
Vina dan aditya sudah rapih menggunakan pakaian yang terbilang santai namun masih terlihat elegan.
"Sayang kamu tahu sesuatu?"tanya Aditya pada vina yang sedang berkaca.
"Tahu apa mas?"tanya vina pada suaminya yang berdiri tepat dibelakang nya.
"Kamu cantik dan seksi,aku jadi tidak ingin pergi"Bisik Aditya memeluk vina dari belakang.
"Mas kita akan terlambat ke rumah teman kamu"ucap vina karena aditya tidak berhenti menciumi tengkuk nya.
"Kita akan lanjutkan setalah pulang dari sana oke"bisik aditya kemudian mencium tengkuk vina dalam membuat tanda disana.
"Tuh kan jadi ada merah merah gini"rajuk vina melihat tanda merah di lehernya yang lumayan besar.
"Bikin kamu makin cantik sayang karena tanda itu"ucap aditya membuat Vina mengerucutkan bibirnya.
Andai saja bibir Vina belum dipoles lipstik peace sudah pasti bibirnya tak akan luput dari ciuman aditya.
"Mama...papa...ba???"Al mendorong pintu kamar yang sedikit terbuka.
"Wah anak papah udah ganteng"aditya menggendong Al yang sudah rapi dengan kemeja biru laut dan celana jeans pendek.
"yuk mas kita turun"ajak vina.
Vina menggunakan dress selutut yang longgar sedangkan Aditya menggunakan celana cream dengan kaus hitam.
(Bisa dibayangin seperti apa kan ketampanan Aditya 😍)
"wah anak mantu sama cucu Oma udah cantik dan ganteng"ucap naina yang sedang menyajikan teh untuk suaminya.
"iya mah malam ini aku sama Vina gak makan malam di rumah madu makan sama rekan bisnis ku"satu Aditya.
"ya sudah pergilah, hati hati ya"ucap naina menyeruput teh buatannya.
"Dila dan Aldo kemana?"tanya vina tak melihat sepasang suami istri itu.
"mereka sedang pergi ke rumah ibu dila, katanya sih mau nginep kan besok libur"jawab imel.
"Kenapa kau menatapku begitu?"tanya aditya pada rendy yang sejak tadi melongo melihatnya.
"Kau yakin akan pergi dengan seperti itu?"tanya rendy.
"kenapa?apa aku terlalu tampan?"tanya aditya.
"Coba kau lihat dengan baik dari atas sampai bawah"ucap rendy lagi terlihat dia seperti menahan tawa.
Aditya melihat dirinya dari tangan sebelah kiri dan kanan,bagian perut dan celana dan ya yang terakhir adalah sepatu yang ia gunakan.
"oh Astaga untung saja kau mengatakannya"ucap aditya menepuk jidatnya melihat dia menggunakan sepatu yang berbeda.
"Hahaha"tawa rendy diikuti yang lain.
Vina dan aditya bergegas pergi karena rumah adrian agak jauh dari rumahnya.
"mas apa rumahnya jauh?"tanya vina karena sudah 30 menit mereka belum juga sampai.
"Lumayan sayang, kenapa?"tanya aditya balik.
"tidak apa hanya bertanya saja"jawab vina nyengir menunjukan deretan gigi putih miliknya.
"Baru ganti gigi ya?kok nyengir Mulu"ledek aditya.
"iya abis ganti gigi pake gigi kambing,cantik kan aku?"Vina menyauti candaan suaminya.
"Cantik, cantik banget malah"jawab Aditya.
Mobil BMW X6 berwarna hitam mengkilap itu memasuki kawasan perumahan elite dan mewah terlihat rumah bak istana berjejer di sepanjang jalan yang dilalui Aditya.
Tin...tin...
Aditya membunyikan klakson ketika berhenti disebuah rumah yang memiliki pagar besi berwana hitam menjulang tinggi.
"Selamat malam"sapa si penjaga seperti sudah mengenal Aditya.
"malam pak"jawab Aditya kemudian turun dengan Vina yang menuntun Al.
