
Setalah pulang dari rumah sakit vina dan Aditya pergi ke supermarket membeli susu formula untuk Al.
"Sayang aku gak paham kaya gini gini"ucap aditya menaruh semua merek susu dengan ukuran terbesar ke dalam troli belanjaan.
"mas astagfirullah kita cuma beli buat Al bukan beli untuk satu komplek"vina terkejut ketika melihat trolinya sudah penuh dengan susu dari berbagai macam merek dengan ukuran terbesar.
"Aku gak tahu yang mana yang cocok jadi aku ambil aja semuanya"jawab aditya enteng kemudian mendorong troli mengambil barang lain yang dibutuhkan.
"mas???"panggil vina sedikit berteriak membuat beberapa pasang mata menatapnya.
Aditya menepuk jidatnya sendiri karena lagi lagi dia meninggalkan istrinya.
"maaf yank kelupaan"ucap aditya kemudian merengkuh pinggang istrinya.
"kebiasaan"ketus vina kemudian meletakan kembali susu yang diambil oleh aditya pada tempatnya.
"sayang kok ditaro lagi?"tanya aditya.
"kamu mau nyusu juga emang beli susu sebanyak ini apalagi merek nya beda beda gini"jawab vina.
"engga dong sayang,susu aku kan ada di kamu"ucap aditya membuat SPG susu yang mendengarnya menahan tawa.
"mulut kamu perlu aku kasih cabai kayanya mas kalo ngomong sembarangan aja"pekik vina kesal.
Setelah menata kembali susu yang diambil suaminya vina memilih susu dengan komposisi dan nilai gizi terbaik.
"mas aku rasa susu ini pas untuk Al"ucap vina memberikan susu merek S25.
"terserah kamu aja sayang kan aku udah bilang aku gak paham gini ginian"saut aditya.
Vina mengambil 2 box susu dengan ukuran 1000gr sebagai bahan percobaan karena terkadang anak kecil sering tidak cocok dengan susu yang mereka minum.
"Udah 2 aja?"tanya aditya ketika melihat istrinya hanya memasuki 2 box susu.
"iya ya anggap saja sebagai percobaan jika cocok aku akan menyuruh kamu untuk membeli seisi toko ini"jawab vina kemudian meninggalkan suaminya.
"sekarang aku yang terus ditinggal"gumam aditya kemudian mendorong troli belanjaan nya.
Vina mengambil beberapa dot susu mulai dari ukuran sedang dan besar karena yang kecil tidak akan puas untuk Al.
"Mas gak mau beli apa apa?"tanya vina setalah berbelanja perlengkapan anaknya mulai dari susu sampai pempers.
"Ayo kita nyeblak yank"ajak aditya.
"beneran mau bikin seblak?"tanya vina diangguki aditya.
"yaudah ayo cari bahannya"ajak vina.
Vina mengambil bahan mulai dari sayuran, kerupuk, kwetiaw,bakso dan sosis serta bahan lain sebagai pelengkap.
"Apalagi?"tanya vina.
"Susu hamil kamu masih ada?"tanya aditya.
Vina menepuk jidatnya mengingat susu hamil nya tinggal 1 box.
"yaudah ayo kita ambil susu buat kamu dulu"ajak aditya mengerti gerakan istrinya.
Setalah mengambil susu hamil untuknya,vina mengambil sebotol parfum kemudian memberikannya pada aditya.
"wangi gak mas?"tanya vina.
"Wangi sayang"jawab Aditya.
Vina memasukan minyak wanginya ke dalam troli kemudian mereka segera membayar menggunakan kartu kredit.
Setalah berbelanja mereka bergegas pulang ke Mansion,selama perjalanan mereka berbincang mengenai pemberian susu formula untuk Al.
"mas aku takut Al tidak mau meminum susunya"ucap Vina.
"mungkin diawal memang tidak mau sayang tapi lama kelamaan pasti akan terbiasa"jelas Aditya.
"oh iya mas sepertinya tadi kamu sudah sangat akrab dengan tuan Adrian, dimana kamu mengenalnya?"tanya vina.
"kami dipertemukan dalam konferensi pers di Bangkok sejak saat itu kami dekat dan menjalin kerjasama perusahaan"jawab Aditya sedangkan vina hanya manggut-manggut.
