My Boss My Sweet Husband

My Boss My Sweet Husband
BAB 162



Vina dan Al sudah berbaring di atas ranjang,malam ini untuk pertama kalinya mereka hanya tidur berdua.


"gak ada papah sepi ya sayang"ucap Vina pada Al.


"Epi....epi..."Al merancau.


"yaudah gimana kalo kita nonton film kartun aja?Al mau kartun apa?"tanya vina.


"Mon...Mon"Al sudah mengerti dan tahu kartun yang Vina ajarkan.


"Oh Doraemon,oke sayang mamah"Vina turun dari ranjang dan menyetel video kartun Doraemon.


Ketika sedang menonton Doraemon, tiba tiba ponsel miliknya berdering panggilan video masuk.


Senyum terbersit diwajah vina melihat siapa ID penelpon.


"Assalamualaikum sayang"


"Waalaikumsalam mas"


"kamu lagi ngapain?kok kaya rame banget?"


"Rame sama anak kamu doang sayang tuh nonton doraemon kesukaannya"


"Anak papah??"


"pa...pa.... Mon...Mon..."Al bicara pada Aditya dan tangannya menunjuk televisi.


"Iya sayang, jangan bobok malam malam ya nanti kami sakit, nonton doraemon nya besok lagi ya"


"Sayang tidurin Al dulu gih tapi panggilannya Jangan dimatiin"


"iya mas bentar aku taro disini oke"Vina menyandarkan ponselnya di perut Al sedangkan Al sedang menyusu.


Setalah hampir 30 menit akhirnya Al tertidur,Vina merapikan pakaiannya yang habis menyusui kemudian mengambil ponselnya dan bicara pada suaminya.


"Kenapa mas?"


"Aku kangen sama kamu, kangen sama ciuman kamu, kangen sama aroma tubuh kamu"


"ya ampun mas baru 1 hari sayang masa udah kangen"


"memang kamu gak kangen sama aku?"


"Kangen yang tapi kan kamu kerja jadi aku mengerti dan setelah kamu pulang nanti rinduku akan terbayarkan"


"Aku akan cepat pulang biar bisa bayar rindumu,aku gak mau kamu punya hutang apapun"


"Hahaha iya sayang,udah minum vitaminnya?"


"hehehehe belum yang"


"minum gih abis itu istirahat ya"


" oke sayang, selamat malam sweet dreams"


"cium online nya"


Vina dan Aditya kompak menempelkan bibir mereka pada layar ponsel.


"oke mas dahhh"Vina mengakhiri percakapan dengan suaminya.


Setalah panggilan video mati,Vina menaruh ponselnya dinakas dan tidur dengan memeluk jagoannya itu.


baru memejamkan mata sebentar tiba tiba perutnya terasa seperti diremas bahkan sakit kali ini jauh dari biasanya.


"mmmm astagfirullah sakit"ringis Vina pelan sambil meremas sprei.


"Ya Allah sebenernya ada apa, kenapa perutku selalu terasa sakit begini"tanpa sadar Vina meneteskan air mata sambil mengigit bibirnya.


"Mas....mas...Adit......hiks... aduh...aduh...."Vina memanggil nama suaminya sambil membuang dan menghirup udara.


Sakit yang Vina rasakan selalu bertambah setiap harinya karena itu sebelum aditya berangkat dia ingin melakukan USG tapi sayang suaminya harus pergi.


"astagfirullahalazim......ya Allah"Vina tak hentinya beristigfar dan perlahan rasa sakitnya menghilang.


Keesokan harinya Vina dan Al berlari kecil di taman belakang bersama baby revan dan bagas yang sedang berjemur.


"ponakan ante larinya cepet banget ciii"ucap imel gemas sambil mencubit pipi Al.


"iya dong ante anak siapa dulu,papah Adit dan mamah Vina gitu loh"jawab Vina mewakili Al.


"Baby bagas sini dong sama ante cantik"Vina mengendong anak dila dan menciuminya.


"Ya mamahnya diambil....yahhh kasian Al mamahnya diambil"ledek dila dengan nada pura pura menangis.


