My Boss My Sweet Husband

My Boss My Sweet Husband
BAB 100



"takut ah kalo mak lampir udah marah"ucap Vina mendapat tatapan tajam imel


"hehehe sini kalian bidadari bidadari ku"ucap Vina memeluk kedua sahabatnya.


6 bulan sudah berlalu,kini Al sudah berusia 1 tahun mulutnya mulai merancau tidak jelas,badannya yang semakin besar membuat semua orang begitu gemas padanya


"Mama...mama...mama"


kata itulah yang pertama kali keluar dari mulut Al ketika membuka matanya


"hei anak mamah udah bangun?sini sayang"ucap vina yang baru saja selesai melaksanakan solat Dhuha


"mama...mama...mama"


Al terus memanggil Vina karena Vina yang menggunakan mukena jadi Al tidak mengenalinya


"heii ini mamah sayang...ba"ucap Vina berciluk ba setalah membuka mukena nya


Aditya baru keluar dari kamar mandi kemudian Vina membantu suaminya untuk bersiap siap pergi ke kantor.


"anak papah yang endut udah bangun"ucap Aditya langsung menghujani Al dengan ciuman


"mas sini aku bantu pake kemejanya"Vina memakaikan kemeja,dasi dan jas


"sayang???"panggil aditya merengkuh pinggang Vina begitu erat sampai tubuh mereka begitu menempel


"mas ih ada Al itu"Vina berusaha menjauhi tubuh nya dari aditya


"yailah sayang engga ngerti loh dia"jawab aditya


"iya tapi kan..."Vina belum menyelesaikan perkataannya namun sudah dibungkam oleh ciuman aditya yang semakin lama semakin membangkitkan gairah masing-masing.


ketika Aditya sedang mencumbui leher istrinya,Al menarik narik celana aditya meminta untuk digendong


"Al kenapa ganggu papah"rengek Aditya yang sudah mengendong Al


plakkkkk


Al memukul mulut aditya dengan tangan mungilnya sedangkan vina hanya tertawa melihat tingkah lucu anaknya.


"hahaha good sayang papah nakal ya pagi pagi"Vina tertawa sedangkan aditya hanya menunjukan ekspresi cemberut


"nakal nih anak papah ...terbang ya anak papah terbang...."Aditya mengangkat tubuh Al keatas membuat Al tertawa lepas


"uhh anak mamah seneng banget kayanya"Vina ikut bahagia melihat keluarga nya yang semakin hari semakin bahagia.


Disisi lain sebuah apartemen mewah, seorang wanita sedang melamun di depan meja riasnya


"kenapa aku belum juga mengandung ya Allah aku tidak mau membuat suamiku kecewa ya Allah tolonglah hamba"


setiap solat Imel selalu berdoa agar diberi keturunan,sudah hampir 1 tahun dia menikah tapi belum dikaruniai anak juga membuat Imel terkadang berfikir dia wanita yang kekurangan.


"sayang sudahlah kita hanya manusia hanya bisa berserah diri kepada Allah sisanya akan menjadi rahasia Nya"jelas rendy yang baru keluar dari kamar mandi tanpa sengaja mendengar perkataan imel


Begitupun dengan dila yang selalu merasa sedih Karena belum juga mengandung,dia tidak pernah menunjukan kesedihannya pada aldo ataupun keluarga yang lain tapi Aldo tau sebenarnya dila Sangat sedih


semua orang kini sedang berada di meja makan untuk sarapan,dila merasakan perutnya sedikit mual dan ingin muntah ketika mencium aroma cabai


Dila bangkit dari duduknya dan berlari ke kamar mandi


oek....oekk....oek...


Aldo yang khawatir langsung Melihat kondisi istrinya,melihat istrinya yang muntah Aldo memijat tengkuk dila


"sayang kamu baik baik saja?"tanya aldo


"iya sayang aku gak apa apa"jawab dila


Mereka kembali ke meja makan,Vina yang khawatir bertanya pada dila


"Dil kamu kenapa? semua baik kan?"tanya vina


"gak tau Vin perut aku rasanya mual banget apalagi kalo cium cabe"jawab dila


Vina dan naina langsung menatap dila dengan mata berbinar


"nak apa kamu hamil?"tanya naina membuat yang lain ikut menatap dila


"Hamil?"tanya dila


"iya dila dulu ketika aku sedang hamil muda aku selalu saja muntah ketika mencium aroma sesuatu"jelas vina


"Wahh do sebentar lagi sepertinya kau akan menjadi ayah sepertiku"ucap aditya menepuk bahu aldo


"iya sayang"jawab dila.


