
"Wanita itu lagi?Awas kau Tania"Geram Dila
"Aku rasa dia itu tidak waras karena jika orang yang waras tidak mungkin dia berani melabrak istri sah"ucap Imel
"Kau ini bicara seakan Aditya berselingkuh dan terpergok Vina kemudian Tania melabraknya"ucap Rendy
"memang begitu kan sayang?"tanya Imel
"Dasar kau ini"ucap Rendy terkekeh melihat kekasihnya
Aditya masih harus dirawat dirumah sakit,Vina dan Aditya mereka meminta 1 ruangan berdua,mana mungkin rumah sakit menolak permintaan tuan dan nona pemilik rumah sakit
"Mas makanlah"ucap Vina sambil menyodorkan sendok ke mulut Aditya
Aditya membuka mulutnya dan memakan suapan istrinya
"Sayang aku mau pake ayamnya"ucap Aditya seperti anak kecil
"sejak tadi kan aku kasih ayamnya"ucap vina
"iya tapi aku mau kau menyuapiku dengan cara yang berbeda"ucap Aditya membuat Vina mengerenyitkan dahinya
"pake bibir yang"rengek Aditya seperti anak kecil
"mas apa apaan sih kamu ini"ucap Vina malu mendengar perkataan Aditya
"kalo tidak mau maka aku tidak mau makan"ancam Aditya
Vina akhirnya menyerah ia menggigit ayam kemudian menyuapinya ke mulut Aditya. Saat Vina ingin melepas bibirnya dari bibir Aditya,Aditya menekan tengkuk Vina dan melu*at bibir Vina lembut.
Vina tak kuasa menolak karena sebenarnya dia juga sudah sangat rindu dengan belaian suaminya,Vina membalas ciuman suaminya piring yang ia pegang diletakan di meja samping ranjang kemudian berdiri mengalungkan tangannya dileher Aditya
Tangan Aditya mengelus perut Vina kemudian perlahan naik ke atas dada Vina dan bermain disana...
Aditya melepas ciumannya dan Vina mencium seluruh bagian wajah Aditya,tangan Aditya merengkuh pinggang Vina matanya terpejam menikmati sentuhan bibir istrinya diwajah tampannya
"Kakak maafkan aku...aku tidak sengaja"ucap seorang gadis yang baru saja datang
Vina segera menghentikan aktivitasnya dan melihat kearah pintu
"kau siapa?"tanya Vina yang tidak mengenal gadis yang berada di tengah pintu sedangkan Aditya hanya menatapnya malas
Gadis itu melangkah masuk mendekati Aditya dan Vina
"kakak aku merindukanmu"Ucap gadis itu memeluk tubuh erat aditya
"Lepas Risa kau tidak lihat ada istriku"ucap Aditya melepas tangan Risa yang melingkar ditangannya
"hehe Kaka ipar maafkan aku ya"ucap Risa cengengesan
"Tapi kau siapa?"tanya Vina bingung
"Dia adikku kak"jawab seorang tiba tiba
"Rafly?!!"panggil Vina pada orang itu yang ternyata adalah Rafly
"Kakak ipar kau apa kabar?"tanya Rafly pada Vina
"Aku baik baik saja Rafly,dan tadi kau bilang dia adikmu?tapi aku tidak pernah melihatnya bahkan waktu itu kau tidak membawanya"ucap Vina
"ka..."Rafly ingin bicara tapi dengan cepat Risa memotongnya
"kakak ipar aku Risa adik Rafly dan adik sepupu kak Adit"potong Risa menjelaskan pada Vina
Vina tersenyum kemudian ingin memeluk Risa tapi karena perutnya ia urungkan
"hahaha biar aku saja kak yang memelukmu"tawa Risa kemudian memeluk Vina dari samping
"Aku juga mau dipeluk Kaka ipar"ucap Rafly saat Risa sudah melepas pelukannya
"Cobalah!!"suara bariton itu membuat Rafly mengurungkan niatnya dan beralih memeluk Aditya
"hehe maksud ku aku ingin memeluk mu kak"ucap Rafly sambil memeluk tubuh Aditya
"hahahahah"tawa Vina dan Risa melihat Rafly yang lucu menurut mereka
"lepaskan!!"ucap aditya Kemudian Rafly melepas pelukannya
"oh iya kakak ipar kami membawakan mu ini"ucap Risa memberikan sebuah paper bag
"apa ini?"tanya Vina sambil tangannya membuka paper bag itu