"huaaa.... mama.....haaa"Al menangis ketika menyadari Vina sedang menggendong orang lain.


"oh Abang Al nya cemburu tuh"Vina sedikit mengangkat Bagas sehingga Al bisa melihatnya.


"Vin berarti itu kamar Bisa langsung ditempatin?"tanya imel.


"iya tapi aku tunggu suamiku pulang aja lagian aku bosen kalo sendirian dikamar"jawab Vina.


"kalo ada suaminya mah seharian di kamar terus"sindir dila.


"tau aje ibu"canda vina memukul bahu Dila.


"Vin kamu sama Aditya kalo main berapa jam?"tanya imel tiba tiba.


"mulutmu Mel ada anakku nih"Vina menunjuk imel karena pertanyaannya.


"Ya gak ngerti ini dia mah, ayolah aku kepo nih"bujuk imel.


"eh aku ikutan kepo,emang berapa jam Vin?"tanya dila ikut teracuni oleh imel.


"1 jam atau kadang 2 jam dan paling parah adalah ketika kita di Maldives"jawab vina.


"ha berapa jam?"tanya keduanya.


"Hampir seharian bahkan tulangku semuanya remuk"jawab vina.


"gila!!! kamu kuat Vin?"tanya dila.


"ya harus kuat kalo gak mau suami kamu cari yang lain diluar"jawab vina.


"aku sama rendy kalo main bisa sampai 2 jam dan paling parah adalah ketika malam pengantin selama 2 hari aku sudah seperti robot untuknya"jelas Imel.


"Kalo aku.....ya standar lah paling 2 sampai 2 jam setengah"jelas dila.


"itu namanya bukan standar Bu tapi maksimum"sindir vina.


"punya suami kalian emang gede? keras gak?"lagi lagi Imel bertanya hal gila.


"sangat keras seperti batu ini sampai aku ingin memukul mulutmu itu"pekik dila.


"Harus minta detergen nih sama bi Ijah"ucap Vina.


"Buat apa?"tanya Imel.


"ya tapikan kalian juga ikut menjawab pertanyaan ku berarti kalian juga ngeres"ucap imel.


"alah sudahlah tidak ada gunanya membahas itu"Vina menuntun Al masuk ke dalam rumah diikuti dila dan Imel.


Sesampainya di dapur, dilihat semua sudah tertata rapi di meja makan.


"Bi ini siapa yang masak?"tanya dila pada bi ijah.


"itu bibi yang masak,aku tadi agak kurang enak badan jadi aku suruh bibi yang masak"Vina yang menjawab pertanyaan dila.


"kamu gak apa apa?apa perlu panggil dokter?"tanya imel khawatir.


"engga gak usah aku gak apa apa kok"tolak vina.


"tapi Vin kamu kan lagi hamil dan itu gak bisa disepelekan"tutur dila.


"Aku beneran gak apa apa cuma butuh istirahat aja"jelas Vina lembut.


"jika ada apa apa kamu beritahu kami ya jangan disembunyikan"ucap Imel pengalaman dulu ketika menyembunyikan penyakitnya.


"Siap ibu kos"jawab vina kemudian menyendokan nasi ke dalam piring nya.


"Al sayang sini makan dulu"teriak Vina pada Al yang sedang bermain bersama bi suti,Bagas dan Revan di ruang tamu.


Al datang bersama bi Suti yang membawa bagas dan Revan di stroller baby kembar.


"Mama mama...emam...."Vina mendudukkan Al di kursi sebelah nya dan menyuapinya.


"Oh iya Vin suami kita apa masih lama pulangnya?"tanya dila.


"entahlah semalam mas Adit telepon mereka akan menyelesaikan nya secepat mungkin agar tidak 1 Minggu"jawab vina.


"yailah udah kangen Bae apa?pas mau berangkat kan main dulu kamu 1 ronde"Sindir imel.


"Apa sih sok tau"ucap Dila malu pasalnya apa yang dikatakan imel itu benar.


"Wahh beruntung dong aku engga malah"ucap vina.


"Kenapa?"tanya dila dan imel memajukan wajahnya ke wajah Vina.


