My Boss My Sweet Husband

My Boss My Sweet Husband
BAB 173



Meraka segara membawa Vina ke parkiran mobil, Aldo mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi bahkan Rudi baru saja menyalakan mobilnya aldo sudah pergi jauh.


"ehh tan tunggu deh"ucap Imel tiba tiba.


"ada apa Mel?"tanya naina.


"Lilis dimana ya?tadi kita ajak lilis kan tan? sekarang dia dimana?apa dia ketinggalan?"ucap Imel baru sadar jika lilis tidak ada.


"ya Allah iya dimana ya lilis apa tidak lebih baik kita cari dia dulu"ucap naina.


"aku akan suruh seseorang untuk mencarinya sekarang yang terpenting adalah kita harus melihat kondisi Vina"ucap rendy.


"yang dikatakan rendy benar mah sekarang kita akan lihat Vina dulu dan menyuruh orang kemari untuk mencari Lilis"jelas Rudi.


Selama perjalanan aditya tak hentinya memanggil nama istrinya, cobaan apalagi yang harus menimpa keluarganya,anaknya hilang dan sekarang istrinya dalam kondisi lemah.


"Sayang aku mohon bangun"ucap aditya terdengar begitu sendu bercampur khawatir.


"dit tenang dit semua akan baik baik saja"ucap dila.


"cobaan apalagi yang harus menimpa pernikahan kami,disisi lain anakku hilang dan disini istriku tidak sadarkan diri dalam keadaan mengandung. Aku tidak mau terjadi apa-apa pada vina,aku ingat sekali pesan dokter Rani untuk jangan membuatnya banyak pikiran apalagi tertekan"ucap Aditya wajahnya masih terus dihadapkan ke wajah Vina.


"dit sabar site semua pasti akan baik baik saja"ucap aldo melihat dari kacang tengah.


"Al.....anak mamah"masih dengan mata yang terpejam Vina memanggil nama anaknya.


Perlahan Vina membuka matanya membuat aditya terkejut sekaligus senang.


"Sayang kamu sudah sadar???"ucap aditya senang.


"mas dimana Al?"tanya Vina menatap mata suaminya yang memerah karena menangis.


"kamu jangan terlalu banyak pikiran sayang soal Al biar aku yang urus"ucap Aditya.


"tidak bisa begitu mas dia juga anakku,aku juga mau mencarinya"ucap vina.


"baiklah Vin kita akan cari bersama tapi sekarang yang penting adalah membawamu ke rumah sakit"ucap dila.


"untuk apa aku kerumah sakit? aku baik baik saja"ucap vina mengubah posisinya menjadi duduk.


Aditya membantu istrinya untuk duduk dan berdasar pada sandaran kursi mobil.


"Kamu tadi pingsan sayang aku takut kamu kenapa napa"ucap aditya.


"Aku tidak mau ke rumah sakit mas aku mau anakku....hiks dimana anakku mas"ucap vina dengan tangis.


"tapi sayang....."Aditya mencoba membujuk istrinya tapi melihat Vina yang terus menangis dia memutuskan untuk membawanya pulang ke rumah.


"do kita pulang saja"ucap Aditya diangguki aldo.


Mereka memutuskan untuk pulang ke Mansion, tak lupa dila juga mengabari Imel dan risa jika mereka tidak jadi ke rumah sakit melainkan langsung pulang.


"Aku dan yang lain tidak jadi ke rumah sakit karena Vina sudah sadar,jadi kalian langsung pulang saja"


Dilain mobil naina sedang meremas jarinya khawatir dengan keadaan Vina dan juga cucunya Al.


"Tan mereka tidak jadi ke rumah sakit mereka langsung pulang"ucap Imel setalah membaca pesan dari dila.


Begitupun dengan risa,ketika mendengar suara notifikasi masuk dilihat ternyata pesan dari dila.


"Rafly kakak ipar tidak jadi ke rumah sakit karena sudah sadar jadi kita langsung kembali ke mansion saja"ucap risa pada rafly yang sedang menyetir.


"Semoga kakak ipar baik baik saja begitu juga dengan Al"ucap Clara memejamkan matanya berdoa.


***


Anak manis itu sekarang sedang tidur dengan pulas setelah diberikan susu oleh seorang wanita iblis yang menyamar menjadi seorang asisten rumah tangga.


"kau bawa anak itu kami akan menyusul kesana"perintahnya pada lilis.


"baik bos saya tunggu disana"ucap lilis kemudian masuk ke dalam mobil dimana terdapat beberapa pria berbadan kekar.


"Joe kau ikut aku untuk menyadap rumahnya"perintahnya lagi pada tangan kanannya.


"baik bos mari"dipersilahkannya orang itu masuk ke dalam mobil sebelum joe.


