My Boss My Sweet Husband

My Boss My Sweet Husband
BAB 140



Masih dengan nafas memburu dan tangan mengepal selama perjalanan aditya tidak hentinya mengumpat Dimas dan Tamara.


"entah kenapa keluarga kita harus mengenal keluarga tidak tahu malu seperti mereka dan kalian kenapa kalian mengentikan ku untuk melenyapkannya?"tanya Aditya.


"dit jika kau melakukan itu bisa saja kau dipenjara dan jika itu terjadi apa yang akan terjadi pada Vina dan anakmu,Vina tidak akan bisa menerima itu dit"jelas rendy.


"yang dikatakan nya benar dit sekarang biarkan anak buah mu yang mengurus dan kau juga gantilah bajumu apa kata Vina nanti jika melihat baju mu penuh noda darah"ucap aldo kemudian memberikan kemeja putih pada aditya.


"terimaksih"ucap aditya menerima kemeja yang diberikan aldo.


Setalah sampai Mansion aditya mencoba mengatur nafasnya dan tak lupa dia menyemprotkan parfum pada tubuhnya untuk menghilangkan bau takut jika vina mencium bau darah ditubuhnya.


"baiklah kalian bisa istirahat, terimaksih untuk malam ini"ucap aditya pada aldo dan rendy.


"iya dit Selamat malam"ucap Aldo dan rendy kemudian masuk ke dalam kamar mereka masing masing.


Aditya masuk ke dalam kamar dan melihat Vina sudah tidur bersama Al,ia bergegas masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Setalah 30 menit aditya selesai mandi dan betapa terkejutnya dia melihat Vina berdiri di depan pintu kamar mandi sambil memangku tangannya didada.


"astagfirullahalazim"aditya beristigfar karena terkejut sambil mengelus dadanya.


"dari mana kamu jam segini baru pulang?"tanya Vina.


"Abis mengurus pekerjaan sayang"jawab aditya.


"terus kenapa mandi jam segini?"tanya Vina lagi mengintrogasi suaminya.


"karena aku takut bawa virus sayang aku kan dari luar"Jawab aditya.


"bukan untuk menghilangkan bau parfum perempuan?"tanya Vina.


Cup


"tidak sayang Perempuanku kan hanya kamu seorang"ucap aditya setelah mencium bibir Vina.


"ya sudah cepat pakai baju dan istirahat lah"Vina berbalik dan Kembali tiduran di kasur.


Setalah berpakaian Aditya ikut berbaring di samping Vina, memeluknya erat sesekali mencium tengkuk Vina.


"mas tangan kamu luka?"tanya aditya melihat tangan aditya yang sedikit sobek dan mengeluarkan darah.


Vina berbalik menatap suaminya dan melihat kembali tangan Aditya.


"ini kenapa mas?tadi gak ada"tanya Vina menujuk luka ditangan nya.


"gak apa apa sayang"jawan Aditya semakin menempelkan tubuhnya ke tubuh istrinya.


"mas lepasin dulu aku mau obatin luka kamu"pinta Vina namun tidak dihiraukan aditya.


"mas lepasin"pinta Vina lagi tapi Aditya masih tetap diam.


"mas??!!!"panggil Vina mulai kesal.


"ini sudah malam sayang tidurlah, ini hanya luka kecil"jawab aditya.


"engga mas itu harus diobatin nanti kalo infeksi gimana,udah lepasin"Vina tetap kekeh pada keinginannya dan mengambil kotak P3K.


"sini mas duduklah"ucap Vina menepuk sofa disampingnya..


Aditya mengikuti perintah istrinya dan duduk, Vina sudah siap mengobati tangan aditya namun aditya menghentikannya.


"Bentar dulu"cegah Aditya.


"apa?"Tanya Vina.


"janji dulu setiap kamu menempelkan kapas itu di tanganku aku boleh mencium mu"ucap aditya.


"mana bisa begitu ini kan demi kebaikanmu kenapa jadi aku yang rugi bandar"protes vina.


"ya sudah tidak usah diobati biarkan saja"Aditya ngambek dan sudah bangun dari duduknya.


"yaudah iya boleh cium aku setiap aku tempelkan kapas di luka kamu"jawab Vina menyerah.


Aditya kembali duduk dan dengan senang hati dia memberikan tangannya untuk diobati Aditya.


Cup


Ciuman pertama ketika Vina pertama kali menempelkan kapas yang diberi alkohol itu pada luka aditya.


Cup


ciuman aditya lagi dan lagi dan ciuman itu selalu berada tepat di bibirnya.


Vina sudah selesai mengobati dan memperban tangan aditya tapi aditya masih belum mengentikan ciumannya.


"mas udah ih orang udah selesai"pekik Vina tidak tahan suaminya terus menciumi nya.


Cup


ciuman terakhir dari aditya.


