
dokter!!"teriak Aditya didalam rumah sakit.seorang dokter tampan menghampiri Aditya dan Aldo dan Vina tentunya yang masih belum sadarkan diri. Dokter itu menatap malas ke Aditya begitu juga Aldo tapi dia terkejut ketika melihat seorang gadis dalam gendongan Aditya.
"siapa dia?mengapa dia bisa seperti ini"tanya dokter itu kepada Aditya dan membuat Aditya kesal.
"hai bodoh jika aku tau dia kenapa,tidak akan aku membawanya kesini apalagi harus bertemu denganmu!!malas"ucap Aditya kesal.
Tidak menghiraukan perkataan Aditya dokter itupun berkata"cepat bawa dia keruanganku!"sambil terus berjalan menuju ruangannya.
Sampai diruangan dokter Aditya menidurkan Vina di ranjang pasien dan dokter pun memeriksa nya."dia tidak apa apa hanya saja dia sedikit trauma akan suatu hal,dan Aditya sebenarnya apa yang sudah kau lakukan padanya apa kau memaksanya untuk itu??"tanya dokter itu santai dan sedikit mengintrogasi.Spontan Aditya menjitak kepalanya dan berkata
"cih dasar dokter gila berhenti berfikir kotor memang kau pikir aku sebajingan itu"ucap Aditya tidak terima dengan uacapan sang dokter
Aldo yang melihat itu hanya geleng geleng kepala sambil bergumam "huh jika sudah bertemu seperti tikus dan kucing"gumam Aldo tapi masih bisa didengar oleh keduanya.
"apa maksud mu?"tanya keduanya bersama.mereka saling menatap dan Aldo membuka suara"ya tentu saja kalian seperti tikus dan kucing selalu bertengkar tapi saling membutuhkan satu sama lain,dasar Rendy Aditya sahabat selamanya"ucap Aldo menahan tawanya.
dia adalah Rendy Juliansyah dokter tampan dan merupakan sahabat Aditya dan aldo
Aditya hanya diam sambil menatap kearah Vina entah mengapa dia sangat peduli terhadap gadis dihadapannya ini.
"dit ayo pulang besok pagi pagi sekali kita kesini untuk menjemput nya"ajak aldo,Aditya membuang nafas kasar dan mengangguk akhirnya mereka pergi setelah berpamitan dengan rendy dan minitipkan Vina disana.
Aditya dan Aldo sudah sampai dan memasuki sebuah mansion mewah dan megah keduanya masuk bersamaan dan melihat rumah sudah nampak begitu sepi akhirnya mereka memutuskan untuk masuk kamar mereka masing masing dan beristirahat.
keesokan harinya
disebuah rumah kontrakan kecil terlihat disana ada seorang ibu yang sedang khawatir karena semalam anaknya tidak pulang, dia adalah Dina ibunya vina.Sejak semalam dia menanti kan kepulangan anaknya tapi nihil anaknya tidak pulang juga.
"ya Allah kemana Vina??semoga dia baik baik saja,atau aku telpon temannya saja ya?"tanya Dina pada diri sendiri.
akhirnya Dina memutuskan untuk menelpon Imel
tuuut.....tuutt....tutttt.....
bunyi sambungan telepon tapi belum ada yang menganggat dan selang berapa lama pun ada yang menjawab.
"assalamualaikum Bu,ada apa tumben telpon pagi pagi?"tanya orang diseberang sana yang tak lain adalah imel.
"waalaikumsalam nak ibu hanya mau tanya apa semalam Vina menginap dirumah mu? karena dia belum pulang sejak semalam"ucap dina.
"tidak Bu,bahkan kami belum bicara padanya sejak kemarin pulang kampus dan dila juga sedang ada bersama ku dia juga belum bicara pada Vina sejak kemarin,.Ya Allah semoga dia baik baik saja ya Bu?"jawab Imel sedikit khawatir mendengar sahabatnya tidak pulang sejak semalam.
"ya udah nak kita berdoa saja semoga dia baik baik saja,ibu akhiri ya assalamualaikum"akhiri telpon.
"iya Bu amin, waalaikumsalam"jawab Imel.
disisi lain tepatnya disebuah ruangan bercat putih berbaringlah seorang gadis cantik yang mulai sadarkan diri,dia mulai mengerjapkan matanya dan memegangi kepalanya.
"aku dimana?"tanya gadis itu entah bertanya pada siapa.
"anda dirumah sakit nona, istirahat lah kondisi nona masih sedikit lemah"ucap seorang suster memberitahu.
