My Boss My Sweet Husband

My Boss My Sweet Husband
BAB 141



Keesokan harinya semua sudah duduk manis di meja makan untuk sarapan.


"Mas Kamu sudah enakan?"tanya Vina.


"iya sayang sudah semalam aku kan dipijat dengan seorang wanita cantik jadi cepat hilang rasa lelahku"Jawab aditya.


"Dasar bucin"pekik Rendy.


"kenapa?iri bilang boss"jawab aditya.


"sudah sudah kalian ini, cepat habiskan makanan kalian dan pergi lah bekerja"ucap naina.


"mamah ngusir nih ceritanya?"tanya aldo.


"iya hahahaha"jawab naina terkekeh.


Setalah sarapan aditya dan rendy pergi ke tempat masing masing sedangkan aldo mengantar dila kerumah ibunya.


"mah kami pergi dulu ya"ucap dila.


"iya sayang hati hati titip salam buat mamah mu ya"pesan naina dan dila mengangguk.


"bilang tante aku merindukannya"pesan Vina.


"Asiap"jawab dila kemudian benar benar meninggalkan mansion.


Vina mencari cari Imel yang sejak tadi tidak kelihatan, bahkan dia tidak mengantar suaminya seperti biasanya.


"mah aku ke kamar Imel dulu ya?"ucap Vina dan naina mengangguk.


Vina berjalan menaiki satu persatu anak tangga menuju kamar tamu atau yang sekarang menjadi kamar Imel.


Pintu kamar tidak terlalu tertutup terdengar suara seorang wanita yang sedang menangis.


"Hiks...hiks...kenapa semua harus terjadi padaku?kenapa ya Allah??"tangis Imel.


Vina mendengarkan Imel menangis dia ingin masuk namun terhenti ketika Imel kembali berucap.


"kenapa harus ada tumor di rahim ku,aku mohon biarkan anakku ini hidup aku tidak mau mengecewakan suamiku.Dia Sangat menginginkan anak ini"ucap Imel.


Vina masuk ke dalam kamar Imel dan terlihat Imel sedang meminum beberapa obat entahlah obat apa.


"Imell???"panggil vina membuat beberapa obat yang ada di tangan Imel jatuh berserakan.


"Vina???eee sejak kapan kamu disini?"tanya Imel terkejut seraya menghapus air matanya.


"sejak kamu mengatakan penderitaan mu"jawab Vina sudah menangis.


Vina berjalan mendekati Imel yang Sedang duduk di pinggir ranjang.


"apa? penderitaan apa selama ini aku bahagia sayang"ucap Imel mengelak.


"berhenti berbohong imel aku sudah mendengar semuanya, kenapa kamu menyimpan penderitaan mu sendiri??"tanya vina semakin menangis.


"Vina hiks...aku tidak mungkin memberitahu Rendy tentang ini aku tidak mau dia khawatir"jawab imel dengan tangis.


"Kapan kamu mengetahui ini?"tanya Vina.


"ketika kandunganku berusia 3 bulan"jawab Imel.


FLASHBACK ON


Hari itu adalah pemeriksaan kandungan Imel, dia begitu antusias ingin melihat perkembangan janinnya.


"Selamat siang nona Imel"ucap dokter Rani.


"siang dok"jawab Imel.


"wah periksa sendiri ya karena papah sedang sibuk"goda dokter Rani.


"hahha iya nih dokter cantik papah sibuk jadi mamah memeriksa ku sendiri"jawab imel menirukan suara anak kecil.


"baiklah nona Nisa apa belakangan ini ada keluhan?"tanya dokter Rani.


"Saya sering merasakan sakit di sekitar area V saya dok dan pernah lebih parah ketika perut saya seperti sedang diremas"jawab Imel.


Setalah melakukan pemeriksaan,dokter Rani tampak begitu gelisah membuat Imel bingung dan membuka suara.


"ada apa dok? semua baik baik saja kan? anakku tidak apa apa kan?"tanya Imel.


"begini nona Imel, setelah melakukan pemeriksaan di dalam rahim anda terdapat tumor dan itulah penyebab mengapa anda dulu sulit memiliki anak, tumor dalam rahim anda semakin membesar dengan berat hati saya katakan akan sangat berbahaya bagi anda untuk melahirkan anak ini"jelas dokter rani.


bagai tersambar petir di siang bolong,Imel lemas dan terduduk dengan perasaan sedih bercampur terkejut.


