
Aditya merebahkan tubuhnya di atas kasur yang sangat empuk dan nyaman itu tapi walau Bagiamana pun kasur ternyaman untuk tidur adalah di rumahnya dengan vina sebagai guling.
"Aku merindukanmu sayang"gumam aditya manatap langit langit kamar.
Aditya mengambil ponselnya kemudian mengunjungi nomor istrinya.
"Halo sayang???"
"Halo mas"
"Sedang apa??"
"Tidak ada,aku bosan tidak ada kamu cepat pulang ya mas"
"Hadiah apa yang akan aku dapatkan jika aku pulang cepat?"
"3 ronde mungkin"
"Kamu yakin sayang?"
"Tentu saja mas"
"Kalo begitu aku akan secepatnya pulang"
"Baiklah mas sudah malam tidurlah,malam ini pelukanku milik Al dan kamu selamat memeluk guling,hahaha"
"Sayang kamu tega sekali"
Vina mematikan teleponnya sepihak sedangkan aditya hanya bisa menggerutu halus pada istrinya itu.
"Dasar istriku yang cantik,usil dan sangat menggoda lihat saja nanti ketika aku pulang aku buat kamu tidak bisa berjalan"gerutu Aditya halus.
sedangkan dirumah,Vina tergelak geli karena menggoda suaminya tapi beberapa saat kemudian tawanya berhenti dan memandangi kasur yang biasa Aditya tempati.
"Aku merindukanmu sayang"gumam vina seraya mengelus tempat tidur aditya.
Al datang dengan naina menghampiri vina yang sedang berbaring.
"Mamah?maaf mah merepotkan"ucap Vina ingin turun dari kasur namun naina mencegahnya.
"Tidak apa apa sayang kamu istirahat saja, mamah cuma mau kasih Al kayanya dia ngantuk"cegah naina kemudian mendudukkan Al disamping vina.
"makasih ya mah nanti biar aku buatkan susunya sepertinya matanya sudah 5 Watt"ucap vina melirik Al yang berbaring dengan mata yang sayu.
"sejak tadi dibawah tak henti dia menguap bahkan papah dengan jahilnya merekam aksi cucunya itu"ucap naina terkekeh.
"hahaha papah memang jahil bikin mamah makin cinta ya mah"goda vina pada ibu mertuanya.
"kamu menggoda mamah saja tapi ya sudah ya mamah hanya ingin mengatakan selamat bermalam sendirian,hahahah"naina meledek Vina membuat Vina mengerucutkan bibirnya.
"mamah tega sekali"desis vina.
"hahaha ya sudah istirahatlah mamah juga mau istirahat"titah naina diangguki vina.
Setalah membuat susu untuk Al vina ikut berbaring memeluk anaknya itu hingga akhirnya ia ikut masuk ke dalam mimpi.
***
pagi pagi sekali Aditya sudah bangun, meregangkan otot nya dan meminum teh yang memang disediakan sebagai fasilitas hotel.
tring.... tring.....
ponsel Aditya yang ada di nakas bergetar sebentar menandakan suara notifikasi masuk,Aditya melangkahkan kakinya mendekati nakas meraih ponsel miliknya.
"selamat pagi sayang, jangan lupa sarapan.Aku mencintaimu sekarang dan selamanya β€οΈπ"
Aditya tersenyum membaca pesan dari istrinya kemudian dia mulai mengetik kata kata indah untuk istrinya.
"pagi juga istriku yang cantik dan selalu membuatku tergoda, jangan lupa juga untuk sarapannya dan aku juga selalu mencintaimu selamanya π·"
Setelah mengirimkan pesan untuk istrinya, aditya masuk ke dalam kamar mandi untuk bersiap-siap melihat proyek hotel karena semakin cepat semakin baik.
"Huh harus bertemu gadis itu lagi, Astaga"gumam aditya malas kemudian memutar keran shower membiarkan air membasahi tubuhnya.
kemeja putih dan jas hitam tanpa dasi membuat ketampanan aditya terpancar bersamaan dengan pancaran sinar matahari.
"oh ya ampun dia tampan sekali"puji karyawan hotel dengan mulut yang terbuka lebar.
bukan hanya karyawan tapi rekan bisnis nya yang menggunakan dress fanta dengan belahan sedikit terbuka memperlihatkan dadanya yang montok begitu terpesona dengan aditya, obsesi nya semakin besar untuk bisa mendapatkan aditya.
"Selamat pagi taun aditya, tuan Aldo"sapa sesilia langsung melempar senyuman menggodanya.
"pagi"jawab keduanya singkat, padat dan jelas.
Sesilia hanya tersenyum getir mendengar jawaban singkat dari 2 pria tampan dihadapannya ini.
"mari kita langsung kesna saja,pak fernand dan tuan Raka sudah menunggu dilokasi"ajak sesilia.
"silahkan"ucap aldo mempersilahkan sesilia untuk jalan lebih dulu.
"Aku rasa kita harus hati hati dengan wanita itu"bisik aditya melirik punggung sesilia yang berjalan lebih dulu.