Mereka mulai meninggalkan hotel menuju rumah yang sudah mereka incar dari beberapa bulan yang lalu tapi bukan dalam hal merampok,mana mungkin seorang pengusaha yang tidak jauh berbeda dengan Aditya merampok.Dendam yang bisa membuat seseorang berbuat apa saja sekarang dilakukan oleh pria yang seharusnya bahagia dihari tua tapi dia justru harus sibuk membalaskan dendam keluarganya.


"Perintahkan semuanya untuk masuk dan menyerang ketika tengah malam nanti"perintahnya lagi.


mobil Aditya menjadi yang pertama memasuki pekarangan mewah Mansion, aditya menggendong istrinya untuk masuk karena kondisi Vina yang masih sedikit lemas.


"bi tolong ambilkan air putih"perintah aditya setelah mendudukkan istrinya di sofa.


Bi Suti berlari dari arah dapur membawakan segelas air putih pada Aditya.


"sayang ini minumlah"aditya memberikan segelas air putih pada vina.


Vina meminumnya sedikit, kembali dalam mode kesedihannya mengingat sekarang anaknya sedang tidak bersamanya.


"Al kamu dimana sayang,mamah merindukanmu"gumam Vina lirih sambil menundukkan kepalanya menangis tersedu-sedu.


Sakit rasanya melihat orang yang kita cintai menagis ditambah sekarang Al tidak diketahui keberadaannya,dia masih sangat kecil untuk menerima ini semua.


"sayang ini semua salahku jika saja aku tidak membiarkannya berlari mungkin Al masih ada dalam gendongan ku"ucap aditya meletakkan kepala Vina di dadanya.


"Sudah mas jangan menyalahkan dirimu begitu aku yakin Al pasti akan kembali pada kita"ucap vina menengadah menatap wajah tampan aditya.


Suara mobil memasuki pekarangan,naina dan yang lain masuk dengan terburu-buru untuk melihat kondisi Vina.


"Vina bagaimana keadaanmu nak?apa kamu yakin tidak mau dibawa ke rumah sakit?""tanya naina langsung membelai wajah vina.


"aku gak apa apa mah yang terpenting sekarang adalah anakku mah,kasihan dia pasti sendiri apa dia sudah makan atau belum"vina kembali menangis.


Naina menarik Vina masuk ke dalam pelukannya membiarkan Vina untuk membasahi pakaian yang dikenakannya.


"yang dikatakan om benar kak,kau harus kuat kak untuk mencari Al tapi dengan syarat juga harus menjaga kandunganmu"ucap rafly.


"kakak jangan khawatir ya sekarang kakak istirahatlah"sambung risa.


"kita istirahat ya besok kita akan lapor polisi dan mencari Al"tutur aditya lembut.


Vina mengangguk lemah menurut pada perkataan keluarganya. Aditya membopong tubuh istrinya membawanya masuk kedalam kamar dan merebahkan nya.


"mas entah kenapa aku merasa Al tidak jauh dariku sekarang"ucap vina mengutarakan naluri seorang ibu yang merasakan keberadaan anaknya.


"aku tahu Al tidak akan jauh dari kita sekarang kamu istirahat ya agar besok kita bisa mencari Al"ucap aditya kemudian mencium kening Vina.


Meja makan yang biasanya diisi dengan tawa dan kebahagiaan keluarga sekarang nampak kosong,semua orang memutuskan untuk tidak makan karena masih kalut dalam penculikan Al.


"bi aku sedih melihat keluarga ini yang biasanya ceria dan berwarna kini menjadi suram dan tidak berwana"ucap bi Ijah sendu.


"Iya bi aku juga sedih sekarang semua masih kalut dalam penculikan Al"saut bi suti.


Aditya masih terlelap setelah menemani istrinya tidur tadi,Vina pergi ke balkon kamar memandangi langit malam yang sedang menangis membasahi bumi mengingat anaknya, anaknya yang selalu memanggil dan meminta gendong padanya sekarang entah dimana.


"ya Allah aku mohon kembalikan anakku ya Allah,aku tidak bisa hidup tanpanya aku tidak bisa ya Allah"Vina Kembali menangis, posisi awal berdiri perlahan turun dan turun menjadi duduk ditimpa hujan yang lumayan deras.


"sayang kalian bantu doa untuk Abang Al ya supaya Abang Al bisa bersama kita lagi"ucap vina masih menangis mengelus perut nya.


Aditya yang berniat memeluk tubuh istrinya namun terhenti karena tangannya tidak mendapati sosok yang ia cari,dia membuka matanya dan terkejut melihat Vina sedang menangis dibawah guyuran air hujan yang sudah pasti dingin.


"Sayang???!!!!"panggil Aditya terkejut kemudian mendekati Istrinya.


