My Boss My Sweet Husband

My Boss My Sweet Husband
BAB 185



Karena perjalanan cukup jauh membuat kantuk mulai menyerang vina,dia akhirnya menguap dan memejamkan matanya tidak perduli pada aditya yang masih komat kamit seperti mbah dukun.


"yeuhh di ajak ngobrol malah tidur, untung sayang"hidung aditya Kembang kempis melihat Vina yang tidur bak putri raja yang sedang dongengin olehnya.


Aditya membiarkan istrinya tidur, digeser sedikit Spion tengah memperlihatkan Al yang juga tertidur dengan masih mengedot botol susu yang kosong.


"Anak sama mamah sama aja,sama sama tukang tidur,hahahah"aditya terkekeh geli melihat Al yang tidur dengan air liur menetes.


Ketika sedang fokus menyetir ponsel milik nya berdering membuat getaran dimobil itu,Aditya mengambilnya melihat ID penelpon adalah Aldo.


"Ada apa???"


"......."


"hmm ya baiklah"


Aditya meletakan kembali ponselnya, sekitar 15 menit aditya membawa mobil yang hening itu, vina yang merasa tidak nyaman dengan posisi tidurnya akhirnya membuka mata.


"Mas maaf ya aku ketiduran"ucap vina dengan suara serak sambil mengucek matanya.


"iya sayang gak apa apa, kamu bangun karena gak nyaman ya?"tanya Aditya melihat sebentar istrinya kemudian kembali fokus pada jalanan didepannya.


"Engga kok mas cuma mau bangun aja"jawab vina.


Mata Vina beralih ke belakang melihat putranya yang tidur dengan sangat lelap, tiba tiba aditya membuka jendela mobilnya membuat udara segar terhirup oleh vina,ya dia baru sadar jika mereka sudah meninggalkan area kota beralih ke pedesaan.


"udara disini segar sayang dan sangat bagus untuk ibu hamil"ucap aditya.


Vina tersenyum kemudian menghirup dalam dalam udara yang membuat hidungnya terasa dingin.


"kita dimana mas?"tanya vina.


"puncak sayang, hari ini kita akan menghabiskan waktu di sini dan nanti malam jika kondisinya memungkinkan kita akan pulang"jawab aditya.


"kenapa kamu ajak kita kesini?"tanya vina dengan wajah polosnya.


"ya pengen aja sayang udah lama kita gak jalan bareng"jawab aditya.


Al bangun,vina mengulurkan tangannya membawa Al ikut duduk bersamanya di depan,mata yang masih merah muka belas lipatan dimana mana ya Al masih mengantuk ternyata.


"Al masih ngantuk?"tanya vina.


"mun....mun...mama"


Vina mengambilkan Sebotol air dan memberikannya,Al minum kemudian menjatuhkan kepalanya di dada Vina dan kembali tidur dalam dekapan sang mama.


"eh tidur lagi"ucap vina melihat putranya kembali memejamkan mata sambil memeluk kedua bahunya.


"karena tidur di bagian situ memang paling nyaman sayang aku aja betah kalo tidur di dada kamu"goda aditya.


"ahhh dasar mas mesum"pekik vina mencubit lengan suaminya.


"Hei sayang aku mesum sama kamu doang tau"ucap aditya.


"yang bener???ah nanti bohong lagi"canda aditya.


"emang aku pernah bohong sama kamu?"tanya aditya.


"sering"ketus Vina membuat aditya mengerutkan keningnya.


"kapan?"tanya Aditya yang merasa tidak pernah membohongi istrinya.


"Sayang sekali aja ya ya janji deh cuma bentar"Vina mengulangi perkataan aditya jika sedang meminta jatah.


"hhehehe"aditya nyengir kuda seraya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"bilang sekali, bilang sebentar tau tau sampai pagi"ucap vina memekik kesal.


"Kalo bohong yang itu kan demi kebaikan sayang"aditya tersenyum manis andai saja vina tidak sedang hamil sudah pasti dia mencabik-cabik wajah suaminya itu.


"Kebaikan yang mana?mana ada kebaikan bikin pinggang orang patah"ketus Vina.


