
setelah kepergian Budi, mereka memutuskan untuk makan siang terlebih dahulu baru menuju lokasi pembangunan.
Vina segera memanggil pelayan
"pelayan!"panggil Vina melambaikan tangan
"silahkan nona"ucap pelayan memberikan buku menu.
"anda ingin makan apa pak?"tanya Vina pada Aditya dan Aldo bergantian.
setelah menulis pesanan mereka Vina izin untuk ke toilet.
"pak saya izin ke toilet sebentar"ucap Vina.
"ya baiklah"jawab Aldo.
Vina segera menuju toilet kemudian mencuci wajahnya dan memoles makeup sedikit
saat ingin keluar ada tangan kekar yang menarik nya.
"hah"kaget Vina saat tangganya ditarik seseorang
"hai sayang ayo bersenang senaglah sebentar"ucap orang itu yang tidak dikenal oleh Vina sambil mencengkram tangan vina.
"maaf anda siapa? lepaskan saya,saya harus pergi!"perintah Vina menggoyangkan tangannya agar terlepas dari cengkeraman pria itu.
"tidak perlu jual mahal Nona,ayolah"ucap pria itu berusaha mencium Vina tapi Vina sudah menampar nya.
plaaakkkk
"Dasar ********"umpat Vina.
Vina segera berlari menuju Aditya sambil menangis kemudian dia memeluk Aditya.
"hiks....hiks....hiks.....ayo kita pergi aku tidak mau Disini"tangis Vina pecah ketika berada dipelukan suaminya.
Aditya dan Aldo begitu kaget dengan apa yang mereka lihat
semua orang melihat kearah Vina.
"Vina kau kenapa?"tanya Aditya heran sedangkan Aldo hanya menatap kebingungan.
"dia..dia akan melecehkan ku hiks...hiks..."ucap Vina membuat Adit dan Aldo membulatkan matanya.
"APA!!!??dimana pria itu sekarang?"ucap Aditya kaget ingin mencari pria itu tapi Vina menahannya.
"jangan,jangan pergi lebih baik kita pergi dari tempat ini.aku mohon"kata vina menatap mata Aditya.
"iya dit lebih baik kita pergi dari tempat ini"sambung aldo.
"baiklah ayo"ucap Aditya seraya merangkul bahu Vina.
mereka pun meninggalkan restoran menuju lokasi pembangunan, Aditya meminta Vina untuk pulang kerumahnya menggunakan taksi online.
"pak maafkan saya karena saya tidak bisa membantu"ucap Vina menunduk.
"tidak apa apa pulang dan istirahatlah"titah Aditya.
"iya Vina kau pulang dan istirahat kau pasti lelah"sambung Aldo kemudian Aldo pergi duluan ke proyek pembangunan sedangkan Vina dan Aditya masih di gerbang masuk proyek.
"baiklah pak aku pulang dulu"pamit Vina mencium punggung tangan Aditya kemudian mencium pipi aditya membuat si empu kaget.
"aku juga akan melakukan ini setiap hari, semangat bekerjanya!!"ucap Vina tersenyum lebar.
"hmm baiklah dan lupakan yang terjadi di restoran tadi"ucap Aditya datar padahal jantungnya sedang dag Dig dug.
"iya terimakasih pak"ucap Vina kemudian pergi
Vina menuju mansion Brawijaya selama perjalanan Vina terus memikirkan akan apa yang dia lakukan tadi.
"astaga sungguh memalukan sekali"ucap Vina menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
"nona kita sudah sampai"ucap supir taksi itu
"berapa pak?"Vina bertanya berapa tarifnya
"38rb Nona"jawab sopir taksinya.
Vina segera mengambil selembar kertas pecahan 100 ribuan
"kembalinya ambil saja pak, terimakasih"ucap Vina membuka pintu.
"nona terimaksih banyak"ucap sumringah sang supir kepada Vina dan dijawab anggukan
Vina masuk kedalam Mansion dan tidak melihat ibu atau ayah mertuanya.
"mungkin mereka sedang tidur,,lebih baik masuk kamar deh mau mandi udh gerah banget"ucap Vina sambil menaiki tangga menuju kamarnya dan segera ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
"aku akan membuat mu bisa tertawa lagi seperti dulu,aku berjanji akan mencintaimu dan tidak akan pernah mengkhianati mu. mungkin sekarang belum ada cinta diantara kita tapi aku akan membuatnya hadir"ucap Vina penuh keyakinan pada dirinya sendiri.
Vina ingin pergi ke dapur untuk memasak makan malam,tapi tiba tiba ponselnya berdering dan ternyata itu telpon dari dila.
