My Boss My Sweet Husband

My Boss My Sweet Husband
BAB 52



Ruang perawatan Vina terbuka tenyata itu adalah Rendy


"Bagaimana keadaan Vina?"tanya Rendy pada Aldo


"Rend?.."panggil Vina pada Rendy


"...mas Adit baik baik saja kan? dimana dia?"tanya Vina pada Rendy


"dia baik baik saja kau istirahatlah"jawab Rendy


"dimana dia aku ingin menemuinya"ucap Vina dengan tangis


Rendy menatap Aldo dan Aldo mengangguk


"ikutlah"ajak Rendy pada semua orang


Rendy mengajak semua keluarga menuju ruang perawatan


"Vin aku akan mengatakannya padamu,tapi aku mohon kau jangan terkejut'ucap Rendy menatap Vina yang sedang terduduk di kursi roda


"Apa maksudmu?"tanya Vina bingung


"Aditya mengalami koma dan entah kapan dia bisa sadar mungkin itu 1 hari, bulan bahkan tahun kami para dokter pun tidak mengetahuinya Vin"jelas rendy


"Kau bercanda kan?Tidak mungkin mas Adit akan tidur selama itu selama ini dia tidak bisa jauh dariku dan sekarang kau bilang dia bisa tidak sadar selama beberapa bulan atau tahun?"Ucap Vina meninggikan suaranya


"Sayang sudahlah nak"ucap naina seraya mengelus punggung Vina lembut


"Mah bagimana aku bisa tenang,suamiku didalam antara hidup dan mati"ucap Vina berderai air mata


"......Mas ini hukuman paling menyakitkan untukku,lebih baik kau pukul aku mas atau kau tampar aku sebanyak yang kau mau daripada kau harus mendiami ku seperti ini"teriak Vina sambil menatap pintu kamar Aditya


"Vina kuatkan dirimu"ucap dila memeluk tubuh sahabatnya


"Aku tidak akan bisa memaafkan diriku jika sampai terjadi sesuatu pada mas Adit"ucap Vina lirih


"Dia akan baik Vina,kau bisa mengajaknya mengobrol untuk mempercepat pemulihan nya"ucap Rendy


"Aku ingin menemuinya"ucap Vina tanpa menatap Rendy


Rendy membuka pintu kamar aditya dan membiarkan semua orang melihat Aditya


"Mas Adit...."Panggil Vina lirih dengan air mata yang sudah tak terbendung lagi


"adit...."panggil naina,Rudi dan Aldo bersama


tangan Vina memutar roda mendekati Aditya


"Mas bangunlah aku disini sayang"ucap Vina meraih tangan Aditya yang terasa begitu dingin


"...mas aku dan anak kita,kami disini akan menemanimu ya...kau harus kembali demi Aditya junior"ucap Vina tersenyum paksa


Naina mendekati Vina dan menatap lekat wajah putra sulungnya


"Adit mamah minta maaf karena tidak mempercayaimu,mamah mohon kembalilah demi istri dan anakmu"ucap naina dengan air mata yang terus lolos dari pelupuk matanya


"Hai kak,ayo bangunlah kenapa kau tidur sejak kemarin,apa kau tidak khawatir dengan kantor?"ucap Aldo menangkup tangannya disaku celana


1 Minggu sudah Aditya dirawat namun tidak menunjukan tanda tanda bahwa dia akan sadar,Vina begitu yakin suaminya akan sadar dan kembali kepadanya


kondisi Vina membaik dan tidak membutuhkan kursi roda lagi. Dengan pelan Vina mengelap tubuh suami yang sudah lama ia rindukan


"nak kita mandiin papah ya kamu jangan nakal oke"ucap Vina pada perutnya yang semakin hari semakin membesar


Vina mengelap tubuh Aditya dengan handuk basah kemudian memakainya pakaian


"Mas bangunlah, sudah 1 pekan kau belum bangun juga,apa belum puas menghukumku?"tanya Vina pada Aditya yang masih memejamkan matanya


Vina menggenggam tangan Aditya lembut sambil sesekali mencium nya


"mas anak kita menendang"ucap kemudian meletakkan tangan Aditya diperutnya membiarkan Aditya merasakan tendangan anak dalam kandungan nya


jemari yang sedang dipegang erat Vina bergerak kecil membuat Vina terkejut dan segera menekan tombol untuk memanggil dokter


"Rend bagaimana keadaannya?"tanya Vina


"kau banyaklah bicara padanya,dia sudah mulai merangsang dan kondisinya akan lebih baik"ucap Rendy


"Benarkah rend?"tanya Vina dan Rendy mengangguk tersenyum


"sayang kau dengar papah akan kembali kepada kita,ayo ajak papa bermain lagi ya"ucap vina menangis haru pada perutnya


