
mereka sama sama sedang melakukan bridal shower dengan cara mereka masing masing hingga larut malam.
Aditya,Aldo dan Rendy telah selesai sejak jam 00:30 dan mereka segera tidur dikamar masing masing karena malam ini Rendy menginap dimansion.
sedangkan Vina, Dila dan Imel sudah selesai dengan kegiatan Mereka sejak pukul 00:00 lalu mereka memutuskan untuk tidur malam ini mereka menginap dirumah Vina.
Vina berusaha untuk memejamkan matanya namun nihil akhirnya dia bangkit dan memilih untuk minum terlebih dahulu setelah minum Vina lebih memilih duduk di bangku meja belajarnya sambil memikirkan perkataan calon ibu mertua nya tempo hari.
flashback on
hari itu Vina sedang berbincang dengan naina diruang rawat naina.
"nak terimakasih sudah mau menikah dengan aditya"ucapan naina membuat Vina tersenyum.
"mah,mamah tidak perlu berterimakasih,lagipula mamah juga sudah membantuku jadi tidak ada salahnya aku membantu mamah juga"ucap Vina.
"tapi mah,mengapa mamah memilihku untuk menikahi pak Adit padahal aku yakin diluar sana banyak wanita kalangan atas yang mau menikah dengan pak Aditya"sambung Vina membuat naina sedih.
"mah maaf bukan maksud aku untuk menolak pernikahan ini hanya saja aku,,,,"ucapan Vina terpotong naina.
"iya sayang mamah tau, untuk alasan mengapa mamah memilihmu menjadi pendamping Aditya adalah karena mamah yakin kamu bisa membawa Aditya seperti dulu yang suka tertawa dan ceria"ucap naina tidak dimengerti Vina.
"maksud mamah seperti dulu apa?" tanya Vina mengerutkan dahinya.
"huff....biar mamah ceritakan mengapa dia begitu tidak sukanya dengan wanita,karena wanita mengingatkannya pada kakak laki-laki yang sangat dia sayangi"ucap naina lembut.
"kakak?bukankah pak Adit itu anak sulung mah?"tanya Vina bingung
"sebenarnya mamah punya seorang anak laki-laki atau lebih tepat kakanya Aditya namanya Alvin .Umur dia dan Aditya selisih 11 tahun"ucap naina mulai berkaca-kaca.
"lalu sekarang kemana dia mah?"tanya Vina.
"dia sudah tiada karena dibunuh oleh pacarnya sendiri,hiks..hiks"ucap naina mulai tak kuasa menahan air matanya.
"apa?pacar mah?"tanya Vina kaget.
"iya sayang,jadi dulu Alvin pernah pacaran dengan teman sekolahnya namanya tamara. Alvin sangat mencintai Tamara mereka sudah menjalin kasih sejak awal masuk SMA sampai mereka ingin lulus. Tapi siapa sangka ternyata selama ini tamara hanya mencintai alvin karena harta saja hiks....hiks..Alvin mengetahui itu semua saat dia sedang ke toilet sekolahnya dan mendengar suara desahan disana Alvin terus mendengarkan hingga suara desahan itu berubah menjadi pembicaraan dimana gadis itu yang ternyata tamara berbicara bahwa dia pacaran dengan Alvin hanya karena uangnya saja,Alvin memang selalu memberikan uang setiap Minggu pada tamara namun Tamara memanfaatkan uang yang diberikan Alvin untuk berfoya-foya dengan kekasihnya. Alvin begitu terpukul ketika mendengar semua perkataan Tamara diapun keluar dan meninju kekasih Tamara sedangkan Tamara hanya ketakutan,Alvin mengancam Tamara bahwa dia akan mengadukan perbuatan mereka bercinta di toilet kepada kepala sekolah. besoknya Alvin membawa Aditya dan Aldo jalan jalan ditaman mereka sangat menyayangi Alvin begitupun sebaliknya namun saat mereka sedang bermain tiba tiba Alvin dipukuli habis habisan oleh seseorang yang tak lain adalah kekasih tamara. Adit dan Aldo melihat kejadian itu semua bahkan Meraka ketakutan saat tamara mengancam akan menghabisi mereka juga,Alvin berteriak meminta Adit dan Aldo pergi hingga akhirnya sebuah pisau menusuk tepat dibagian dada Alvin dan mengenai jantungnya hingga dia tidak bisa tertolong.itulah yang membuat Aditya dan Aldo kehilangan senyuman mereka dan membenci wanita hiks....hiks...hiks...."cerita naina sambil menangis tak kuasa mengingat putra sulungnya yang tewas dengan tragis.
