My Boss My Sweet Husband

My Boss My Sweet Husband
BAB 143



Makan malam tiba,mereka siap untuk makan masakan favorit satu keluarga yaitu ayam bumbu mentega buatan Vina.


"ini untuk siapa nak?"tanya rudi menujuk ayam buatan Vina yang dipisah.


"ini untuk Imel dan dila Pah mereka sedang hamil tua akan sangat baik menghindari makanan yang pedas dan asin"jawab Vina.


"jadi tidak ada rasanya Vin?"tanya dila dan vina mengangguk.


"aku tidak mau aku akan makan masakanmu yang pedas dan asin saja"tolak dila.


Imel tetap memakan ayam yang Vina buat khusus untuknya dia tidak menolak karena dia tahu Vina melakukan ini hanya untuk nya.


"sayang tumben mau makan makanan yang gak pedas"tutur rendy.


"lagi gak pengen, lagian kasihan Vina dia sudah memasaknya penuh cinta masa gak di makan"ucap Imel menujukan senyum paksa.


Setelah makan malam, seperti biasa Meraka akan menonton film bersama dan yang sedang mereka tonton adalah sebuah FTV dengan judul "Ku korbankan nyawaku demi anakku"


Film itu termasuk kategori sad karena menceritakan tentang pengorbanan seorang ibu demi anaknya ya seperti yang terjadi pada Imel sekarang.


Vina tidak bisa menahan tangisnya menonton film ini karena dia teringat Imel Sahabatnya.


"hiks....hiks..."isakan Vina terdengar oleh aditya yang memang duduk disebelahnya.


"sayang kok nangis?"tanya aditya.


"ini filmnya sedih banget aku gak kuat...."jawab Vina masih dengan isakan.


"tapi menurut kami ini tidak sedih loh Vin....oh aku tau kamu mendalami banget ya film nya"ucap dila.


"iya kali dil mungkin"jawab Vina seraya menghapus air matanya.


Beralih menatap Imel yang sedang menatapnya dengan wajah cerianya, senyum tak hilang dari bibirnya itu semakin membuat seorang Vina tidak tahan.


"aku ke kamar dulu sebentar mau liat Al"ucap vina kemudian segera berlari menuju kamar nya.


Imel mengikuti vina tanpa pamit pada yang lain membuat semua orang bingung dan curiga karena selama 1 bulan ini keduanya seperti sedang menutupi sesuatu.


Rendy bangun dan menyusul diikuti semua orang.


"Vina aku mohon jangan begini aku tidak apa apa sungguh,aku akan tetap tersenyum meski aku tahu umurku tidak akan lama.Aku akan pergi dengan tenang karena aku tahu kau yang akan merawat anakku"jelas imel pada Vina yang masih menangis.


"Imel berhenti berkata umurmu tidak lama lagi!!!!kau akan baik baik saja Imel kita akan membesarkan anak kita bersama"ucap Vina.


"Vina kemarin kau dengar sendiri tumor dalam rahimku sudah semakin besar itu akan sangat sulit untuk diobati"jelas Imel.


Ceklek......


Vina dan Imel sama sama terkejut melihat semua orang ada disana menatap mereka dengan tatapan sendu terutama rendy.


"kkk...kalian sejak kapan diluar?"tanya Imel gugup.


"Kenapa kamu menyembunyikannya ini dariku sayang???kenapa???"tanya rendy begitu lemah.


"rend apa....apa yang aku sembunyikan??"Imel masih mencoba menutupi penyakit nya.


"jangan terus berbohong sayang kebohongan mu ini bisa membuatku tiada suatu hari nanti"ucap rendy kini berada tepat di depan imel.


"Sayang kamu sangat menginginkan anak ini, bagaimana bisa aku mengorbankan anakku sendiri hanya demi keselamatan ku"Imel menjelaskan semuanya Sambil menangkup wajah rendy.


"seharunya kamu beritahu aku Mel kita cari pengobatannya bersama bukan menyimpan dan menahan rasa sakitnya sendiri"ucap rendy.


"Aku minta maaf aku melakukan ini semua karena aku tidak mau membuatmu dan keluarga khawatir biarkan saja aku tiada demi anakku aku pasti akan pergi dengan tenang"ucap Imel lagi lagi mengungkit umurnya.


"aku tidak mau kehilanganmu atau anak kita,kita akan cari pengobatannya bersama kau jangan khawatir"rendy memeluk erat Imel dari samping.


"rend aku minta maaf karena tidak memberitahumu, tapi berulangkali aku mencoba memberitahumu Imel Selalu melarang dengan alasan rendy sangat menginginkan anak ini"ucap Vina menunduk.


