
Aditya memberikan kunci kamar dan menunjukkan letak kamarny mereka masuk kedalam kamar masing masing.
"ah nyaman sekali kasur ini, berbeda dengan milikku dirumah... astagfirullah aku harus bersyukur masih banyak orang diluar sana yang bahkan tidur hanya dengan beralaskan kardus"ucap Vina pada diri sendiri.kemudian dia bergegas mandi dan istirahat.
kamar Aditya
"sudah bertahun tahun sejak kejadian itu tapi aku masih belum bisa melupakannya"ucap aditya meneteskan air mata.
Aditya memutuskan untuk mandi dan pergi makan malam karena waktu sudah menunjukkan pukul 20:00 waktu Paris.Selesai mandi Aditya berpakaian dan memeriksa email yang dikirimkan Aldo, kemudian Aditya beranjak ingin keluar kamar namun kamarnya sudah diketuk dan terlihat Vina yang sedang berdiri.
"pak sudah malam,mmmm ada baiknya kita makan pak biar tidurnya nyenyak"ucap Vina takut.
"hmm.. baiklah ayo turun"Aditya mengambil ponselnya dan pergi menuju restoran dihotel itu.
Vina dan Aditya pergi menuju restoran bersama kemudian segera memesan makanan ketika sedang menunggu makanan mereka, Aditya melihat seorang anak laki laki sekitar umur 5 tahun bersama sang kakak yang sedang merengek meminta ice cream,Aditya tersenyum melihat interaksi antara keduanya Sampai tak sadar dia menitihkan air matanya,Vina yang bingung melihat bosnya menangis langsung bertanya.
"pak,apa bapak baik baik saja? mengapa anda menangis?"tanya Vina namun tidak dihiraukan, aditya terus memandangi anak kecil dan kakaknya sampai Vina pun mengikuti arah pandang Aditya
"mengapa dia menangis ketika melihat pria dan anak kecil itu,apa itu mengingatkan nya dengan suatu hal?"tanya Vina dalam hati
Vina berniat bertanya namun sebelum itu pelayan sudah datang dan meletakan semua makanan mereka dimeja, Aditya sadar kemudian segera membuang muka kearah lain untuk menghapus air mata nya.
"silahkan pak"ucap Vina dijawab anggukan kepala Aditya
mereka makan dengan Hidmat tidak ada yang bersuara namun sesekali Vina terus bertanya tanya.
"sebenarnya apa yang terjadi,terlihat ada kesedihan diwajah pak Aditya,apa itu mengingatkan nya akan mantan kekasih nya atau apa ya..aghh kenapa aku jadi peduli gini si sama dia?!"ucap Vina sambil menggelengkan kepalanya
Aditya yang melihat itu sontak bertanya
"ada apa denganmu?kau masih waras bukan?"tanya Aditya datar sedangkan Vina hanya bisa bergumam.
"huh dasar kulkas" mendengar gumaman Vina Aditya hanya melirik sinis ke arah vina.
mereka selesai makan dan langsung menuju kamar mereka masing masing.
"hmm selama malam pak"kata Vina dan dijawab
"selamat malam"Aditya sambil mengangguk
mereka masuk kedalam kamar masing masing
kamar Vina..
Vina terus berperang dengan pikirannya tentang aditya.
"sebenarnya ada apa ya, terlihat dengan jelas ada raut kesedihan saat dia melihat anak laki laki itu dan kakaknya, apa dia menyukai anak kecil itu atau dia ingin cepat punya anak?"ucap Vina masih terus berperang dengan pikirannya hingga akhirnya tertidur.
kamar Aditya
"Adit pergi lah cepat! bawa adikmu dan cari tempat bersembunyi yang paling aman, Jangan keluar sebelum Kaka menyuruhnya,oke?"
"kaka sayang sama kamu dan juga Aldo Kaka janji akan cepat kembali,cepat sekarang pergilah!!"
Jleb....aaaaa........
"Kaaaaaakaaaaakkkkk......"teriak Aditya terbangun dari mimpinya
Vina terbangun karena merasa haus namun kamar Vina dan kamar Aditya memang bersebelahan dan kebetulan balkon kamar Aditya terbuka jadi Vina bisa mendengar teriakan Aditya.
"kakak?"memang pak Aditya punya Kaka?bukankah dia anak sulung?apa maksudnya?"
Vina memberanikan diri untuk keluar kamar menuju kamar Aditya
tok...tok...tok..
mendengar pintu diketok aditya pergi dan membukanya.
"ada apa?"tanya Aditya dingin namun masih terlihat raut wajah khawatir nya.
"Ummmm.....anu pak..anu tadi saya denger bapak teriak,saya khawatir jadi saya datang kesini.
