
Semua sudah berkumpul di ruang tamu bersiap untuk berangkat ke kebun binatang sesuai rencana kemarin.
"oke semuanya sudah kan?"tanya Rudi.
"Sudah pah"jawab semuanya seperti menjawab pertanyaan kepada guru ketika kemping 🤣
Setelah semuanya siap mereka bergegas pergi mengingat Jakarta sangat macet.Mereka menggunakan 2 mobil Imel dan rendy ikut mobil Rudi,dila dan aldo ikut mobil aditya sedangkan risa dan tio ikut rafly dan Clara.
"tau mau diajak jalan jalan anak kamu nendang terus mas"ucap Vina pada aditya yang fokus menyetir.
"Wah mau dong di tendang sama baby twins"ucap dila.
"kamu mau punya anak kembar?"tanya aldo melirik dila.
"tentu saja tapi nanti ketika bagas sudah berusia ya minimal 5 tahun"jawab dila sambil menggoyangkan tubuh bagas.
"yah kelamaan sayang"ucap aldo frustasi.
"Sabar do sabar semua akan indah pada waktunya"ucap Aditya meledek adiknya itu.
"Diam kau"ketus aldo melengos.
Setelah hampir 2 jam perjalanan mereka sampai di kebun binatang, Rendy membeli tiket masuk kemudian mereka segara masuk ke dalam tidak sabar melihat berbagai macam hewan Yang ada.
"Al jangan lari"ucap Vina pada Al yang berlari menjauh.
"sayang biar aku aja kamu duduk ya kamu kan lagi hamil"ucap aditya lembut kemudian mengejar Al dan menggendongnya.
"Nakal ya anak papah,lihat tuh mamah nya khawatir"ucap aditya pada Al kemudian membawanya mendekati vina.
"Al sini sayang"Vina memangku Al"Dengerin mamah ya,Al gak boleh jauh jauh dari mamah ataupun yang lain ya sayang?"ucap vina lembut.
"ica mama"jawab Al menurut perkataan ibunya.
Sebelum berkeliling mereka duduk duduk dibawah pepohonan dengan beralaskan tikar yang mereka sewa oleh seorang gadis kecil.
"Permisi ibu, apa kalian butuh tikar ini?"tanya seorang gadis kecil itu dengan membawa gulungan tikar ditangannya.
"iya sayang apa kamu mau meminjamkannya pada kami?"tanya Vina lembut.
"kata ayah kita boleh meminjamkan tikar ini asal memberi kamu uang"jawab gadis itu.
"baiklah berapa harganya?"tanya vina sedikit menunduk.
"15rb"jawab nya.
Vina merogoh tas kecil miliknya dan mengambil selembar uang pecahan seratus ribu.
"ini untuk kamu jajan,gunakan uangnya dengan baik ya dan kamu harus semangat sekolah agar bisa membanggakan orang tuamu ya"ucap Vina memberikan uang itu kemudian memegang puncak kepala anak itu.
Tiba-tiba anak itu memeluk Vina,Vina dan yang lain terkejut melihat gadis kecil itu memeluk vina.
"terimakasih bu,aku tidak pernah merasakan pelukan seorang ibu"ucap anak itu melepaskan pelukan Vina.
"tidak apa apa, sekarang pergilah ke ayahmu dan belajar yang semangat oke"tutur vina.
Semua orang tersenyum melihat Vina yang bersikap dewasa dan keibuan,mereka tau bahwa Vina menginginkan anak perempuan karena terlihat dari binar matanya dia begitu menyukai gadis kecil itu.
"Vina kenapa?"tanya dila.
"bukankah anak tadi itu sangat manis?"ucap vina masih memandang lurus jalanan yang dilalui gadis kecil tadi."semoga kamu perempuan ya sayang"ucap vina lagi mengelus perut nya.
"Kita berdoa ya sayang"ucap aditya kemudian memapah istrinya duduk.
"ya sudah kita akan pergi berkeliling soal barang Lilis tolong jaga ya"ucap naina.
"iya nyonya"jawab lilis.
Vina dan Aditya berkeliling melihat kembaran Aditya eh salah mana ada monyet yang ganteng 🤣🤣
"mas kalo dilihat monyet itu mirip siapa ya?"tanya Vina melirik aditya.
"iya sayang ngerti aku ngerti kalo monyetnya mirip aku"ucap aditya mengerti lirikan istrinya.
"eh siapa bilang orang kamu sendiri sih yang bilang lagian mana ada monyet yang ganteng kaya kamu"Vina bergelayut manja di lengan suaminya yang sedang menggendong Al dengan posisi menghadap depan.
