My Boss My Sweet Husband

My Boss My Sweet Husband
BAB 186



Aditya mengajak anak dan istrinya berkeliling menikmati udara yang sejuk untuk dihirup,banyak sekali pasang mata yang memperhatikan mereka karena keromantisan aditya pada vina begitu juga pada Al.


"Mas duduk dulu ya sebentar"ucap vina memegangi perutnya.


"mama dudut....dudut"Al merancau menarik tangan ibunya duduk dikursi kayu yang ada dibawah pohon rindang.


"Ini sayang minumlah"aditya menyodorkan sebotol air mineral pada vina.


"Terimaksih mas"vina meneguk minuman yang diberikan suaminya, tangan aditya beralih menyentuh wajah istrinya yang berkeringat.


"Kita pulang aja ya,aku takut kamu kecapean belum lagi nanti kita harus pulang atau kita nginep saja disini dan pulang besok?"ucap aditya menyarankan.


"Tidak mas jangan menginap, aku tahu besok kamu ada rapat penting yang tidak bisa ditinggal"tolak vina.


"Bagaimana kamu bisa tahu jadwal rapat ku?"tanya aditya mengerutkan keningnya mendengar vina tahu jadwalnya.


"Aku istri sekaligus sekretaris mu dirumah mas,kamu suamiku aku harus tau apa saja jadwal yang ia lakukan semua ini aku lakukan bukan karena aku tidak percaya hanya saja aku ingin sedikit membantu meski hanya mengingatkan"jelas vina.


"Kau memang istri terbaik sayang, beruntung sekali aku memilikimu sebagai istriku"Aditya mengecup kening vina penuh kasih sayang.


Vina memejamkan matanya, merasakan kehangatan bibir suaminya yang menempel pada keningnya yang berkeringat itu.


"papa buyung. ..papa"Al menunjuk burung yang terbang bebas di udara.


"Wahh iya banyak ya burungnya"saut aditya mengikuti arah pandang anaknya menjadi menatap langit.


Meraka bertiga menikmati pemandangan yang cukup indah dari bukit dengan bangku yang berjejer disana.


"Ayo sayang kita pulang, kamu belum makan"ajak aditya.


"Al sayang pulang yuk nanti kapan kapan kita kesini lagi sama revan, Bagas sama dede bayi"ucap vina lembut.


"ede...hahaha...ede Al amanya siapa?"tanya Al sambil mengelus sedikit kasar perut ibunya.


"Siapa ya namanya???Al punya nama gak buat dede?"tanya vina meletakan jari telunjuk di dagu.


"Dolaemon...hahaha"Al menyebut nama kartun kesukaannya membuat vina dan aditya terkikik geli.


"Lucu banget anak siapa sih"Vina gemas mencubit pipi Al.


"Yuk pulang dulu kita makan,Al pasti laper"ajak aditya kemudian menggendong anak 3 tahun itu.


Sebalah tangan digunakan untuk menopang tubuh Al sedangkan tangan lain digunakan untuk menggandeng tangan istrinya.


Mereka kembali ke vila dilihat meja makan sudah penuh dengan berbagai hidangan mulai dari ikan,ayam dan sayuran.


"Mau langsung makan atau mandi dulu?"tanya aditya.


"Aku mandi dulu ya mas,gerah banget"jawab vina diangguki aditya.


Sementara vina mandi, aditya membawa anaknya ke meja makan membiarkan Al memakan semangka yang dipotong oleh bi Tuti.


"Gimana sama anak bibi?"tanya aditya.


"Alhamdulillah den baik semua juga berkat Aden sama nyonya naina"jawab bi Tuti.


"Kami akan selalu berhutang sama keluarga brawijaya den"sambung mang Trisna.


"Kalian sudah mengabdi pada keluarga kami sudah lama,jadi tidak ada salahnya membantu kalian"jawab aditya.


"Semoga keluarga aden bahagia selalu"doa pasutri itu diamini aditya.


