My Boss My Sweet Husband

My Boss My Sweet Husband
BAB 56



"Ahhhh....."Lenguh panjang Aditya setelah itu berbaring disamping Vina


"Terimakasih sayang"ucap Aditya kemudian mencium kening Vina


Vina membenamkan wajahnya di dada bidang Aditya kemudian terlelap diikuti Aditya


Mereka terlelap dengan posisi berpelukan tanpa Sehelai benangpun yang selimut yang menutupi mereka.


keesokannya Vina sedang merapihkan barang milik Aditya dibantu oleh Dila karena hari ini dia sudah diperbolehkan pulang


"Vin aku pergi urus administrasi dulu ya"ucap Aldo


"iya baiklah"jawab Vina


setelah kepergian Aldo Vina menatap Dila dengan tatapan yang sulit diartikan


"kenapa kau ngeliatin aku begitu?"tanya Dila dengan raut wajah heran


"Jadi bagaimana?"tanya Vina membuat Dila langsung mengerti


"apanya yang bagaimana bahkan kami tidak bicara sejak semalam"ucap Dila cemberut


"Bagaimana bisa, kau sudah melakukan apa yang aku dan Imel katakan bukan?"tanya vina dengan tatapan menyelidik


"tidak"jawab Dila


Vina menepuk jidatnya sendiri ketika mendengar perkataan Dila


"Kau ini bagaimana,kenapa tidak mengikut Saran ku?"ucap Vina kesal


"Apa kalian tidak waras mana mungkin seorang wanita menyatakan cinta pada pria!"jawab Dila kesal


"Hai tidak masalah untuk itu buktinya sekarang aku dan Imel sama sama memiliki pasangan meski kami yang menyatakan duluan"ucap Vina lagi


"Kau....."sebelum Dila mengeluarkan kata-kata nya,Aditya keluar dari kamar mandi dan bertanya pada mereka


"Apa yang kalian bicarakan?"tanya Aditya tiba tiba


"Engga sayang hanya pembicaraan wanita pada umumnya"elak Vina


"Baiklah,dimana Aldo?"tanya Aditya


"dia sedang mengurus administrasi sebelum pulang"jawab Dila dan Aditya hanya manggut-manggut


Flashback on


Hari ini Vina,Dila dan Imel membuat rencana minum kopi disebuah kafe


"aku mau bilang sesuatu pada kalian"ucap Dila setelah meminum kopinya


"Ya katakan saja kenapa kau ragu begitu?"tanya Vina


"iya kenapa kau seperti orang yang paranoid?"ucap Imel membuat dila sedikit kesal


"Hais kau ini Mel"kesal Dila


"Begini aku.... sebenarnya aku...aku....aku suka sama Aldo"ucap Dila terbata bata


Mendengar itu Imel langsung menyemburkan kopi yang ia minum ke wajah Dila


Byurrrr


"kau ini apa apaan sih Mel?"tanya Dila kesal sambil mengelap wajahnya dengan tisu


"eh maaf maaf,abisnya kau ngomong bikin aku kaget"ucap Imel membantu Dila mengelap bajunya yang sedikit kotor


"kau ini bikin aku kesal saja"ucap Dila lagi


"ngga bermaksud suerr deh Dil"ucap Imel membentuk jarinya huruf V


"sudah lupakan, katakan yang jelas Dila"ucap Vina menengahi perdebatan antara dila dan Imel


"Aku suka sama Aldo Vin"jujur Dila


"lalu?"tanya Vina santai


"heh kenapa kau santai sekali?"tanya Imel bingung


"lalu aku harus apa?harus menyemburkan minumanku juga ke wajah dila?"tanya Vina terkesan dingin


"kau ini semenjak menikah dengan Aditya sikapmu sama dinginnya dengan dia"ucap Dila


"Huh.....baiklah katakan apa yang bisa aku bantu?"tanya Vina setelah membuang nafasnya


"Hmm...aku bingung bagaimana cara agar dia mengetahui isi hatiku"ucap Dila menunduk


"Ya kau utarakan lah,apa kau mau dengan cara sepertiku?"tanya Imel


"Tidak!jika aku melakukan hal sama seperti mu maka bukannya suka Aldo akan membuang ku jauh jauh"tolak Dila


"kenapa begitu?"tanya Imel bingung


"karena itu akan terlihat seperti orang yang tidak waras"jawab Vina


"Jadi waktu itu aku juga seperti orang yang tidak waras?"tanya Imel khawatir


"tentu saja,hahahaha"ucap Dila tertawa puas sedangkan Imel hanya menatap sinis


"Aku ada 1 cara agar Aldo mengetahui isi hatimu"ucap Vina


"hah bagaimana?"tanya Dila sumringah


"Dekati dia,beri perhatian dan utarakan isi hatimu"jawab Vina membuat Dila menatapnya malas


"lalu apa bedanya dengan saran Imel"ucap Dila malas


"Dil Aldo bukan tipe pria yang mengeluarkan kata-kata manis demi mendekati wanita, jangankan mendekati bahkan menyentuhnya saja bagai menyentuh kotoran"ucap Vina lembut