"ihh dasar kamu ini untung sayang"pekik aditya kemudian mencium puncak kepala Vina..
Ditengah keramaian kebun binatang, sepasang mata tengah memperhatikan gerak-gerik Vina maupun aditya namun sasaran utama mereka bukanlah mereka.
"kami sudah melihat mereka bos"ucap Seseorang masih mengintai keluarga bahagia itu.
Vina dan aditya beralih melihat gajah,Al melihatnya dengan melompat lompat dalam gendongan sang papah membuat aditya kualahan sendiri dengan tingkah anaknya.
"sayang lihat anak kamu mirip kamu"ucap Aditya sedikit memundurkan wajahnya takut kena tabok Al.
"ya namanya juga anak aku udah pasti mirip lah,sini biar aku yang gendong"ucap vina ingin menggendong anaknya namun dicegah aditya.
"kehamilan kamu sudah besar sayang jika nanti Al juga melompat lompat di kamu yang ada membahayakan kandungan kamu"tolak aditya.
"ya udah gini aja,Al turunin dan kita tuntun"tutur vina disetujui aditya.
Al dibiarkan berjalan dan berlari namun tetap dalam pengawasan Vina maupun aditya.
"Al ingat pesan mamah ya jangan jauh-jauh"ucap vina seakan dimengerti anaknya.
Al tertawa girang sambil berputar-putar mengelilingi papah dan mamah nya.
Vina merasakan perutnya sedikit sakit,dia memegangi dan mengelus perutnya.Aditya yang sadar langsung memegang kedua bahu istrinya.
"Sayang kamu gak apa apa?"tanya aditya khawatir.
"iya mas gak apa apa cuma sakit sedikit aja kok,kamu jagain Al ya aku jagain barang aja sama Lilis"ucap vina.
"yaudah aku antar ya"ucap aditya kemudian menengok kebelakang untuk mengajak anaknya tapi sayangnya Al tidak ada.
"Al????!!!"Panggil Aditya tidak mendapati anaknya.
Vina terkejut dan takut mendengar perkataan Aditya dia juga ikut menengok ke belakang dan berteriak memanggil nama anaknya.
"Al???!!kamu dimana?"teriak vina juga mencari anaknya.
Vina dan Aditya berlari kesana kemari, Vina sibuk menghubungi semua orang untuk memberitahu soal Al sedangkan aditya berlari meninggalkan istrinya untuk mencari anaknya.
"Vina???!!!"Panggil Imel menghampirinya.
"Imel Al Mel hiks..hiks...."tangis vina dalam dekapan imel.
"kak bagaimana ini semua bisa terjadi?"tanya risa.
"hiks...hiks...ini semua salahku"ucap vina menyalahkan dirinya.
"jangan menyalahkan dirimu kak ipar"ucap tio.
"Vina sayang?"panggil naina.
Vina beralih memeluk ibu mertuanya, menumpahkan air matanya di bahu naina.
"Al hilang mah ini semua salahku"ucap Vina dengan tangis.
Rendy dan aldo membantu aditya untuk mencari Al disekitaran kebun binatang.
"Al???"panggil aditya menutup sisi mulutnya dengan tangannya.
"dit kita pergi ke kantor pusat informasi"ucap aldo.
Aditya langsung berlari menuju pusat informasi diikuti Aditya.
"pak tolong pak anak saya hilang, tolong bantu pak"ucap aditya dengan nafas ngos-ngosan.
"sabar pak,coba katakan dengan jelas jangan terburu buru"ucap seorang petugas kebun binatang.
"begini pak anak kami hilang di area kebun binatang sekitar setengah jam yang lalu, terakhir dilihat adalah didekat kandang gajah"jelas Aldo.
"ciri ciri nya adalah usianya 3 tahun menggunakan jeans pendek dan baju putih bertulisan papah dan mamah, kulitnya putih dan berambut hitam"sambung rendy.
"baik pak kami akan membantu untuk mencari anak anda"ucap si petugas.
Ckckck
"perhatian untuk para pengunjung kebun binatang jakarta,anak hilang....anak hilang.... ciri ciri nya adalah berusia 3 tahun, menggunakan celana jeans dengan baju putih bertulisan papah dan mamah, kulitnya putih dan berambut hitam.Bagi siapa saja yang melihatnya mohon untuk membawanya ke kantor pusat informasi" ucap si petugas pada mikrofon didepaknya yang dapat didengar para pengunjung.
"Terimaksih banyak pak,ini kartu nama saya jika sudah ada tanda tanda mohon untuk hubungi nomor ini"ucap rendy memberikan kartu namanya.