"aku sudah tahu sejak pertama melihatnya, bagaimana cara pandangnya dengan kita sungguh membuatku ingin meninju wajahnya"saut aditya.
"oh aku pikir kau akan tergoda dengannya"canda aldo sengaja.
"heuh tidak akan pernah.Istriku jauh lebih baik bahkan lebih seksi darinya dan yang lebih penting lagi adalah dia Istriku secara sah dimata hukum maupun dimata agama"Aditya tersenyum mengejek kemudian memuji vina.
"Andai saja dulu Vina menikah denganku aku rasa kau masih lajang sampai sekarang dan mungkin aku dan vina sudah punya 10 anak"Aldo memang senang menggoda kakaknya itu.
ingat ya guys hanya bercanda tidak beneran π
"Kau mau mati dikota orang do?"tanya aditya mendelik tajam.
"hahaha aku hanya bercanda pak, kenapa anda baper sekali"desis aldo.
Mobil Pajero sport itu sudah terparkir di loby hotel.Aditya dan Aldo duduk bersama dibelakang sedangkan sedikit duduk di depan, baik aldo maupun aditya tidak ada yang ingin dekat dengan wanita genit itu.
Selama perjalanan sesilia mencuri pandang dengan aditya yang dibalas tatapan malas, berkali kali ia mengulangi aksinya itu tapi masih tetap sama juga, aditya hanya balas dengan sinis.
"kurang ajar aku sudah berdandan secantik ini bahkan dia tidak melirikku sedikitpun"geram sesilia dalam hati.
"kau putar saja matamu itu sampai keluar, aku tidak akan tergoda olehmu sedikitpun" aditya tersenyum mengejek melihat tingkah Sesilia yang seperti belatung nangka itu.
Sesampainya di lokasi aditya dan Aldo turun meninggalkan sesilia begitu saja membuat wanita itu kesal dan menghentakkan kakinya berkali kali ke tanah.
"lihat saja kau,malam ini kau milikku"
Cukup lama mereka membahas proyek pembangunan hotel itu sampai waktu menunjukan jam makan siang.
"ini sudah jam makan siang,ayo semuanya kita makan dulu"ujar aldo mengintruksi pada semua karyawan.
Mereka pergi ke kedai makan yang ada di sebrang lokasi, sambil menunggu pesanan datang aditya dan Aldo chatting dengan istri mereka masing-masing.
"telepon aku sayang, aku rindu suara kamu"
"halo sayang???"
deg.....
"apa??apaan dia? memanggil siapa dengan sayang begitu?apakah pacarnya atau istrinya??"
"iya sayang aku akan makan,apa kamu sudah makan?"
"iya mas sudah, oh iya mas tadi mamah pesen oleh oleh lapis Surabaya katanya"
"baiklah nanti akan aku belikan, aku tutup dulu ya"
Setalah aditya menutupi teleponnya,sesilia bertanya dia berharap semoga saja tadi adik atau kakaknya yang telepon bukan kekasih apalagi istri nya.
"semua baik tuan??"tanya sesilia.
"tentu nona"jawab aditya memasukan ponselnya kedalam saku.
"Kalo boleh tau siapa yang menelpon anda?"tanya sesilia kepo.
"Istriku,dia meminta dibawakan lapis Surabaya"jawab aditya sontak membuat sesilia kecewa tapi sebagai seorang sesilia yang sangat bergengsi itu tetap menginginkan aditya tidak peduli jika dia suami orang.
"Aku tidak peduli, aku sudah jatuh hati padamu maka dengan cara apapun kau harus menjadi milikku"
Sesilia dan fernand saling pandang penuh tanya di mata Aditya maupun Aldo tapi mereka tidak mau gegabah lebih baik sekarang kita ikuti permainan mereka.
"Ayo kita lanjutkan perkejaan"ajak aditya setalah dirasa perutnya sudah cukup kenyang.
"Ayo"saut aldo kemudian berdiri mengikuti langkah Aditya disampingnya.
3 Hari sudah aditya dan Aldo berada di Surabaya, selama itu semua berjalan mulus tanpa ada pengganggu dari rencana licik sesilia meskipun begitu kecurigaan tetap ada dalam diri Aldo dan Aditya.
"Huh senangnya besok kembali ke my wife"ucap aldo menjatuhkan tubuhnya ke atas ranjang Aditya.
"dih bucin"desis aditya tidak berkaca diri.
"dih gak ngaca"balas aldo.
Malam ini Aditya,Aldo beserta rekan kerja lain akan mengadakan pesta sebagai bentuk perayaan keberhasilan pembangunan hotel.
Aldo dan aditya hanya menikmati dengan meminum minuman soda tanpa campuran alkohol didalamnya karena keduanya sudah berjanji pada istri mereka untuk tidak meminum minuman beralkohol lagi.
"Minum?"seseorang datang dengan pelayan yang membawa 3 gelas minuman.
"maaf kami tidak minum minuman beralkohol"tolak aditya.