Sesampainya di mansion mereka segara masuk dan mengucap salam.
"Assalamualaikum"salam Vina dan Aditya.
"walaikumsalam"
"kalian sudah pulang?kemarilah nak"naina menepuk sofa disampingnya memberi kode pada vina untuk duduk disebelahnya.
"bagaimana sayang?"tanya naina.
"Alhamdulillah mah anak aku perempuan tapi yang satunya belum terlihat apa jenis kelaminnya mungkin dia masih malu"jelas Vina.
"Alhamdulillah"rudi berucap syukur setelah mendengar dirinya akan memiliki cucu perempuan.
"selamat ya vin akhirnya keluarga ini dapat juga anak perempuan"ucap dila.
"iya dil makasih ya"saut Vina.
"dimana Imel?"tanya vina tidak melihat sahabatnya.
"dia dan Rendy pergi ke rumah mamah risna untuk mengajak revane bertemu kakek dan neneknya"jawab dila.
"Mama....mama...nen...mama..."tiba-tiba Al datang meminta menyusu.
"anak mamah main apa???"tanya vina mengangkat Al duduk di pangkuannya.
"mama nen....mama..."Al merengek meminta susu pada vina dia tidak bisa diam dan melompat lompat dalam pangkuan vina.
"Al Jangan lompat gitu nanti kena dede"ujar Aditya kemudian mengambil alih gendongan Al.
"yuk sama papah keluar gangguin mang Ucup yuk"ajak Aditya membawa Al keluar untuk menganggu mang Ucup yang sedang memotong tanaman liar.
"mah kata dokter aku harus berhenti menyusui Al karena mengingat anakku kembar pasti membutuhkan banyak ASI dan beberapa hari ini air susu aku gak keluar"ucap Vina menjelaskan.
"ya sudah nak kita beli susu formula saya buat Al"ucap Rudi.
"tadi aku dan mas adit sudah membelinya pah dan hari ini aku akan mencoba nya semoga saja Al mau dan menyukainya"ujar vina.
"ya udah vin coba minta bi suti bikin dan kasih Al"tutur dila.
"Sebentar ya mah,pah aku keluar dulu mau coba"ucap vina diangguki naina dan rudi.
"anak mamah Agi ngapain?"tanya Vina pada Al yang sedang asik melihat mang Ucup memotong tumbuhan layu.
"mama...nga...mama"Al menunjuk bunga mawar yang sedang digunting mang Ucup.
"ya udah yuk masuk minum susu sama mamah"Vina menggendong Al dan membawanya ke kamar diikuti aditya.
Vina menidurkan Al kemudian memasukan dot susunya ke dalam mulut Al.
"nda au...mama nen mama"Al menolak dot yang diberikan Vina kemudian membuka kancing baju ibunya pertanda meminta menyusu.
"eh Al lihat papah,nen mamah nda enak pait,Al nen ini ya"bujuk aditya kemudian memberikan dot nya pada Al.
"nda au mama...nen mama nen...Hua..."Al menangis dan merengek meminta susu ibunya karena belum terbiasa meminum susu formula.
"mas gimana Al gak mau,aku gak tega liatnya"tanya Vina.
"Al coba dulu ya rasanya enak loh kaya ice cream"Aditya sengaja memancing anaknya dengan kata ice cream.
Al mengambil dot dari tangan sang ayah kemudian meminumnya.Terlihat berkali-kali Al melepas dot tanda dia belum terbiasa namun akhirnya dia tertidur setelah meminum setengah susu yang ada dalam dot.
"tuh kan sayang kalo dipaksa pasti mau"tutur Aditya.
"iya mas Alhamdulillah semoga besok besok gak usah dipaksa lagi"jawab Vina.
Kancing bajunya yang masih terbuka karena Al tadi membuat Aditya berbinar melihat gundukan istrinya yang putih dan mulus dibalik bra berwarna hitam membuatnya terlihat kontras.
"sayang???"panggil aditya memegang tangan Vina yang sedang menepuk pantat Al.
"Kenapa mas?"tanya vina.
"Mau ini, boleh ya"aditya memegang dada istrinya.