"lalu apa penyakit saya bisa disembuhkan dok?saya ingin melahirkan anak saya suami saya Sangat menginginkan anak ini"tanya dokter imel penuh harapan dengan air mata yang sudah membanjiri wajahnya.


"Kecil kemungkinan anda bisa sembuh nona ditambah dengan melahirkan itu bisa saja merenggut nyawa anda"jawab dokter rani terdengar begitu lirih.


Ucapan dokter Rani bagai menyayat hati dan pikiran nya,dia tidak mau meninggal tapi dia juga tidak mungkin mengorbankan anaknya hanya demi keselamatan nya.


FLASHBACK OFF


"hiks...hiks... untuk mencegah pembesaran tumor dalam rahimku aku mengkonsumsi obat dari dokter Rani"ucap imel menceritakan semuanya pada Vina.


"ini tidak benar mel tidak benar aku harus memberitahu rendy"Vina beranjak dari tempat duduknya.


"Vina aku mohon jangan aku tidak mau membuat semua orang khawatir biarkan saja aku tiada demi anakku... Rendy sangat menginginkan anak ini aku tidak bisa menghancurkan keinginannya"imel memohon sambil memeluk kaki Vina.


Vina membantu Imel berdiri dan mendudukkannya di sisi ranjang,di raihnya gelas yang sudah ia isi air sebelumnya.


"Mel ini minumlah"Vina menyodorkan segelas air putih pada Imel.


Imel meneguk pelan air putih itu dia kembali menatap sahabatnya yang juga sedang menatapnya dengan tatapan sendu.


"Sampai kapan kamu akan merahasiakan ini?"tanya Vina lembut.


"aku tidak tahu Vin, sesungguhnya aku tidak siap untuk meninggalkan dunia ini tapi demi anakku apapun akan aku lakukan"jawab Vina.


"kamu jangan bicara sembarangan,kamu akan sembuh Mel pasti percayalah,aku akan selalu ada untukmu"Vina memeluk Imel begitu erat.


"terimaksih Vin aku mohon jangan beritahu siapapun tentang ini"pinta imel masih dengan posisi berpelukan.


Malam hari semua sudah berkumpul di meja makan, mereka tampak seperti biasa ya gembira dan bercanda di meja makan namun tidak dengan imel dan Vina.


Imel kamu adalah sahabatku,kamu selalu menjadi penolong ku....ya Allah kenapa engkau memberikan penderitaan sebesar ini pada orang sebaik Imel


tanpa terasa air mata menetes dari pelupuk matanya,naina yang melihat itu terlihat khawatir.


"Vina kenapa kamu menangis?semua baik kan nak?"tanya naina.


"ahh engga mah tadi aku hanya kelilipan cabai mah"jawab Vina.


Imel menatap Vina, memberikan senyum yang selama ini selalu ia lihat, senyum terpaksa.Selama ini Imel menyimpan penderitaan nya sendiri kita semua melihat dia begitu bahagia tapi dia begitu rapuh ketika sendiri.


"kamu kenapa sayang?semua baik kan?"tanya Aditya.


"iya mas aku gak apa apa"jawab Vina.


Seperti biasa setelah makan mereka akan berkumpul diruang tamu.


"mas aku tidurin Al sebentar ya"pamit Vina ketika melihat Al sudah menguap.


"iya sayang sepertinya cucuku ini sudah mengantuk"ucap rudi mencubit pipi Al dipangkuan nya.


Selama perjalanan menuju kamarnya Vina bercanda dengan Al tiba tiba dia teringat Imel,dia tau bagaimana rasanya jika harus kehilangan anak tapi apa yang dikatakannya juga benar tidak ada seorang ibu yang akan mengorbankan anaknya sendiri.


"Imel aku berdoa semua kamu baik baik saja"ucap Vina lirih.


PERJUANGAN SEORANG IBU UNTUK ANAKNYA DARI MULAI MENGANDUNG SAMPAI MELAHIRKAN BEGITU BESAR TAPI TERKADANG ANAK ITU TIDAK FAHAM AKAN PENGORBANAN IBUNYA 😒


SEMOGA IMEL BAIK BAIK SAJA DAN BISA SELAMAT SAMPAI PROSES LAHIRAN YA😒🌞


bersambung.......


maaf ya telat semalam ketiduran πŸ˜‚πŸ˜‚βœŒοΈ


jangan lupa like, komen dan vote ya πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