
Imel tdiak sempat menjawab pertanyaan Rendy dan langsung tak sadarkan diri dalam pelukan Rendy.
"sayang bangun sayang,kamu kenapa?"rendy terdengar begitu khawatir dan segera membawa imel ke kamar Mereka.
Rendy mengambil peralatan kedokteran nya kemudian memeriksa imel
"apakah ini benar???"rendy bertanya tanya ketika selesai memeriksa imel
Rendy meraih ponselnya dan menghubungi seseorang
"halo dokter rendy?"
"halo dok,maaf menganggu malam malam bisa anda kerumah saya"ucap Rendy
"apa semua baik baik saja dokter?"
"begini dr Rani saya memeriksa istri saya dan menurut perkiraan saya itu istri saya sedang hamil tapi saya ingin memastikannya dengan anda"
"baiklah saya akan segera kesana"
Rendy mematikan sambungan teleponnya dan tak beberapa lama dokter Rani datang,kenapa cepat?karena rumah dokter rani dan Rendy hanya berjarak 15 kamarπ
"dimana istri anda?"tanya Rani
"ada dikamar dok"jawab rendy kemudian mengantar rani ke kamar dimana ada imel
dokter Rani memeriksa imel dan dengan bahagia dia menyampaikan kabar ini kepada rendy
"dokter rendy selamat istri anda sedang mengandung dan perkiraan usianya kurang lebih adalah 6 Minggu"ucap dokter Rani
"benarkah dok?? terimaksih banyak dok terimaksih"ucap Rendy sumringah menjabat tangan dokter Rani.
"Baiklah ini resep vitamin untuk istri anda kalo begitu saya permisi sekali lagi selamat"pamit dokter Rani.
Rendy mengantar dokter Rani setelah itu dia kembali ke kamar dan berbaring disamping Imel.
"sayang selamat penantian kita akhirnya berakhir"bisik Rendy kemudian terlelap memeluk tubuh istrinya.
pagi pagi sekali Imel sudah bangun dan berlari ke kamar mandi,dia memuntahkan cairan bening yang terasa begitu pahit di lidahnya, rendy yang mendengar Imel muntah segera bangun dan memijat tengkuk imel
"sayang aku kenapa ya,aku gak sakit kan?"tanya Imel
"sayang sebenarnya...."Rendy menggantung ucapannya
"sebenarnya apa sayang?"Tanya Imel mulai takut
"Sebenarnya kamu sedang hamil sayang Kita akan punya anak"jawab rendy senang.
Imel diam terpaku dengan perkataan rendy,air mata harunya mulai membasahi wajahnya.
"apa kau sedang berbohong sayang?"tanya imel gemetar menangis
"iya sayang kamu hamil,hamil kamu akan menjadi ibu"ucap rendy kemudian menarik Imel ke dalam pelukannya.
"hiks..hiks....aku hamil...ya Allah terimaksih karena sudah mendengar doaku"Imel berkata menangis tersedu-sedu
"sudah sayang jangan menagis seharusnya kita bahagia"ucap Rendy dan Imel mendongak menatap rendy
"makasih sayang sudah mau sabar menunggu kehamilan ku,aku beruntung memiliki suami yang baik sepertimu"ucap imel
Imel mencium bibir tipis Rendy dan ********** lembut,Rendy melingkarkan tangannya di pinggang imel dan membalas ciuman istrinya.
"sayang aku mau ini"lagi lagi Imel meminta duluan
"tapi sayang kamu kan lagi sakit"ucap rendy
"tapi aroma tubuhmu membuat rasa mual ku hilang sayang"Imel masih mencoba merayu rendy
"tapi say..."ucapan Rendy terhenti saat Imel mendorongnya hingga berbaring dia atas kasur.
Pagi ini rendy dan Imel melakukan olahraga pagi dengan penuh kebahagiaan selain itu juga karena kehamilan Imel yang memang sudah dinantikan oleh keduanya.
Semua orang sedang berada dimeja makan hari ini Vina sudah mulai berkerja di perusahaan menggantikan posisi Dila sementara.
"Vina sudah duduklah kamu sudah rapih nanti pakaian mu kotor sayang"ucap naina melihat Vina yang sedang menyuapi Al yang tidak bisa diam
"engga apa apa mah lagipula bos ku tidak mungkin marah melihat pakaian ku kotor"ucap vina melirik aditya
"iya sayang ngerti aku ngerti"jawab aditya tau tatapan Istrinya.
"ma...ma...ma..."