Sepasang suami istri menyambut kedatangan Vina dan Aditya dengan senyum ramah mereka.
"selamat malam tuan Adrian"sapa Aditya pada si tuan rumah.
"malam tuan Aditya"jawab sapa Adrian.
Begitupun dengan Vina dan aulia yang bercepika cipiki.
***
Setelah makan malam vina dan aditya segara pulang,Al sudah pulas dalam dekapan vina dengan botol susu yang masih menyangkut di mulutnya.
"Semua keluarga dierja baik ya sayang"ucap vina.
"iya sayang"jawab Aditya.
"Kamu sudah lama mengenal keluarga dierja?"tanya vina.
"Lumayan dan kamu tahu dulu tuan adrian itu sempat mengalami kecelakaan yang membuat dirinya lumpuh total"jawab aditya menjelaskan kisah temannya.
"bagiamana bisa?apa yang terjadi?"tanya vina semakin kepo.
"dia pernah menyelamatkan tunangan nya yang ingin tertimpa......,"jelas Aditya.
*yang mau tahu bisa langsung cek novel menikahi pria cacat demi ayah 😊
"Astaga tega sekali perempuan itu untung saja dia bertemu dengan nona aulia dan bisa hidup bahagia"ucap vina setalah mendengar cerita suaminya.
"Sama sepertiku yang beruntung mendapatkan kamu"Aditya menyeringai, tangannya yang ada di perseneling berpindah memegang tangan vina dan menciuminya.
"Mau menggodaku?"tanya vina dengan seksinya.
"anggap saja begitu"jawab Aditya membalas kegenitan istrinya.
"Haruskah kita bermain 2 ronde malam ini?"tanya vina lagi.
"terserah padamu saja aku akan mengikutinya"jawab aditya.
Mereka berdua saling tersenyum,mobil Aditya terparkir rapih di pekarangan mansion, terlihat rumah sudah gelap karena sekarang sudah cukup malam pasti semua orang sudah tertidur.
"iya sayang"jawab Aditya melepas kaos yang ia gunakan.
Vina membawa Al masuk dan melihat ternyata kosong itu artinya Revan tidur bersama Imel dan Rendy sedangkan bagas sedang menginap di rumah ibu dila.
"Sayang bobok yang nyenyak ya"bisik Vina kemudian mencium dan menyelimuti tubuh gemuk anaknya.
Setalah menidurkan Al,Vina kembali ke kamar dan mengganti pakaiannya rasanya dia lelah sekali karena harus duduk cukup lama dimobil.
"mas belom tidur?"tanya Vina pada Aditya yang sedang membaca sebuah buku.
"mana mungkin aku tidur sebelum menuruti keinginan istriku"jawab Aditya menghampiri vina yang sedang berganti pakaian di depannya.
"mas mau apa?"tanya Vina menelan salivanya dengan susah ketika aditya mendekatinya sedangkan dirinya belum menggunakan pakaian.
"2 ronde sayang,apa kamu lupa?"tanya aditya kemudian mengangkat tubuh vina dan merebahkannya di ranjang.
Vina memang merasa lelah tapi dia juga tidak tega harus menolak ajakan suaminya karena dia tahu aditya sudah menahannya sejak tadi sebelum berangkat lagipula kata bu guru agama menolak ajakan suami berdosa bukan?.
"maaf ya sayang karena membuatmu lelah"ucap Aditya kemudian mencium kening vina.
Vina mengangguk membenamkan wajahnya di dada Aditya dan tertidur.
Aditya mempererat pelukannya pada tubuh istrinya hingga dia juga ikut tertidur.
Pagi hari vina bangun kesiangan karena semalam dia benar-benar merasa lelah ditambah Aditya yang meminta bermain.
"sayang kamu sakit?"tanya Aditya khawatir karena tidak seperti biasa vina akan bangun kesiangan.
"engga mas aku cuma ngantuk aja,maaf ya gak siapin baju untuk kamu"jawab vina.
Cup
"istirahatlah sayang hari ini tidak perlu mengantar makan siang oke,aku gak mau kamu capek"Aditya duduk di samping Vina yang masih merebahkan diri nya.
