My Boss My Sweet Husband

My Boss My Sweet Husband
BAB 196



Pandangan mata mereka bertemu, pandangan penuh cinta.Aditya mencium kening istrinya membuatnya Vina memejamkan matanya menikmati ciuman hangat dari aditya.Tangan aditya beralih memegang tengkuk vina dan belakang dengkul istrinya, dengan bertumpu dengkul aditya membopong tubuh vina menyandarkannya di headboard.


"Kamu istirahat ya, aku tahu kamu lelah"ucap aditya membelai rambut Vina dan menyingkirkan anak rambut yang menutupi wajah cantik istrinya.


"engga mas aku gak lelah, mending kamu mandi aku siapin kamu makan.Hari ini mamah dan papah makan diluar jadi aku dan yang lain delivery"ujar vina.


"mamah dan papah pergi kemana?"tanya aditya.


"Belanja persiapan ramadhan sayang sekalian reuni katanya"jawab vina.


"ya udah aku mandi dulu,kamu jangan terlalu lelah ya"Tutur aditya diangguki vina bersama senyuman manisnya.


Aditya masuk ke dalam kamar mandi sedangkan vina menyiapkan pakaian untuk suaminya kemudian turun ke dapur untuk memasak makan malam.


"Aku takut mereka bertengkar"ucap imel.


"hei apa pernah kamu melihat mereka bertengkar? mereka tidak pernah bertengkar sayang yang ada mereka tuh romantisan"saut rendy.


"Mereka berdua pasangan yang romantis sekaligus bijak, aku yakin Mereka bisa menyelesaikannya dengan baik"ujar aldo.


Vina berjalan menuruni tangga sambil memegangi perut besarnya.


"Vin kamu gak apa apa?"tanya dila mendekati vina yang menuruni anak tangga terakhir.


"Semua baik baik saja kan?"tanya Imel.


"apaan sih kalian,kaya abis masuk kandang macan aja segala tanya keadaan"desis vina terkekeh.


"yailah kan nanya"pekik dila memanyunkan bibirnya.


"Ishh dasar, ya liat aja aku masih cantik gini ya udah pasti baik saja"jawab vina kemudian pergi ke dapur.


"Syukurlah jika semua baik baik saja"ucap dila.


"itulah mengapa jika ada masalah lebih baik terbuka dan katakan pada pasangan kita karena tidak semua yang disembunyikan itu baik"ujar aldo.


"tuh dengarkan kata duta cinta keluarga brawijaya"ucap rendy.


"ya sudah kamu mandi sana aku mau bantuin vina di dapur"tutur dila pada suaminya.


"iya sayang"saut aldo.


"ini ngapain?gak mau mandi?mau dimandiin?"tanya imel melirik suaminya.


"Mandiin sayang"rengek rendy memasang wajah seimut mungkin.


"minta dimandiin emang kamu udah wassalam,udah sana mandi kaya Al aja ngerengek"ujar imel kemudian pergi menyusul dila yang pergi ke dapur.


"Sayang jahat banget sih suami sendiri dibilang wasalam"teriak rendy.


"Berisik bodoh,kaya tinggal di hutan saja kau"desis Aldo melirik sinis saudaranya itu.


"hehe mohon dimaafkan atuh bapak ketua"canda rendy.


****


"Ini mas habiskan ya"ucap vina menyendokan nasi lengkap dengan lauk pauk nya kedalam piring aditya.


"Terimaksih sayang"ucap aditya diangguki vina.


"kamu tidak makan vin?"tanya imel.


"engga,gak pengen"jawab vina yang hanya memakan buah anggur di meja.


"tapi sejak siang kamu belum makan vin"ucap dila sontak membuat Aditya memutar badannya sedikit.


"Makan nasi baru makan buah"ujar aditya menarik piring yang berisi buah anggur.


"Tapi aku gak mau makan nasi mas"Rajuk vina.


"Maunya makan apa??"tanya aditya melepas sendok makan yang sejak tadi ia pegang.


"Makan bubur ayam"jawab vina.


"Kenapa tidak bilang, ayo kita makan bubur ayam"ajak Aditya sudah bangun dari duduknya.


"Tapi mas makanannya"Vina menunjuk makan malam yang masih tersisa banyak di piring aditya.


"Aku habisin makan nya kamu ganti baju ya sekalian ajak Al"ujar Aditya.


"hmm oke mas"jawab vina senang.


Vina segera pergi ke kamarnya, mengganti pakaian tak lupa ia juga membawa anaknya untuk makan bubur bersama.


"Kalian tidak mau ikut?"tanya aditya pada keempat orang dihadapannya.


"Tidak dit, nikmati malam bersama istrimu ya"jawab aldo.