***
Vina tak hentinya menangis dan menyalahkan dirinya merasa bahwa dia bukan ibu yang baik dan tidak bisa menjaga anaknya, bibir manisnya tak henti memanggil nama anak kesayangan nya,isakan terus terdengar dari nya dengan tubuh yang bergetar.
"sudah nak jangan menagis,mamah yakin Al akan ketemu"ucap naina mengelus bahu vina.
"hiks....hiks...Al... maafin mamah"Isak Vina.
"Vin sudah ini minumlah"ucap Dila memberikan sebotol air mineral.
Vina meneguk sedikit air yang diberikan dila kemudian kembali menagis.Aditya datang dengan wajah tidak bersemangat,Vina menatap suaminya yang terlihat lesu membuat rasa bersalah semakin dalam untuk dirinya.
"Mas aku minta maaf mas"ucap Vina semakin terisak di depan wajah suaminya.
"Sssttt sudah sayang ini bukan salah kamu,sudah ya jangan menagis"ucap aditya lembut kemudian menyandarkan kepala Vina di dadanya.
Ditempat lain sebuah hotel mewah yang tidak jauh dari kebun binatang, seorang anak laki-laki tampan sedang menangis sambil terus memanggil ibunya.
"mama...huaaa....mama...."tangis anak itu.
"anak manis diam ya"Seorang pria seumur dengan kakeknya berdiri dan membelai wajah anak itu.
"mama...Wang...wang...mama"tangisnya lagi.
"Siapa nama anak ini?"tanya pria tua tadi.
"Alvin Brawijaya atau yang biasa dipanggil Al"jawab seorang pria yang memperhatikan Vina dan Aditya ketika dikebun binatang.
"kerjamu bagus Joe kau akan kuberi uang yang banyak, sekarang pergilah"perintahnya.
"baik bos permisi"ucap joe.
Flashback on
Al tertawa sambil terus mengelilingi ayah dan ibunya, penculik itu yang bernama joe semakin memperhatikan mereka hingga suatu saat mendapatkan kesempatan untuk mengambil perhatian anak manis itu.
"inilah waktunya"ucap Joe mengeluarkan sebuah permen dan mengarahkannya pada Al.
anak anak begitu menyukai permen, itu sudah pasti tak terkecuali Al.Dia menghampiri Joe diluar pengawasan orang tuanya ketika Al sudah dekat dengan cepat dia menggendong dan membawanya pergi.
Al tidak menangis karena sibuk dengan permen diknas tangannya sehingga Vina ataupun aditya tidak mengetahui hal itu.
Flashback off
"jadi ini anak perempuan itu"ucap pria tua itu sambil mengelap air mata Al yang semakin deras membasahi wajahnya.
"mama....hua....au mama...."Al semakin mengeras kan tangisannya membuat pria tua itu pusing dan pergi meninggalkan Al.
"urus anak itu dan tolong hentikan suara tangisannya nanti malam adalah puncaknya"perintahnya pada seorang wanita yang tidak lain adalah lilis.
"Baik pak"jawab lilis.
Hari semakin sore, namun belum ada tanda ditemukannya Al,naina yang tidak tega melihat penampilan menantunya mengajak semuanya untuk pulang.
"nak ayo kita pulang lagipula sebentar lagi kebun binatang akan tutup"ajak naina.
"tapi mah Al belum ditemukan bagaimana jika dia ketakutan atau kedinginan mah"ucap vina mencari kesana kemari dengan cairan bening terus mengalir.
"sayang kita pulang dulu ya kamu juga harus memikirkan kandungan kamu"ucap aditya berusaha untuk tegar.
"tidak mas aku tidak mau pulang!!!aku tidak mau pulang sebelum menemukan anakku kasihan dia akan sendiri disini mas"ucap vina sedikit berteriak.
"Vina tapi...."ucap imel dipotong oleh vina dengan cepat.
"jika kalian ingin pulang maka pulanglah tapi aku tidak mau pulang sebelum menemukan anakku!!!"teriak vina kemudian pandangnya mulai buram hingga akhirnya dia jatuh pingsan.
Brukkk....
"Vina?"panggil semua orang beruntung aditya cepat menahan istrinya.
"dit kita harus bawa dia kerumah sakit"ucap rendy.
aku telat up ya??maaf ya😂😂✌️✌️yang mau tanya kapan up lagi boleh Dm di Instagram ku @Alfianaaa05_ atau bisa juga WhatsApp di nomor ini 089636950579.
tapi jangan buat spam ya🤣🤣
Bersambung......