Vina mendengarkan cerita naina pun ikut menangis tak bisa membayangkan bagaimana perasaan Aditya saat itu.
"mamah sudah mau jangan menangis"ucap Vina sambil mengelus punggung naina.
"lalu sekarang dimana Tamara dan kekasihnya?apa mereka sudah dipenjara?"tanya Vina lagi dijawab dengan gelengan kepala.
"maksud mamah mereka bebas berkeliaran diluar sana?"tanya Vina kaget.
"mereka memang tidak dipenjara namun mereka diberi hukuman lebih berat dari sebuah penjara,mereka disekap oleh Aditya dan diperlakukan seperti seorang budak disana"ucap naina seraya menghapus air matanya.
"apa disekap? disana?"tanya Vina lagi.
"iya,mereka disekap disebuah rumah tempat tinggal para bodyguard Aditya diparis nak"jawab naina menatap Vina.
"jadi nak mamah mohon sekali jangan pernah mengkhianati aditya,mamah mohon bawa dia kembali sayang... berjanjilah pada mamah!"kata naina memberikan tangannya meminta untuk Vina berjanji.
"iya mah Vina janji akan membawa pak Aditya seperti dulu lagi"yakin Vina membalas uluran tangan naina.
flashback off
"aku berjanji mah akan membawa pak aditya kembali seperti dulu dan menghilang rasa trauma dalam hidupnya,aku pasti bisa melakukannya"kesungguhan Vina pada dirinya
kemudian dia memutuskan untuk tidur karena Besok adalah hari yang paling dinantikan setiap wanita yaitu hari pernikahannya.
keesokan harinya
Vina bersama keluarga dan kedua sahabatnya sudah datang ke mansion pagi pagi sekali karena acara pernikahan akan dilangsungkan dimansion Brawijaya
saat ini Vina sedang dirias oleh MUA terkenal..
"oke sudah mba,mba terlihat cantiknya sekali"ucap seorang perias itu memuji kecantikan Vina.
"ini karena si mbanya yang memang pintar mendandani saya"ucap Vina balik memuji MUA itu
Vina mengenakan kebaya putih yang sederhana tapi elegan.
sekarang waktu sudah menunjukkan pukul 08:00 sedangkan ijab qobul nya pukul 09:00 artinya masih 1 jam lagi. Vina sedang duduk rasanya saat ini dia begitu gugup karena sebentar lagi status nya akan berubah menjadi nyonya Aditya Brawijaya.
"wah Vin kamu cantik banget"puji Dila yang baru memasuki kamar.
"ya ampun Vina kamu benar-benar seperti Barbie sayang aku"ucap lebay Imel.
"ish apaan si kalian biasa aja kali,oh iya aku gugup banget nih bantu hilangin kek"rengek Vina pada kedua sahabatnya.
"bantu gimana?"tanya Dila dan diangguki Imel tanda memiliki pertanyaan yang sama.
"ajak ngobrol jangan ditinggal sendirian"ucap Vina
sedangkan dikamar aditya dia sudah mengenakan jas hitam lengakap dengan dasi kupu-kupu.
"wishh calon nganten cakep banget dah"puji Rendy ketika melihat Aditya.
"iya dit kamu ganteng banget cocok sama Kakak ipar yang cantik itu"sambung Aldo.
"memang kalian sudah melihat Vina?"tanya aditya.
"sudah dong"jawab Aldo dan Rendy bersamaan
kemudian masuklah Rudi bersama naina yang sudah memakai pakaian senada.
"Adit tenanglah jangan gugup papah yakin kamu bisa!"ucap Rudi sambil menepuk bahu aditya.
"iya pah terimakasih"jawab Aditya sedikit tenang.
"Adit mamah senang akhirnya kamu akan segera menikah"ucap naina berkaca kaca.
"jadi Adit setelah menikah cepatlah buatkan kami cucu kami sudah sangat menginginkan nya"ucap Rudi berhasil membuat pipi Aditya merona.
"hahahahahahhah"tawa semua yang ada dikamar karena berhasil membuat seorang Aditya malu.
"sudah sudah ayo turun sebentar lagi acaranya dimulai.
merekapun turun Aditya berjalan menuruni tangga dengan begitu gagahnya sehingga menghipnotis siapa saja yang melihatnya.
bersambung.....