Sedangkan di rumah dila dan imel merasa begitu bosan karena tidak ada vina dan suami mereka tidak berbuat apapun misalnya mengajak jalan atau apalah.


"sayang aku bosan,apa kamu tidak ada niatan mengajakku jalan?"tanya imel pada rendy yang sibuk memainkan ponselnya.


"kamu juga,ayolah setidaknya bawa aku ke taman kenapa kalian berbeda dengan Aditya yang romantis pada istrinya"Desis dila.


Rendy dan aldo saling menatap dan mengangguk.


"ya sudah ayo"ajak rendy.


"hah kemana?"tanya imel antusias.


"Kamar setidaknya disana kita bisa perang dan sudah pasti membuat rasa bosan kalian hilang"jawab rendy dengan entengnya.


"ayo sayang aku juga ingin makan kamu sore ini"ajak aldo dengan seringai iblis diwajahnya.


Dila sontak melotot membuat aldo mendapatkan hadiah berupa lemparan bantal sofa yang tepat mengenai wajahnya.


Bugh....


"Makan tuh bantal sampe kenyang kalo perlu sama sofa nya sekalian"pekik dila meninggalkan suaminya diikuti Imel.


"Kita harus menyusul mereka jika tidak mau merasakan sakit malam ini"ucap rendy menatap punggung istrinya.


"Kau benar, ayo"ajak aldo kemudian berlari mendekati istrinya yang sudah masuk kamar.


"Sayang???"Rayu aldo memeluk dila dari belakang menyesap aroma tubuh dila.


"Lepas gak atau aku lempar!!!"desis dila sungguh sungguh.


Aldo tidak menjawab dia masih asik menciumi bahu istrinya yang putih dan mulus membuat pertahanan dila runtuh dan menikmati sentuhan suaminya.


"Sayang????"panggil dila memejamkan matanya.


Aldo menggiring istrinya berbaring di tempat tidur dan akhirnya mereka menghabiskan sore dengan bergulat, beruntung Bagas dan Revan sedang bersama naina ditaman komplek.


"Kangen sama bau harum kamu"jawab rendy sambil berpindah ciuman ke telinga istrinya.


Imel tidak akan bisa menahan jika rendy sudah menyentuh bahkan menjilat telinganya hingga akhirnya mereka juga melakukan hal yang sama dengan aldo dan dila.


***


Setalah selesai makan, aditya dan vina sudah bersiap untuk pulang tapi sayang cuaca tidak mendukung tiba tiba saja hujan deras disertai angin dan itu akan sangat berbahaya untuk berkendara.


"Sayang kita tidak bisa pulang, aku tidak mau membahayakan keselamatan kita dengan berkendara di tengah hujan angin begini,apalagi jalanan nya cukup licin"ucap aditya pada istrinya yang sedang memandang keluar jendela.


"Tali bagaimana dengan rapat kamu besok?"tanya Vina.Dia begitu khawatir dengan perkejaan suaminya ya sebagai seorang istri dia ingin yang terbaik untuk suaminya.


"jangan terlalu dipikirkan sayang lagipula besok rapat aku akan diadakan siang jadi kita akan pulang pagi pagi sekali"jawab aditya sambil membelai rambut Vina.


"iya udah aku ke dapur dulu ya buatin kamu teh"ucap vina diangguki aditya.


Bi Tuti dan mang Trisna sudah pulang 1 jam yang lalu ke rumah mereka,ya mereka hanya ditugaskan untuk membersihkan rumah tapi juga disuruh tinggal tapi mereka menolak dengan alasan ingin merawat rumah mereka juga.


"Halo mang??"


"....."


"tidak ada hanya memberitahu aku sama vina akan menginap disini karena diluar hujan deras"


"......"


"iya mang terimaksih"


Aditya mematikan sambungan teleponnya bersamaan dengan kedatangan vina sambil membawa nampan berisi 2 cangkir teh dan sebotol susu.


"Mas ini minum teh nya"ucap vina meletakan teh nya di meja yang ada di dekat jendela.