Aditya mengajak anak dan istrinya berkeliling kota jakarta mencari makanan yang diinginkan istrinya, meraka makan di tempat biasa membeli bubur jika vina menginginkannya.


"Al makan juga ya"ujar vina pada anaknya yang masih aktif dengan ponsel vina.


"Makan ya sayang papah pesenin buat Al"sambung aditya.


"Enda Al udah akan"tolak Al.


"udah mas Al udah makan, kamu aja ya yang makan"ujar vina.


"Aku baru makan tadi sayang, masih kenyang banget"jawab aditya.


"hehe lupa, yaudah pesen buat aku aja"tutur vina.


Aditya geleng kepala kepala dan mengacak-acak rambut istrinya setelah itu memesan bubur untuk vina.


Ketika sedang menunggu pesanan vina, ponsel aditya menerima notifikasi dari seseorang.


"Sayang sebenar ya aku telpon orang dulu"ucap aditya diangguki vina.


Aditya bangun kemudian mengangkat telepon agak jauh dari vina,Vina memerhatikan gerak gerik suaminya terlihat dari raut wajahnya seperti khawatir Sekaligus marah.


Setalah cukup lama bertelpon, aditya kembali bersama dengan datangnya pesanan vina.


"makanlah sayang"ucap aditya menggeser mangkok bubur mendekati Vina.


"iya mas, kamu beneran nih gak mau?"tanya vina.


"engga sayang"jawab Aditya.


Al sudah berpindah dari pangkuan vina ke pangkuan aditya tapi kegiatannya masih sama yaitu bermain ponsel ibunya.


"Setelah ini ayo kita makan ice cream di pinggir danau"ajak aditya.


"Boleh mas terserah kamu aja mau diajak kemana"jawab vina.


"eskim mau eskim"rengek Al ketika mendengar kata ice cream.


"Nanti kita beli ya sayang sekarang biarin mamah makan dulu"ucap Al lembut pada sang anak.


"Sebentar lagi ya sayang"sambung vina.


Setalah buburnya habis, mereka segara pergi tak lupa mereka juga membayar nya.Mobil Aditya melaju ke jembatan yang dihadapannya berhadapan dengan Sebuah danau yang cukup besar.


"mas pesen ice cream toping lengkap dengan ukuran besar satu ya"ucap aditya membeli ice cream pada penjual yang tidak jauh dari danau.


"mama itu apa?"tanya Al menunjuk sebuah perahu karet yang sedang ditumpangi 2 orang.


"namanya perahu karet sayang"jawab vina.


"Sayang????"panggil aditya menyodorkan ice cream yang dibeli nya.


"Al mamah punya,Al gak dibagi"ledek Vina.


"ah..ah.. mamah au eskim"rengek Al menarik baju vina.


"Panggil dulu 'mama na yang cantik' "ujar vina.


"panggil mamah nanti baru dikasih ice cream"ujar aditya.


"mama na tantik tayang Al"ucap Al dengan cadelnya yang menambah kesan lucu.


"haha anak mamah pinter"tawa vina kemudian menggendong Al dan menyuapi ice cream untuknya.


"Ini mas"Vina menyodorkan sendok yang berisi ice cream pada aditya.


Aditya bukannya makan ice cream tapi justru mencium bibir istrinya beruntung mereka tidak ditempat ramai.


Vina membalas ciuman suaminya beruntung Al Masih fokus degan tontonan nya.


"Modus banget ihh"goda aditya.


"siapa yang modus?kamu yang nyosor kok aku yang disalahin hmmm??"tanya vina dengan bola mata yang membulat.


"kamu lah, pura pura kasih ice cream taunya malah kasih kiss"jawab Aditya.


"ihh fitnah tuh tapi gak apa apa deh aku juga ketagihan"canda vina membuat keduanya terkekeh.


Waktu menunjukan pukul 21:30 mereka memutuskan untuk pulang karena Al yang sudah mengantuk ditambah tidak baik untuk ibu hamil berada diluar rumah malam malam.


"Besok jadwal aku cek kandungan mas"ucap vina pada aditya yang fokus menyetir.


"Ya sudah besok kamu ke kantor aku ya nanti kita pergi sama sama"jawab aditya.


"nih dia nendang"Vina menarik tangan aditya dan meletakan nya diatas perutnya.


"wah anak anak papah lucu ya"ucap aditya sambil mengelus sayang perut istrinya.


"Iya dong pah lucu kan mamahnya juga lucu"ucap vina dengan percaya diri sambil mengedipkan sebelah matanya.


"kenapa sama matanya?lagi disko ya merem melek gitu?"canda aditya yang mendapat pukulan di bahu nya.


"kenapa?gak suka aku kedipin? ya udah aku kedipin pria lain aja"ucap vina sengaja memancing aditya.


