak kecil itu.
"Iya dong papah"jawab Vina tanpa mengalihkan pandangannya dari Al,revan dan bagas.
"Sayang aku ganti baju dulu ya"ucap aditya diangguki vina.
Setalah Aditya berganti pakaian Sekarang giliran vina, seperti biasa Vina akan mengunakan piyama tidur model terusan yang selalu membuat aditya bergejolak.
"Sayang bisakah piyama tidurnya diganti?"tanya aditya.
"kenapa?"tanya vina.
"itu sangat cocok untuk tubuhmu tapi selalu membuatku ingin memakanmu"jawab aditya.
"ishh kamu tuh"Vina hanya berdecih kesal.
Tok.....tok....
Vina membuka pintu kamarnya dan melihat dila dan imel sedang berdiri tegak di depannya.
"Vin mau ambil anak kita"ucap dila.
"kenapa juga diambil takut diculik ya"canda Vina.
"bukan hanya saja kamu takut anak kami ternodai akibat melihat om dan tantenya bermain koboi koboian"canda imel.
"Hahaha benar juga"vina menyauti candaan sahabatnya itu.
Setalah kepergian dila dan Imel membawa anak mereka Vina kembali mengunci pintu kamar dan berbaring disamping suaminya.
"Sayang??"panggil aditya.
"Hmmm"Vina berdehem dengan mata yang sudah terpejam.
"tadi siang kamu sangat nakal dan harus dihukum"jawab aditya.
"memang apa yang aku lakukan?"tanya Vina lagi.
"ini"aditya meraba bagian dada vina sontak membuat Vina membuka matanya lebar-lebar.
"Mas jangan begitu Lepaskan"ucap Vina takut tidak tahan dengan perlakuan suaminya.
"Kenapa sayang?"tanya aditya sengaja menggoda istrinya.
"mas tadi siang kan udah lagian aku capek mas akibat menyiapkan kencan tadi"ucap vina menahan tangan suaminya yang sedang bermain di dadanya.
"ya sudah tidurlah selamat malam"aditya menjauhkan tangannya kemudian mencium kening Vina dan berbaring membelakangi istrinya.
Vina merasa bahwa aditya kecewa padanya karena tidak mau berhubungan dengan nya, Vina memeluk pinggang aditya dari belakang.
"Mas?"panggil vina.
Aditya tidak menjawab seolah dia sudah tertidur tapi Vina tau bahwa suaminya belum tidur karena nafasnya terdengar belum teratur.
"Mas ayo bermain!!"ajak vina mengelus dada bidang suaminya.
Aditya membuka matanya dan berbalik menghadap vina.
"ayo bermain sebelum kamu pergi,aku akan merindukanmu karena besok kan kamu pergi selama 1 Minggu"sambung vina menatap aditya.
"terimaksih sudah pengertian denganku maaf jika aku selalu meminta nya"ucap aditya.
"aku ngerti sayang tapi bisakah kamu tidurkan Al di box nya"tutur vina.
"hehe iya ya nanti bisa bisa dia merasa ada gempa bumi padahal mamah dan papanya sedang asik main lari larian"Aditya bangun dan menaruh Al di box bayi nya.
Setelah menidurkan Al, aditya kembali berbaring di samping istrinya,Vina tanpa disuruh langusng melucuti pakaiannya sendiri.
"Sayang jangan aku tahu kamu lelah, jangan merasa bahwa aku marah padamu"cegah aditya.
"tidak mas aku tidak lelah lagipula aku memang menginginkannya"jawab vina dan akhirnya bajunya terlepas menyisakan pakaian dalamnya.
Vina membantu aditya melepas pakaiannya, ketika vina ingin mencium bibir suaminya tiba tiba ponsel aditya berdering dimeja nakas.
Drrett....drtttt....
"mas angkat dulu gih"titah Vina.
Aditya melihat ponselnya dan ternyata itu adalah Panggilan video dari rafly.
"sayang Rafly Videocall"ucap aditya kemudian menyelimuti tubuh Vina.
"yaudah angkat mas"ucap vina.
Aditya menggeser tombol hijau dan mengangkat panggilan dari rafly ya karena diindonesia sudah tengah malam berbeda dengan Amerika yang memiliki selisih waktu hampir 12 Jam itu jadi disana kemungkinan masih sangat sore atau bahkan siang.
"Selamat siang kak"
"matamu siang lihat jam berapa sekarang,kau pikir waktu kita sama hah?jika disana sore maka disini sudah tengah malam"
"alah, sudah cepat katakan Kenapa menelpon?"
"ehh bentar kak,kau tidak pakai baju?apa AC kamarmu mati?"
"bukan urusanmu"
"ahhh aku mengerti pasti kau dan kakak ipar sedang bermain koboi koboian"
"diam kau"
"berikan ponselnya pada Kakak ipar"
"dia sudah tidur!!! lain kali jika kau berani menghubungi ku di jam begini habis kau"
"hahaha oke oke maaf silahkan lanjutkan tuan semoga menang"canda rafly.