"iya mas tapi nanti aku suruh pak Alif yang mengantar aku tidak mau kamu makan diluar itu tidak baik untuk kesehatan"ucap vina dengan mata yang terpejam.
"baiklah istriku yang manis dan perhatian"Aditya mencium pipi dan kening vina.
"aku berangkat ya"Aditya sudah bangun dari duduknya tapi kembali berbalik melihat vina.
"aku libur aja deh mau terus gini sama kamu"Aditya merebahkan dirinya di samping vina dengan terus menciumi seluruh wajah istrinya.
"mmmm mas sana nanti baju kamu lecek"suara Vina serak.
"jadi aku diusir nih?"tanya Aditya bercanda.
Cup
Vina mencium dan ******* bibir suaminya tidak perduli jika dia belum gosok gigi,bisa saja Aditya mencium bau harum dari mulutnya.
"Belum mandi main nyosor aja"ledek Aditya padahal sebenernya dia senang mendapat morning kiss dari istrinya.
"ya udah sana sana,awas minta jatah aku....,"usir vina memberikan kepalan tangannya pertanda jika Aditya meminta jatah maka akan dapat jatah tinju dari vina.
"ampun sayang"Aditya terkekeh kemudian kembali memeluk dan menciumi wajah vina.
"gak mau sana ah kerja cari uang yang banyak"usir Vina lagi.
"hahaha walaupun aku gak kerja sampai Al dewasa aku masih bisa membiayai kamu sayang"canda Aditya.
"iya iya bos besar mah bebas mau kerja atau engga"sindir vina.
"sayang apa kita berdua bodoh?"tanya Aditya tiba tiba.
"kenapa?"tanya Vina tidak mengerti.
"sekarang kan hari Minggu lalu untuk apa aku pakai baju kerja ya"jawab Aditya.
"hahaha bos besar sudah pikun"tawa vina menunjuk hidung suaminya.
"hahaha jadi bisa dong dapat jatah pagi hari"tawa Aditya lebih kencang karena dia bisa menghabiskan waktu bersama istrinya.
"ahh gak mau aku belum mandi!!!"rengek Vina mendorong tubuh Aditya yang sudah menempel ditubuhnya.
Namun berontak Vina membuat gairah Aditya dipagi hari semakin memuncak dan siap untuk bertempur tapi......
"mama....Hua..."Al menangis di depan pintu kamar.
Vina mendorong tubuh suaminya, turun dari kasur memakai handuk kimono dan membuka pintu. Terlihat Al sedang menangis dalam gendongan bi suti.
"non maaf ya,Al menangis"ucap bi suti.
"iya bi gak apa apa,biar Al sama aku bibi lanjutin kerja yang lain"ucap vina mengambil alih gendongan Al.
Vina merebahkan tubuh Al di kasur,membuatkan susu untuk Al dan memberikannya.
"Al anak papah yang ganteng kaya papah, kenapa harus datang sekarang kan papah mau main dulu sama mamah"Aditya cemberut bicara pada anaknya.
"udah siang main mulu pikiran nya"pekik vina.
"yailah sayang tanggung kan ini udah tegak"rengek aditya menjatuhkan kepalanya di bahu vina.
"engga ah ada Al mas, lagian semalam kan udah"tolak vina.
"mumpung Al lagi hadap kesana,cium dulu"Aditya benar benar manja.
Vina mengecup bibir Aditya membuat Aditya tersenyum.
"nanti malam wajib pokonya"bisik Aditya.
"Beres bos"Vina mengacungkan jempolnya.
"jadi makin sayang"Aditya mencium pipi Vina berulang kali.
"sayang juga sama kamu"balas Vina membelai wajah tampan Aditya.
Akhir akhir ini aku mau bikin yang bucin gitu tapi ya maklum jomblo jadi gak terlalu bisa ngebucin😥
Buat kalian tetap stay sama aku ya karena ditinggal pas lagi sayang sayangnya itu sakit,huhuhu😢🤣
BERSAMBUNG........