My Boss My Sweet Husband

My Boss My Sweet Husband
BAB 207



Kakinya melangkah dengan ragu ke dalam tempat peristirahatan umat muslim, tempat dimana orang akan menumpahkan air mata kala harus mengantar orang yang kita sayangi untuk terakhir kalinya.


Helaian benang yang menjuntai ke bawah menyapu dedaunan kering yang dilalui oleh Vina,suhu di pagi hari membuat tubuhnya sedikit kedinginan.


"Assalamualaikum"


Keempat orang itu memberikan salam di depan makan seseorang dimana di batu nisan tersebut tertulis nama HANDOKO BIN WIJAYA.


"Assalamualaikum mas,maaf baru datang saya harap kamu bahagia disana.Maafkan saya jika belum bisa menjadi istri yang baik untuk kamu, ini anak anak kita Iqbal dan vina mungkin kamu akan senang melihat Iqbal yang sudah besar dan kamu tahu dia menjadi peringkat pertama di kelasnya.Saya akan selalu mendoakan yang terbaik untuk kamu mas" ucap dina mengelus batu persegi yang sudah usang itu.


"Ayah,sampai kapanpun vina akan selalu menyesali kata kata Vina yang mengutuk ayah, maafkan vina,maafkan vina jika vina belum bisa menjadi sosok anak yang baik untukmu, vina bukan anak yang penurut seperti kata katamu tapi percayalah yah bahwa vina sangat menyayangimu,Vina harap ayah bisa tenang dan bahagia disana oh iya perkenalkan ini suami vina namanya mas adit dia pria yang baik yang sangat menyayangi dan mencintai vina semoga ayah bisa memberikan doa terbaik untuk rumah tangga vina, I love you dad"Ucap Vina dengan berderai air mata bahkan sekuat tenaga vina harus menahan isakan nya.


"Ayah,aku aditya suami putrimu.Terimakasih karena telah memberikan putrimu padaku,Vina sosok wanita yang baik dan sangat berarti untukku,aku sudah mendengar semuanya dari vina tapi meskipun begitu vina tetap menyayangimu sebagai ayahnya dan aku juga akan mendoakan yang terbaik untuk mu disana yah"Ucap aditya tulus.


"Ayah ini Iqbal, mungkin dulu aku masih kecil jadi tidak ingat wajahmu tapi aku ingat seseorang yang selalu membuatkan ku susu di pagi hari, Terimaksih ayah semoga ayah bahagia"ucap Iqbal membuat dina dan vina tersenyum karena dulu jika pagi sang ayah yang akan membuatkan nya.


Setelahnya mereka membacakan doa dan menaburkan kembang di atas pusaran handoko.


***


Sesampainya di rumah vina dan aditya langsung pergi ke kamar untuk mengganti pakaian begitupun dengan dina dan Iqbal.


"jangan sedih lagi ya"ucap aditya pada vina yang sedang menyiapkan pakaian untuk suaminya pergi ke kantor.


"Tidak mas"jawab vina memberikan senyumnya pada vina.


"Jangan pernah hilangkan senyum itu sayang, senyum itu sangat menghangatkan hati"ujar aditya membuat vina kembali menatap suaminya dan mendekatinya.


"Menghangatkan hati? bagiamana jika yang ini??"tanya vina kemudian menyatukan bibirnya ke bibir tipis suaminya itu memberikan hmm kecil di bagian sana.


"jika yang ini bukan hanya menghangatkan tapi juga membuat tubuh terasa panas dan aku tidak mau pergi ke kantor"jawab aditya dengan nada sensualnya.


"Gak usah mesum"cibir vina kemudian meninggalkan suaminya kedalam kamar mandi


"Sayang lihat saja nanti malam akan ku buat kamu tidak bisa berjalan..... sayang??!!!!!"Seru aditya sambil berteriak menggedor pintu kamar mandi.


sedangkan vina di dalam hanya terkikik geli karena suaminya itu.


Setalah mandi,Vina keluar dengan pakaian santainya melihat aditya yang masih duduk dan belum berganti pakaian hanya celana yabg ia ganti menjadi celana boxer membuat vina mengerutkan keningnya.


"Kok belum ganti baju mas?"tanya vina mendekati suaminya.


"maunya dipakein sama kamu sayang"jawab aditya memberikan mimik wajah lucu.


"ishh ya udah sini"desis vina kemudian memakaikan kemeja, dasi dan jas pada suaminya.


"Sudah sayang"ucap vina mengelus kedua bahu aditya seperti menyeka debu.


"Udah dari mane, coba tengok ke bawah"cibir aditya.