"Iya Sayang, makasih ya"ucap aditya.


"sama sama sayang"jawab vina.


Vina beralih menatap anaknya yang sedang menonton lagu anak anak kesukaannya sejak tadi tapi tiba tiba ada petir membuat vina harus mengambil dan mematikan iPad yang ada di tangan anaknya.


"Mama angan di ma'iin"rengek Al kala vina mematikan tontonan nya.


"Tuh Al dengar gak?tuh awan lagi nangis kalo awan lagi nangis terus ada suara itu berarti Al gak boleh berisik nanti kalo awannya udah gak nangis Al boleh main lagi, ngerti kan sayang???"Vina menjelaskan pada Al dengan bahasanya sendiri.


"wana Napa nangis???"tanya Al kepo.


"Awan nya lagi sedih karena kita sering buang sampah sembarangan dan lingkungannya jadi kotor jadi itu berpengaruhnya dengan awan jadi awan nya sedih deh,Al kalo buang sampah di tempatnya ya gak boleh sembarangan"Vina tidak peduli jika Al tidak mengerti apa yang ia jelaskan karena poin pentingnya ada di kata terakhirnya.


Al mengambil bungkus permen yang ada dikasur selepas ia memakannya tadi dan membuangnya ke tempat sampah seperti kata vina.Aditya bahkan tertegun karena anaknya langsung paham dengan apa yang apa dijelaskan vina.


"anak mamah pinter, sekarang minum susunya ya sambil tunggu awan nya berhenti nangis"Vina memberikan botol susunya yang langsung di ambil dan diminum Al.


Setalah Al meminum susunya,Vina menghampiri suaminya dan duduk disebelahnya.


"Mamah idaman"ucap aditya menatap istrinya dengan senyuman yang manis.


"Apa sih mas"Entah apa yang vina rasakan sampai dia malu mendengar perkataan suaminya.


"Kamu memang wanita idaman sayang, mengurus suami dan anak dengan baik meski dalam keadaan hamil"puji aditya.


"Aku istri Aditya Brawijaya,banyak yang ingin menggantikan posisi ku jadi jika aku tidak mengurus keluargaku dengan benar itu sama saja aku memberi umpan pada pelakor diluar sana atau nanti suamiku yang tergoda oleh gadis lain"jelas vina.


"Aku tidak pernah tergoda dengan gadis manapun kecuali gadis di hadapanku ini"Aditya menatap Vina dengan dalam.


"Ralat sayang bukan gadis tapi wanita,ingat kan"ralat vina membuat aditya terkekeh.


"Ya sudah mas minum teh nya,aku mau temenin Al tidur"ucap vina yang melihat anaknya belum juga tidur.


Aditya menyusul Vina dan berbaring dengan memeluk vina dari belakang, tangannya beralih pada perut vina yang besar dan mengelusnya.


"Baby lagi apa???"bisik aditya..


"jangan macam macam mas ada Al"Vina tahu apa maksud suaminya.


"Satu macam aja sayang"saut aditya bercanda.


"Ishh udah ih anak aku belum tidur"pekik vina menjauhkan tangan aditya yang perlahan naik.


"jadi nanti kalo Al udah tidur boleh dong"goda Aditya sambil mengangkat diri dengan siku sebagai tumpuan.


"Gak"ketus vina membuat aditya gemas dan mencium pipi vina berulang-ulang.


Cup.....cup....cup.....


"mas juragan empang diem dulu ya saya lagi urus anak saya"ucap vina kali ini dai yang bergurau dengan suaminya.


"Oh sok atuh neng nanti kalo anak nya udah tidur neng milik juragan ya"Aditya menyauti candaan istrinya.


"siap juragan"jawab vina kemudian aditya kembali berbaring dan memeluk istrinya.


neng Ama juragan mau dilanjut atau di skip nih romantis romantisnya????


JANGAN LUPA LIKE, VOTE DAN KOMEN YA BIAR AKU MAKIN SEMANGAT BUAT UP ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜Š


BERSAMBUNG........