".....ya ampun ini indah sekali"kagum Vina pada sebuah gaun khusus ibu hamil
"kau menyukainya kak?"tanya Rafly
"iya kak"jawab risa lembut
"Lalu kalian bawa apa untukku?jika kalian tidak membawa apapun akan aku tendang kau dari sini agar kembali ke Amerika"ucap Aditya membuat kakak beradik itu merinding
"tentu saja kak,ini"ucap Rafly memberikan paper bag berwarna merah
Aditya membuka paper bag yang diberikan Rafly dengan semangat dan wajah kesalnya mulai terlihat saat melihat isi paper bag itu
"Hot Dady"ucap Rafly dan Risa bersamaan
"kau bilang kau mau jadi ayah yang baik kan makanya aku membawakanmu gendongan ini"ucap Rafly menunjuk gendongan bayi model kangguru
"Hahahahah"lagi lagi tawa Vina dan Risa pecah kali ini melihat ekspresi wajah Aditya
Disaat mereka sedang bercanda tiba tiba datang 4 orang yang setiap hari mengunjungi mereka
"sedang apa kalian Disini?"suara bariton itu membuat Risa dan Rafly menghentikan tawanya
Risa menengok ke arah sumber suara dan langsung berhamburan ke pelukan Aldo
"Kak Aldo...aku rindu padamu"ucap Risa sambil memeluk erat Aldo
"iya baiklah sekarang lepas aku bisa mati"ucap Aldo dan Risa melepas pelukannya
"Hai rend,apa kabar?"tanya Risa pada Rendy
"kabarku baik,bagaimana pendidikanmu disana?"tanya Rendy
"sangat lancar"jawab risa tersenyum
Imel melihat itu merasa sedikit ada kejanggalan disenyum gadis yang sedang berbincang dengan kekasihnya
"Hai"sapa Imel dan Dila pada Risa
"Hai,kalian pasti sahabatnya kak Vina kan?"tebak Risa kemudian mereka mengangguk
"perkenalkan namaku Imel dan ini Dila"ucap Imel memperkenalkan diri pada Risa
"Aku Risa senang berkenalan dengan kalian"ucap Risa
Mereka berkumpul diruang Aditya membuat sipemilik ruangan sedikit jengah ingin sekali ia mengusir mereka tapi ia urungkan saat tatapan tajam Vina melihat kearahnya
"ingin sekali aku melempar kalian dari sini rasanya" Hati kecil Aditya berkata geram
"jadi kalian berdua kemari Untuk apa?"tanya aditya dingin pada Risa dan Rafly
"Kenapa suasana jadi dingin gini ya"sindir Rafly pada Aditya
"Diam kau anak ingusan"ucap Aditya sambil melempar bantal kepada Rafly
"kak maafkan aku ya soal tadi"ucap Risa membuat Vina menunduk malu dan yang lain hanya menatap heran
Dila melirik ke arah Vina dan menepuk jidatnya
"Astaga jadi bukan hanya aku korbannya,si Vina kenapa jadi bucin begini sih semenjak nikah Ama Aditya gak kenal tempat sama sekali maen sosor aja" ucap Dila dalam hati sambil menggelengkan kepalanya
"ada apa denganmu?"tanya Aldo yang melihat Dila menggeleng
"Tidak ada apa apa"jawab Dila
"Berapa lama kalian disini?"tanya Rendy pada Risa dan Rafly
"kurang lebih 5 bulan dan selama itu kami akan tinggal bersama om dan Tante"jawab risa sukses membuat Aditya dan Aldo membelalakkan matanya
"Tidak!!!"ucap Aditya dan Aldo bersamaan
"ayolah kak kami sudah besar kami tidak akan berbuat itu lagi"ucap Rafly memohon pada kedua kakaknya
"pokoknya tidak!!!"ucap Aditya dan Aldo bersamaan lagi.
"kak kami sudah besar mana mungkin kami mendandani kalian seperti dulu"bela Risa
"Aku rasa dia tidak bisa menjamin itu"ucap Rendy menahan tawanya
"Berhenti menahan tawa atau ku dandani Sama seperti kami!!!"tegas Aditya membuat Rendy diam tanpa ekspresi
"memang apa yang terjadi?"tanya Vina yang sejak tadi hanya mendengarkan mereka
Bersambung.......
Haiii buat kalian yang suka my boss my sweet husband bisa vote like dan komen kekurangan nya ya ππ terimaksih ππ
happy reading all ππΊβ¨