My Boss My Sweet Husband

My Boss My Sweet Husband
tertangkap basah



kemudian Vina segera turun tanpa sadar ada sepasang melihat nya keluar dari mobil Aditya


"mengapa dia bisa berangkat bersama pak Adit?"ucap orang itu


setelah Vina keluar Aditya dan Aldo keluar bersamaan tak lupa Aldo memberikan kunci mobil pada penjaga untuk memarkirkan mobilnya.


orang yang tadi melihat Vina keluar dari mobil Aditya terus berfikir apakah ada hubungan khusus antara pak Adit dan Vina.


"aku tanya atau tidak ya?"ucap orang itu yang tak lain adalah ana.


"agh...akan aku tanyakan nanti lagipula untuk apa aku memikirkan itu"ucap ana berusaha tidak memikirkan hal yang dia lihat tadi.


Aditya dan Aldo berpisah untuk keruangan meraka masing masing. Didalam ruangan Aditya melihat laporan keuangan yang Vina berikan beberapa waktu lalu tapi belum sempat dia tanda tangani


Aditya sedang fokus dengan laporan ditangannya Sampai tak sadar Vina sudah ada didepannya.


"pak"ucap Vina membuat aditya kaget.


"apa kau tidak punya rasa sopan santun sedikit? sebelum masuk harus mengetuk pintu dulu!apa yang kau ingin kau lakukan?"ucap Aditya terdengar marah.


Vina hanya menunduk takut sambil menyodorkan sebuah amplop.


"maaf pak,saya hanya mau memberikan surat pengunduran diri saya"ucap Vina masih menunduk.


"apa? pengunduran diri?tapi kenapa?"tanya Aditya.


"masa perkuliahan saya sudah dimulai dan lagipula saya sudah menikah pak,jadi saya ingin menjadi istri yang baik untuknya"ucap Vina.


"kuliah? menikah?jadi kau sudah menikah?"tanya Aditya berpura pura tidak tahu.


"iya pak"jawab Vina singkat.


"pasti pria yang menikahi mu itu tampan kan karena jika dilihat kau itu cantik jadi sangat bodoh jika kau memilih pria yang jelek"ucap Aditya ingin menggoda Vina.


."apa maksudnya?apa dia ingin aku memuji muji dirinya? baiklah akan aku lakukan suamiku"ucap Vina dalam hati sambil tersenyum


"iya pak bahkan suamiku itu sangat tampan, menurut ku tidak ada yang lebih tampan darinya,tapi..."ucap Vina menggantung membuat Aditya mengerutkan keningnya.


"tapi apa?"tanya Aditya penasaran dengan jawaban Vina.


"tapi dia sangat dingin pak,aku selalu melakukan sesuatu untuknya tapi dia tidak pernah memujiku Walaupun sedikit saja"ucap vina menunduk berpura-pura sedih.


"lalu kau tidak bahagia dengan pernikahanmu?"tanya Aditya lagi.


"tentu saja aku bahagia bahkan aku sangat mencintai suamiku"ucap Vina sumringah tapi tak lama dia segera menutup mulutnya.


"m..m..maaf pak saya terlalu banyak bicara"ucap Vina gugup karena sudah mengakui perasaannya


Aditya bangkit dari duduknya mendekati Vina


"jadi kau sangat mencintai suamimu hm?"tanya Aditya yang kini sudah berada tapat didepan Vina.


"ti...tii...tidak pak eh maksud saya iya eh tidak tidak eh"ucap Vina tidak jelas.


Aditya mengangkat dagu Vina agar Vina menatap Aditya.


"jadi kau mencintai nya atau tidak?"tanya Aditya lagi.


"i...i...iya pak"jawab Vina gemetar


Aditya tersenyum kemudian mendekatkan wajahnya ke wajah Vina


perlahan lahan menempel kan bibirnya ke bibir Vina dan kemudian mencium Vina hingga aktivitas Meraka harus terhenti ditengah jalan saat Aldo masuk tanpa mengetuk pintu.


Aldo membulatkan matanya karena apa yang sedang dia lihat


"eee...maaf pak saya akan datang nanti"ucap Aldo gemetar saat melihat Aditya sedang mencium bibir Vina.


spontan Aditya langsung menghentikan aktivitasnya dan Vina segera keluar ruang Aditya.


"selamat pagi pak,silahkan masuk"ucap Vina pada Aldo gugup pasalnya tertangkap basah sedang berciuman dengan Aditya.


"iya baiklah"ucap Aldo langsung masuk keruangan Aditya


Aldo dan Aditya sedang membicarakan kerja sama yang diajukan Sjgroup.


"Baiklah aku akan memberikan ini pada Vina"ucap Aldo bangun dari duduknya.


"tidak!dia sudah mengundurkan dirinya"ucap Aditya mendongak menatap Aldo.


"apa?tapi kenapa?kontrak kita dengannya masih lama!"ucap Aldo.


"suaminya akan membayar denda kontrak yang dia batalkan"ucap Aditya yakin.