"yang dikatakan Vina benar lebih baik kau utarakan isi hatimu"sambung Imel


"baiklah akan aku coba saran kalian"jawab dila menyetujui


Aditya pulang bersama vina,Dila dan Aldo dalam 1 mobil dengan posisi duduk Vina dan Aditya dibelakang sedangkan Dila duduk disamping kemudi Aldo


"ayo katakan" Vina tanpa suara melalui kode mata dari kaca tengah mobil


Dila menggeleng tanda tidak mau dan Vina membulatkan matanya kepada Dila tanda ia harus mengikuti kata katanya


"aku mohon jangan sekarang"Dila memberi kode memohon sambil menyatukan kedua tangannya


"huh....." Vina membuang nafasnya kasar


"ada apa dengan kalian?"tanya Aditya yang sedari tadi memperhatikan gerak gerik Istrinya dan juga Dila


"tidak mas hanya saja Dila membuatku kesal"Ucap Vina


"Kesal?"tanya Aditya dan Vina hanya mengangguk


Aditya memilih diam Karena percuma menurutnya bertanya pun tidak akan dijawab dengan benar


Mereka mengantar Dila pulang terlebih dahulu sebelum ke Mansion


"Semuanya terimakasih sudah mengantarkan ku"ucap Dila sambil meletakkan tas nya dibahunya


"Iya"jawab semuanya


"Dil besok aku ingin mendengar kabar baiknya"ucap Vina sebelum Dila keluar mobil


"Akan aku usahakan"jawab Dila


Setelah Dila Keluar Aldo segera menancapkan gas menuju Mansion dan sampailah mereka setelah menempuh hampir 1 jam perjalanan


"Assalamualaikum"Salam Vina, Aditya dan Aldo


"Waalaikumsalam"jawab orang rumah


"Adit sini nak mamah kangen sama kamu"ucap naina merindukan sang putra


"Hai Kakak ipar?"sapa Risa


"Hai Risa, dimana Rafly kenapa dia tidak terlihat?"tanya Vina yang tak mendapati Rafly


"Rafly sedang keluar sebentar kak"jawab risa


"Baiklah kalian istirahat lah dulu pasti kalian lelah kan?"tanya Rudi pada Vina dan Aditya


"Baiklah pah kami ke atas dulu ya"pamit Aditya tapi dicegah naina


"Eh kamar kalian bukan diatas tapi di bawah mamah gamau nanti Vina kelelahan naik tangga"cegah naina menjelaskan


"Lalu barang kami?"tanya Aditya


"Sudah beres,sana masuk"ucap naina


Vina dan Aditya menuju kamar lantai 1 yang terletak di sebelah kamar naina dan Rudi


"Sayang kamar kita disebelah kamar mamah, nanti jika berteriak jangan terlalu kencang ya"ucap aditya membuat Vina bingung


"Maksudnya?memang aku Tarzan sampai berteriak-teriak?"Tanya Vina bingung menatap aditya


"bukan itu sayang maksudku berteriak saat kita sedang..."ucap Aditya menaikan alisnya


"Kau ini...maka dari itu selama kita tinggal dikamar ini maka kau harus berpuasa"ucap Vina membuat Aditya menyesali kata katanya


"Mana bisa begitu sayang"rengek Aditya


"tentu saja bisa kenapa tidak bisa"jawab Vina


"Dosa yank menolak suami"ucap Aditya


"gak dosa demi kebaikan"ucap Vina


"Kebaikan? kebaikan yang mana?"tanya aditya bingung


"kamu mau aku malu... kamu kan kalo maen kaya singa lapar gak ada puasnya"ketus Vina membuat Aditya terkekeh


"Hahaha itu karena kamu sangat menggoda sayang jadi aku tidak akan puas"jawab Aditya tertawa


"Kamunya aja yang mesuman"umpat Vina kemudian membuka pintu kamar baru mereka


Ceklek


Vina membuka pintu kamar, matanya tak henti menatap setiap sudut kamar yang terkesan glamor


"kau menyukainya?"tanya Aditya yang melihat istrinya menatap kagum isi kamar


"sangat"jawab Vina


"tapi aku tidak"jawab Aditya membuat Vina langsung menatapnya


"Kenapa?"tanya Vina bingung


"ya karena kata katamu tadi"jawab aditya cemberut


Vina hanya terkekeh mendengar perkataan Aditya. Aditya membawa matanya menuju sudut rumah dan betapa gembiranya dia melihat remote pengontrol kedap suara dikamar


"Sayang kau tidak akan bisa menolak ajakanku"ucap Aditya membuat Vina yang sedang memainkan ponselnya bingung


"kenapa tidak aku kan sudah...."belum selesai Vina berbicara Aditya langsung menunjukan remote control


"Baiklah lakukan sepuasmu"ucap Vina menyerah kemudian masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri.


BERSAMBUNG.......


Hai para readers yang cantik dan ganteng apa kabar?semoga dalam keadaan sehat yaπŸ™πŸ˜Š


Buat kalian yang suka novel my boss my sweet husband bisa vote like dan komen yaπŸ˜‚πŸ˜‚


terimakasih ❀️


happy reading 😍😍