"yaudah ayo tidur sudah malam aku ngantuk"ajak Vina kemudian mereka terlelap dengan posisi Vina memeluk Al dan aditya memeluknya dari belakang.


keesokan harinya Vina bangun pagi pagi sekali untuk solat subuh, dia membangunkan Aditya masih dengan menggunakan mukena.


"mas.....mas bangunlah ini sudah subuh lebih baik kamu solat dulu abis itu tidur lagi"ucap Vina menggoyangkan tubuhnya aditya.


Hoammm


aditya mengerjapkan matanya dan melihat Vina masih dengan menggunakan mukena.


"kamu kenapa solat duluan?"Tanya aditya.


"tadi aku gak tega bangunin kamu tapi aku pikir gak baik juga kamu ninggalin solat"Jawab Vina.


"ya udah aku mandi terus solat dulu ya"ucap Aditya bangun bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan bersiap melaksanan solat subuh.


Setalah selesai solat aditya Kembali tidur karena dia benar benar merasa lelah dan seluruh tubuhnya pegal.


"mas kenapa?mau aku pijitin?"tanya vina.


"iya sayang badanku pegel semua kamu bisa mijitin aku?"tanya Aditya.


"bisa,sebentar ya aku ke bawah dulu ambil minyak urut sekalian bikinin kamu teh hangat"jawab Vina dan aditya mengangguk.


Setelah mengambil minyak dan membuat teh, sekarang vina sudah bersiap memijat Aditya.


"mas buka bajunya"pinta Vina dan Aditya menurut.


Vina mulai memijat tubuh kekar, putih dan mulus aditya. Pijatan Vina membuatnya benar benar nyaman dan menikmati sentuhan istrinya.


"sayang pijatanmu enak sekali"puji aditya.


"iya dong inikan pijatan cinta"jawab Vina terkekeh.


Setalah cukup lama memijat badan suaminya,Vina beralih memijat kaki aditya namun dicegah sipemilik kaki.


"Sayang tidak perlu"cegah Aditya.


"tidak apa mas kamu sudah bekerja keras pasti kakimu juga pegal kan"ucap Vina melanjutkan memijat kaki aditya.


Setalah selesai memijat vina memberikan teh hangat buatan nya dan menyuruh aditya untuk meminumnya.


"ini mas minumlah"Vina menyodorkan segelas teh hangat untuk aditya.


"terimakasih sayang"ucap aditya menerima dan menyeruput teh hangat buatan Vina.


"apa masih pegal?apa perlu aku panggilkan tukang pijat?"tanya Vina.


"tidak perlu sayang pijatanmu lebih enak apalagi jika pijat plus plus"goda aditya.


"ish pengennya itu mah"pekik Vina memukul bahu aditya.


"hahahaha kamu makin cantik kalo lagi marah"ucap aditya terkekeh sambil mengacak acak rambut Vina.


"iya dong lihat saja suaminya tampan masa iya istrinya jelek nanti yang ada pelakor merapag dimana mana"jawab Vina.


yang gak ngerti kata 'merapag' itu adalah bahasa Betawi sehari hari aku yang artinya berserakan atau banyak πŸ˜‚βœŒοΈ


"tidak ada wanita manapun yang akan bisa membuatku jatuh cinta selain kamu sayang jika saja aku bisa mungkin aku sudah menghamili anak orang sejak dulu"canda aditya.


"hmm tapi setelah menikah kamu benar-benar seperti seorang yang berpengalaman sampai membuatku remuk"ketus Vina.


"kan kamu yang ajarin"goda aditya.


"mana ada, kapan akan ngajarin kamu?"elak Vina padahal sebenarnya dia tahu dulu dia yang selalu mencium aditya lebih dulu.


"ngeles Mulu kaya bajaj"ucap aditya bercanda dengan Vina.


"tau aja mantan tukang bajaj kalo bajaj bisa ngeles"Vina menanggapi candaan suaminya.


"Tukang bajaj ganteng dong jadinya"kekeh aditya masih bercanda.


"kalo tukang bajaj nya kaya kamu jangankan 15rb tarifnya 100rb pun aku mau"ucap Vina.


"ih tau aja tarif bajaj berarti kamu tuh yang mantan tukang bajaj"ledek aditya menarik hidung vina.


"mmm sakit"ringis Vina memegangi hidungnya.


"hahahha I love you neng sopir bajaj"ucap aditya dengan nada manja.


"I love you to akang sopir bajaj"ucap Vina tak kalah manja.


Dan mereka akhirnya bercanda dan tertawa bersama.


Bayangin dong ketika Meraka bercanda pasti senyum senyum sendiri πŸ˜‚πŸ˜ŠπŸ˜Š


BERSAMBUNG......


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK BERUPA LIKE KOMEN DAN VOTE YA BIAR AKU MAKIN SEMANGAT BUAT UP πŸ™πŸ˜‚πŸ˜Š