"Cobalah sayang jika berani melakukan itu akan aku hukum kamu sepanjang jalan"ancam aditya semakin membuat vina gencar menggodanya.


"cup...cup...cup... papah tayang ngambek Mulu nih, minta dicium kambing ya"ujar vina mengelus pipi Aditya dari samping.


"Bukan tapi minta di cium Selena Gomez"jawab aditya.


"ihh ya udah sana sana tidur sama Selena jangan tidur sama aku,awas nanti peluk peluk atau cium cium"Sarkas vina dengan nada ketusnya.


"eh maksudnya bukan selena Gomez tapi vina Syafitri sayang"ujar aditya takut dengan ancaman istrinya.


"Kan nyebut nama istrinya aja salah,Vina Syafira binti Handoko bukan vina Syafitri"ketus vina.


"Salah sedikit doang sayang,hehehe"saut aditya nyengir.


"iyain deh biar selesai"desis vina.


Sesampainya di mansion,Vina menggendong Al dan membawanya masuk dilihat ternyata semuanya belum tidur.


"assalamualaikum"


"waalaikumsalam"


"kalian baru pulang?"tanya naina.


"emm iya mah, sebentar ya mah aku tidurin Al dulu"ucap vina diangguki naina.


"Aku ke atas dulu"ucap aditya menyusul istrinya.


Setalah menidurkan Al,Vina pergi ke kamarnya untuk berganti pakaian ternyata aditya sudah duduk manis di pinggir ranjang sambil memegangi pakaian tidur vina.


"Ngapain itu dipegangin?mau dipake sama kamu?"tanya vina.


"mau makein kamu"jawab aditya bangun kemudian mendekati Istrinya.


Aditya mendudukkan Vina di sofa kemudian mulai membuka dress panjang yang dipakai vina sampai kini Vina hanya memakai pakaian dalam Karena dress yang ia gunakan sudah merosot karena ulah aditya.


Bibirnya ia tempelkan pada bibir istrinya sambil mengancingkan piyama tidur yang digunakan vina, vina membalas dan menikmati apa yang sedang dilakukan suaminya.


"Sudah selesai sayang, sekarang aku ke kamar mandi dulu ya mau ganti baju"ucap aditya melepas ciumannya terburu buru.


"mas???"cegah Vina memegang tangan Aditya.


"Aku tahu kamu sedang ingin, lakukan saja mas tidak akan terjadi sesuatu padaku"ucap vina mengerti warna merah dimata Aditya dan keringat yang membasahi wajahnya.


"Itu tidak benar sayang"saut aditya memegang sebelah pipi vina.


"Bagiamana jika aku yang menginginkannya?"tanya vina bangun dan berdiri di hadapan aditya.


"Jangan memaksa sayang aku tidak mau kamu kenapa napa"jawab Aditya.


"Aku tidak apa apa mas justru jika kamu menolaknya itu membuatku menderita"saut vina.


"Tidak sayang aku tidak bisa"tolak aditya kemudian melepas tangan Vina dan kembali melangkah menuju kamar mandi.


"Apa aku harus meminum obat dulu mas baru kamu mau melakukanya?"tanya vina mengentikan langkah Aditya.


"Sayang aku mohon, aku tidak bisa melihatmu menderita"ucap aditya berbalik melihat Vina yang berdiri sambil memegang sebuah strip obat.


"kamu pikir aku akan bisa melihat kamu menderita?sayang aku ini istri kamu semua yang ada di diriku punya kamu tidak perlu memikirkan aku mas"jelas vina.


"Lebih baik aku yang menderita dibandingkan kamu sayang"saut aditya.


Vina mengambil 1 pil dan segelas air putih yang siap ia minum tapi dengan cepat aditya membuang obat itu dan mengambil gelas yang ada di genggaman istrinya.


"Sayang jangan berbuat hal yang akan kamu sesali nanti"bentak aditya untung saja kamar mereka kedap suara.


"hiks...hiks... jika aku tidak melakukan itu maka kamu tidak mau melakukannya mas"lirih vina menunduk.


"Sayang aku mohon mengertilah, dengar aku memang menginginkannya tapi aku lebih menginginkan kamu baik baik saja jadi jangan memaksaku.Aku janji tidak akan mencari kepuasan lain diluar sayang"ucap aditya.


"Aku bukan istri yang baik mas"ucap vina manatap suaminya yang sedang menahan amarah.


"Kamu istri terbaik sayang"ucap aditya menenggelamkan wajahnya di dada istrinya.


"maafkan aku mas"lirih vina kemudian mencium puncak kepala suaminya.


Cup


"sudah jangan menangis"tutur Aditya mencium pipi vina.


mau bikin part yang buat kalian beli tisu deh kayanya seru ya kan???🤧🤧


BERSAMBUNG.........