Setalah sarapan aditya pergi ke kantor sendiri karena Aldo dan dila pergi ke rumah sakit terlebih dahulu


"baiklah sayang aku pergi dulu"ucap Aditya kemudian Vina mencium tangan aditya


"anak papah jangan nakal oke"ucap aditya mencium pipi Al kemudian kening Vina


Setalah kepergian aditya,aldo dan dila juga pergi untuk cek apakah benar Dila sedang mengandung atau tidak.


"do aku takut hasilnya mengecewakan"ucap dila terdengar begitu sedih


"hasilnya positif atau negatif aku akan tetap mencintai dan berusaha lagi sayang"ucap Aldo membelai pipi istrinya.


Meraka Sampai di rumah sakit,aldo langsung diperlakukan spesial oleh para dokter karena tahu Aldo adalah anak bungsu keluarga pemilik rumah sakit.


"Aldo, Dila kalian sedang apa disini?"tanya Imel tiba tiba


"eh Imel Rendy"ucap dila kemudian memeluk imel


"kalian sedang apa disini?"tanya rendy


"sejak pagi dila muntah muntah kata vina sih kemungkinan mengandung makanya aku kesini untuk mencari tahu apa benar istriku ini sedang hamil"jawab Aldo


Imel Merasa begitu bahagia mendengar sahabatnya akan menjadi ibu tapi sisi lain juga dirinya merasa sedih karena hanya dia yang belum juga mengandung


"Aku bahagia mendengarnya, Sekarang pergilah semoga hasilnya positif"ucap imel


"baiklah kami permisi"ucap aldo


Setelah kepergian dila dan aldo,air mata Imel sudah tidak bisa ditahan. Air mata itu mengalir membasahi wajah imel


"sayang jangan menangis aku yakin tidak lama lagi kamu pasti akan hamil"ucap rendy memeluk imel mencoba untuk menguatkan Imel.


banyak pasang mata yang memperhatikan mereka namun rendy atau Imel tidak memperdulikan itu sampai akhirnya seorang suster menyeletuk yang membuat hati imel begitu sakit


"eh lihat deh itu dokter rendy dan istrinya sudah hampir 1 tahun menikah tapi belum dikaruniai anak kasihan ya dokter rendy ganteng ganteng tapi dapet istrinya kurang mending dia cari wanita lain aja"ucap seorang suster yang tanpa sengaja didengar oleh imel


Rendy juga mendengar perkataan suster itu tapi dia tidak mau ambil pusing dan lebih baik menguatkan istrinya.


Dila dan Aldo dengan wajah senang,tangan Aldo tak mau melepaskan genggaman tangannya dari tangan dila.


"selamat sayang kamu akan menjadi ibu"ucap Aldo menatap dila penuh cinta sepanjang perjalanan menuju parkiran


"selamat juga sayang kamu akan menjadi seorang ayah"ucap dila juga menatap aldo


Mereka langsung tancap gas menuju Mansion untuk mengabarkan seluruh keluarga


"assalamualaikum"salam dila dan aldo


"waalaikumsalam"


"ehh dila bagaimana hasilnya??"tanya vina


"iya vin aku hamil aku akan menjadi ibu seperti mu"jawab Dila senang langsung memeluk vina


"selamat sayang semoga ibu dan anaknya selamat sampai proses persalinan"ucap naian


"terimakasih mah"ucap dila beralih memeluk naina


"selamat anak ku kau akan menjadi seorang ayah"ucap Rudi memeluk aldo


"terimakasih pah"jawab aldo membalas pelukan Rudi


BERSAMBUNG.......


HAI GIMANA NIH CERITA NYA???BOLEH YA KASIH KRITIKAN DAN JUGA MASUKAN UNTUK NOVEL INI SUPAYA MAKIN BAGUS KEDEPANNYA.


πŸ™πŸ˜Š


BUAT KALIAN YANG SUKA NOVEL INI BOLEH YA MINTA JEMPOL DAN POIN KALIAN SUPAYA AKU MAKIN SEMANGAT BUAT UP πŸ™πŸ˜‚


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA TERBARUKU


"MENIKAH DEMI AYAH"


"MY CRUEL HUSBAND"


TERIMAKASIH,HAPPY READING ❀️🌺


@Alfianaaa05_