"ya Allah mas Al aja udah berhenti nyusu ini lagi kamu segala minta,noh minum susu formula Al saja"kejut Vina menyuruh aditya meminum susu formula milik Al.
"gak enak sayang enakan punya kamu"rengek Aditya.
"apa sih mas udah ah aku mau solat dulu belum solat asar"Vina mendorong tubuh suaminya kemudian ke kamar mandi dan melaksanakan solat 4 rakaat.
"mas gak mau solat?"tanya vina pada aditya yang sedang asik mencolek pipi Al.
"iya sayang ini mau ambil wudhu"Jawab Aditya kemudian mengambil wudhu dan melaksanakan solat asar.
Malam hari Vina sibuk membuat seblak yang di inginkan suaminya sedangkan yang lain sedang menunggu seblak buatan vina sambil bercanda pada anak anak yang ada.
"Al udah gede ya udah mau minum susu sapi"goda rudi.
"udah dong opa Al kan anak pinter ya sayang?"ucap imel pada ponakannya itu.
"ante num..num.."rancau Al memberikan botol susunya pada imel.
"Buat tante?"tanya imel ingin mengambil namun Al menariknya kembali ke dalam mulut.
"oh anak mamah vina nakal ya minta di cium"Imel memangku Al dan menciuminya.
"oh iya do tadi di rumah sakit aku bertemu dengan tuan Adrian, kau ingat bukan?"Aditya bercerita.
"Adrian yang kita temui di konferensi pers?"tanya aldo diangguki aditya.
"Adrian dieja pemilik dierja hospital?"tanya rendy tiba tiba menyaut.
"kaya listrik tau gak?nyambung aja"ketua Aditya.
"ya kan sambung menyambung menjadi satu itulah Indonesia"Rendy menyanyi lagu nasional.
"kebetulan sebentar lagi hari kemerdekaan, aku rasa kau dibutuhkan di istana negara"ucap Aldo.
"benarkah?jadi apa?"tanya Rendy sumringah.
"tukang sapu"jawab Aditya enteng.
"hahahah"tawa aldo diikuti yang lain.
"jika saja aku sedang tidak menggendong anakku sudah pasti bibirmu itu tak luput dari sandalku"umpat Rendy.
"sudah kalian ini seperti anak kecil saja"ujar Rudi masih diselingi tawa.
Rasanya begitu bahagia melihat keluarga nya harmonis di usia tuanya, memiliki anak dan menantu yang baik dan cucu yang selalu mengisi hari harinya.
"papah bahagia sekali keluarga kita bisa lengkap dan harmonis seperti ini"ucap Rudi.
"mamah juga bahagia pah diusia kita yang tidak muda lagi diisi dengan canda tawa cucu kita"saut naina.
"Kami juga bahagia pah karena berhasil membuat kalian bahagia,semoga keluarga kita senantiasa dilindungi dari berbagai macam bahaya ya"ucap aldo.
Vina datang mengintruksikan kepada semuanya untuk ke meja makan menikmati seblak buatannya.
"semuanya ayo ke meja makan seblak nya sudah matang"ajak vina.
Semuanya segara berhamburan ke meja makan bersiap menikmati seblak yang sejak tadi membuat indra penciuman mereka sakit Sekaligus membuat lidah mereka berliur.
"Al sama mamah sini,biar papah makan dulu"ucap vina mengambil Al dalam gendongan suaminya.
Pujian terlontar dari bibir semua ketika merasakan seblak buatan Vina yang membuat ketagihan sekaligus telinga mereka mengeluarkan asap ya seblak yang Vina buat rasanya seperti rasa ditampar 100X🤣.
"Aduh gak kuat ah pedes banget"Imel meneguk air putih berusaha menyirami mulutnya yang terasa panas.
"kalian jangan makan banyak banyak karena Kalian Kan menyusui takut berpengaruh pada anak kalian"ujar naina menasehati Imel dan dila.
"iya mah"jawab keduanya.
"sayang gak mau?"tanya aditya.
"gak mau mas kata dokter aku gak boleh makan pedas"jawab vina.
"ya sudah kamu makan buah aja ya sayang nanti mamah kupasin"ucap naina lembut diangguki vina.
jangan lupa like dan komen untuk membuatku semangat up🤗🤗🙂
Bersambung......