"iya sayang mamah, makan dulu ya biar sehat"Vina masih setia menyuapi Al
Al mulai melahap suapan dari ibunya sampai akhirnya habis.
"Wah anak mamah pinter makan nya abis"ucap vina melihat Al memakan habis sarapan bubur buatannya.
"engga usah mas kita sudah terlambat aku akan sarapan di kantor saja"tolak vina
"nanti kamu sakit sayang"ucap naina
"tidak mah,mah aku titip Al maaf jika dia merepotkan mamah nanti"ucap vina
Vina menciumi seluruh wajah Al
"jangan nakal ya sayang jangan bikin opa,Oma sama Tante dila cape oke"Vina mengangkat ibu jarinya
"oke mamah"jawab naina mewakili Alvin
"Baiklah semuanya kami pergi dulu, assalamualaikum"pamit aldo diikuti Vina dan aditya.
Selama perjalanan Vina memikirkan anaknya karena untuk Pertama kalinya dia meninggalkan Al untuk bekerja.
"ini pertama kali nya aku meninggalkan Al pergi kerja aku sudah merindukannya"ucap Vina pada aditya
"kita akan pulang cepat nanti agar kamu bisa secepat nya ketemu dengan Al"jawab aditya
"dit boleh ku tanya sesuatu?"tanya aldo
"katakan"titah aditya
"apa ketika Vina hamil kau repot?"tanya aldo sontak membuat Vina dan aditya sama sama tertawa.
"hahahahaha"tawa vina dan aditya pecah
"kenapa kalian malah tertawa?"tanya aldo
"tentu saja pertanyaan mu itu lucu,sudah pasti repot karena wanita hamil akan menginginkan sesuatu yang jika sudah ada mereka sudah tidak menginginkan nya lagi"jelas vina
"oh pantas saja"Aldo manggut-manggut
mereka sampai dikantor brawijaya,Vina bersikap profesional dia berjalan dibelakang aditya dan aldo,banyak para karyawan yang mengagumi kecantikan Vina yang semakin terlihat setelah memiliki anak.
"selamat pagi pak Bu"sapa seorang resepsionis
"pagi"hanya vina yang menjawab ramah
"eh itu Vina bukan?dia kembali berkerja disini?"tanya Rizal pada ana
"iya katanya sih dila lagi hamil jadi sementara Vina akan menggantikan posisi dila selama masa pencarian sekretaris baru"jawab ana
"si Vina aura kecantikannya semakin keluar ya setelah melahirkan"celetuk Jimmy yang sejak tadi melihat Vina
"hati hati bacot lu itu kalo sampe pak aditya denger abis Lo"pekik ana
"iya tau gw"jawab jimmy
"hai Susy"sapa vina pada Susy saat berpapasan ketika ingin memasuki lift
"selamat pagi Bu Vina"jawab Susy
"tidak perlu terlalu formal panggil saja aku vina"ucap vina
Aditya dan Aldo yang mengingat Susy selalu memperlakukan Vina buruk sedikit merasa kesal pada Vina yang terlalu baik.
"sayang ayo"Aditya menarik tangan Vina masuk ke dalam lift khusus petinggi perusahaan.
"mas kenapa tarik tarik?"tanya Vina lembut
"sayang apa kamu lupa selama ini dia sudah bersikap jahat padamu dan kamu malah bersikap sebaliknya"jawab aditya
"mas tidak ada gunanya memendam perasaan dendam aku ingin hidup kita damai tanpa memiliki dendam pada Siapa pun"jelas vina
"tapi Vin yang Aditya katakan itu benar dia sudah jahat padamu"Aldo ikut menyauti
"tapi dia sudah meminta maaf padaku sejak lama mana mungkin aku tidak menerima permintaan maaf seseorang"jawab Vina
Aditya dan Aldo memilih diam percuma bilang dengan Vina, hatinya terlalu lembut dan baik.
Aldo dan aditya masuk ke dalam ruangan mereka masing masing sedangkan Vina sudah duduk di meja kerjanya, memeriksa laporan jadwal rapat aditya.
BERSAMBUNG.....
HAI AKU UP LAGI NIH π€π€ BANTU LIKE DAN VOTE YA BIAR AKU MAKIN SEMANGAT BUAT UP πππ BANTU KOMEN KRITIK DAN SARAN JUGA BOLEH πβ€οΈ OH IYA JANGAN LUPA FOLLOW INSTAGRAM AKU @Alfianaaa05_
MAMPIR KE KARYA TERBARUKU
**MENIKAH DEMI AYAH
MY CRUEL HUSBAND**
TERIMAKASIH, HAPPY READING β€οΈ