Vina melihat ke bawah, tawanya pecah melihat penampilan aditya yang sudah rapih dibagian atas tapi masih pakai boxer dibagian bawah.


"Hahahaha kamu tampan mas kalo ke kantor seperti ini"ucap vina ditengah tengah tawanya.


"emang kamu rela kalo aset aku dilihat sama orang lain?"tanya aditya menggoda.


"Boleh aja tapi siap siap pulang aku kasih cap 5 jari di pipi"jawab vina mendelik tajam.


"ya udah iya aku pake sendiri aja celananya"saut aditya kemudian memakai celana panjang kerjanya.


Setalah siap vina dan aditya turun mencari keberadaan semua orang namun nihil tidak ada siapapun dirumah hanya ada dina dan Iqbal yang tadi ikut pergi ke makam.


"Bi???"panggil vina.


"iya non?"saut bi suti dan bi Ijah.


"Pada kemana?kok sepi banget?"tanya vina.


"oh itu non katanya mau jalan jalan ke taman komplek"jawab bi ijah.


"oh gitu, ya udah bi makasih ya"saut vina.


"Kamu mau ikut aku nanti turun di taman?"tanya aditya.


"ya udah istirahat ya,aku berangkat dulu"ucap aditya memberikan kecupan di kening istrinya.


"hati hati mas"saut vina mencium punggung tangan Aditya.


"Assalamualaikum"


"waalaikumsalam"


Setelah kepergian aditya ke kantor, vina kembali ke kamarnya untuk beristirahat namun sebelum itu vina pergi ke dapur untuk membuat susu hamil.


"Vin??"panggil dina.


"iya bu?"


"ibu sama iqbal mau nyusul ke taman,kamu mau ikut?"tanya dina.


"Engga bu,aku mau istirahat aja kepalaku sedikit pusing"jawab vina karena terlalu banyak menangis kepalanya jadi terasa pusing.


"ya udah kamu istirahat ya, ibu sama Iqbal pergi dulu"ujar dina diangguki.


"dahhh kak"ucap Iqbal dibalas senyuman oleh vina.


Setelah menghabiskan segelas susu hangat, vina pergi ke kamarnya kebetulan sekali vina bertemu bi Ijah yang sedang ingin mengepel kamarnya.


"bi nanti tolong belikan buah buahan ya aku mau bikin es buah kayanya seger"ucap vina.


"kebetulan non ini bibi mau ke pasar habis ngepel"ucap bi Ijah.


"ya udah ngepel nya belakangan aja sekarang ke pasar dulu ya"ucap vina diangguki bi Ijah.


Vina duduk di di bangku yang ada di balkon kamar sambil membaca novel love story kesukaannya hingga ketika sedang fokus membaca tiba tiba ada yang menutup matanya dari belakang.


"Aku ciapa?"suara imut itu membuat vina tersenyum masih di tutup matanya.


"Mmm ciapa ya???mama gak tahu ini ciapa"jawab Vina.


"Ini Al"ujar Al melepas tangan mungilnya dari mata vina dan berdiri di samping kursi ibunya.


"Al pulang sama siapa?"tanya vina.


"Sama ante mel"jawab Al menunjuk imel yang sedang ongkang ongkang kaki di ranjangnya.


"dasar kucing dapur, masuk gak ketuk pintu dulu"cibir vina.


"gak apa apa sekali kali lagian kan gak ada aditya kalo ada baru aku gak berani karena takut lagi uh"saut imel yang sedang menyusui revan.


"Mel mulutmu itu loh ya ampun"pekik vina menghampiri sohib sablengnya.


"kok kalian pulang?kenapa?"tanya vina duduk di samping imel diikuti dengan Al.


"Revan ngantuk eh katanya Al juga ngantuk jadi kita pulang deh"jawab imel.


"anak mama ngantuk?mau bobo?"tanya vina membelai pipi Al yang sudah rebah.


"udah bikinin susu sana kasihan dia mau tidur"Tutur imel.


Vina turun membernarkan posisi Al dan membiarkannya susu kemudian memberikannya pada Al.


"Udah ke makam ayah?"Tanya imel melepas susu revan.


"Udah"jawab vina.


"Oh iya tadi di gerbang ketemu bibi katanya mau ke pasar sekalian beli buah pesenan kamu, mau bikin apa?"tanya imel.


"Rencananya sih mau bikin es buah kan seger tuh"jawab vina.


"ayo deh boleh,aku sih bisa kalo cuma bikin es buah"saut imel sumringah.


BANYAK KOMEN DAN VOTE,AKU UP 1 EPISODE LAGI😉😉


BERSAMBUNG..........