"rumah sakit?apa yang terjadi padaku?"tanya gadis itu,suster itu tersenyum sopan "nona Vina anda semalam pingsan karena trauma akan hal yang terjadi pada nona beruntung ada yang membawa nona kemari"ucap suster menerangkan sambil merapihkan beberapa alat kedokteran.
"sus aku mau pulang aku mohon keluarga ku pasti mencari ku dan lagipula aku tidak akan mampu untuk membayar rumah sakit,tolong sus"rengek Vina meneteskan air mata sambil memohon menyatukan kedua tangannya pertanda memohon.
Namun sebelum suster itu menjawab seorang dokter tampan bersama 2 pemuda datang menghampiri Vina "nona anda masih harus dirawat disini kau tenang saja urusan biaya sudah lunas"ucap dokter itu.
Vina melihat nama dokter itu dari nametag yang dia kenakan dan bertulis DR.RENDY lalu pandangan Vina menuju kearah 2 pemuda yang datang bersama dokter Rendy mata Vina langsung berbinar kala melihat salah satu pemuda itu.
"Aldo?Aldo aku mohon aku ingin pulang ibu dan adikku pasti menghawatirkan ku sejak semalam aku belum bicara pada mereka"kata Vina sambil terus menangis.
Itu adalah Aditya dan Aldo yang sengaja datang pagi pagi kesini untuk melihat kondisi vina namun ada alasan lain juga untuk itu.
flashback on
sebuah mobil mewah meninggalkan mansion megah dan terdapat 2 pemuda disana yang tak lain adalah Aditya dan Aldo.
"dit menurutmu apakah Vina cocok untuk kita jadikan sekretaris dikantor?"tanya Aldo tiba tiba sambil mengemudi.
"apa maksudmu kau tahu bukan bagaimana kriteria yang harus dimiliki seorang karyawan Brawijaya group?aku rasa dia tidak memiliki semua kriteria itu"jawab Aditya datar.
"tapi dit aku yakin dia pasti bisa lagipula sebelum aku menyarankan aku sudah menyelidiki latar belakang Vina,dia adalah anak kuliah semester akhir dan sangat pintar bahkan ibunya bekerja di mansion Brawijaya dit"ucap Aldo meyakinkan.
Aditya membuang nafasnya kasar dan berkata"baiklah aku akan memberinya kesempatan lagipula aku juga ingin meminta balas budinya setelah aku menolongnya semalam"ucap Aditya tersenyum misterius.
Aldo yang melihat senyuman Aditya menjadi bergidik ngeri pasalnya jika dia tersenyum seperti itu maka sesuatu akan terjadi,aldo hanya menjawab dengan anggukan kepala.
akhirnya mereka sampai dirumah sakit dan menuju ruangan Rendy untuk menanyakan kondisi vina
ceklek
pintu terbuka dan terlihat seorang dokter muda sedang duduk disana sambil sibuk dengan berkasnya.
"bagaiman keadaanya?"tanya Aditya tiba tiba mengagetkan Rendy,empu yang dikagetkan spontan memegang dan mengelus dadanya.
"heh kampret kalo masuk ruangan orang ketok dulu kek maen masuk-masuk aja kau"ucap Rendy yang kesal dikagetkan sedangkan aditya yang ditanya hanya menunjukan wajah datarnya.
"dia sudah dipindahin keruang rawat semalam ketika aku periksa ternyata dia punya beberapa luka di tangannya karna itu aku membawanya ke ruang rawat"kata Rendy menjelaskan.
Aditya dan Aldo hanya mengangguk "ya udah ayo kita kesana kau penasaran kan gimana kondisi kekasih mu itu?"tanya rendy pada aditya.
"aku?maaf ya dia bukan kekasih ku,aku hanya menolongnya tidak lebih"jawab Aditya dingin.
"yasudah berhenti berdebat ayo lihat dia"ucap aldo menengahi keduanya.
mereka berjalan beriringan Melawati koridor rumah sakit banyak para suster dan pengunjung rumah sakit yang terkagum kagum akan ketampanan mereka ber 3 terutama aditya.
"ya Tuhan mimpi apa semalem bisa lihat opa opa Korea disini?aku mau tuh sama yang tengah"ucap salah satu suster sambil terus menatap Aditya.
"huh aku bahkan mau yang mana saja toh semua nya ganteng apalagi dokter Rendy,aduh dok suntik aku pke cinta dong"ucap suster lainnya kepada temannya sambil berkhayal.
bersambung
jangan lupa tinggalkan jejak kalian berupa like dan komen kekurangan novel ku ini ya terimakasih