"Mendapat pahala sayang,kan kamu melayani suami sepenuh hati jiwa dan raga jadi dapat pahala itu namanya kebaikan bukan?"aditya merasa mendapatkan lotre karena bisa menjawab perkataan istrinya yang biasa menskakmat dirinya.


"Au ah"ketus vina.


Aditya masih terkikik geli tanpa terasa mobilnya sudah memasuki area hijau dengan rumah berdesain kayu yang unik.


"Sayang ini rumah siapa?"tanya vina.


"ini vila punya mamah sayang"jawab aditya membuka seatbelt nya diikuti vina.


Mereka keluar,vina memberikan Al pada aditya yang masih tidur. seorang pria tua menghampiri mereka dan memberi hormat.


"Selamat datang den"sapa nya.


"mang Trisna apa kabar?bi Tuti mana?"tanya aditya.


"alhamdulilah mamang baik den, bibi sedang belanja sayur"jawabnya.


"oh iya mang kenalkan ini istri saya, namanya vina"aditya memperkenalkan istrinya.


"Vina mang"vina tersenyum ramah menjabat tangan tukang kebun di vila mertuanya.


Setalah berkenalan aditya mengajak anak dan istrinya masuk, sekitar 5 kamar,3 kamar mandi,dapur dan ruang tamu yang ada di vila ini.


"Vila nya rapih ya Sayang"ucap vina memandangi setiap sudut vila.


"tentu saja karena mamah menyuruh mang Trisna sama bi Tuti buat bersihin"jawab aditya dijawab manggut-manggut oleh vina.


Aditya membawa Al ke sebuah kamar yang cukup besar kemudian membaringkannya.


"Sayang aku ke depan sebentar ya"ucap aditya merapihkan baju yang sedikit terlipat karena menggendong Al.


"iya mas"jawab vina.


Vina memutuskan untuk mandi air hangat karena badannya terasa pegal semua sedangkan aditya sedang berbincang dengan mang Trisna dan bi Tuti.


"Aduh segeranya"Vina hanya menggunakan lilitan handuk sambil menggosok rambutnya yang basah.


Aditya masuk memberikan senyumnya pada vina kemudian pergi ke kamar mandi untuk merilekskan tubuh yang pegal setalah menyetir.


"Mas aku ke dapur ya mau masak"ucap vina dari luar pintu.


"Iya sayang"jawab aditya.


"Selamat siang bi"sapa vina ramah.


"eh non selamat siang"ibu itu bangun dan memberi hormat.


"Kenalkan bi aku vina, Istrinya Adit"vina mengulurkan tangannya yang belum sempat berkenalan dengan bibi.


"bi Tuti non,ada yang bisa bibi bantu non?"tanya bi Tuti.


"engga bi aku cuma mau masak aja"jawab vina.


"oh iya non silahkan"bi Tuti mempersilahkan nona aditya untuk masak. uwu gak tuh nona aditya 🤣


Al terbangun bersamaan dengan Aditya yang keluar dari kamar mandi, masih dengan balutan handuknya Aditya menghampiri Al.


"hei ini papah sayang"ucap aditya menenangkan Al yang menangis memanggil ibunya.


"mama...ana mama....Hua"


Aditya cepat cepat memakai kaos dan celana nya kemudian membawa Al yang masih menangis,ya Al selalu menangis jika bangun tidur tidak mendapati Vina ataupun naina karena kedua wanita itu sudah sangat disayang oleh Al.


"eh anak mamah udah bangun kok nangis"Vina mencuci tangannya dan menghampiri aditya dengan Al yang masih jejeritan.


Vina menggendong membuat tangis Al berhenti, menempelkan pipinya pada bahu vina.


"diapain sama papah?dicubit ya"tanya vina bercanda sambil mengelus punggung anaknya.


"engga Sayang tadi cuma aku cium eh dia bangun"canda aditya berbohong.


"kamu ciumnya kasar"desis vina.


Cup


aditya mencium pipi vina lama dengan sedikit paksaan karena Vina terus berusaha melepaskannya bagaimana tidak bi Tuti disana sedang mesem mesem melihat kelakuan majikannya.


"Tuh sayang aku cuma cium Al kaya gitu masa bangun"ucap aditya.