"tidak apa apa dan terimaksih karena sudah mau menemani pengobatan Imel selama ini"ucap rendy.


"satu lagi rend pergilah habiskan waktu berdua dengan istrimu, tidak perlu jauh mungkin ke taman dan makan es krim di kedai.Imel meminta ini dariku"ucap Vina.


"aku akan menghabiskan waktu bersama denganmu maafkan aku jika selama ini aku selalu sibuk dengan pekerjaan ku maaf tidak memperhatikan mu sayang"rendy meraih tangan Imel dan mencium nya.


"Awww...aww..."Imel meringis kesaktian sambil memegangi perutnya.


"sayang kamu kenapa?"tanya rendy begitu khawatir.


"perut aku sakit"jawab Imel.


"Rendy lebih baik kita bawa dia kerumah sakit"ucap aldo.


"iya ayo rend cepat"ajak Aditya.


"tidak perlu aku tidak apa apa"cegah Imel.


"Imel kamu sudah minum obat?"tanya Vina.


"belum Vin"jawab Imel sontak membuat Vina melototkan matanya.


"sudah aku katakan Imel Jangan sampai telat meminumnya"kejut Vina.


Vina berlari menuju lemari dan mengambil beberapa obat yang memang Vina sudah tau.


"minumlah"Vina memberikan obat dan segelas air.


"terimaksih Vin"ucap imel memberikan kembali gelas nya.


"Rendy sekarang temani istrimu istirahat ya kami keluar dulu"ucap naina.


"iya tante"jawab rendy.


Semua orang kembali ke ruang tamu.


"Vina kenapa kalian menyembunyikan ini dariku? Apa aku bukan lagi sahabat kalian?"tanya dila.


"bukan begitu dil,aku tidak mau membuat kamu khawatir aku takut kamu akan memikirkan ini dan mengganggu kandunganmu"jelas vina.


"sekarang coba jelaskan nak kenapa dia bisa memiliki penyakit itu?"tanya rudi.


"aku tidak tahu pah,satu bulan lalu aku mendengar Imel sedang menagis sambil meminum banyak sekali obat dia menangis tersedu-sedu mengeluarkan keluh kesahnya.Aku mendengar ceritanya dia bilang akan sangat berbahaya untuknya melahirkan anak ini mungkin bisa tapi itu sangat kecil kemungkinan nya untuk dia selamat"jelas Vina.


"selama 1 bulan ini aku menemani Imel ke dokter untuk konsultasi tentang penyakitnya setiap Minggu aku mengantar setiap itu juga aku selalu mendengar perkataan yang membuat hatiku terasa perih"sambung Vina.


"apa yang terjadi?"tanya Aldo.


"Tumor dalam rahim nya sudah semakin besar jika melakukan operasi pengangkatan itu akan membahayakan keselamatan anaknya dan Imel tidak mau itu. Jika melakukan operasi nya setalah melahirkan itu tidak bisa karena kemungkinan tumornya sudah menjadi ganas,Imel terlambat mengetahui penyakitnya ini karena itu Ketika dia tahu tumornya sudah besar"jawab Vina.


"ya Allah semoga Imel dan anaknya baik saja"ucap naina.


"Amin ya Allah"diamini semua orang.


Dikamar Imel dan rendy sudah sama sama berbaring di tempat tidur.


"sayang aku janji akan menyembuhkan penyakitmu"ucap rendy.


"iya Sayang aku tahu semoga semuanya tidak terlambat karena hanya tinggal hitungan Minggu rendy kecil siap memenuhi rumah ini dengan tangisnya"ucap Imel.


"tidak ada kata terlambat untuk berusaha sayang,semua akan baik-baik saja. Besok aku akan mengajakmu ke taman kota kita akan menghabiskan waktu seharian bersama"ucap rendy.


"terimaksih sayang"Imel mempererat pelukannya.


ya Allah aku mohon jangan ambil kebahagiaan ku ini, aku tidak mau kehilangan istri dan anakku...aku mohon ya Allah bantu aku menyembuhkan penyakitnya


Doa Rendy pada sang maha kuasa.


TIDAK ADA KATA TERLAMBAT UNTUK SIAPA SAJA YANG MAU BERUSAHA, YAKINLAH SETIAP USAHA KITA AKAN BERBUAH MANIS.


AUTHOR~ALFIANA


BERSAMBUNG.......


JANGAN LUPA VOTE YA KALO MAU AUTHOR CRAZY UP ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚โœŒ๏ธโœŒ๏ธ


TERIMAKASIH, HAPPY READING โค๏ธ๐ŸŒบ