"sayang ayo masuk disini hujan nanti kamu sakit"ucap aditya kemudian membawa Vina masuk dan membantunya mengeringkan tubuh nya.


matanya sudah membengkak dengan rambut yang basah dan wajah yang memucat membuat kekhawatiran aditya semakin besar.


"Sayang aku khawatir dengan kamu lebih baik kita kerumah sakit ya"ucap aditya.


"tidak mas aku tidak mau"tolak vina.


"tapi aku khawatir sayang"ucap aditya menahan tangisnya.


"jangan ditahan sayang aku tahu kamu ingin menangis, menangis lah aku tahu kamu bukan pria kuat yang bisa menahan cobaan ini"ucap vina tahu suaminya sedang menahan tangis.


Aditya menumpahkan air matanya dalam dekapan Vina,Vina juga sama menangis menciumi puncak kepala suaminya,buah hati mereka yang sangat mereka sayangi hilang begitu saja, penyesalan selalu datang dalam diri mereka merasa bahwa mereka bukan orang tua yang baik.


"Sayang maafkan aku"ucap aditya sesegukan.


"Mas sudah tidak ada gunanya menangis Allah tidak akan memberi hambanya cobaan jika cobaan itu diluar kemampuan hambanya jadi aku yakin kita bisa melewati cobaan ini dengan berusaha,berusaha untuk mencari Al"ucap vina tegas menangkup wajah aditya.


"iya sayang,kita akan berusaha untuk mencari keberadaan Al"ucap aditya.


Vina menghapus air mata aditya dengan ibu jarinya begitupun sebaliknya.


Penjagaan mansion malam ini tidak terlalu ketat karena beberapa penjaga dan utusan Aldo sedang membantu mencari keberadaan Al,bukan karena Aditya tidak bisa membayar orang untuk mencari istrinya hanya saja dia tidak mau semua masalah yang sedang menimpa keluarganya diketahui banyak orang dan itu semakin membuat anaknya dalam bahaya.


"Semuanya bersiaplah"suara seseorang melalui walkie talkie setelah mendapat info bahwa penjagaan malam ini tidak terlalu ketat.


Seseorang melemparkan gas bius agar semua penjaga pingsan dalam waktu 2-4 jam ke depan.


"kok gw tiba tiba ngantuk ya"ucap seorang yang sedang berjaga pintu.


"sama gw juga"saut temannya hingga mereka jatuh dalam keadaan tak sadarkan diri.


begitu juga dengan pak Ali yang sedang membaca koran, koran yang dipegangnya jatuh begitu saja dari tangannya.


Setalah dirasa aman,pria tua dengan seorang wanita muda masuk membawa anak manis itu.


Kreeettttt


suara pintu megah mansion terbuka memperlihatkan kemewahan mansion.


"kau sembunyi dikamar yang kosong dirumah ini"perintahnya pada lilis.


Lilis yang memang mantan asisten rumah ini sudah pasti tau dimana kamar kosong terdekat dari posisinya sekarang. Lilis membawa Al ke kamar tamu yang paling pojok tak lupa dia mengunci dan menyalakan peredam suara.


"Hancurkan"perintahnya pada 15 Anak buahnya.


perintah itu sudah pasti dituruti 15 pria serba hitam itu, mereka mulai memecahkan beberapa barang di ruang tamu membuat suara yang berisik.


"pah itu ada apa ya diluar kenapa kaya suara barang pecah"ucap naina setalah membangunkan suaminya.


"iya mah ayo coba kita lihat papah takut ada maling"ajak rudi.


"tapi Pah mamah takut"ucap naina.


Suara itu semakin keras membuat semua orang terbangun tak terkecuali aditya dan Vina.


"mas bangun mas itu ada apa ya ribut ribut dibawah"ucap Vina menggoyangkan tubuh aditya.


Aditya membuka matanya perlahan namun setelah mendengar suara pecahan dia bergegas keluar kamar begitu juga dengan rendy,Aldo, rafly dan tio.


Betapa terkejutnya mereka melihat rumah seperti kapal yang hancur, barang barang mewah yang hancur dan berserakan dimana-mana,bukan soal harga barang tapi yang mereka takutkan adalah maling atau penjahat sejenisnya.


"Dit ayo kita turun"ajak aldo.


Aditya dan keempat pria itu turun dan haiii


"halo???masih ingat dengan saya???"sapaan itu keluar dari mulut seorang pria tua yang sedang duduk manis di sofa ruang tamu.


"Kau??!!!!!"Kejut aditya,Aldo dan rendy yang merasa pernah melihat pria dihadapan mereka ini.


yah digantung:((


LANJUT KAPAN???coba dm aku atau wa pasti akan ku percepat up nya🤣🤣


BERSAMBUNG......