"tenang saja ini hanya minuman soda seperti yang sedang kalian minum"ucap sesilia.
Aditya dan Aldo saling melirik dan akhirnya mereka menerima minuman dari sesilia.
"Nikmati pestanya,saya permisi dulu"ucap sesilia meninggalkan aditya dan aldo.
Gelas ditangan mereka hanya dipandangi tanpa berniat meminumnya sama Sekali.
"aku tidak mau meminumnya karena bisa saja dia menaruh obat tidur di dalam sini"ucap aldo meletakan gelas berisi minuman itu.
"Apalagi aku,aku menerimanya hanya agar dia segara pergi mataku sakit melihat pakainya yang terbuka begitu"balas aditya.
"jika istrimu yang memakainya apa matamu juga akan sakit??"tanya Aldo.
"Tentu saja tidak yang ada mataku akan segar"jawab Aditya membuat keduanya terkekeh.
Aditya dan Aldo memakan salad yang mereka ambil di prasmanan tadi, mereka sangat menikmatinya sebelum akhirnya tiba tiba aditya merasa sekujur tubuhnya terasa panas dan bergejolak.
"dit kau baik baik saja?"tanya Aldo.
"do panas....badanku panas..."ucap aditya sudah siap membuka jas nya namun dengan cepat di cegah aditya.
"dit ayo aku antar ke kamarmu"ajak aldo diangguki aditya.
Mereka siap pergi namun terhenti saat Raka memanggil salah satu dari mereka untuk tanda tangan putus kontrak.
"permisi pak???"ucap Raka sopan.
"ada apa?"tanya aldo.
"salah satu dari kalian harus ikut saya karena penanda tanganan putus kontrak dengan tuan fernand"jawab Raka.
"do kau pergi saja aku akan ke kamar sendiri"suara aditya terdengar serak saat ini dia sedang menahan hasratnya.
"kau yakin?"
"iya kau pergilah"jawab aditya.
Aditya melangkah dengan berat menuju kamar hotelnya tanpa disadari seorang wanita mengikuti langkahnya.
"Biar aku bantu"ucapnya meraih tangan aditya dan meletakkan di bahu nya.
"tidak perlu terimaksih"tolak aditya menepis tangan sendiri dari bahu sesilia.
Aditya sudah membuka kamarnya dengan keytag kemudian dia masuk namun siapa sangka sesilia ikut masuk dan mengunci pintu kamarnya.
"mau apa kau??!"tanya aditya membentak.
"jangan marah marah sayang mari kita nikmati malam ini, aku tahu saat ini kau sedang menahan sesuatu dan aku bisa menuntaskan nya"ucap sesilia mulai membuka pakaiannya sendiri.
"apa yang kau masukan ke dalam makanan ku ha??!!!"bentak Aditya dengan kata merah menahan nafsu serta keringat yang mengalir di pelipisnya.
"Hanya obat perangsang sayang jangan khawatir,ayo kita selesaikan urusan kita"sesilia mendorong tubuh Aditya sampai aditya berbaring diatas kasur.
Wanita gila itu kini sudah dalam keadaan polos tanpa sehelai benangpun, aditya yang sedang menahan gairah tentu tidak akan melewatkan daging lembut yang dihidangkan khusus untuknya.
"Sayang aku mencintaimu, berjanjilah untuk selalu menjadikanku wanita satu satunya yang menyandang status sebagai istrimu"
Akal sehat aditya masih tersisa dia teringat, teringat istrinya yang begitu ia cintai, istrinya yang selalu mendukung dan membantu nya dalam hal apapun, Bagiamana bisa? bagaimana bisa dia mengkhianati wanita seperti vina.
"Lepaskan aku dasar wanita menjijikan"Aditya mendorong tubuh sesilia yang sudah membuka 2 kancing kemejanya.
Dengan tangan mengepal sempurna dan tatapan membunuh aditya menarik tangan sesilia keluar dari kamarnya dengan keadaan polos, tidak peduli dengan apa yang akan dirasakan wanita itu.
"jika kau berani bersikap kurang ajar lagi akan ku buat dirimu malu seumur hidup,Aku sudah menikah sekalipun aku belum menikah tak akan aku mau berurusan dengan wanita murahan sepertimu"tegas Aditya seraya melempar semua pakaian wanita itu.
Sesilia menagis menyadari banyak pasang mata yang menatapnya dengan jijik dan lapar,ya jijik karena sudah menggoda pria yang beristri dan lapar karena kemolekan tubuhnya.
"Gadis tidak tahu malu"umpat seseorang yang terlontar untuk sesilia.
"Jika dia tidak mau denganmu aku siap nona"goda seorang pria perut buncit dan kumis tebal.
Sesilia menggenggam pakaiannya dengan erat dan semakin terisak kemudian dengan rasa penuh malu dia berlari meninggalkan kerumunan yang sedang menghardik nya.
Aditya bucinnya sama Vina doang ya guyss, PELAKOR?gak mempan buat aditya dihati juragan hanya ada eneng Vina yang geulis πβ€οΈ
BERSAMBUNG........