"Dasar bocah ingus...."belum aditya mengumpat rafly sudah memutuskan sambungan teleponnya.
setelah meletakkan ponselnya diatas meja, aditya memutar badannya berniat untuk melanjutkan permainan mereka yang sempat tertunda namun sangat disayangkan ternyata.....
"astagfirullah sayang kamu tidur sebelum menyelesaikan urusan kita"ucap aditya kaget sekaligus frustasi.
"ini semua gara gara rafly awas kau bocah sialan!!!!akan aku gantung kepalamu itu"Umpat aditya.
Hatcimm....
"kenapa sayang?"tanya Clara pada Rafly yang bersin.
"entahlah sepertinya ada yang sedang membicarakan ku"jawab rafly.
Aditya mencium kening istrinya dan ikut tertidur dengan memeluk tubuh montok istrinya.
"Selamat malam Sayang"aditya akhirnya tertidur.
Keesokan harinya pagi pagi sekali vina sudah membantu suaminya bersiap siap untuk pergi ke batam.
"sayang jangan nakal ya disana maaf semalam aku ketiduran"ucap vina mengalungkan tangannya dileher Aditya.
"tidak apa apa sayang aku tahu kamu lelah"jawab aditya tersenyum.
Entah siapa yang memulai bibir mereka sudah saling menempel seakan ada magnet yang menarik nya.
Cukup lama berciuman untuk melepas kerinduan yang akan Meraka rasakan satu sama lain.
"sudah ayo aldo dan rendy sudah menunggu dibawah"ajak Aditya kemudian menggandeng tangan istrinya dan Vina yang menggeret koper suaminya.
Sesampainya dibawah aldo dan rendy sudah menunggu bersama istri mereka.
"Sayang hati hati ya maaf tidak bisa mengantarmu"ucap dila karena saat ini Bagas sedang rewel sekali.
"iya sayang jaga diri kamu dan anak kita ya"jawab Aldo kemudian mencium kening istrinya.
Karena waktu sudah semakin siang, Meraka segera pergi meninggalkan mansion menuju bandara.
"kamu jangan nakal ya apalagi sampe main kucing kucingan sama wanita disana"ucap Imel.
"tenang saja sayang aku kan sudah punya kucing paling manis dan garang"jawab rendy mencium pipi imel.
"gak akan main kucing-kucingan hanya saja paling main koboi koboian"canda vina.
"itu jauh lebih parah"pekik imel.
1 jam perjalanan mereka menuju bandara internasional Soekarno Hatta akhirnya mereka sampai.
"sayang aku berangkat dulu ya kamu baik baik dirumah"ucap Aditya membelai pipi istrinya.
"iya mas kamu hati hati ya jangan lupa sama makan, terus solatnya,jaga kesehatan dan minum vitamin yang aku bawakan"ucap Vina.
"iya sayangku istriku"jawab aditya.
Vina memeluk erat tubuh Vina kemudian menciumi wajah tampan anaknya.
"Sayang papah jangan nakal ya jagain mamah oke"ucap aditya mencium pipi gembul Al.
"mas jangan lupa untuk menghubungi ku setidaknya jika kamu sibuk kirim aku pesan agar aku tidak khawatir"ucap vina.
"tentu sayang sudah pasti mau sesibuk apapun aku,aku akan tetap menghubungi mu"Jawab aditya.
Imel dan rendy.
"kamu hati hati ya jangan lupa makan sama statusnya"ucap imel.
"status? maksudnya?"tanya rendy.
"ya ingat kalau kamu sudah menikah jadi jangan macam macam"jelas Imel.
"kamu meragukan kesetiaan ku?"tanya rendy.
"tidak sayang sudah sana aku percaya padamu"ucap imel.
"anak papah yang mungil,baik baik ya sama mamah, jangan rewel dan merepotkan mamah oke"Rendy bicara pada anaknya yang berumur hampir 2 bulan itu.
"oke papahku sayang"jawab Imel mewakili anaknya.
Pengumuman keberangkatan sudah terdengar membuat raut wajah Vina dan Imel murung karena harus jauh dari suami mereka.
"Sayang aku akan merindukanmu"ucap vina tanpa sadar air matanya mengalir.
"jangan menangis sayang aku akan menyelesaikan pekerjaanku secepat mungkin agar cepat bisa bersama anak dan istriku"jawab aditya kemudian memeluk nya erat.
"Vin aku titip anak dan istriku ya"ucap aldo.
"iya baik do kau juga hati hati ya disana"tutur vina diangguki aldo.
ketiga pria itu berjalan menuju pintu keberangkatan sambil melambai pada Vina dan Imel dan akhirnya meraka tidak terlihat.
"kita akan sangat merindukan mereka Vin"ucap imel masih menatap pintu keberangkatan.
"iya tentu saja tapi itu memang sudah tanggungjawab mereka"saut Vina.
"sudah ayo kita pulang"ajak vina.
SPESIAL IDUL ADHA EPISODENYA AKU BIKIN PANJANG YA GUYSS ππ
OH IYA MOHON MAAF LAHIR BATIN YA PARA PEMBACA SETIA KUππ
jangan lupa komen positif untuk memberiku semangat ππ
BERSAMBUNG.......
terimakasih, happy reading β€οΈβ€οΈ