"halo"ucap Vina
"iya Vin halo,masih inget kan sama aku?"tanya dila
"ishh apaan si kamu ya masih lah,oh ya ada apa nelpon?"tanya Vina.
"Minggu depan kampus udah masuk Vin,kamu masih ngampus kan?"tanya Dila
"iyalah masih tapi nanti aku tanya pak Adit dulu boleh atau engga"ucap Vina
"oh ya udah Vin sampe ketemu dikampus"Dila mengakhiri telponya.
Vina langsung menuju dapur dan memasak dengan sangat lincah,bi Suti dan 2 orang pelayan hanya bisa melihat karena Vina menolak untuk dibantu.
"wahhh wangi banget masakan mantu mamah,masak apa sih?"tanya naina yang tiba tiba datang.
"eh mamah,ini mah aku masak ayam bumbu mentega sama tumis toge"jawab Vina tanpa menatap naina dan dijawab anggukan.
"oh iya kamu kok udah pulang,Adit sama Aldo mana?"tanya naina heran melihat Vina sudah dirumah sedangkan kedua anaknya belum pulang.
"aku pulang mah karena tadi ada kejadian di restoran"ucap Vina pelan.
"kejadian? kejadian apa?"naina bertanya kaget
Vina pun menceritakan semua yang terjadi di restoran membuat naina kesal dan ingin sekali menghajar pria yang sudah tidak sopan pada menantunya.
"kurang ngajar,kamu ngga diapa apain kan sama dia?terus sekarang dia dimana?udh dibawa sama polisi?"tanya naina bertubi tubi tapi hanya dijawab gelengan kepala.
"maksud kamu dia ngga kamu laporin polisi?"ucap naina lebih terkejut.
"bukan gitu mah,tadi aku bener bener ketakutan jadi aku engga biarin pak Adit buat nyari"ucap Vina menunduk takut.
"ya udah lain kali kamu hati hati dan kalo sampe kejadian seperti ini lagi biarkan suami kamu bertindak"naina menasehati Vina.
"iya mah lain kali Vina akan hati hati"ucap Vina.
"ya udah mamah ke kamar dulu ya mau bangunin papah sama mandi"pamit naina,Vina hanya mengangguk
Vina selesai memasak bersamaan dengan kepulangan Aditya dan Aldo.
"eh anak mamah udah pada pulang,sana cepat mandi Vina udah masak pasti kalian suka"ucap naina tersenyum.
Adit dan Aldo segera kekamar mereka masing masing.
Vina sudah selesai menata makan malam diatas meja segera bergegas ke kamar dan melihat Aditya sedang berada dikamar mandi.
"aku akan siapkan pakaian untuknya"ucap Vina berjalan ke lemari.
setelah menaruh pakaian Aditya dikasur tak lama pintu kamar mandi terbuka memperlihatkan Aditya yang sedang bertelanjang dada membuat Vina tak mau mengalihkan pandangannya.
"tutup mulutmu itu,aku tahu aku tampan"ucap Aditya sukses membuat Vina merona.
"ah tidak pak saya....saya hanya...."ucap Vina terbata bata sambil menunduk.
"hahahahahah"tawa Aditya lepas karena melihat pipi Vina yang memerah membuat Vina semakin ingin membuatnya kembali karena jika sedang tertawa Aditya lebih terlihat tampan.
"lihatlah bagaimana dia tertawa begitu lepas, sungguh tampan"ucap Vina didalam hati.
"ce..cepatlah turun semua orang sudah menunggu"ucap vina langusng keluar dari kamar
Aditya segera memakai pakaian yang sudah disiapkan Vina sambil memikirkan bagaiman dia bisa tertawa begitu lepasnya hanya karena berhasil menggoda Vina.
"ternyata dia sangat lucu"ucap Aditya sambil tersenyum
kini semua orang sudah berada dimeja makan seperti biasa semua orang menyukai masakan Vina.
"kau benar benar menantu idaman sayang"ucap naina membuat Vina tersenyum senang.
"terimakasih mah"ucap vina.
"Vina,apa papah bisa minta tolong padamu besok papa mau kamu masak sayur asem,ikan asin sama sambel terasi?"tanya Rudi menatap Vina.
"tentu saja pah kenapa tidak Vina justru senang jika mendapat request masak apa jadi Vina ngga bingung mau masak apa"ucap Vina sumringah.
"baiklah sayang nanti mamah suruh Bi Suti buat belanja bahan bahannya"ucap naina diangguki Vina
bersambung.......
jangan lupa like sama komennya readers biar aku tahu dimana kekurangan novel ini.terimakasih🙏☺️