"aku nya ketiduran dan sebenarnya aku juga merasa bersalah karena meninggalkan nya sebelum melakukannya"jawab vina.


"Kamu ini bagaimana bisa tidur sebelum menyelesaikan urusan mu"pekik dila mendudukkan bokongnya kembali begitupun dengan imel.


"Ya namanya ngantuk lagian waktu itu Rafly menelpon jadi tertunda dan ya aku ketiduran jadinya"ucap vina.


"Ya sudahlah tidak udah dibahas nanti saja ketika dia pulang kau berilah dia 10 atau 20 ronde"ucap Imel membisikan kata ronde ditelinga Vina takut para pelayan mendengar nya.


"Kamu mau aku mati diatas ranjang?mana ada orang sampai segitu kalaupun ada mungkin dia sudah tidak bisa berjalan"ujar vina.


"Ya sudah cepat makanlah"ucap dila.


Setalah sarapan, mereka berkumpul di ruang tamu ya ruang tamu yang biasanya rame dengan keluarga Kini hanya mereka bertiga.


"Kangen deh sama mamah dan papah"ucap dila.


"iya biasanya kan kita kumpul disini rame rame sekarang sepi banget"saut vina.


"Iya ya kangen deh sama om dan tante"ucap imel.


"Beneran nih kangen sama kita??"suara bariton seseorang tiba tiba.


Vina,Imel dan dila kompak melihat ke arah pintu, Meraka membulatkan matanya sekaligus bahagia melihat siapa yang ada dipintu.


"Mamah???!!"Vina langsung bangun dan berlari ke pelukan ibu mertua yang sangat dirindukannya itu.


"mamah aku merindukanmu"ucap vina masih dengan posisi berpelukan.


"iya sayang mamah juga merindukanmu dan cucu tampanku"ucap naina.


"Sama papah gak kangen nih??"Sindir rudi.


"eh kangen dong"Vina melepas pelukan dengan naina dan memeluk ayah mertuanya.


"Bagiamana kandunganmu nak?"tanya Rudi.


"Alhamdulillah pah baik"jawab vina.


Imel dan dila bergantian memeluk naina dan rudi, tiba tiba seseorang memeluk Vina dari belakang.


"kakak ipar aku merindukanmu"ucap risa memeluk tubuh Vina dari belakang.


Vina berbalik dan melihat ternyata itu adalah risa.


"Risa aku juga sangat merindukanmu, dimana anakmu?"tanya Vina.


Tio datang menghampiri Vina dengan membawa anaknya.


"Wahh tampannya ponakan ku,siapa namanya?"tanya Vina.


"namanya Daniel kakak ipar"jawab tio.


"Wahh hai baby daniel"ucap Vina gemas.


"kakak ipar???!!"panggil rafly kemudian memeluk vina.


"Rafly lepaskan kakak ipar jika kak Adit sampai lihat mati kau!!"ucap risa mendorong bahu rafly.


"bagaimana kabar kalian?"tanya vina.


"kami baik kak"jawab Rafly.


"ini anak kalian?"tanya vina.


"iya kak namanya Rizky"jawab Clara.


"Mamah dan papah cucunya lelaki semua ya....jadi dong pah bikin tim sepak bola"canda vina pada ayah mertuanya.


"hahaha benar juga tapi papah juga berharap anak kamu kali ini adalah perempuan biar lengkap"ucap rudi.


"Amin pah"Vina dan yang lainnya mengamini ucapan rudi.


"Dimana Aditya dan yang lainnya?"tanya naina.


"apa mereka tidak memberitahu mamah?"tanya dila.


"beritahu apa?"tanya rudi.


"mereka ada perjalanan bisnis ke Batam mah, pah selama 1 Minggu"jawab vina.


"ya sudah kalian pasti lelah kan lebih baik istirahat dulu"ujar Imel diangguki semuanya.


Apa kabar para pembaca setia ku??? heheh makasih ya yang udah dukung aku selama ini senang deh rasanya ada yang nyemangatin walau hanya lewat komentar 😊🙏


rencana mau bikin sampai 200 eps tapi tergantung kalian sih mau dilanjut sampai anak mereka atau engga😉


BERSAMBUNG.......