"jangankan Al kalo aku juga Sudah pasti bangun dengan sandal yang langsung nempel di pipi kamu"ucap vina.


"hahaha tadi kenapa engga?malah keenakan dicium"Aditya tertawa lebar menggoda istrinya.


Vina yang geram mengambil potongan labu dan memasukannya ke dalam mulut Aditya.


"Sukurin"umpat vina kemudian membawa anaknya kembali ke kamar.


Aditya cemberut, mengeluarkan labu dari mulutnya kemudian berlari menyusul Istrinya.


"Al mau apa? nonton mon mau?"tanya vina seraya mendudukkan anaknya dan memutar kartun Doraemon yang Sudah terdownload di iPad nya.


"Sayang, tega banget sih"Aditya menekuk wajahnya seperti baju yang belum disetrika.


"Bodo"ketus vina.


"jangan marah sayang nanti cantiknya ilang loh"ucap aditya menarik hidung istrinya.


Vina hanya diam dan ikut berbaring sambil menciumi seluruh wajah anaknya.


"gak sengaja sayang tadi aku cium kamu reflek aja"ucap aditya lagi tapi vina masih diam.


"nyanyi dulu baru aku gak marah"ucap vina mengubah posisinya menjadi duduk.


"nyanyi apa? bangun pemudi pemuda?atau love story?"tanya aditya antusias menyebutkan 2 judul lagu yang ia hafal.


"Juragan Empang"jawab vina membuat aditya melototkan matanya.


"sayang aku gak bisa lagian gak tau juga lagunya"rengek aditya menjatuhkan kepalanya di dada Vina.


" ya udah sana ah jangan deket deket"usir vina menjauhkan kepala aditya dari dadanya.


"ihh yaudah iya iya tapi boleh nyontek ya liriknya"tawar aditya mengalah.


"iya deh"Vina mengiyakan tawaran suaminya.


Aditya mengambil ponselnya tapi sangat disayangkan disana tidak ada sinyal.


"Sayang gak ada sinyal"ucap aditya menunjukan ponsel yang sedang membuka situs Google.


"itu sih derita kamu, kalo gak bisa jangan harap dapat jatah 7 hari 7 malam"ancam vina tanpa menatap wajah suaminya yang sudah lecek seperti bungkusan nasi uduk.


Aditya keluar dari kamarnya,menghampiri bi Tuti dan mang Trisna.


"mang,bi?"panggil aditya.


"eh iya den?"tanya pasutri itu bersamaan.


"tau lagu juragan Empang gak?"tanya aditya sontak membuat keduanya melongo tak percaya.


"ah den kenapa nanyain itu?"tanya mang trisna masih dengan mulut yang terbuka.


"gak apa apa tanya aja,tau atau engga?"tanya aditya lagi.


"bibi tau den"ucap bi Tuti.


"tolong tulisin bi liriknya, boleh gak?"ucap aditya meminta.


Bi Tuti mengangguk kemudian mengambil secarik kertas dan menuliskan lirik nya.


Setalah mendapatkan liriknya aditya segara pergi ke kamar tak lupa ia juga berterimakasih pada bi Tuti dan mang Trisna.


"sayang aku udah dapat liriknya"aditya berteriak mengangkat secarik kertas itu.


"wahhh kalo gitu ayo nyanyikan"tutur vina.


"Urip sun lagi ketiban lintang..... Gemerlap cahya sinare terang......Dasar nasib sun lagi kaberan


Di demeni ning juragan empang" Aditya membaca lirik dari bi Tuti dan yang ia nyanyikan tidak nyambung dengan musik aslinya.


"lanjut sayang...."Vina memukul mukul meja nakas hingga membunyikan suara sebagai pengiring nyanyian aditya.


"Yen bener kakang arep temenan?.....Nglamar kula nggo pendamping sampean....Ngomongo karo mimi lan mama..... Lamaran sampean pasti ditrima"Aditya masih melanjutkan lagunya meski berkali-kali ia harus berpikir keras menyanyikan lagu yang bahkan bahasanya tidak dimengerti oleh nya.


SISANYA BOLEH DILANJUTKAN SAMA READERS,SOK ATUH🤣🤣🤣


bersambung......