"tidak perlu aku hanya mimpi buruk!sekarang cepat pergilah besok kita ada meeting pagi dan aku tidak ingin terlambat"perintah Aditya.dan dijawab anggukan serta senyum oleh Vina
Vina kembali ke kamarnya dan masih tetap memikirkan tentang siapa itu "kakak" yang Aditya maksud
"aghh...aku kenapa jadi penasaran gini sih.. udahlah mending aku tidur!"ucap Vina seraya berbaring dan tidak lama terlelap.
keesokan harinya
Vina terbangun dan mendapati jam menunjukkan pukul 05:00 waktu paris.vina berjalan menuju balkon kamar untuk melihat keindahan kota Paris dari sana,Vina melirik balkon Aditya ternyata masih tertutup dia memutuskan untuk membuat coklat panas untuk menghangatkan tubuhnya karena kamar hotel ini lengkap dengan fasilitas dapur beserta isinya.
"aku buat cokelat panas deh buat ngehangatin tubuh"ucap vina sambil menuju dapur.
setelah membuat cokelat panas Vina kembali ke balkon dan melihat Aditya di balkon kamarnya,Vina berinsiatif untuk membuat coklat panas dan memberikannya.
"pak?"panggil Vina sedikit berteriak sedangkan yang dipanggil hanya nengok dengan malas.
"ini pak minumlah cuacanya dingin sekali!dan juga pakai jaket mu pak jika tidak nanti kau sakit"ucap Vina sambil menyodorkan gelas berisi cokelat panas.
Aditya tidak menerima cokelat panas pemberian Vina justru dia malah masuk kedalam itu membuat Vina sedikit jengkel.
"huh dasar kulkas,oh iya diakan kulkas kenapa aku lupa tidak mungkin kan sebuah kulkas merasa kedinginan toh dia juga dingin!"desus Vina.
sudah lama juga Vina duduk di balkon ternyata jam sudah menunjukkan pukul 06:30 waktu paris dia segera masuk menuju kamar mandi setelah itu berpakaian rapih Karena hari ini ada jadwal rapat pagi oleh tuan Albert.
"huh segernya udh mandi, makeup dulu deh biar ngga pucet banget"ucap Vina sambil berjalan menuju meja riasnya.
setelah bersiap Vina keluar kamar menuju kamar Aditya untuk segera berangkat mereka tidak sarapan dulu karena akan sarapan bersama klien.
tok..tok..tok
ceklek
pintu terbuka memperlihatkan wajah tampan Aditya yang sudah rapih dengan pakaian kantornya.
"selamat pagi pak,ayo sopir sudah menunggu di loby!" dan dijawab anggukan
mereka menuju loby dan segera masuk kedalam mobil untuk menuju restoran yang sudah ditentukan klien. dalam perjalanan Aditya menanyakan jadwalnya untuk hari ini.
"katakan agendaku hari ini!"perintah aditya tanpa mengalihkan pandangannya dari ponsel
Vina langsung mengambil buku jadwal ditasnya
"pukul 10:00 kita akan pergi ke tempat pembangunan hotel pak setelah itu jam bapak kosong hinggga besok"jelas Vina
"hmmm baiklah"singkat Aditya.
"mmmm...pak nanti kan kita jam kosong bolehkah saya jalan-jalan dikota ini?, mumpung lagi disini pak kan ngga setiap hari disini"ucap Vina sambil tersenyum dan dibalas tatapan tajam Aditya.
"kau ingin jalan-jalan? sendiri?kalo kau hilang bagaimana? merepotkan.tidak usah pergi kemanapun dan lagipula kau juga tidak bisa berbahasa dengan benar!"larang aditya.
vina bungkam mendengar larangan Aditya jadi dia memilih untuk memainkan ponselnya.
akhirnya mereka sampai di sebuah restoran dengan pemandangan pantai yang membentang luar dihadapannya.
"waahhh...indah sekali"takjub akan keindahan pemandangan depan restoran ini.
mereka sampai dimeja yang sudah dipesan dan berjabat tangan satu sama lain
"selamat datang di Paris pak,senang sekali rasanya saya bisa bertemu dengan anda sekian lama dan ya saya minta maaf Karena saya memajukan jadwal kerjasama kita"ucap klien itu (bahasa Prancis ceritanya ya)
"tidak apa apa tuan Albert,dan saya juga senang bisa bertemu dengan anda"balas Aditya datar
"dan ini perkenalan dia sekretaris ku Aldo sedang tidak bisa datang jadi aku bersamanya"lanjut Aditya memperkenalkan Vina.
"senang bertemu denganmu nona"menggunakan bahasa Prancis sambil menyodorkan tangannya,Vina hanya bisa tersenyum dan membalas sodoran tangannya karena dia tidak mengerti dengan apa yang tadi klien itu katakan.
bersambung.....
jangan lupa tinggalkan jejak like dan komentar kalian rentang kekurangan novel perdanaku ini, terimakasih ๐๐