Rendy tersenyum senang melihat Vina tidak sesedih seperti awal


"Baiklah Vin aku permisi dulu ya,oh ya jangan lupa kabari Tante naina dan om Rudi Pasti mereka senang"ucap Rendy


Waktu berjalan begitu cepat dan kini usia kandungan Vina menginjak 7 bulan namun Aditya belum juga membuka matanya yang sudah tertutup selama 1 bulan


"Hai sayang,sudah 7 bulan usia kandunganku,kau dulu pernah bilang akan membuat acara syukuran kan?Ayolah sayang bangun"Ucap Vina sambil memegang sayang tangan Aditya


"Nak mamah rindu sama kamu,dinginnya kamu an juga amarahmu. Bangunlah sayang"ujar naina


"Woy mau sampe kapan kau tidur dit, bangunlah kantor tidak akan lengkap tanpamu. Anakmu juga butuh ayah dit"ucap Aldo


"Hei Aditya yang kejam dan dingin ayo bangun aku sudah memaafkan mu sekarang ayo bangunlah"Ucap Rendy


"Sayang kau lihat mereka memakimu dan kau hanya diam saja?ayo bangun sayang"ujar vina mengelus pipi Aditya


"sayang ayolah bangun 1 bulan kau sudah mendiamiku,Apa kau semarah itu denganku?"tanya Vina


"....jika kau tidak membuka matamu juga aku akan pergi!!!Aku lelah Aditya harus bolak-balik rumah dan rumah sakit dalam keadaan hamil besar dan juga harus merawatmu begini. Aku sangat lelah!"ucap Vina membuat semua orang membulatkan matanya


"Vina apa maksudmu sayang?"tanya naina tak menyangka mendengar apa yang dikatakan Vina


"Iya mau aku lelah"ucap Vina lirih


"Vina aku yakin Aditya akan bangun kau harus bersabar menunggunya"ucap Aldo


"nak papah tau kau lelah tapi papah mohon jangan pergi nak"ucap Rudi


"Maaf semuanya tapi aku lelah aku akan pergi setelah anakku lahir aku akan kembali lagi"ucap Vina ingin melangkah pergi tapi tiba tiba tangannya ditahan seseorang


Vina membalik badan dan melihat tangan Aditya mencegah kepergiannya dengan mata yang terpejam perlahan lahan terbuka


"Aditya"panggil semua orang pelan melihat Aditya sadar


"Aku tahu mas kau tidak akan membiarkan aku pergi,maaf aku harus mengatakan itu sayang"ucap Vina berderai air mata


"Vina....."panggil Aditya pelan


"... jangan tinggalkan aku...."sambung Aditya


"sssssttt.... aku tidak akan kemana mana sayang,aku disini bersamamu"ucap Vina kemudian mencium kening Aditya


Rendy memeriksa kondisi aditya dan senyum di bibirnya terukir diwajahnya


"Aditya sudah baik baik saja,ini semua berkat doa kalian dan keteguhanmu Vin"ujar Rendy


Aditya menatap Vina dengan tatapan yang sendu,merindukan istrinya...itulah perasan yang dialami Aditya kini...1 bulan ia bahkan tidak membuka matanya sedikitpun.


"Kenapa menatapku begitu?"tanya Vina tangannya membelai pipi Aditya


"Dia pasti rindu padamu Vin"ucap Imel


"iya Vin dia pasti rindu dengan istri yang sangat dicintainya"sambung Dila


"sa....ya...ng......"panggil Aditya tangannya ingin meraih pipi Vina


Vina menyaut tangan Aditya dan meletakan nya dipipi


"iya sayang aku disini kau Jangan bicara dulu ya kau masih lemah"ucap Vina lembut pada suaminya


Vina menunduk ketika Aditya berusaha mencium keningnya


Cup


Ciuman yang amat dirindukan wanita cantik itu selama 1 bulan mendarat sempurna dikeningnya


Cup


Vina mencium lama pipi Aditya dengan air mata yang tak henti mangalir karena terharu


"Sekarang istirahat okey...aku akan disini"ucap Vina dan Aditya hanya mengangguk


Semua orang begitu bahagia melihat Aditya yang sudah sadar dan akan melakukan syukuran bertepatan dengan 7 bulanan Vina


"sayang mamah tau kamu tidak mungkin meninggalkan Aditya"ucap naina pada Vina yang sedang menatap Aditya


Vina berdiri dan membalikkan badan menghadap naina


"Sampai aku matipun aku tidak akan jauh dari aditya kau mah,aku sangat mencintainya"ucap Vina


"Iya sayang semoga kalian selalu bersama"ujar naina memeluk tubuh mungil Vina.


Bersambung.......


buat yang suka my boss my sweet husband bisa vote,like dan komen ya... terimaksih πŸ˜ŠπŸ™πŸ™


Happy reading ✨🌺