"oke"ucap Aldo Karena tau maksud Aditya


Aditya terus membahas tentang pekerjaan tapi tiba tiba Aldo bertanya hal yang membuat Aditya malu sekaligus jengkel.


"dit?"panggil Aldo tiba tiba.


"hmm"jawab Aditya hanya berdehem.


"tadi kau dan Vina itu... bagaimana rasanya?"tanya Aldo menggoda Aditya.


"sejak kecil kau selalu berbagi segalanya denganku,apa kali ini kau tidak ingin berbagi denganku?"ucap Aldo masih menggoda Aditya.


"berbagi apa?"tanya Aditya bingung.


"tentu saja berbagi Vina"ucap Aldo menahan tawanya


pletak.....


jitakan mendarat di kepala Aldo


"dit kenapa kau jitak kepala ku si?"tanya Aldo meringis sakit.


"kenapa?kau masih tanya kenapa?itu karena kau sudah berani meminta hal yang diluar akal manusia normal"ucap Aditya mulai kesal.


"hahahahaha"tawa Aldo pecah karena melihat Aditya yang kesal.


"diam kau brengsek beraninya kau menggoda ku"ucap Aditya bangkit kemudian keluar dari ruangannya.


sedangkan Vina wajahnya memerah saat ingat bagaimana tertangkap basah Aldo sedang ciuman dengan Aditya.


"aduhh...apa yang akan dipikirkan Aldo ya,agh...kenapa tadi aku mau saja dicium olehnya dan lagi aku begitu bodoh sampai mengakui perasaan ku dengannya"ucap Vina khawatir


Vina memutuskan untuk menyelesaikan berkas kerjasama dengan sebuah perusahaan.


"Sjgroup? sepertinya tidak asing bagiku"ucap Vina berfikir pernah mendengar nama perusahaan itu.


Vina sudah menyelesaikan pekerjaannya dan segera keruang Aditya untuk menyerahkan berkas yang sudah dia kerjakan


tok...tok.... tok


suara ketukan pintu


"masuk"ucap Aditya yang masih fokus dengan laptopnya.


"selamat siang pak ini adalah berkas untuk meeting dengan perusahaan Sjgroup"ucap Vina sopan memberikan berkas.


"kau mengerjakan ini?tapi sekarang kau sudah bukan karyawan disini"ucap Aditya menatap Vina.


"iya pak tapi saya masih tetap karyawan disini sampai jam pulang kantor nanti"jawab Vina membalas tatapan Aditya.


"baiklah sekarang kau boleh istirahat makan siang"ucap Aditya mempersilahkan Vina untuk pergi makan siang.


"baik pak saya permisi"ucap Vina kemudian keluar ruangan Aditya


Vina keluar ruangan Aditya dan melihat ana,Jimmy dan Rizal sudah menunggu dimeja kerjanya.


"maaf ya aku lama"ucap Vina tidak enak.


"tidak apa apa ayo"ucap Jimmy kemudian mereka segera pergi meninggalkan kantor.


sedangkan Aditya dan Aldo kini berada di ruangan mereka.


"jadi dia sedang sekarat?"tanya aldo.


"hmm"dehem Aditya menjawab pertanyaan Aldo.


"apa kau akan kesana untuk menemui nya?"tanya aldo lagi.


"tidak,untuk apa aku menemui nya biarkan saja dia mati dengan mengenaskan seperti kakak"ucap Aditya dengan tatapan kosong.


"aku rasa kau harus menemuinya"ucap Aldo membuat aditya mendengus kesal.


"aku sudah bilang bukan aku tidak mau menemui nya jika aku menemuinya maka itu akan membuat luka lama ku kembali lagi"ucap Aditya emosi karena Aldo memaksanya untuk pergi.


"baiklah dit kau tidak perlu pergi biar aku saja"ucap Aldo mengalah.


"terserah"jawab singkat Aditya membuat Aldo menghembuskan nafasnya kasar


jam menunjukkan pukul 17:00 artinya sudah jam pulang kantor Vina segera merapikan meja nya kemudian pergi keruangan Vina masuk tanpa mengetuk pintu dan mendapati Aditya sedang duduk di pojok ruangan sambil memeluk lututnya.


"aku ingin melupakan itu aku mohon bantu aku melupakan itu semua aku tidak mau menjadi orang jahat"teriak Aditya dengan isakan didalam ruangan Aditya


Vina mendengar itupun berlari mendekati aditya.


"mas!mas kamu kenapa?"tanya Vina khawatir


Aditya mendengar Vina langsung menatap Vina penuh arti dan tiba tiba memeluk erat tubuh mungil Vina.


"aku mau melupakan itu aku mohon!!!"ucap Aditya masih dengan isakan.


Vina membalas pelukan suaminya dengan erat


"aku tahu, sekarang kau tenang ya aku akan membantu mu untuk melupakan itu"ucap Vina kemudian melepaskan pelukan Aditya


Vina mencium kening Aditya lembut untuk menguatkan nya.


"terimakasih"balas aditya sambil mencium tangan Vina lembut


bersambung.....